NovelToon NovelToon
Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Dendam Yang Salah (Sang Bos)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:312
Nilai: 5
Nama Author: shkira

Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.


pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.

SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 3

Di sisi lain.

Rumah Sakit kota.

Pria yang saat itu di selamatkan oleh Ana terbaring lemah di ruang operasi.

Dan di sisi lain nya, seorang pria berpakaian casual menunggu dengan cemas di depan ruang operasi.

Dari arah koridor seseorang berpakaian serba hitam berjalan menghampiri pria itu. "Tuan Ares! Saya sudah menyelidiki identitas Gadis yang menolong bos saat itu!" Seru nya, pada pria itu yang di panggil dengan sebutan Ares.

Apa yang di takut kan warga saat itu terjadi. Namun mereka tidak tau jika orang yang saat itu Ana tolong adalah bos mafia yang mereka sebut sebagai bos x. Jika mereka tau mungkin mereka akan berebut menolong nya agar mendapat imbalan besar, tapi sayangnya. Kehawtiran mereka sangat besar sehingga enggan menolong. Dan langsung menyerahkan bos mafia itu ketika Anak buah nya menghadang mereka saat sedang menuju rumah sakit. Lalu mereka bergegas pergi untuk menghindari masalah.

.

.

Ares terlihat sangat terkejut setelah mendapat informasi dari anak buah nya, "hmm.. bagus terus awasi pergerakan nya, jangan sampai dia curiga!" Balas nya datar.

Ares adalah kaki tangan kepercayaan bos nya yang selalu berada di sisi nya.

Tidak lama Seorang dokter laki-laki dengan wajah lelah keluar dari ruang operasi.

Ares segera menghampiri setelah melihat sang dokter keluar.

"Bagaimana dok, apa bos kami baik-baik saja?!" Tanya nya tenang namun terlihat cemas.

" Luka tembak di perut nya tidak sampai mengenai titik vital nya jadi.. tuan Hansen baik-baik saja!"

"Kami akan segera memindahkan tuan Hansen ke ruang rawat! Anda bisa menemui nya setelah di pindahkan!" Jelas dokter.

mendengar ucapan dokter, Ares bernafas lega lantaran bos nya. Tidak mengalami luka serius"Terimakasih Dokter!" Balas nya. Menjabat tangan sang dokter.

"Itu sudah tugas saya tuan!" Ucap sang Dokter,

beberpa perawat segera memindahkan Hansen ke ruang rawat VIP. Setalah dokter meminta mereka memindahkan nya.

Ares mengikuti langkah para perawat itu menuju ruang VIP. Setelah di pindahkan ia masih harus menunggu sampai Hansen sadar dari bius nya.

1 jam menunggu akhirnya ia melihat Hansen tersadar dari bius, Ares segera beranjak untuk membantu Hansen duduk bersandar." Bos, apa kamu baik-baik saja?" Tanya nya memastikan. Jika bos nya aman.

"Aku baik-baik saja, Di mana gadis itu?" Jawab nya datar.

"Dia tidak ada bos, tapi aku sudah menyelidiki tentang nya, ternyata dia memang yang kita cari!" Balas Ares.

"Aku sudah menduga nya, ketika melihat wajah nya saat itu aku sangat yakin itu adalah dia!" Ucap nya tersenyum, dengan sorot mata yang penuh dendam.

"Undang seluruh keluarga satria ke acara lelang amal, termasuk kerabat nya!" Perintah Hansen. Penuh siasat.

Setelah mendapat perintah Ares segera menjalankan tugas nya untuk mengirim undangan lelang amal yang akan di adakan bulan depan kepada keluarga Satria.

.

.

.

Keesokan harinya..

Ana tidak tau diri nya saat ini telah di incar, oleh Hansen.

Ia duduk di ruang makan bersama keluarga satria, ia tampak jauh lebih baik dari sebelum nya dan perlahan mulai melupakan kesidhan nya stelah berada di kota. Keceriaan nya kini telah kembali.

Mereka berbincang seru sambil menikmati sarapan pagi. Di sela perbincangan mereka. Tiba-tiba

Om satria mengeluarkan dua berkas yang berisi sertifikat pembelian apartemen dan juga kedai yang akan di tempati Ana. Untuk memulai usaha manisan nya.

Pergerakan nya sangat cepat sehingga membuat Ana terkejut saat om satria menyerahkan sertifikat itu pada Ana.

"Jarak apartemen dan kedai hanya 100 meter, apartemen sedang di renovasi. mungkin kamu bisa menempati nya setelah renovasi selsai!" Ucap om satria memberikan berkas itu pada Ana.

" Tapi Om, apa ini.."

" Anggap om ini ayah mu, jadi tidak ada kata sungkan antara ayah dan anak!" Balas om satria memotong kalimat Ana yang, tak terselesaikan.

" Hmm.. itu benar, sudah terima saja!" Sambung Risa, mulutnya penuh dengan roti.

Tante mei pun ikut setuju dengan ucapan mereka.

Karena tidak bisa menolak akhirnya ana menerima semua pemberian dari keluarga satria, yang benar-benar sangat baik pada nya.

Selain itu

Om satria juga menyarankan agar uang tabungan nya di simpan untuk keperluan Ana saat memulai berbisnis manisan.

