NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Demi Penerus

Istri Pengganti Demi Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: anak org

semoga suka ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak org, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 3

PLAK!

"mas, kamu apa-apaan sih ngelakuin hal kayak gitu sama anakmu sendiri?" ujar Lea menatap suaminya tajam

"kamu tanya kenapa? lihat anakmu itu sudah berani ninggalin Aluna sendirian di jalanan Lea!!" bentak Darman tepat di wajah Lea

Lea membulatkan matanya, menatap suaminya tidak percaya. tidak menyangka suaminya yang paling dia cintai dan hormati berani membentak dirinya hanya karena seorang wanita yang dinikahi putranya.

Lea makin menguatkan keyakinannya untuk membenci wanita itu, karena dirinya wanita itu sudah berani membuat suaminya membentaknya.

darman sebenarnya juga tidak ingin membentak istrinya, tetapi karena emosinya terhadap putranya yang berani meninggalkan Aluna sendirian di jalanan Dengan kondisi cuaca seperti ini. membuatnya hilang kendali dan tanpa sengaja membentak istrinya itu.

"Aryan, ayah tidak mau tahu. kamu harus cari Aluna dan bawa dia ke sini" tegas darman

"nggak mau" ujar Aryan dingin menatap ayahnya datar.

"kamu berani menantang perintahku, hah!"

"cepat kamu keluar dan cari Aluna sampai dapat, kalau kamu nggak nemuin dia, kamu enggak boleh pulang!" teriak darman menggema di penjuru ruangan.

karena muak mendengar ocehan ayahnya, Aryan mengambil kunci mobilnya yang ada di atas meja dengan kasar, lalu pergi dengan rahang yang mengeras.

setelah kepergian Aryan, ruangan itu langsung mendadak hening. darman menoleh ke arah istrinya dan berusaha untuk mendekatinya.

Namun, baru dua langkah darman mendekat, Lea sudah lebih dulu pergi dari sana menuju kamarnya dengan perasaan yang terluka.

Darman yang melihat itu hanya mampu menghela napas panjang dan menatap punggung istrinya yang menjauh dari pandangannya.

hari sudah semakin larut, tetapi Aluna masih belum ditemukan. Aryan sedari tadi sudah menggerutu di dalam hati, kesal dan marah karena belum juga menemukan Aluna.

"Aishh, itu anak ke mana sih. capek gue nyariin Lo bangkek." gerutu Aryan kesal sembari memukul-mukul setir mobilnya.

sampai pada suatu tikungan, cahaya lampu mobil Aryan tidak sengaja menyoroti tubuh seorang wanita dengan kondisi berantakan yang tertidur di bawah pohon besar.

Aryan terus menatap tubuh itu, memastikan siapa orang yang sedang tidur di sana.

tepat saat mobil Aryan berhenti di depan wanita itu, mata Aryan langsung membulat lebar. ternyata wanita itu adalah Aluna, istrinya sendiri.

dengan kesal, Aryan keluar dari mobilnya dengan langkah tegas. mata tajamnya tidak pernah lepas dari tubuh Aluna. Aryan mendekat ke arah Aluna dan membangunkannya dengan cara kasar.

"heh! apa kau mau tidur di sini selamanya? hey, ayo bangun!" ujar Aryan menarik tangan Aluna dengan kasar.

Namun, Aluna sama sekali tidak bangun walaupun Aryan sudah menampar kedua pipinya dengan keras agar Aluna sadar, tetapi nyatanya Aluna tetap tidak bangun.

Aryan melihat jamnya sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Aryan akhirnya tidak punya pilihan lain selain menggendong tubuh Aluna.

tubuh Aluna sangat dingin dan lemas, mungkin karena terlalu lama berada di luar. dengan cuaca dingin seperti ini.

Aryan tidak langsung membawa Aluna masuk ke mobil, melainkan menatap wajah pucat Aluna yang sudah seperti mayat hidup.

cih, nyusahin banget batin Aryan, lalu berjalan menuju mobilnya.

di mansion

CEKLEK

darman yang masih berada di ruang tamu seketika langsung menoleh ke arah pintu yang terbuka.

dia melihat putranya, Aryan. yang sedang menggendong tubuh dingin Aluna. darman pun langsung menghampiri keduanya.

"astaga, nak. kenapa bisa begini? badan kamu juga dingin sekali" ucap darman khawatir melihat kondisi tubuh Aluna yang pucat.

"Aryan, cepat! apa lagi yang kamu tunggu? bawa dia ke kamarmu sekarang!"

