NovelToon NovelToon
Ratu Vs. Selir Tuan Erlan

Ratu Vs. Selir Tuan Erlan

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:89.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisy Arbia

Eleonara, seorang gadis yatim piatu berusia 27 tahun yang hidup bersama Paman dan Bibinya. Kehidupannya bak roller coaster. Dia diombang-ambing oleh Paman dan Bibinya. Hingga suatu hari, dia kabur dari kehidupan yang sangat kacau itu. Kemudian dia ditolong oleh seorang nenek (Massima Harrison).

Massima Harrison mempunyai seorang cucu yang bernama Erlan Dallin Harrison yang berusia 33 tahun. Atas permintaan neneknya, Erlan harus menikah dengan Eleonara. Sementara, Erlan sendiri sudah mempunyai seorang kekasih, Shelly namanya.

Hingga suatu hari, kekasih Erlan mengandung. Erlan harus bertanggung jawab menikahinya.

Mampukah Eleonara dan Shelly tinggal di Mansion yang sama? Akankah Eleonara memenangkan cinta Erlan dan menjadi Ratu seutuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisy Arbia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Shelly

Erlan sengaja mengajak Shelly dan Eleonara pulang lebih awal. Dia sangat malu terhadap Tuan Jeff. Boy, asistennya mengikuti dari belakang. 

"Boy, mobilmu aku pakai. Pergilah dengan sopir, ajak Eleonara. Antarkan ke Mansion Harrison!" perintahnya. 

Erlan tak bisa membawa Shelly dalam satu mobil dengan Eleonara. Istri mudanya itu sungguh sangat keterlaluan. Jika Erlan tidak mencintainya, sudah dari awal Shelly-lah yang dia ceraikan. 

"Sayang, apa yang kamu lakukan?" Erlan berusaha membuat mood istrinya kembali membaik. 

"Aku cemburu!" jawabnya singkat. 

Erlan tak habis pikir, kecemburuan Shelly tak beralasan. Karena selama ini, Erlan selalu berada di samping Shelly. Bahkan nafkah lahir dan batin semua diberikannya kepada Shelly. Harusnya Eleonara-lah yang paling cemburuan disini. Tapi kenyataannya bertolak belakang dengan apa yang dipikirkan Erlan. 

Shelly terkejut, arah mobil tidak kembali ke Mansion melainkan seperti ke Mansion Harrison. 

"Kenapa tidak pulang?" 

"Grandma yang meminta. Sebelum kita berangkat ke Mansion Tuan Jeff, Grandma mengabari," Erlan mengendarai mobil dengan kecepatan standar. 

"Kenapa aku juga?" Shelly sebenarnya tak nyaman setelah kejadian wedding party tempo hari. Dia tak bisa berkata-kata jika berhadapan dengan Grandma. 

"Kau istriku!" Erlan menjawab sesimple itu. 

"Tapi Grandma tak pernah suka kepadaku, sayang," Shelly berusaha mengutarakan kenyataan yang dihadapi setelah pernikahannya.

Erlan menepikan mobilnya sejenak. Dipandang istri mudanya itu, kemudian Erlan memegang kedua tangannya. 

"Kau percaya kepadaku, kan?" tanya Erlan.

Shelly mengangguk. Dia memang percaya suaminya, tetapi tidak dengan Grandma. 

"Kita akan berjuang membuat Grandma merestui kita. Setelah itu, aku berjanji akan melepaskan Eleonara begitu kita berhasil mendapatkan apa yang kita inginkan," bujuk Erlan. 

"Kau janji, sayang?"

"Iya, sayang!" Erlan melepaskan tangan Shelly kemudian melanjutkan laju mobilnya yang sempat terhenti. 

Sesampainya di Mansion Harrison, ternyata Boy dan Eleonara tiba terlebih dahulu. Keduanya sudah berada di dalam Mansion. 

Pelayan Viola dan Zelmira yang tidak mengetahui pernikahan kedua tuan Mudanya itu langsung menyambut kehadirannya. 

"Selamat datang di Mansion Harrison, Tuan Muda. Anda datang bersama siapa? Bukankah Nyonya Eleonara sudah di dalam?" Zelmira penasaran melihat pemandangan tak biasa ini. 

"Ini istriku, Zelmi…," Erlan menggandeng erat Shelly untuk masuk ke Mansion. 

Viola dan Zelmira menutup mulutnya dengan kedua tangan. 

'Oh God, Tuan Muda punya dua istri?' batin Zelmira. 

'Astaga! Grandma bisa ngamuk,' batin Viola. 

