NovelToon NovelToon
DIKEJAR MANTAN

DIKEJAR MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.

"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.

Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HANYA TERINGAT

Hanya sekedar makan siang? Lalu lupa? Ah gak mungkin, hati Niar sempat goyah dan mengingat masa pacaran dengan Gesta dulu. Selama balik kantor, dia memang bisa menutupi galaunya hati. Tapi tidak saat di rumah, dia membuka buku harian miliknya. Buku harian berwarna pink, yang menemani perjalanan kisah cinta Niar dan Gesta kurang lebih satu tahun.

Setelah mandi, Niar tak kunjung makan malam. Ia memilih melihat buku harian tersebut. Senyum kecil terlintas ketika melihat halaman pertama buku itu, ada foto Niar dan Gesta memakai seragam olahraga. Niar memegang bola basket sambil memanyunkan bibir, sedangkan Gesta berdiri di sampingnya sembari meletakkan tangannya di atas kepala Niar sambil ngupil, rese' kan dia. "Menyebalkan!" celoteh Niar dengan senyum tipis.

Niar dan Gesta jadian saat kenaikan kelas XI. Kabar mereka jadian tak membuat teman-teman kaget. Sejak kelas X, Niar sudah dekat dengan Gesta, karena punya kemiripan hobi menyanyi. Suara keduanya enak banget. Saat praktik seni budaya tema olah vokal, keduanya kerap duet, ditambah Gesta pintar main gitar, makin so sweet saja mereka.

Di kelas XI mereka beda kelas, meski mengambil jurusan IPA, Gesta tak mau Niar diambil cowok lain, makanya dia meminta Niar untuk menjadi kekasihnya, dan diterima. Keduanya menjalani pacaran seperti biasanya, ke kantin bareng saat istirahat, kadang berangkat sekolah bareng, Niar gak tahu kalau Gesta anak orang kaya, maklum tampilannya tak meyakinkan sekali kalau dia anak konglomerat. Tiap hari naik motor matic sejuta umat, dan uang sakunya pun terbatas.

Selama pacaran, mereka memang memilih jalan berbeda. Niar memilih lomba sebagai penunjang kegiatan, sedangkan Gesta jelas olahraga. Dia masuk tim inti basket sekolah, tanding beberapa event. Niar kadang menemani latihan, atau tanding, kadang juga enggak, karena lomba karya tulis atau olimpiade kampus.

Bapak ibu guru sangat merestui keduanya, meski terkadang beliau gemas pada Gesta yang tak bisa diam di dalam kelas, selalu dribble bola. Sampai tercetus "Niar kok mau sama kamu, Ges?".

Hubungan mereka mulai bermasalah karena kedatangan Angel. Kata Gesta Angel adalah sahabat kecilnya di kota lain sebelum sang papa pindah ke kota ini. Saat mereka naik kelas XII, Angel masuk SMA yang sama dengan mereka sebagai siswi baru. Dia anak cantik dan manis, siapa pun yang melihatnya pasti langsung suka.

Sisi Gesta sebagai sahabat terusik, saat Angel banyak yang naksir setelah MPLS. Banyak teman seangkatan Gesta yang minta nomor Angel pada Gesta. Ditambah rumah Gesta dan Angel satu komplek, makin sering saja teman Gesta nongkrong di rumah Gesta.

Gesta sangat peduli pada Angel, apalagi tahu kedua orang tua gadis itu sibuk menjadi dokter dan pilot. Tak jarang Angel main ke rumah Gesta. Kedekatan mereka inilah yang memicu kecemburuan Niar.

"Hari ini aku gak bisa bareng kamu ya, Angel minta bareng berangkat sekolah," Gesta mengirim pesan pada Niar.

"Iya. Aku diantar ayah!" balas Niar. Membiarkan saja karena ia tahu kondisi Angel yang sering kesepian di rumah, menurut cerita Gesta. Niar sadar, Gesta yang lebih kenal Angel dulu, dan Niar paham kalau Gesta hanya menganggap Angel adik. Toh Gesta masih perhatian dengan Niar juga.