Obrolan mereka pagi itu berlanjut hingga sarapan selesai.

Tante mei dan om satria mulai dengan kesibukan mereka di kantor sedangkan Risa. Dia masih belum kembali ke kampus nya mungkin Minggu depan dia baru akan kembali kekampus.

Karena meras bosan terus berada di rumah.

Pagi itu Risa membawa Ana pergi berkeliling agar ia cepat beradaptasi dengan lingkungan di kota.

Sebelum mereka berkeliling, Risa terlebih dahulu membawa Ana melihat apartemen dan kedai yang akan ia tempati .

Mereka pergi setelah mengunjungi apartemen.

Mereka berhenti di sebuah mall terbesar di pusat kota.

Risa membawa Ana masuk kesebuah salon kecantikan. Namun Ana menolak saat pegawai salon ingin melakukan perawatan kecantikan pada diri nya, akan tetapi Risa memaksa ia melakukan nya. Sehingga ia mengalah dengan patuh mengikuti perintah Risa.

satu jam berlalu Mereka keluar dari salon dengan Penampilan yang berbeda, Ana tampak terlihat semakin cantik dengan riasan di wajah nya. Dress hijau yang ia kenakan sangat cocok dengan Ana yang memiliki tinggi badan 165 cm. Ia jadi tampak sangat imut memakai nya.

Tidak berhenti di sana, Risa kembali membawa nya pergi ketempat karaoke yang letak nya di sebuah tempat hiburan malam. Ana yang tidak pernah tau tempat-tempat seperti itu terbelalak kaget saat melihat orang-orang bebas di sana. Ia merasa risih saat banyak pria yang terus menatap nya sejak ia masuk.

"Risa ini tempat apa? Aku merasa tempat ini kurang baik!" Ucap nya.

Suara nya yang terlalu pelan tidak terdengar oleh Risa sehingga ia terus bejalan masuk ke ruang karaoke yang sebelum nya sudah ia pesan.

Ana terus mengikuti langkah Risa kedalam ruang karoke, suara bising di luar di sambut dengan suara bising lain nya di ruangan itu, saat ia masuk ternyata di sana ada orang lain selain mereka.

4 orang pria dan 3 wanita sedang minum alkohol sambil bernyanyi Dengan suara tidak beraturan. Mereka langsung menyambut Risa dengan antusias.

Risa membawa ana untuk di perkenalkan pada teman-teman nya yang lain " perkenalkan, ini sahabat ku Ana!" Ucap nya lantang.

"Halo Ana!" Sapa teman wanitanya lalu di susul yang lain nya.

Ana membalas sapaan mereka dengan canggung." Ha..halo!"

"Risa, kamu benar-benar kejam, kenapa membawa teman polos mu ini ketempat seperti ini!" Seru salah seorang teman pria nya, menggoda.

Risa mengambil dua gelas jus yang sengaja ia pesan." dengar kalian jangan goda dia, kalau berani menggoda nya habis kalian!" Ancam Risa, sambil tersenyum canda.

Ia memberikan jus itu pada Ana, lalu yang satu nya lagi ia minum. Teman-teman nya yang melihat tidak pernah melihat ia minum jus di tempat hiburan malam di buat terpaku diam, mereka tidak menyangka Risa yang biasa nya minum alkohol kali ini ia malah minum jus demi tetap terlihat menjadi gadis baik di mata sahabat nya.

Ana sejak tadi merasa gelisah Sebab sejak tadi salah satu pria yang duduk di sudut ruangan terus menatap mesum pada nya.

Tatapan nya benar-benar sangat mesum membuat ana ketakutan. Sehingga Risa yang berada di sampingnya menyadari ketakutan nya.

"Ana, kamu kenapa? tangan mu gemetar?" Tanya Risa, khawatir.

"Aku takut, dia terus menatap ku dengan mesum!" Tunjuk nya.

Risa menoleh marah ke arah yang di tunjuk pada Ana "tunggu di sini sebentar!" Ia beranjak pergi menghampiri pria yang duduk di ujung sofa.

Lalu ia menatap dengan tatapan mengintimidasi sehingga membuat pria itu merasa tertekan ketakutan.

"Ayolah kawan, orang yang ada bersama ku jangan kamu usik. Yang lain boleh tapi dia.. jangan! Mengerti." Tegas nya, mengancam.

Pria yang tadi menatap mesum pada Ana. Seketika menunduk takut bahkan melirik pun ia tidak Bernai. Lantaran mendapat tekanan yang kuat dari Risa, yang di kenal sebagai bos gengster. Yang cukup di takuti di kalangan gengster lain nya.

Risa kembali ke tempat duduk nya stelah memperingati pria itu "Tidak papa dia tidak akan Berani lagi melihat kamu!" Ucap nya pada ana, agar ia tenang.

Ana tidak tahu identitas sahabat nya selama ini adalah seorang bos gengster di ibu kota. Yang nama nya terkenal di kalangan para berandalan. Meski ia seorang gengster namun ia bukan perusak seperti gengster lain nya. Tapi sebalik nya ia adalah gengster yang tidak suka kerusuhan, kejahatan, dan pelecehan. Ia selalu menertibkan tindak kriminal dari para berandalan atau gengster lain yang membuat rusuh di ibu kota.

.

.

.

BERSAMBUNG..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!