Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Keluarga yogaswara sudah berada di rumah keluarga gadis yang akan di jodohkan pada anak bungsunya. Sang kakak menggenggam tangan sang adik agar tetap tenang dan ikhlas menerima perjodohan ini. Gadis cantik yang berstatus anak dari keluarga savian tengah menuruni anak tangga dan menghampiri keluarga pria yang akan menjadi suaminya kelak.
Gadis itu mencium punggung tangan kedua orang tua Dimas dan tersenyum sambil memperlihatkan senyum manis yang ia miliki, Dengan wajah yang terbilang sempurna di mata orang lain. Keluarga yogaswara menyukai gadis tersebut, terkecuali Dimas. Pria itu hanya menatap datar calon istrinya.
"Ya Allah, dia cantik sekali," ucap nyonya yogaswara.
Terima kasih Bu," ucap Nadia sambil tersenyum.
"Duduk nadia, mereka yang akan menjadi mertuamu dan wanita yang berada di samping calon suamimu itu akan menjadi kakak iparmu nak," ucap nyonya savian.
Nadia alterio savian, gadis cantik yang menyukai anak kecil. Memiliki tutup kata yang sangat baik, memiliki rambut hitam panjang dan sangat indah. Nadia menatap ke arah dimana dan dan langsung menundukkan kepalanya. Kedua keluarga meninggalkan mereka di ruang tamu. Hanya ada keheningan yang ada di antara mereka berdua.
"Jangan harap gue bakal cinta sama Lo, menerima pernikahan ini aja gue terpaksa. Karena tidak ingin jatuh miskin," ucap Dimas dingin.
Saat mendengar ucapan dari calon suaminya hati Nadia terasa teriris. Ia berusaha tersenyum dan tidak ingin memperlihatkan rasa sakitnya. Karena pria itu pasti tidak akan peduli. Jadi untuk apa memperlihatkan wajah kecewa nya.
"Setelah menikah kita buat perjanjian, tidak ada yang boleh mencampuri urusan pribadi siapapun! Dan ya, tidak ada yang namanya bersentuhan secara fisik?," ucap Dimas santai sambil menatap wajah Nadia dengan tatapan tajam.
Nadia hanya bisa diam menundukkan kepalanya. Dimas mulai kesal melihat gadis tersebut tidak merespon ucapan nya. Ia pun mencengkeram wajah cantik Nadia, hingga memerah.
"Lo setuju atau enggak sih?! Kalau enggak setuju gue bakal bilang sama kedua orang tua gue untuk membatalkan perjodohan ini. Karena gue enggak cinta sama Lo. Dasar wanita bisu!," tegas Dimas.
Pria itu berdiri dan akan menghampiri kedua orang tuanya yang berada di ruang keluarga. Namun, Nadia secepat mungkin menahan tangan Dimas. Tapi, ia tetap dalam posisi menundukkan kepalanya.
"A--aku setuju," ucap Nadia.
Pria itu langsung duduk kembali di hadapan Nadia yang masih setia menundukkan kepalanya.
"Baiklah, setelah menikah dengan gue, Lo harus menandatangani kontrak perjanjian pernikahan kita," ucap Dimas.
Gadis itu hanya bisa menganggukkan kepalanya dan mengambil minum, untuk calon suaminya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 WIB malam. Keluarga yogaswara sudah berada di kediaman mereka, kecuali Dimas yang pergi setelah pertemuan keluarga tersebut.
********
"Aish, dimana sih tuh cowok, lama banget," ucap seorang wanita yang tengah duduk di restoran ternama di Jakarta.
Tiba tiba saja ada seorang pria yang memeluk gadis itu dari belakang sambil tersenyum bahagia.
"Sayang, lama banget sih kamu! Capek tau nungguin nya. Oh ya, kamu harus inget ya jangan sampai kamu jatuh cinta sama cewek yang bakal kama nikahin itu, kamu itu sudah menjadi milikku," ucap gadis tersebut.
"Tenang saja, aku hanya tidak ingin kehilangan fasilitas dari orang tuaku. Makanya aku terima perjodohan gila itu," ucap Dimas.
"Baiklah, kamu jadikan membelikan perhiasan buat aku," ucap gadis tersebut.
"Tentu saja sayang," ucap Dimas sambil mengelus rambut kekasihnya.
"Ya udah, ayo pergi sekarang, nanti aku ngambek nih," ucap gadis itu semangat sambil menarik tangan Dimas.
Mereka berdua pun pergi menuju toko perhiasan yang terkenal di ibukota jakarta. Soal harga yang ada di toko yang mereka datangi harganya sangatlah mahal, karena kualitas perhiasan yang di jual sangat bagus kualitasnya. Ia memilih perhiasan yang sudah di keluarkan oleh pegawai toko tersebut. Dari kejauhan, Nadia tidak sengaja melihat calon suaminya sedang memanjakan seorang wanita dan terkadang ia pun mencium bibir gadis tersebut.