"Lo yakin, Ni. Gesta hanya sebatas sahabat atau adik kakak sama Angel. Kok gue lihat lama-lama porsi lo sama Gesta berkurang banget," Niar berusaha menahan cemburunya, malah diperjelas sang sahabat, Bulan.

Niar hanya mengedikkan bahu. "Ketara ya?" ceplos Niar sembari tersenyum sendu. Bulan mengangguk sembari menepuk pundak Niar. Keduanya sedang duduk di kursi depan kelas menghadap lapangan basket, di mana Gesta sedang berlatih.

"Gue juga merasa begitu. Cuma gue tepis aja. Hidup Gesta juga gak harus fokus sama gue doang sih, Lan!" ucap Niar dengan sesekali melihat ke arah lapangan basket.

"Tapi Gesta masih perhatian sama lo?" tanya Bulan yang bisa membedakan kedekatan Niar- Gesta sebelum Angel datang.

"Tiap hari masih chat dan video call, cuma kalau jalan udah jarang banget. Dia weekend aja sering jalan sama mama dan Angel," cerita Niar menyesakkan hati dengan berusaha tetap tersenyum.

"Kalau udah gak kuat menahan cemburu, baiknya lo bilang sih, Ni. Kesannya Gesta mengabaikan perasaan lo!" saran Bulan dan diangguki Niar.

"Ya kalau gue udah muak, ya bakal gue ngomong, Lan. Gue tuh cuma gak mau tengkar, apalagi Gesta harus fokus sama pertandingan basket, semester ini kan jatah terakhir dia jadi atlet sekolah. Gue gak mau ganggu konsentrasinya aja. Kasihan." Sebagai kekasih yang baik, Niar berusaha tak merusak rencana yang ditata oleh sang kekasih. Toh, Gesta juga selalu mendukung Niar saat lomba. Kalau ada tambahan pembinaan Niar juga sering menolak ajakan kencan bersama Gesta.

"Sial!" ceplos Niar dengan mengepalkan tangan, Bulan mendelik, keduanya menangkap moment Angel mendekati Gesta yang sedang istirahat di sisi lapangan, dan memberikan air. Si Gesta dengan senyum manisnya menerima sembari mengacak rambut Angel, sampai diteriaki teman-teman "Niar...pacar lo selingkuh nih!" dan beberapa teman yang melihat spontan teriak Cie.

Tapi tahukah mereka, Niar langsung masuk kelas dan dongkol setengah mati. Posisi Angel sekarang adalah posisi yang pernah ia lakukan. Sebagai kekasih tentu sangat cemburu, meski ada embel-embel sahabat kecil.

"Mbak Niar emang gak pernah perhatian sama Kak Gesta ya?" tanya Angel sembari duduk di samping Gesta yang sedang minum.

"Perhatian kok, sejak tadi aku lihat dia duduk sambil lihatin aku. Tuh kelasnya!" Gesta menunjuk ke arah Niar. "Eh kok gak ada?" cengir Gesta menyadari kalau Niar sudah tidak duduk di depan kelasnya.

"Ck, gak perhatian begitu sih. Harusnya kalau dia pacar tuh nyamperin bawain handuk kecil kek, punya pacar seganteng Kak Gesta kok gak dirawat. Direbut cewek lain baru mewek," celoteh Angel dan Gesta hanya diam saja. Sedikit merenungkan ucapan Angel.

"Dia kayaknya ada keperluan lomba, biasanya juga nemenin aku tanding dan latihan kok," Gesta masih membela Niar, toh selama ini sang kekasih melakukannya.

"Bela aja terus cewek kakak yang gak perhatian itu," kesal Angel dengan menghentakkan kaki lalu pergi.

