Seorang pria tampan yang hidup dengan kegelapan penuh dengan tragis, di musuhi oleh orang sekitarnya hingga di buang oleh ibu tirinya. Hingga satu hari dia di buang oleh ibu tirinya dan di selamatkan oleh gadis berhati malaikat.
kisah yang memilukan yang sangat membuat dirinya merasa tidak layak hidup di dunia ini, sebelum seorang gadis menyelamatkan dirinya.
cover by:canva
Baca lebih lanjut di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tika Putri yesi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Secret
Setelah sampai di taman kota itu Julian menggandeng tangan Arga dengan lembut untuk mencari tempat duduk yang yang bisa kita untuk menikmati semuanya.
“Kak Arga kita duduk dulu ya,” ucap Julian dengan menggandeng tangan Arga duduk di
kursi putih di bawah pohon itu.
“Iya Julian kakak juga capek berdiri,” balasnya.
“Kakak mau makan escream gak?”
“Mau Julian,” ucapnya.
“Baik kakak tunggu di sini dulu aku akan belikan untuk kak.”
“..” anggukan kepala Arga mengiyakan ucapan Julian.
Julian pun membeli escream itu walau ia
menunggu antrian yang lumayan cukup panjang hingga giliran dia, ia membelikan 3
buah escream berbeda rasa vanilla,
strawberry, dan coklat. Setelah dapat dia kembali ke tempat Arga dengan
menenteng tiga escream.
“Kak ini escreamnya! Kak Arga makan ya ini khusu aku belikan buat kak Arga,”
ujarnya dengan tersenyum manis .
Lalu dia menyuapi escream tersebut kepada Arga. Arga menikmati escream tersebut
dengan senang hati, ia terlihat sangat romantis jika di perhatikan oleh orang-orang sekitar taman tersebut.
“Kak Arga ayuk kita main ke sana yuk, kita naik ini ya kak,” ajak Julian pada Arga yang setia mengikuti ke setiap wahana permainan.
Sepanjang harian ini Julian begitu puas sekali untuk liburan di taman kota ia sangat senang sekali bisa mengajak Arga ke taman kota ini pemandangan dia taman ini sangat indah ia berharap nanti akan datang lagi ke sini dengan Arga.
Hari sudah mulai sore Julian kembali pulang ke gubuknya dengan angkot. Di angkotJulian masih menggandeng tangan Arga dengan erat supaya apa....yang pastinya Arga tidak jauh dari dirinya.
Arga sangat merasa senang dengan perlakuan wanitanya ini... is.. bukan wanitanya namun gadis kecil penyelamatnya. Dia harus bertahan pura- pura buta hanya untuk mendapatkan perhatian dan perlakuan tulus dari Julian sang gadis malaikatnya
itu.
Tak selang berapa lama mereka sampai di gubuk mereka. Julian segera turun dari
angkot di ikuti oleh Arga di belakangnya tak lupa juga Julian membayar angkotnya. Selesai membayar angkot Julian masuk ke dalam gubuk tersebut sambil menggandeng Arga.
“Akhirnya kita sudah tiba di rumah!” tutur Julian sambil merentangkan tangannya seluas-
luasnya itu terlihat menggemaskan sekali di mata Arga.
“Kak Arga mau istirahat dulu atau mau bersih-bersih terlebih dahulu?” tanya Julian.
“Aku mau bersih- bersih dulu, baru istirahat,” ujarnya pada Julian dengan senyuman
yang manis jika yang lain melihat senyuman manis milik Arga maka di pastikan
mereka akan berteriak histeris.
“Mari kak Julian bantu ke kamar mandi.”
Julian membantu Arga ke kamar mandi untuk mandinya. Dia mulai menyiramkan seluruh
tubuh Arga dengan perlahan dengan air yang terus mengalir itu kemudian ia menggosokkan cairan sabun di seluruh tubuh Arga tak terkecuali pada daerah- daerah tertentu Julian meminta Arga untuk membersihkan sendiri.
Saat memandikan Arga tentu saja ia akan merasa sedikit khawatir ia merasakan pipih nya panas saat melihat tubuh atletis milik Arga di depan matanya. Setiap hari dirinya akan
membersihkan tubuh itu.
Julian kembali menyiramkan air ke seluruh tubuh Arga untuk membilas seluruh busa- busa sabun di tubuh Arga kemudian ia
akan memberikan Handuk kepada Arga untuk melilitkan di pinggangnya dan
mengganti pakaian dalam Arga tentu saja akan di lakukan oleh Arga kecuali untuk
mencuci pakaian dalamnya akan di kerjakan oleh Julian.