NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Tidak ada dalam rencana Elowen akan duduk di dalam kereta kuda bersama kakak laki-lakinya, Adrian.

Lebih tidak percaya lagi kalau sekarang Elowen sedang berjalan menuju istana kerajaan Arvendale untuk mendaftarkan dirinya di pasar perjodohan.

Sudah seperti keharusan bagi wanita bangsawan di wilayah Arvendale ke istana sebelum menikah.

Entah itu memberitahukan tentang pernikahan mereka, atau yang akan mencari kandidat pasangan untuk anak-anak mereka. Perjodohan yang diatur oleh raja dan ratu adalah sebuah kesempatan emas untuk mendapatkan kandidat terbaik.

Tidak perlu ditanya lagi keperluan Elowen dan Adrian ke istana. Tentu saja bukan untuk meminta izin menikah, melainkan mencari kandidat bangsawan kuat yang bisa dijodohkan dengan Elowen.

Adrian sudah masam sejak tadi, Elowen tahu alasannya.

Rencananya tidak berjalan sesuai keinginan Adrian, pria itu menginginkan putri kebanggaan Whitmore, bukan putri bisu yang seharusnya disembunyikan.

Bagi Adrian, Elowen tak lebih dari aib yang harus disembunyikan rapat-rapat.

“Aku tidak mau kau membuka mulut, atau memberi tanda-tanda ingin bicara,” kata pertama yang terlontar dari Adrian setelah keheningan panjang.

Elowen hanya bisa menunduk menatap lantai, meski tangannya sudah menggenggam erat lipatan gaunnya.

“Kau hanya boleh diam seperti patung.”

Bahkan, kalimat selanjutnya rasanya begitu pedih untuk didengar Elowen. Wanita itu mengepalkan tangannya sampai buku jarinya memutih.

Kalau saja dia bisa bicara, ingin sekali Elowen bilang kalau dia tidak mau dijodohkan atau mungkin memilih kabur saja seperti Cleona.

Sayangnya, Elowen tidak memiliki keberanian seperti Cleona. Atau, dia masih ingin menyelamatkan nama keluarganya.

Kereta kuda berhenti tepat di depan istana, sentakan halus dari kuda membuat Elowen menahan napas sesaat.

Detik kemudian seorang pelayan membuka pintu. Adrian turun lebih dulu. Kemudian mengulurkan tangannya ke dalam kereta membantu sang adik turun.

Elowen menarik napas dalam, kemudian menyambut tangan Adrian.

Saat kakinya menyentuh tanah, matanya langsung melihat betapa megahnya istana Arvendale. Sayangnya, kemegahan itu tak menghibur Elowen sedikitpun.

“Ingat kata-kataku, jangan pernah membuka mulut,” bisik Adrian mengingatkan lagi adiknya.

Bisakah kamu tidak mengatakannya lagi? ucap Elowen dalam hati, sambil melihat tajam Adrian. Namun, matanya kembali turun ketika seorang pelayan istana menyambut mereka.

“Yang Mulia sudah menunggu anda di aula utama, Lord Adrian Whitmore.”

Adrian tidak berkata apa-apa dan langsung berjalan. Elowen mengikutinya dari belakang, langkahnya terasa berat.

Jantung Elowen berdegup kencang ketika pelayan membuka pintu besar aula utama istana. Cahaya emas langsung menyambut Elowen dengan megahnya.

Di ujung aula, singgasana ratu terlihat megah. Dan, wanita dengan gaun yang begitu memukau duduk di sana. Ratu sudah menunggu mereka.

Elowen menelan ludah, sebentar lagi nasibnya akan ditentukan.

***

Langkah Adrian terhenti tepat di depan singgasana, pria itu menunduk secukupnya.

“Yang Mulia,” ucap Adrian.

Ratu melihatnya dari atas singgasana, dagunya terangkat anggun. Sorot matanya tajam seolah mampu membaca tujuan Adrian dan Elowen.

“Mr. Whitmore, atau saya harus memanggil anda Lord Whitmore sekarang?”

“Apapun yang membuat Yang Mulia nyaman memanggil saya.”

Ratu tersenyum tipis. “Apa yang membuatmu ingin menemuiku, Lord Adrian Whitmore?”

“Saya ingin memperkenalkan adik saya kepada anda, Yang Mulia. Elowen Whitmore,” ujar Adrian melirik ke arah Elowen.

Elowen maju selangkah kemudian menundukkan kepalanya. Tidak ada suara, hanya sikap yang anggun diperlihatkan untuk menarik perhatian sang ratu.

Ratu berdiri, kemudian mendekati Elowen.

Tepat di depan Elowen, Ratu berhenti. Tatapan ratu seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

“Wajah yang menarik,” ujar sang ratu. “Tapi aku tidak memilih hanya sebatas itu… Apa kelebihannya?”