Tapi di pandangan mata kedua pelayan Mansion itu, agaknya disini posisi yang salah adalah Nyonya Eleonara. 

"Kasihan Nyonya Ele, sepertinya dia sangat tertekan," ucap Zelmira pada Viola ketika tuan Muda dan istri mudanya sudah masuk ke dalam. 

"Sudahlah, Zelmi! Kita doakan yang terbaik untuk Nyonya Eleonara. Ayo kita siapkan minum," ajak Viola. 

Saat ini Eleonara, Shelly, dan Erlan berada di ruang keluarga. Ini pertama kalinya Shelly berkunjung ke Mansion Harrison. Mansion yang lebih luas dari Mansion milik suaminya itu membuat dirinya sangat takjub. 

'Ternyata Mansion Harrison lebih luas dari yang ku bayangkan. Setidaknya, bayi ini akan menjadi alasan kuat untuk bisa tinggal di sini,' batin Shelly.

Grandma datang bersama perawat yang mendorong kursi rodanya. Setelah berada di posisi yang pas tepat di depan Erlan, Grandma meminta perawat itu kembali ke kamarnya. 

"Emilia, kembalilah ke kamarmu! Nanti Grandma akan memanggil,"

"Baik, Grandma," Emilia meninggalkan ruang tengah. 

Eleonara, Shelly, dan Erlan sama-sama diam. Tak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun. 

"Ele, pergilah ke kamar Erlan! Bersihkan dirimu dan gantilah pakaian. Minta pada Zelmira," perintah Grandma. 

Shelly merasa tak senang melihat semua ini. Seharusnya, dia-lah yang berhak atas kamar suaminya.

Eleonara merasa canggung jika mengikuti kemauan Grandma-nya. Apalagi ada istri muda suaminya, terlihat Eleonara seakan memanfaatkan situasi ini. 

"Maaf, Grandma. Ele kembali ke kamar lama saja," ucapnya dengan wajah menunduk. 

"Kamar lama ada yang menempati, sayang. Pergilah ke kamar suamimu!" 

Lagi-lagi ucapan Grandma membuat Shelly tak senang, tetapi demi mendapatkan kepedulian dari Grandma kali ini dia berusaha menahan egonya. 

Erlan tak bisa membantah. Di Mansion Harrison, Grandma yang paling berkuasa. Jika sampai menolak, maka pilihannya cuma satu. Silakan keluar dari Mansion! 

"Darimana Erlan?" tanya Grandma memecah keheningan. 

"Mansion Tuan Jeff Truman Chevalier…,"

"Bertiga?" Grandma bertanya lagi.

Erlan hanya mengangguk.

Grandma sudah tau semua cerita yang disampaikan Boy, asisten Erlan ketika datang lebih dahulu membawa Eleonara. Asisten Erlan sangat bisa dipercaya, karena diam-diam selain menjadi asisten Erlan, dia juga menjadi asisten khusus perintah dari Grandma. 

Masih ingat di hari pernikahan Erlan yang kedua kalinya? Bahkan Boy tak pernah lepas dari ponselnya. Itu karena dia harus melaporkan semua yang terjadi kepada Grandma dan meminta persetujuan darinya. 

Boy bukan manusia yang licik, ya! Dia hanya menjalankan perintah tanpa diketahui Erlan, atasannya. Bukan salah Boy juga, kan? Dia sama-sama terikat surat perjanjian seperti Erlan.

"Kau malu, Erlan?" Grandma berusaha menginterogasi cucunya. 

"Maaf, Grandma. Disini bukan sepenuhnya salah Erlan. Sebenarnya kami hanya berniat berangkat berdua saja, tetapi istri tua suami saya kekeh minta ikut," Shelly berusaha membela suaminya. 

"Kau tak bisa memilih salah satu, Erlan?" Pertanyaan Grandma membuat Erlan meradang. 

"Aku memilih Shelly, Grandma. Dengan atau tanpa persetujuan Grandma. Kami akan tetap bersama," Erlan mengucapkannya dengan penuh penekanan. 

"Alasan apa yang mendasari kau memilih wanita itu?" tunjuk Grandma pada Shelly. 

"Saya sedang mengandung keturunan Harrison, Grandma," Pengakuan Shelly. 

"Kau yakin jika itu murni keturunan dari Erlan Dallin Harrison?" Grandma berusaha menyudutkan Shelly. 

'Si*l! Bisa-bisanya Grandma meragukan keturunanku sendiri,' batin Erlan. 

"Grandma… Shelly sedang mengandung anakku. Pewaris Harrison yang Grandma minta," jawab Erlan. 