Aryan ingin menolak permintaan ayahnya, tetapi melihat raut wajah khawatir ayahnya membuatnya hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda setuju.

di kamar Aryan.

setibanya di kamar, Aryan langsung membaringkan tubuh Aluna di kasurnya. Aryan berdiam diri di samping Aluna, menatap wajah polos Aluna yang sedang tertidur dengan wajah pucat.

sampai acara melihatnya terhenti ketika terdengar ada suara ketukan dari balik pintu.

tok. tok. tok.

"siapa?" tanya Aryan dingin dari dalam kamar.

"I-ini tuan, kami tadi disuruh tuan darman untuk memberikan pakaian hangat untuk nyonya, tuan" jawab gugup salah satu maid dari ara luar kamar

ceklek

saat Aryan membuka pintu, wajah datarnya dan mata tajamnya langsung terlihat jelas di hadapan para maid, membuat para maid di sana ketakutan dan menundukkan kepala memberi penghormatan kepada tuannya.

tidak ingin berlama-lama lagi di sana Aryan pun langsung berlalu dari sana menuju ruangannya dengan langkah tenang namun tegas.

"huhuhu tuan Aryan sangat menyeramkan sekali" ujar salah satu maid ketakutan

"heh! mulutmu itu. nanti didengar sama tuan Aryan gimana? Lo mau di pecat hah!"

"iya gak mau lah, tapi bener loh tuan Aryan itu sangat menyeramkan"

"iya kau benar, kau lihat tadi matanya. huhuhu matanya itu loh kayak mau nusuk banget kalo dilihat"

"ya kan"

"shut! kalian mau masuk apa mau ngegosip hah? dikasih tugas malah ngegosip kalian!" marah salah satu maid yang sedari tadi memilih diam.

"Aya, emang kamu enggak takut apa sama tuan?"

"hehe, iya takut juga sih" ujar Aya cengengesan.

"yee, tadi Lo sok-sokan ngeceramahin kita. ternyata Lo sama aja kayak kita" julid Nisa ke arah Aya yang tersenyum-senyum seperti orang gila.

"udah-udah, ayo cepat masuk. nanti kalo lama bisa dimarahin kita" ujar Aini yang sudah lebih dulu masuk, lalu diikuti oleh kedua temannya yang lain.

"wah lihat! ini benaran istri tuan Aryan? cantik banget!" ucap Nisa sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya

"ya ampun, kok bisa sih istri secantik ini diperlakukan buruk oleh tuan Aryan?" bingung Nisa terhadap sikap tuanya yang tega memperlakukan istrinya seperti ini.

"ya mau gimana lagi. kalian lupa tuan kita itu kan sangat menyukai wanita lampir itu" ujar Aya sembari menggantikan pakaian nyonyanya, dibantu oleh Aini.

"iya, kenapa sih tuan Aryan, sangat suka sama itu nenek lampir? cantik aja kagak galak iya"

"ya namanya juga cinta, Nisa. kalo bukan cinta ngapain juga tuan kita suka sama lampir lampir itu" ucap Aini tanpa menoleh ke arah nisa

"udah ah, lebih baik kita kerjain ini tugas kita. gue mau tidur, capek banget gue hari ini"

lalu Aini, Aya dan Nisa pun menyelesaikan pekerjaannya. yaitu menggantikan baju nyonyanya yang sebelumnya sudah basah oleh hujan menjadi pakaian yang hangat.

Byurrr!

"Akhh, uhuk, uhuk, uhuk" belum sempat Aluna memperjelas penglihatannya, tiba-tiba tubuhnya sudah lebih dulu ditarik oleh sebuah tangan yang menariknya dari kasur. membuatnya terjatuh di lantai dengan pandangan yang masih berkunang-kunang.

"Enghh..." Aluna memegang keningnya yang terasa berdenyut kencang.

"Akhhh!" pekik Aluna saat ada seorang wanita paruh baya dibelakangnya yang menarik rambutnya dengan sangat kuat, membuat dirinya tidak bisa melihat siapa orang itu kecuali hanya mampu menahan sakit yang luar biasa di rambutnya.

"heh, enak ya kamu! jam segini masih tidur. lihat sudah jam berapa sekarang!" ucap wanita itu dengan keras sembari menarik rambut Aluna semakin kencang.

"Akhhh, hiks... ibu sakit Bu.... hiks" tangis Aluna kesakitan saat dia tahu orang yang menarik rambutnya adalah ibu mertuanya.

"siapa yang kau panggil ibu, hah?! aku ini bukan ibu mertuamu, setan! aku ini adalah nyonyamu panggil aku dengan sebutan nyonya paham?!" teriak Lea memenuhi ruangan itu.

"P-paham, nyonya... hiks hiks" gugup Aluna menahan rasa sakit di kepalanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!