Gesta diam dan tak mengejar sahabat kecilnya itu. Pandangannya malah tertuju pada kelas Niar. "Kayaknya ada yang kamu sembunyikan dari aku deh, Cay?" tebak Gesta.

Ia pun beranjak melangkah ke arah kelas Niar tapi sayang bel masuk sudah berbunyi, terlebih anak basket sudah memanggilnya. Gesta pun mengirim pesan pada Niar.

Nanti pulang bareng.

Oke. Niar hanya membalas sekedarnya saja.

Saat pulang tiba. Nyatanya gagal juga. Niar sudah mendekat ke motor Gesta. Keduanya juga saling tukar senyum, tapi Angel datang dan langsung minta bonceng Gesta.

"Turun, Ngel. Hari ini gue mau pulang sama Niar!" pinta Gesta tak enak hati, dan menatap Niar yang mematung.

"Mbak Niar please ya, aku mau ke toko buku dulu mau beli kertas karton buat infografis besok, ya ya ya?" pinta Angel.

"Ojek ada kan, Ngel?" protes Niar dengan jutek, Gesta kaget Niar bisa berkata sewot begitu.

"Cay?" tegur Gesta.

"Kenapa? Gak terima kalau sahabat kecil kamu aku bentak?" tantang Niar. Gesta diam.

"Dih, pacar Kak Gesta galak amat. Belum jadi istri aja posesif banget!" Angel juga memancing amarah Niar.

"Lo cuman sahabat aja sok dekat banget sama pacar orang. Calon pelakor sih!" sindir Niar.

"Niar!" bentak Gesta tak suka, bahkan tanpa menyebut panggilan kesayangan. Niar tersenyum muak.

"Gue bisa pulang sendiri, naik ojol. Temani aja sahabat kecil kamu yang kekurangan kasih sayang dari orang tuanya!" ucap Niar sudah diambang kesabarannya.

Angel langsung menangis. Sakit hati karena disinggung tentang orang tua.

1
novel destiny
tinggal klik lalu boommmm
novel destiny
duh aduhhh.. ternyata wilo punya skandal sama om nyaa Gesta..

yg iya tuh si angel tek dung oiiii
novel destiny
nah maksudnya?
di hempas kah.?
putus hubungan?
dibawa ortunya pergi?
sakura
...
novel destiny
wah model jaring ikan
Lel: wow model apa tuch?
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jgn lah kasian zifa g mgkn gesta sdh mncintai wanita lain...dia terlalu bucin sm niar tapi jg g bs jg skp dg wanita lain
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒: dan aku yakin si zaldy g bkl s7 krn bs menilai kepribadian gesta sprti apa, dsmpng g ingin mmbri ksmptan gesta berulah merebut niar pun g rela adiknya d permainkan
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
memecah kesunyian jitu🤣🤣🤣
Lel: bikin ketawa
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
segitunya... bos gesta🤭
Lel: buntu pikirannya
total 1 replies
novel destiny
hahh nyesek banget ihhh
novel destiny
bijak banget mama nya Gesta😍
Lel: psikolog kakk
total 1 replies
novel destiny
najis banget ihh ama si angel. Gesta juga jadi cowo gabisa tegas. walaupun masih SMA ya
Lel: label sahabat kecil terlalu kuat
total 1 replies
novel destiny
sumpah masih kecil ajah udah manipulatif banget. gimana udah gedenya. hidihhh
Lel: jelas manipulatif karena karakter
total 1 replies
novel destiny
bener banget kata kakanya niar ini
tris tanto
buanyak typo thor
novel destiny
ya pantes biar minta putus
novel destiny
fix si angel bibit pelakor dari muda 💩
novel destiny
wah wah kenapa nih bisa putus?
wah ini mah mode jalan tol 🤣🤣🤣
tris tanto
pelan
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
jgn kbblasan kl njaili niar zal bisa2 puasa
Lel: mulai usil dia
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
uh ayang beb so aweet😍😍 keren ni bojomu jujurrrrr
Lel: when yaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!