'kenapa sakit banget ya?,' batin Nadia.
"Kesayanganku kenapa? Kok berhenti?," ucap seorang pria di samping Nadia.
Gadis itu terkejut, saat mendengar suara pria yang begitu ia kenali. Nadia menarik pria itu agar tidak melihat Dimas yang sedang bersama dengan gadis lain di toko perhiasan yang akan mereka datangi.
"Kak, aku laper," ucap manja Nadia.
"Iya kita makan, tapi beli perhiasan dulu. Mumpung Kakak lagi libur," ucap pria itu.
"Ayo kak, Nadia laper banget loh," ucap nadia.
Akhirnya pria itu luluh, karena ia tidak ingin melihat Nadia terus saja merengek meminta makan. Mereka pun berjalan ke cafe yang ada di dekat mall, dan mereka pun langsung memesan makanan. Nadia terus saja melamun, sambil terus saja mengaduk makanannya hingga berantakan.
"Kamu kenapa? Makanya jadi berantakan tuh?," tegur pria yang ada di hadapannya.
Mafia hanya diam karena tidak mendengarkan ucapan pria tersebut.
"Katanya laper, tapi kenapa makanya di buang," ucap pria tersebut sambil mengambil makanan Nadia.
"Eh, maaf kak," ucap Nadia merasa bersalah.
*******
Hari ini adalah hari yang di nantikan oleh kedua keluarga. Dimana kedua anak mereka akan menikah di depan penghulu dan di depan para tamu undangan. Selesai Dimas mengucapkan ijab kabul, Nadia mengecup punggung tangan Dimas yang sudah berstatus sebagai suaminya. Dan Dimas mengecup kening Nadia yang sudah berstatus menjadi istrinya. Nadia, Begitu bahagia dan tersenyum ke arah suaminya yang hanya menatap Nadia dengan tatapan malas.
Setelah acara pernikahan mereka selesai, Dimas membawa Nadia untuk tinggal di rumah pribadi miliknya sendiri. Nadia sedang merapikan bajunya, dan meletakkan kedalam lemari pakaian. Dimas melempar sebuah amplop berwarna coklat ke arah Sang istri sehingga Nadia terkejut.
"Cepat tanda tangan, jangan basa basi lagi! Gue udah muak ngeliat muka Lo!," teriak Dimas membuat Nadia ketakutan.
Gadis tersebut langsung menandatangani surat perjanjian itu dan memberikannya kembali kepada Dimas.
"Oke, tidak ada sentuhan fisik paham! Kita tetap akan tidur di satu kamar dan satu kasur. Tapi, Lo jangan berani menyentuh tubuh gue," ucap Dimas setelah itu ia keluar dari dalam kamar.
Dimas berjalan ke arah pintu rumah dan membuka pintu rumahnya, ia pun melihat kekasihnya yang susah lama menunggu di depan rumah pribadinya. Dimas pun bermesraan bersama dengan kekasihnya tanpa tau malu, dan tanpa memikirkan Nadia. Gadis itu merasakan sakit, karena tidak sengaja melihat Dimas bermesraan dengan wanita lain.
Gadis yang berstatus kekasih Ali hanya menatap remeh ke arah Nadia dan gadis itu pun mencium bibir Dimas dan Dimas pun membalas ciuman tersebut. Hal itu membuat hati Nadia semakin terasa sakit. Dimas semakin menggila. Nadia yang sudah tidak tahan melihatnya pun langsung masuk ke dalam kamar dan ia pun menutup pintu kamar. Lututnya seketika lemah dan air matanya sudah membasahi kedua pipinya.
"Kenapa sakit sekali? Kenapa mereka tega melakukan ini kepadaku? Apa salahku di masa lalu, tuhan? Ini benar benar sangat menyakitkan," ucap Nadia sambil menangis pelan di dalam kamar.
Tiba tiba dimas masuk kedalam kamar, tanpa melihat istrinya yang tengah menangis akibat perbuatanya. Dimas langsung berbaring di atas kasur dan tertidur pulas, sedangkan Nadia yang masih menangis langsung berdiri sambil mengusap air matanya dan melangkah ke arah suaminya yang sudah terlelap di atas kasur, kemudian Nadia menyelimuti Dimas dengan perlahan, karena ia takut kalau tidur suaminya akan terganggu karenanya.
"Apa kamu lupa kepadaku kak?, dulu kamu berjanji akan menikahi ku dan akan menjagaku saat kita sudah dewasa?, secepat itukah kamu melupakan kata katamu?," gumam Nadia sambil menahan tangisnya.
Ia hanya bisa melihat wajah yang tertidur nyenyak di atas kasur, lalu ia melangkah ke arah sofa. Karena kaki Dimas memenuhi semua kasur, sehingga sulit bagi nadia untuk berbaring di samping Dimas.