NovelToon NovelToon
Si Genius, Aqeel

Si Genius, Aqeel

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Tamat
Popularitas:838.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Di saat Arumi mengalami kesulitan karena ibunya sakit keras, Rina - sang ibu tiri menawarinya uang dalam jumlah besar. Dengan syarat, Arumi harus bersedia tidur dengan calon suami kakak kembarnya.

Tujuh tahun berlalu, seorang anak lelaki berusia enam tahun hadir. Aqeel Elvano, bocah dengan kecerdasan yang luar biasa di bidang kesehatan.

Bagaimanakah nasib Arumi? Dan siapakah Aqeel Elvano? Hanya bisa kamu temukan jawabannya ketika membaca kisah dasyat ini. Happy reading....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan yang tertunda

Arumi meringis kecil saat merasakan remasan di pundaknya yang penuh tenaga. Perlahan ia melepaskan tangan David dari pundaknya. Kini ia sedikit mengerti, ternyata David mengira bila dirinya adalah Alena.

"Kenapa Alena?" Ulang David yang menjadi geram saat wanita di depannya justru hanya terdiam.

Arumi masih mematung, menyusun kalimat yang tepat untuk menjelaskan pada David tentang malam itu.

"Aku bukan Alena," ucap Arumi akhirnya membuka suara.

Kening David mengernyit tipis. Ia menatap wajah Alena dengan seksama.

"Aku Arumi," Sambung Arumi yang bisa menebak isi kepala David. Laki-laki itu pasti tidak akan percaya dengan ucapannya.

"Apa kau sedang becanda huh? Arumi memiliki tompel besar dan culun. Aku tau kau itu Alena. Berhenti membual! "

"Aku Arumi. Selama ini aku hanya menyamarkan penampilanku dengan menjadi gadis culun," Ungkap Arumi jujur.

David meniti sekali lagi wajah arumi.

"Alena adalah saudara kembar ku. Itu mengapa wajah kami sangat mirip," Tutur Arumi sebelum David menyangkal lagi ucapannya.

Kedua mata David membelaka lebar. Istrinya tidak pernah menceritakan apapun tentang saudara kembarnya. Namun, menilik wajah mereka yang mirip mungkin saja ucapan Arumi ada benarnya.

"Lalu untuk apa kau kemari?" tanya David penasaran. Hari ini Aqeel tidak bersamanya, mungkinkah anak itu pergi tanpa pamit lagi?

"Aku ingin memberitahukan bila malam itu kau tidur denganku. Bukan Alena, dan Aqeel adalah putramu," ucap Arumi menahan nafas sebentar saat melihat David diam tercengang di tempatnya.

"Tidak mungkin. Kau pasti berbohong, " Jawab David tersenyum sinis.

"Aku berkata apa adanya. Alena menyuruh ku untuk menggantikannya, karena dia sudah tidak gadis lagi," ucap Arumi berusaha menjelaskan situasi pada malam itu. Berharap David mengerti.

David mulai percaya dengan apa yang di ucapkan Alena. Kini ia menyesal kenapa tidak mencoba mencari tahu malam itu.

Deg ... Arumi perlahan merasakan Cengkeraman David sudah tidak lagi dirasakannya. Suara ketukan langkah kaki yang berbentur dengan lantai menyadarkan Arumi kembali ke dunia nyatanya.

Semua kalimat yang ia susun mendadak buyar. Lidah yang tadi ingin mengucapkan kata-kata nyatanya kini menjadi kelu, hanya tertahan di kerongkongan.

Arumi menolehkan ke sekelilingnya. Namun, David sudah tidak berada di hadapannya. Sudut matanya baru saja melihat siluet laki-laki itu yang berbelok di sebuah koridor rumah sakit.

Tubuh Arumi luruh ke lantai. Bibirnya masih terjatuh rapat. "Apa yang ingin kau lakukan Arumi? Mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada malam itu? Dan mengaku jika kau bukan Alena? Kau harus sadar siapa dirimu Arumi. Keberadaan mu tidak ada yang mengetahui. Bahkan sekarang Aqeel putramu bukanlah darah daging David." Gumam Arumi sembari menahan sesak di dadanya, jemarinya dengan kuat mencengkram baju yang melekat di tubuhnya sebagai tumpukan rasa kesedihan yang mendalam.

Arumi menyeret kakinya menuju bangku tunggu. Ia ingin menjernihkan pikirannya lebih dulu. Dirinya tidak boleh gegabah.

"Jika Aqeel bukan anak David, lalu siapa yang tidur denganku waktu itu? dan kenapa Alena bersusah payah mau mengusir ku?" Beribu pertanyaan hinggap di benak Arumi.