Elowen merasakan tubuhnya menegang seketika.

Adrian mengambil alih. “Dia gadis yang patuh, Yang Mulia.”

Ratu tersenyum misterius. “Patuh? Cukup menarik untuk menggambarkan kelebihan seseorang.”

Adrian terlihat gelisah dengan tanggapan ratu. Matanya bergetar melihat ke arah sang ratu yang masih mengamati Elowen.

“Yang Mulia, adik saya Elowen sangat bisa diandalkan dalam berumah tangga. Selain patuh, dia juga tidak punya kekuatan apapun untuk mengancam posisi dalam keluarga. Siapapun yang jadi suaminya akan tenang.”

Ratu tersenyum kecil. “Jadi maksudmu, dia bisa jadi istri boneka untuk keluarganya?”

Adrian mengangguk kecil. Siapa yang tidak ingin memiliki istri penurut?

“Lalu, apa yang akan kau dapatkan dengan perjodohan ini, Lord Adrian Whitmore?” ujar Ratu.

“Saya ingin keluarga Whitmore mendapat dukungan nama dari bangsawan yang akan menjadi pasangan Elowen nanti.”

Ratu mengangguk.

“Kudengar ayahmu meninggalkan banyak tanggungan? Apa ini karena hal itu?” sindir Ratu.

Adrian menegang. “Tentu saja tidak seperti itu, Yang Mulia.”

Bohong.

Elowen tahu Adrian bohong, jelas ini karena hal itu. Rahang Elowen menegang, Adrian sungguh kejam.

Ratu kembali duduk di singgasananya. “Baiklah, aku akan mencarikan pasangan yang tepat untuk adikmu. Cedric, berikan aku daftar para pelamar tahun ini!” perintah Ratu kepada pelayannya.

“Baik, Yang Mulia.”

Namun, sebelum Cedric meninggalkan aula utama. Suara langkah berat terdengar memasuki aula utama.

Semua orang menoleh, termasuk ratu.

Seorang pria memasuki ruangan itu dengan langkah tegas, mantel panjangnya menggantung megah di bahu pria itu. Kehadirannya cukup membuat pelayan menunduk lebih dalam.

“Maaf jika saya datang di waktu yang kurang tepat, Yang Mulia,” ujar pria itu dengan suara baritonnya, tenang, dalam, dan penuh kepercayaan diri yang tidak dibuat-buat.

Ratu tersenyum tipis. “Tentu saja tidak, Cassian Duke of Clyvedon. Tidak pernah ada waktu yang tidak tepat untukmu.”

Duke of Clyvedon?

Elowen melirik sekilas ke arah pria itu. Wajahnya tidak terlihat jelas dari tempat Elowen berdiri. Tapi, dilihat dari belakang, postur tubuh pria itu sungguh mengagumkan.

Sedetik kemudian, Cassian beralih dari ratu ke belakang. Tepat pada Elowen.

Elowen tersentak, pria itu memiliki wajah yang tampan. Lebih dari itu, garis tegas di wajahnya begitu berkharisma. Baru kali ini Elowen melihat pria seperti itu.

“Sepertinya saya datang tepat waktu,” ujarnya ringan.

“Duke Cassian,” Adrian menyapa sopan.

Cassian membalasnya dengan senyum tipis. Namun, langsung beralih menghadap ratu. “Yang Mulia, bagaimana kalau memilih saya sebagai pelamar wanita cantik ini?”

Ratu mengerutkan keningnya. “Kau yakin?”

“Tentu saja. Dia sesuai dengan kriteria saya.”

“Memangnya apa kriteriamu?”

Cassian menarik sudut bibirnya. “Wanita cantik dan menarik,” jawabnya.

Tentu saja bukan cuma itu, Cassian tadi sudah mendengar kalau Elowen adalah wanita yang patuh. Itu adalah kriteria Cassian untuk siapapun yang menjadi istrinya.

“Baiklah. Cedric! Aku tak perlu daftar pelamar lagi. Karena Miss. Whitmore akan menikah dengan Duke of Clyvedon.” Ratu beralih menatap Adrian. “Bagaimana Lord Whitmore? Apa kau keberatan?”

“Tentu saja tidak, Yang Mulia. Saya amat sangat senang mendengar kabar gembira seperti ini.”

Siapa sangka, Elowen akan menikah dengan Duke of Clyvedon. Adrian sungguh senang bukan main.

Sementara Elowen melihat ke arah Cassian dalam. “Apa dia yang akan jadi suamiku?” batinnya.

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
farchahcha: Thank you best, I really appreciate it. So, enjoy reading the story 🦋
total 1 replies
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!