NovelToon NovelToon
DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

DIBALIK EMOTICON CINTA 1515 (END OF LOVE STORIES)

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / TimeTravel / Supernatural / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:118.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sis Fauzi

Sekuel III Novel DEC 1515. Ini cerita dunia pendekar, intelijen dan petualangan cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sis Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 21 MENDADAK HAMIL

EPS 21 MENDADAK HAMIL

Dengan perasaan welas asih Panembahan mengangkat jasad Glagah Jenar, putera satu-satunya yang dimilikinya. Walaupun hatinya diliputi kemarahan, namun dia tak mau berbuat gegabah di sanggar pamujan, tempat yang disucikan milik Acarya. Perlahan dia keluar bermaksud kembali ke Somawangi.

Saat melewati bilik Miryam, dia terkejut. Panembahan menangkap cahaya kecantikan yang terpancar, yang tiba-tiba membuat jantungnya berdegup kencang. Sesaat dia berdiri terpana di depan pintu bilik. Kecantikan gadis itu begitu mempesona. Kemarahan di hatinya mendadak sirna. Rupanya Panembahan sedang merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dilihatnya tubuh Miryam dengan seksama. Dengan mata batinnya dia dapat mengetahui keadaan gadis itu. Tubuh yang penuh luka, jiwa yang sedang lara. Apalagi saat melihat bagian perutnya, air muka Panembahan langsung berubah. Terdengar ada nafas baru di dalam rahim sang Mawar Jalatunda. Dan dia tahu siapa yang telah berbuat durjana.

“Dasar ular bedebah,” batinnya.

Perlahan Panembahan masuk ke dalam bilik. Jazad puteranya diletakkan diatas dipan dengan hati-hati. Di rabanya perut Miryam dengan tangan kanan, setelah itu tangan kirinya meraba perut Daningrum yang tergeletak pingsan disampingnya. Tubuhnya bergetar lembut. Rupanya dia sedang memindahkan janin yang ada di dalam perut Miryam ke rahim Daningrum.

***

Hati menumbuhkan cinta, sedangkan cinta membutakan hati. Terasa ada yang aneh pada tubuh Daningrum, cantrik Sanggar Pamujan. Semakin hari tubuhnya semakin gemuk. Perutnya juga semakin gendut. Selera makannya meningkat dua kali lipat, sehingga menghabiskan jatah makan cantrik-cantrik lainnya. Tenaganya juga semakin kuat. Dia mampu bekerja di dapur seharian tanpa mengenal lelah. Tidak seperti cantrik lainnya yang malah ogah-ogahan dan semakin malas.

Eyang Senthir juga merasakan keanehan itu. Semangat kerja para cantriknya menurun drastis. Mereka lebih suka tiduran di emperan daripada belajar membaca kitab.

“Mengapa rumput di belakang sanggar belum dipotong?” batin Eyang Senthir.

Kemudian dia mengamati lingkungan sekeliling Sanggar, sungguh sangat kumuh. Sampah berserakan dimana-mana. Eyang Senthir jadi heran. Ada apa ini? Apa anak-anak itu sudah tidak betah tinggal disini?

“Ada apa dengan kalian?” tanya Eyang Senthir.

Dipanggilnya dua cantrik yang sedang bermalas-malasan di teras belakang. Gutun dan Tusin hanya tertunduk. Sepertinya ada yang mereka tutup-tutupi.

“Apa ada rahasia yang aku tidak tahu?” desak Acarya.

Keduanya menggeleng bersamaan. Lalu saling pandang.

“Maafkan kami Acarya. Tubuh kami hanya merasa lemas saja,” jawab Tusin.

“Kami kelaparan. Daningrum mengurangi jatah makan kami,” sambung Gutun.

Eyang Senthir terperanjat. Bagaimana mungkin kedua cantriknya bisa kelaparan, padahal persediaan makanan cukup banyak di gudang.

“Apa beras di gudang sudah habis?”

“Tidak guru. Bukan itu masalahnya,” sahut Tusin.

“Kami merasa ada yang aneh dengan Daningrum. Beberapa bulan ini selera makannya mendadak bertambah. Tubuhnya juga semakin gemuk,” ujar Gutun.

“Walaupun sudah makan, kadang-kadang dia masih merasa lapar. Karena kasihan, akhirnya kami memberikan separuh jatah makan kami untuknya,” sambung Tusin.

Owh ya? Batin Eyang Senthir diliputi rasa heran. Karena penasaran dia bergegas menuju ke dapur. Baru saja kakinya masuk dapur, langkahnya langsung terhenti.

“Daningrum?” suara sang Acarya tertahan melihat pemandangan di depannya.

Nampak Daningrum sedang melahap sepiring penuh makanan. Padahal didepannya sudah ada tiga piring yang isinya sudah habis.

“Eyang guru?” Daningrum terhenyak.

Dibersihkannya mulut dan tangannya yang penuh sisa makanan. Rasa malu dan takut menggerayangi hatinya. Tubuhnya memang nampak lebih gemuk. Terutama perutnya, kelihatan membesar seperti perempuan yang sedang mengandung. Ah, kenapa ini luput dari penglihatanku, batin Acarya.