Arumi terdiam cukup lama di tempatnya. Memikirkan langkah apa yang ingin ia ambil kedepannya dengan matang.

***

"Anak pintar, sampai kapan kau akan di perpustakaan ini?" tanya Lulu geram pada Aqeel. Sudah lebih dari lima jam ia menunggu Aqeel yang masih asyik dengan bacaannya.

"Mah, ayolah. Kau tahu aku akan menjadi dokter muda di negara ini. Aku harus memperbanyak bacaan ku," jelas Aqeel dengan nada bersahabat.

Lulu tercengang dengan perubahan nada suara Aqeel yang tidak seperti biasanya. Tangan Lulu tak henti-hentinya memeriksa dahi Aqeel.

"Nggak panas," ucapnya heran.

"Masih sehat," imbuh Lulu yang masih memperhatikan Aqeel dengan tatapan tajam.

"Kau gagar otak ya? Atau efek bacaan yang banyak hingga otakmu mendidih dan mencairkan sifat dingin mu?" tanya Lulu menerka.

"Berhentilah berpikiran aneh nenek tua. Aku masih waras!" Kesal Aqeel menyingkirkan tangan Lulu dari dahinya lalu meletakkan tangan itu ke dahi Lulu sendiri.

"Tapi kau ..."

"Aku sedang belajar menjadi orang yang penuh kasih sayang." Ujar Aqeel menampilkan deretan gigi putihnya. Ia mengingat perkataan David jika ia harus bersikap lembut dan tidak mudah terpancing emosi.

"Setan mana yang merasuki mulai huh? " tanya Lulu semakin dibuat keheranan.

Aqeel mengabaikan kalimat Lulu. Ia teringat bila hari ini hasil test DNA nya akan keluar.

'Aku harus pergi ke rumah sakit sekarang untuk mengetahui hasil test itu,' ucap Aqeel dalam batinnya.

"Nah kan sekarang kau senyum-senyum sendiri. Apa sekarang kau kesurupan?"

"Tidak ada, ayo kita pulang," Ajak Aqeel menutup bukunya dan turun dari kursi.

"Cepat kau bawa dan bayar," Titah Aqeel melangkah lebih dulu, meninggalkan Lulu yang masih mematung.

"Hei bocah tengil, apa kau pikir aku pembantu mu?" Kesal Lulu tetapi ia melakukan perintah Aqeel juga.

"Hei, tunggu," Ujar Lulu saat Aqeel sudah berjarak lumayan jauh darinya. Ia melangkah cepat menyusul Aqeel.

"Cepatlah. Aku ingin pulang," Sahut Aqeel tidak menghentikan langkahnya. Ia sengaja menciptakan jarak dengan Lulu agar bisa menyelinap pergi.

"Awas saja kau. Besar nanti aku akan memberimu pelajaran," ucap Lulu sembari menatap buku yang dipegangnya agar lebih nyaman.

Pandangan matanya fokus ke bawah. Hingga ia tak sadar ada dua orang tengah menghadangnya.

"Brukkk." Tubuh Lulu tersentak ke belakang.

Kedua orang berpakaian serba hitam itu lantas memegangi Lulu agar tidak pergi.

"Lepaskan. Kalian siapa?" tanya Lulu sembari memberontak.

Kedua orang itu tidak menanggapi ucapan Lulu. Mereka semakin mempererat pegangan di lengan Lulu.

"Akhirnya, kau kembali ke kota ini, anak nakal."

Lulu sontak mengalihkan pandangannya ke depan guna melihat sosok yang baru saja berbicara dengannya. Kedua netranya membelalak lebar.

"Kau pak Tua," Lirihnya dengan mulut menganga tak percaya bercampur dengan kekesalannya. Tujuh tahun sudah Lulu hidup mandiri tanpa bantuan Ayahnya, dan kini sang Ayah tiba-tiba datang dihadapannya.

"Ya. Kau masih ingat aku rupanya."

"Tentu aku ingat, meskipun aku sudah bukan anggota keluarga Pratama. Tapi aku bukanlah kacang yang lupa akan kulit nya jadi akan ku ingat selalu jasa kalian." Ujar Lulu.

"Bagus jika kau bisa berucap seperti itu. Jadi pulanglah," ucap Mahesa.

"Itu tidak akan terjadi, terlebih jika kalian keluarga Pratama masih ingin menjodohkan ku, aku ingin bebas menentukan pilihan ku sendiri." Tolak Lulu.

