NovelToon NovelToon
Bad Liar

Bad Liar

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Romantis
Popularitas:968.4k
Nilai: 5
Nama Author: Theodora Ara

Meet Theora Bathassa Ghazy - gadis berkulit kuning langsat dengan lesung pipi di kedua pipi nya itu harus melanjutkan beasiswa S2 nya di salah satu Universitas ternama di Korea Selatan. Dengan bahasa korea nya yang masih terbata bata, ia harus menjalani kehidupan baru nya di negeri gingseng tersebut.

Meet Lee Elfensius Jeno - Laki laki berdarah korea-Inggris itu terlihat sangat dingin namun lembut secara bersamaan. Dengan garis wajah yang keras, rahang yang sempurna dan kulit putih bersinar khas orang korea. Ia merupakan CEO sekaligus pemilik tunggal Jeora Entertaiment yang kini menjadi agensi terbesar di korea selatan.

Bertemu dengan seseorang yang sulit memahami bahasa korea dengan cepat ketika ia terbiasa berbicara dengan cepat membuat seorang Jeno yang terbiasa menuntut dan bergerak cepat frustasi. Sedangkan Ara yang masih belum terbiasa menggunakan bahasa korea juga harus selalu menajamkan otak serta pendengaran nya ketika Jeno berbicara pada nya. Namun tak terasa kedua nya seolah olah menikmati hal aneh tersebut.

Lalu bagaimanakah kelanjutan dari hubungan mereka? Ikuti terus kisah mereka yaaa...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Theodora Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bad Liar - Bagian 21

"Tidak hanya saja, aku pikir ia menyukai mu,"

Drrrrttt....

Kalimat Zhen teredam oleh suara dering ponsel milik Ara. Dering yang membuat semua orang di meja itu mengalihkan perhatian mereka sepenuhnya pada id name di ponsel Ara. Melupakan apa yang baru saja dikatakan Zhen.

'Paman Jeno'. Id name yang muncul di layar ponsel Ara. Ara yang hendak memakan ice cream nya hanya menghela nafasnya pelan. Kesal karena sesi makan ice cream kesukaan nya harus terganggu.

"Ada apa paman?" Tanya Ara to the point tanpa berbasa basi terlebih dahulu.

"Halo Nona. Kau dimana?" Balas Jeno ketika mendengar suara Ara yang terdengar kesal ketika menyapa nya.

"Kenapa?" Tanya Ara bertanya balik. Tidak menjawab pertanyaan Jeno.

"Huh... Kau dimana? Sudah makan siang?" Jeno mengulang pertanyaan nya. Sementara Ara hanya membalas pertanyaan Jeno yang terakhir dengan deheman. Mengiyakan namun memilih tidak bersuara. Lalu mulai memakan ice cream nya yang sempat terunda.

"Bisakah kau kemari? Aku membutuhkan mu,"

"Ada apa?" Ara menyeritkan dahinya bingung. Namun memilih untuk tetap tidak perduli dan kembali menikmati ice cream pesanannya.

"Kemarilah. Aku membutuhkan mu. Sungguh, kemarilah... Sekarang..."

Ara terdiam sesaat. Menatap Shahi dan Zhen secara bergantian. Menatap keduanya yang tengah menatap dirinya dengan tatapan bertanya. Ara menghela nafas nya kasar. Lalu kembali memusatkan dirinya pada sambungan telpon antara dirinya dengan Jeno yang masih tersambung.

"Baiklah. Aku akan ke sana," Ujar Ara dengan menghela nafas pelan. Menutup panggilan secara sepihak dan mengambil sesendok besar ice cream matcha miliknya. Membereskan barang-barang nya lalu bangkit dari kursinya.

"Aku pergi dulu..." Ujar Ara cepat lalu berlari, pergi meninggalkan Shahi dan Zhen yang linglung dengan kepergian dirinya yang tiba-tiba setelah menerima telepon. Bahkan suara teriakkan Shahi pun di acuhkan oleh Ara yang sudah menghentikan sebuah taksi kosong yang berada tidah jauh dari posisi nya saat ini.

Drrtttt...

