NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

CINTA KEDUA DI BALIK HIJAB.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Komedi / Romantis
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Setelah lima tahun berjuang tanpa hasil, Ardiah akhirnya menyerah pada desakan keluarga suaminya. Ia meminta Ferdi menceraikannya demi memenuhi keinginan ibunya untuk menikah lagi.

Dengan hati hancur, mereka pun berpisah. Namun dari rasa sakit itu, Ardiah bangkit dengan penampilan baru, memakai hijab dan kembali bekerja sebagai desainer interior di sebuah perusahaan besar.

Di sana, ia bertemu Haikal Akram, CEO muda yang dulu sering mengganggunya saat kuliah. Awalnya Ardiah tak suka padanya, tapi seiring waktu, sikap Haikal berubah menjadi lebih dewasa dan penuh perhatian.

Sementara itu, Ferdi mulai menyadari kesalahannya setelah melihat Ardiah tumbuh menjadi wanita kuat dan mandiri.

Apakah cinta pertama bisa kembali? Atau justru Ardiah akan menemukan kebahagiaan sejati bersama Haikal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN YANG TAK TERDUGA.

“Terima dia.”

Haikal melempar folder tipis berisi lamaran kerja ke atas meja mahoninya yang mengkilap. Ia tidak bahkan membuka halaman portofolio di dalamnya. Matanya yang tajam menatap Roni, asisten pribadinya, dengan ekspresi datar yang sulit ditebak.

Roni mengedipkan mata, bingung. Ia memungut folder itu kembali, memeriksa namanya sekilas. “Pak Haikal, ini Ardiah Ardilla. Pelamarnya banyak sekali hari ini. Biasanya Bapak ingin melihat sketsa awal dulu. Apakah Bapak yakin? Ini prosedur standar untuk posisi junior.”

“Aku bilang terima dia,” potong Haikal singkat. Suaranya rendah namun memiliki otoritas yang membuat Roni langsung menutup mulutnya. “Siapkan mejanya di divisi desain interior. Pastikan dia mulai besok.”

Roni mengangguk cepat, meski dalam hatinya bertanya-tanya. Sejak kapan bos mereka yang dikenal perfeksionis dan rewel soal staf baru menjadi begitu impulsif? Ada apa dengan wanita bernama Ardiah ini?

***

Keesokan harinya, Ardiah berdiri canggung di depan pintu kaca kantor Artha Design. Ia mengenakan hijab abu-abu polos dan kemeja putih yang disetrika rapi. Napasnya tertahan saat ia melangkah masuk. Suasana kantor sangat berbeda dari bayangannya. Dingin, modern, dan penuh dengan orang-orang yang berjalan dengan tujuan jelas.

“Kamu Ardiah?”

Sebuah suara berat memecah lamunannya. Seorang pria muda berusia sekitar dua puluh lima tahun berdiri di sana. Ia mengenakan kaus polo ketat yang menonjolkan otot lengannya, celana jeans robek-robek, dan sepatu sneakers mahal. Rambutnya ditata berantakan dengan sengaja. Dia menyilangkan tangan di dada, menatap Ardiah dari atas ke bawah dengan senyuman miring.

“Iya, saya Ardiah,” jawab Ardiah sopan, meski ada nada waspada dalam suaranya.

“Aku Haikal. Magang senior di sini,” kata pria itu tanpa memperkenalkan diri secara lengkap. Ia mendekat, terlalu dekat hingga Ardiah bisa mencium aroma parfum maskulin yang menyengat. “Desainmu di portofolio... cukup biasa saja. Tidak ada jiwa. Terlalu kaku.”

Ardiah mengerutkan kening. Ia tidak merasa pernah mengirimkan portofolio pada pria ini. Dan siapa magang yang berani mengkritik karyawan baru di hari pertama?

“Terima kasih atas masukannya, Pak,” sahut Ardiah dingin. Ia melangkah mundur, menciptakan jarak. “Saya akan berusaha memperbaiki ‘jiwa’ desain saya nanti. Sekarang, bisakah Anda menunjukkan di mana meja saya?”

Haikal tertawa kecil, suara yang terdengar meremehkan. “Santai saja, Nduk. Di sini kami tidak seformal itu. Oh, tunggu. Mejamu di pojok sana. Dekat toilet. Semoga kamu tidak terganggu bau amisnya.”

Ia menunjuk ke sudut ruangan yang memang agak terpencil, lalu berlalu begitu saja dengan langkah santai, sambil bersiul pelan.

Ardiah menghela napas panjang. Anak magang sok penting, batinnya kesal. Dasar generasi zaman now. Tidak punya sopan santun.

Sepanjang hari, Ardiah mencoba fokus bekerja. Namun, setiap kali ia mendongak, ia selalu melihat sosok Haikal lewat di koridor. Kadang pria itu berhenti, menatap layar komputer Ardiah dari kejauhan, lalu menggelengkan kepala dengan dramatis sebelum melanjutkan jalan. Sekali waktu, Haikal bahkan meninggalkan secangkir kopi di meja Ardiah tanpa kata-kata, hanya dengan catatan tempel bertuliskan: Gula kurang. Seperti kreativitasmu.

Ardiah meremas kertas itu, menahan amarah. Ia memilih untuk diam. Membalas ejekan anak magang hanya akan menurunkan martabatnya. Ia adalah profesional. Ia di sini untuk bekerja, bukan untuk bertengkar dengan anak kecil yang merasa hebat karena bisa masuk ke perusahaan besar.

Sore harinya, notifikasi muncul di layar komputer semua staf. Rapat Evaluasi Bulanan Direksi. Wajib Hadir.