Lulu masih ingat dengan jelas malam itu, dimana ia mendapatkan kabar jika ia akan dinikahkan dengan lelaki yang lebih muda darinya, pernikahan konyol karena wasiat dari nenek moyang yang bahkan dia tidak tahu menahu pokok permasalahannya. Lagipula anak dari keluarga Pratama bukan hanya Lulu masih ada kakak yang sudah berumur tapi, dia yang dipilih keluarga untuk menikah.

"Ibumu sakit, Lu. Apa kau tak mau menjenguknya? Atau kau justru mau datang di kuburannya nanti?" Ujar Mahesa penuh penekanan di setiap katanya. Ia pun segera menginstruksikan anak buahnya untuk melepaskan Lulu.

"Ibu sakit?" Ulang Lulu lirih. Seketika tubuhnya melemas. Dunianya mendadak seperti diselimuti awan mendung. Namun, dia tidak boleh lemah. Jika ia mengambil keputusan untuk pulang tentu saja tujuh tahun ia pergi akan sia-sia.

"Ya, Ayah minta kau pulang sekarang."

"Apa nenek tua itu masih bisa makan?" tanya Lulu konyol.

"Dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa, sudah 1 minggu dia di rawat di rumah sakit X." Jelas Mahesa.

Lulu langsung melenggang pergi, tanpa pamit pada Mahesa. Pikirannya kini dipenuhi bayangan ibunya. Ia lupa bila tadi ia di sini bersama seseorang.

Sepeninggal Lulu, Mahesa menelpon seseorang. "Dia sudah kembali, kau bersiaplah." ucapnya lalu mematikan sambungan telepon.

Sementara itu, Aqeel menatap bangunan toko buku melalui kaca jendela taksi. "Jalan pak, " Ucapnya tegas. Dalam hati ia mengucapkan beribu kalimat maaf karena mungkin saja Lulu di dalam akan repot mencarinya. Namun, ia tak bisa menahan diri untuk tidak pergi ke rumah sakit. Ia berjanji akan menyelesaikan urusannya secepatnya dan kembali ke apartemen.

Jalanan siang ini cukup lancar. Walau kendaraan memadati jalanan seperti biasanya, tetapi kali ini tidak menimbulkan kemacetan. Hanya dalam beberapa menit mobil yang ditumpangi Aqeel kini sudah berhenti di depan gerbang rumah sakit.

Namun, tak jauh darinya, ia melihat di depan sana ada mobil yang tengah melaju kencang. Sedangkan di depannya ada seorang ibu-ibu yang tengah menyeberang.

Aqeel yang panik tanpa berpikir panjang ia langsung keluar dari taksi.

"Awas ...." Teriak Aqeel.

Bruakkk...

1
Siti Saadah
anak mu itu david
Ade Irma
ini juga prosrs pembelajaran..
klo mau baca novel..liat dulu bab terakhirnya..
Ade Irma
pandai tp ngak beradab itu gambaran untuk Aqeel👎
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
Anne Siregar Siregar
🤣🤣🤣🤣🤣
Erlinda
receh banget cerita nya si arumi juga terkesan wanita murahan masa dgn mudah nya tidur di apartement org dan melupakan anak nya ternyata si arumi seorang ibu yg bertanggung jawab
Erlinda
David seorang dokter genius tapi perilaku dan kata kata kasarnya pada wanita tidak mencerminkan dia org terhormat dan tidak berpendidikan..
Rani Saraswaty
flashback ato flace?
Moertini
sedihnya ceritanya tidak lanjut bikin penasaran sekali Author ada seasons ke dua kan baru asyiiiik ceritanya sampai nahan nafas lhooo Author harus bantuin hati ini yang kecewa dilanjutin Author semangat ditunggu🙏👍💪
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: sabar ya kak, ini autornya sampai lupa alur, waktu dulu tamat ngegantung karena ngurus anak baru lahir..
total 1 replies
Linsi bleskadit
loh kok udah hbis? tdk dinikahi juha🤣
Linsi bleskadit
saya kasihan arumi, seharusnya dia dgn pria yg lbih baik
Linsi bleskadit
takut Alena yg krim pesan
Linsi bleskadit
arumi carikan jodoh lain aj, yg lebih syng dia
Linsi bleskadit
kalau tdk suka arumi, tdk usah lagi kau cari2 semoga jodoh arumi orng lain
Linsi bleskadit
LULU😍😍😍 ah aku padamu sayang, makasih sdh jelaskan semua
Linsi bleskadit
emosi skli David, dia tdk sadar yg baik itu siapa
Linsi bleskadit
biarkan Alena kmbli ke suaminya saja, arumi kamu cari pria lain saja ya syng
Linsi bleskadit
emosi knp semuanya bdoh ya
Linsi bleskadit
arumi benar@ benar bodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!