Suara getaran ponsel di tangan kirinya mengalihkan perhatian Ara dari obrolan nya dengan supir taksi yang bertanya kemana dirinya akan pergi.

Ara hanya melirik sebentar ponsel nya yang mengeluarkan notif pesan masuk dan kembali berbincang mengenai alamat yang di tujunya dengan supir taksi. Setelah menyelesaikan urusan nya dengan supir taksi tersebut. Ara bergerak menyenderkan tubuhnya pada kursi dan menatap ke arah luar jendela. Melupakan pesan masuk yang tadi sempat ia tunda karena masih berbincang dengan supir taksi.

Drrtttt...

Getaran ponsel nya kembali terasa di tangan kirinya. Ara dengan malas menyalakan ponsel miliknya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.

From : Paman Jeno

"Kau dimana?"

01:05 pm

From : Paman Jeno

"Kau kemari dengan siapa? Menggunakan apa?"

01:10 pm

From : Paman Jeno

"Perlu ku jemput?"

01:11 pm

From : Paman Jeno

"Balas pesan ku Nona Theora,"

01:11 pm

Kurang lebih begitulah pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Sebenarnya masih banyak pesan pesan lain yang malas Ara baca karena sudah tau apa isi dari pesan-pesan spam tersebut.

Sungguh mengganggu. Ara memilih mematikan ponsel miliknya dan kembali menatap luar jendela yang terlihat begitu ramai orang. Hingga tak terasa kedua matanya mulai memberat dan membuatnya terlelap selama perjalanan menuju perusahaan laki-laki menyebalkan itu.

"Nona..." Suara sayup-sayup terdengar di telinga Ara. Mengusik tidurnya. Ingin rasanya ia berkata bahwa ia masih mengantuk namun ia segera sadar bahwa dirinya masih berada di dalam taksi. Ara membuka kedua mata nya perlahan. Menatap supir taksi yang sedari tadi membangunkan dirinya dari tidur siang sesaat nya. Setelah merasa dirinya sudah cukup sadar. Ara tersenyum canggung dan membungkuk kan badan nya ke arah supir taksi itu.

"Maafkan saya Pak, karena tertidur. Sungguh saya minta maaf,"

Ara merasa tidak enak dengan laki-laki tua yang Ara perkirakan mungkin berumur 50 tahun itu karena sudah menghambat pekerjaan nya untuk sesaat karena menunggu dirinya bangun. Ia sadar bahwa dengan dirinya tertidur, laki-laki itu tidak mungkin bisa pergi melanjutkan pekerjaan nya. Oleh karena itu Ara segera mengambil uang dari dalam ransel miliknya dan menyerahkan uang kepada supir taksi itu. Membayar ongkos perjalanannya.

"Ini terlalu banyak Nona," Ujar pria paruh baya itu hendak mengembalikan uang yang Ara berikan melebihi jumlah yang tertera diargometer.

"Tidak Pak, itu untuk bapak saja karena sudah mau menunggu saya bangun. Mungkin jika bapak sudah pergi sedari tadi, bapak sudah dapat banyak penumpang. Jadi saya mohon di terima ya Pak," Ara tersenyum manis. Menolak uang yang hendak di berikan lagi oleh supir taksi paruh baya tersebut. Supir taksi itu berucap terima kasih dan membalas senyuman Ara dengan tak kalah ramah nya. Ara pun segera keluar dari taksi tersebut. Melangkahkan kaki nya ke dalam lobi perusahaan terbesar di Korea Selatan tersebut.

"Selamat siang Nona. Ada yang bisa saya bantu," Sapaan hangat dari resepsionis itu menyapa Ara yang baru saja berdiri di depan meja resepsionis. Ara tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya.

"Saya ingin bertemu dengan Mr. Lee Jeno," Ujar Ara cepat, melupakan nama tengah laki-laki itu. Resepsionis yang mendengar nama yang disebut Ara hanya menganggukkan kepala nya mengerti.

"Sudah membuat janji?" Tanya resepsionis itu lagi. Ara hanya menganggukkan kepala nya.