"Grandma, tolong restui kami. Kami akan memberikan yang terbaik untuk Harrison," Shelly berusaha keras membuat Grandma memberikan kesempatan kepadanya. 

"Dengan memberikan anak diluar nikah?" Kali ini pertanyaan Grandma membuat Erlan naik pitam. 

"Cukup, Grandma! Jangan terus-terusan menyudutkan istriku. Setidaknya, aku sudah berusaha memberikan apa yang Grandma inginkan. Grandma ingin cicit, kan? Sudah aku siapkan di dalam rahim istriku!" balas Erlan. 

"Kenapa tidak kau berikan dari istri sahmu?" tanya Grandma dengan tenang. Dia sengaja memancing kemarahan cucunya.

"Aku tidak pernah mencintai Eleonara, Grandma. Tak akan seujung kuku-pun aku menyentuhnya!" jawab Erlan yang merusak drama yang pernah dia buat di awal pernikahan mereka. 

Grandma tau semuanya. Bahkan apa yang terjadi dengan cucu menantunya itu. 

"Kau membuat Grandma kecewa!" 

Erlan tak mampu membalas ungkapkan yang disampaikan Grandma-nya. Begitu juga dengan Shelly, keduanya berada di hubungan yang salah menurut Grandmanya.

"Zelmi… Zelmi…," Grandma memanggil pelayan Mansion. 

"Iya, Grandma," Zelmi tergopoh dari ruangan sebelah. Dia sengaja standby disana untuk menunggu Grandma. 

"Bawa aku kembali ke kamar! Suruh kedua orang itu pergi! Aku tak mau melihatnya," ucap Grandma. 

Bagaikan disayat sembilu. Niat Erlan mempertahankan rumah tangga dengan Shelly sepertinya akan sulit, tetapi demi anak yang dikandung istrinya itu dia akan tetap bertahan. 

"Aku dan Shelly yang akan memberikan pewaris Harrison…," teriak Erlan kepada Grandmanya yang agak jauh meninggalkan ruang tengah. 

1
pipi gemoy
hedeh si ele ini aneh
bingung gimana jln pikirannya
padahal sdh maju selangkah
dah.... lah ogeb betul padahal isteri sah😏😏😏😏😏😏😏😏
pipi gemoy
oon si Elle, kenapa habis dari makam nga sekalian kabur 🤦
pakai acara balik ke rumah lagi hedeh
Yusniati Yusniati
Luar biasa
Surati
bagus
Arka Abian
ok
Shinta Dewiana
hedeh...akhir cerita enggak banget deh...
Okki ervina Ervina
g asyik yg kejam g dpt karma
est
iya harus ya yg laki harus usaha keras dulu buat dapetin anak dan istrinya . .klo gini pembaca kecewa...
est
😭😭😭😭
est
masak rumah gede ndak da cctv nya kan bisa dilihat disiti kepleset sendiri atau sengaja didorong
est
jahat suaminya
𝕾𝖊𝖗𝖊𝖓𝖆𝖉𝖊 𝕰𝖚𝖓𝖔𝖎𝖆: aduh, aku malu, kak. ini cerita paling kacau yang aku buat. Kalau alurnya jelek, aku minta maaf 🙏🙏🙏🤧🤧🤧🤧 ini pertama kali aku nulis soalnya🙏🙏🙏
total 1 replies
W liona 🥰
akhir yg sangat tdk bagus... cuih kurang kreasi ceritanya authur... maaf terlalu memaksakan akhir ceritanya tdk ada perjuangan seorang lelaki terhadap istrinya seakan pernikahan adalah permainan..
bee😉
ish.kalo gini rasanya cwok mudah banget pindah ke laen hati.sebagai cewk ap hrs selalu pasrah begitu......?
gemini_20
ya ampun kebangetan ya erlan menyesal karna ditinggal mati shelly bukannya menyesal karna menolak anak sendiri,manusia apa hewan tuh si erlan
Nora
perjuangan erlan mendapat maaf ele tdk sebanding luka ele dan penasaran alasan grandma tdk suka selly
Bidadarinya Sajum Esbelfik
hmmmmmm...
Bidadarinya Sajum Esbelfik
hilllliiiiiiihhhh🥴🥴🥴
Bidadarinya Sajum Esbelfik
😭😭😭😭😭😭😭😭
Bidadarinya Sajum Esbelfik
Eleonora kok bego ya... gitu aza takut sm Selly.. harusnya komporin tuh Selly 😒😒😒😒😒😒
Bidadarinya Sajum Esbelfik
pergi aza sih Eleonora..... grandma juga aneh n egois... menyiksa perasaan orang... dasar pikun 😤😤😤😤😤😤😤😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!