“Apa yang kamu lakukan anakku?” ujarnya.

Dipandanginya cantrik perempuan yang ada di sanggarnya itu dengan seksama.

“Jangan-jangan kamu sedang…” Eyang Senthir tidak meneruskan kata-katanya. Dia berjalan mendekati Daningrum dan meraba perutnya. Wajah sang Acarya langsung berubah.

“Astaga! Apa yang sudah kamu perbuat anakku?”

Daningrum nampak kebingungan menjawab pertanyaan Acarya.

“Siapa yang melakukan ini kepadamu?” tanya Eyang Senthir lagi.

Dengan jelas Eyang Senthir mendengar desah nafas dan detak jantung dari perut cantrik perempuannya itu. Ya, memang Daningrum sedang mengandung. Tapi kemudian mata batinnya menangkap keanehan-keanehan mistis yang menyelubungi rahim cantrik kesayangannya itu. Janin yang sedang dikandung Daningrum bukanlah manusia biasa.

***

Daningrum menangis sepanjang hari saat diberitahu kalau dia sedang mengandung. Padahal dia tidak pernah melanggar norma-norma yang diajarkan di Sanggar Pamujan.

“Ampuni aku guru. Sungguh aku tidak pernah berhubungan seorang laki-laki pun,” isak Daningrum.

“Sudahlah nduk, tenangkan hatimu. Kejadian ini memang di luar nalarmu,” hibur Acarya.

Eyang Senthir memang tidak menyalahkannya. Mata batinnya yang tajam dapat melihat ada kekuatan gaib yang memindahkan janin dari ibu kandungnya ke dalam rahim cantriknya itu. Dan yang bisa melakukan itu pastilah orang yang berilmu sangat tinggi. Dan dia tahu pasti siapa orang yang mampu melakukannya. Kebetulan dia baru saja menyambangi Sanggar Pamujan untuk menjemput jazad puteranya.

“Panembahan Somawangi, Ini semua adalah hasil perbuatannya.” ujar sang Acarya dengan nada marah. “Pasti ada tujuan dari semua yang dilakukannya pada janin Miryam.”

Eyang Senthir tahu janin yang ada di dalam perut Daningrum adalah janin milik Miryam. Tapi dia harus merahasiakan ini rapat-rapat.

Malam harinya dia memanggil dua cantrik lainnya Gutun dan Tusin. Dia menceriterakan tentang kehamilan Daningrum kepada mereka. Tentu saja berita ini mengejutkan mereka.

“Untuk menjaga nama baik Sanggar, aku minta salah satu dari kalian untuk menikahi Daningrum,” ujar Eyang Senthir kepada Gutun dan Tusin.

Gutun dan Tusin saling berpandangan. Nampaknya mereka enggan harus bertanggung jawab terhadap sesuatu yang bukan hasil perbuatan mereka.

“Mengapa kau tak menanyakan Daningrum siapa ayah bayinya, Acarya?” tanya Gutun.

Eyang Senthir memahami keengganan cantrik-cantriknya.

“Kehamilan Daningrum bukan karena perbuatan terlarang. Ini adalah ulah orang yang mampu memindahkan janin di dalam rahim satu perempuan ke rahim Daningrum.”

Hah? Tusin dan Gutun nampak terhenyak beberapa saat.

“Bagaimana itu bisa terjadi Guru?” tanya Gutun dan Tusin penasaran. “Siapa yang melakukannya?”

“Panembahan Somawangi,” sahut Acarya.

Mendengar nama Panembahan Somawangi, tubuh Gutun dan Tusin langsung bergetar. Mereka pernah bertemu dengannya, betapa auranya begitu kuat. Datangnya dan perginya seperti angin malam. Membawa kesejukan sekaligus ancaman.

“Mungkin Panembahan jatuh cinta kepada Miryam,” ucap Tusin.

Tapi kemudian dia menutup mulutnya, seperti menyesal. Eyang Senthir terhenyak. Panembahan Somawangi jatuh cinta kepada gadis belia seperti Miryam? Apa dunia sudah terbalik?

Tapi rasanya itulah satu-satunya alasan yang masuk akal mengapa Panembahan melakukan semua ini. Memindahkan janin Miryam dan membawa tubuhnya pergi ke Somawangi.

Jelas dia tidak mau menanggung anak Miryam yang merupakan manusia setengah siluman.

1
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir di 😍sini
nonk sa
semua bahagia
nonk sa
semua dah kumpul nih?
nonk sa
Dandung....
nonk sa
semangaaaaattttt
nonk sa
blar! hancur hstiku
nonk sa
mantap
nonk sa
sedih banget
nonk sa
membayangkan salju diatas bukit kethileng wow
nonk sa
semangaaatttt
nonk sa
Dandung ketemu lawan..kkk
nonk sa
wah lengkap banget novelnya
nonk sa
opppaaaa pranaja
nonk sa
selamat marcon
nonk sa
Wow! perang modern dan prasejarah
nonk sa
padang kurusetra
nonk sa
sukaaaa
nonk sa
ceritanya asik. beda dengan yg lain
nonk sa
cinta sejati, tak pernah mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!