"Baik saya akan sambungkan dulu ke sekertaris --"

"Tidak perlu. Nona Theora sudah di tunggu Mr. Lee diruangan nya sekarang,"

Suara sang resepsionis terhenti ketika seorang laki-laki bertubuh tinggi datang dan memotong kalimat resepsionis itu dengan cepat. Mempersilahkan Ara menuju ke arah lift khusus yang biasa di gunakan Jeno. Meninggalkan resepsionis yang hanya berdiri dengan tatapan bingung.

Selama perjalanan menuju ke ruangan Jeno, Ara bisa merasakan bahwa laki-laki yang ia ketahui sebagai sekertaris Jeno ini menatap dirinya dengan tatapan penasaran. Tidak. Bahkan sangat intens. Ara sendiri sebenarnya merasa sangat tidak nyaman dan risih ketika harus di tatap dengan seperti itu.

Namun ia tau bahwa jika ia memergoki laki-laki itu sekarang maka laki-laki itu akan merasa malu. Jadi Ara berusaha mengabaikan nya saja dan tetap menatap ke depan. Berusaha mengabaikan tatapan dari sekertaris Jeno.

Mereka kembali melangkahkan kaki mereka keluar dari lift menuju ke ruangan Jeno yang berada di ujung lorong ini. Berjalan dengan saling diam, membuat Ara ingin cepat-cepat sampai di ruangan Jeno agar tidak di tatap lagi oleh laki-laki ini. Sungguh ia sangat tidak nyaman.

Namun ketika Ara berada 3 meter dari ruangan Jeno, seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan lari dari arah dalam ruangan itu dengan wajah memerah. Menahan tangis.

Ara dengan cepat merendahkan dirinya, menahan gadis kecil itu dengan memeluk tubuh kecil itu dalam pelukan nya. Memeluk erat gadis kecil itu dan menggendong nya. Menyandarkan kepala nya ke arah bahu kirinya sembari mengelus pelan punggung gadis itu hingga gadis itu merasa lebih tenang.

Siapa gadis kecil ini?

                             

                                           ***

                                          TBC

Halo semuaaa.... 👋👋👋

Aku lagi ikut kontes nih, jika berkenan bantu aku dengan terus memberi vote, komentar dan like kalian ya. Ditunggu vote nya semuaaa....

Oh iya, jangan lupa mampir di karya ku yang lain yaa!!!

Yang suka tema horror dan misteri bisa baca karya kedua ku yaitu "Haloween",

Ditunggu kehadiran nyya semuaaa!!!

Sampai jumpa di bab selanjutnya 👋👋👋

Yang mau mutualan sama nanya-nanya soal cerita ini bisa chat aku di instagram atau di grup chat yaaa

^ ^

                                             Follow my Instagram :

                                                     @chocho_lalattee

       

1
Evilathifah
bertele2 jadi males bacanya .
Yani Cuhayanih
Aku nyimaks thor
Lettaandreyana11 Yana
Halo gays jangan lupa mampir YAA ke cerita aku judul nya " I LOVE YOU DOSEN GALAK (tamat)
🌻Ruby Kejora
Hai Kakak salam kenal salam buat kakak ya❤️❤️
Salmah S
mampir thor
Opin Mulyarovina
ya
kookv
cie jeno memerah...
juni
lanjut dong 🙏🙏
Rahma Wati
lahh ko lanjuttt tanggung nih
Eka Prastya Kurniawan
tiap hari dong thor up nya
Nela Newaty
smngat Thor
miss keling
jan lama2 donk updatenya 🙃semangat2 author
Dewiqita
jeno bucin.
Eka Prastya Kurniawan
haduchhh thor jangan lama2 dong up nya😔😔
Eka Prastya Kurniawan
lanjuttt thorrr,kangen sama Jeno oppa😍😍
Hasfar
Lanjuttt Thor, yang semngattt dong...
Gaspolll👌👍👍😍😍😍
Nela Newaty
lanjut thor
Sumarni
Up yg Bnyk donk thor 💪💪😍
Rahma Wati
lanjutt thor jgan kendorrr
Eka Prastya Kurniawan
author nya kemana,,up nya laaamaaa bangettt😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!