Ardiah sedikit panik. Ia baru satu hari bekerja. Apa yang harus ia sampaikan? Ia merapikan hijabnya, mengambil buku catatan, dan bergabung dengan rekan-rekan lainnya di ruang rapat utama. Ruangan itu luas, dengan meja konferensi panjang dari kayu jati. Para manajer dan senior desainer sudah duduk dengan wajah tegang.

Ardiah memilih duduk di ujung meja, berharap tidak diperhatikan. Pintu ruangan terbuka. Beberapa direktur masuk, diikuti oleh Roni yang membawa tablet. Semua orang berdiri hormat, kecuali Ardiah yang terlambat menyadari situasi. Ia buru-buru berdiri, wajahnya memanas.

Lalu, seorang pria masuk.

Pria itu mengenakan setelan jas hitam tailor made yang pas di tubuhnya. Langkahnya mantap, dagunya terangkat, dan matanya menyapu ruangan dengan tatapan elang yang tajam. Wajahnya familiar. Sangat familiar. Tapi ada sesuatu yang berbeda. Aura kekanak-kanakan yang dulu sering menggoda Ardiah di kampus telah hilang, digantikan oleh kewibawaan yang membekukan udara.

Itu Haikal.

Bukan Haikal si magang dengan kaus polo dan celana robek. Itu Haikal Akram, CEO Artha Design.

Haikal berjalan menuju kursi utama di kepala meja. Ia tidak tersenyum. Ia tidak bersiul. Ia duduk dengan anggun, lalu menatap lurus ke arah Ardiah. Sudut bibirnya terangkat sedikit, membentuk senyuman tipis yang tidak mencapai matanya.

“Silakan duduk,” ucap Haikal. Suaranya bergema di ruangan yang hening.

Semua orang duduk, kecuali Ardiah yang kakinya terasa lemas. Ia menatap Haikal dengan mulut setengah terbuka. Otaknya menolak memproses informasi ini. Pria yang tadi pagi mengejek desainnya sebagai "tanpa jiwa" dan meninggalkan kopi manis di mejanya adalah bos besar perusahaan ini?

Haikal mengetuk-ngetuk pulpen emasnya di atas meja. “Mari kita mulai. Saya ingin mendengar laporan progres dari tim desain interior. Khususnya...” Ia menoleh perlahan, matanya terkunci pada Ardiah. “...karyawan baru kita. Nona Ardiah.”

Seluruh mata di ruangan itu tertuju pada Ardiah. Wajahnya pucat pasi. Ia merasa seperti sedang diadili di depan pengadilan tertinggi.

Haikal mencondongkan tubuh ke depan, mendukung dagunya dengan tangan. Ekspresinya serius, namun ada kilatan geli di matanya yang hanya bisa dilihat Ardiah.

“Jangan gemetar, Nona Ardiah,” kata Haikal pelan, cukup keras untuk didengar semua orang, namun cukup lembut untuk terdengar seperti godaan pribadi. “Saya harap kreativitas Anda hari ini lebih baik daripada komentar saya pagi tadi. Atau apakah saya perlu memberikan 'masukan' lagi?”

Ardiah menelan ludah. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, tapi karena campuran antara malu, marah, dan keterkejutan yang luar biasa. Ia menyadari bahwa permainan kucing-kucingan ini baru saja dimulai. Dan kali ini, Haikal memegang seluruh kartu di tangannya.

“Saya siap, Pak Haikal,” jawab Ardiah, suaranya bergetar sedikit namun tetap tegas. Ia menatap balik mata Haikal, menolak untuk menunjukkan kelemahan. “Dan mengenai kopi tadi pagi, terima kasih. Gula memang diperlukan untuk menyeimbangkan kepahitan realita.”

Haikal terkekeh pelan, sebuah suara rendah yang membuat beberapa sekretaris di sisi ruangan tersipu. “Bagus. Saya suka karyawan yang punya lidah tajam. Mari kita lihat apakah desainmu juga setajam itu.”

Rapat pun dimulai, namun bagi Ardiah, dunia seolah berputar. Ia terjebak dalam ruang rapat dengan pria yang dulu ia tolak mentah-mentah karena kekanak-kanakannya, yang kini menjadi atasan langsungnya. Dan yang paling mengerikan, Haikal tampak sangat menikmati situasi ini.

1
Lia siti marlia
nah kan kelimpungan jadinya 🤭maka kalau mau apa apa di obrolin dulu ...ngasih kejutan yang mengancan kesejahteraan rumah tangga kamu kal kal🤭🤭🤭
Eliermswati
smngat kal smga bs mndpt maaf dr istri mu dan bs segera d bwa plng😂😂smngt thor up nya
Nana Biella
semangat kal
Wardah Saiful
baguus critanya
Lia siti marlia
benar kamu mamah mu ikal kamu terlalu terburu buru 🥺🥺🥺ternyata aku swlah menilaimu kamu terlalu gegabah ikal ...sekara terima akibat nya diah petgi kamu harus bertanggung jawab atas kecerobohan mu 🥺🥺😭😭
Suren
ini mantap Diah suami mu ini
Alim
mantap
Jaya Fandi
suami yg luar biasa,,jgn disia" kn Diah,,
Mira Hastati
bagus
Lia siti marlia
nah itu baru suami bijak 😍😍mantap kal kamu hebat menerima kekurangan dengan cara memperbaiki💪💪💪
Rima R P
aku baru nemu novel mu ka selama ini penggemar noveltoon langsung suka sama karya yg ceo bujang lapuk.. kenapa ga di lanjutin ka padahal cerita nya bagus banget please ka lanjutin aja aku yakin banyak yg suka ko kalo udah tau dan baca🥺
Hikari_민윤기
di tunggu crezy upnya..
udah tak kasih kopi buat temen begadang...
sunaryati jarum
Nah,kan hati Diah mulai leleh,jadi perjanjian kontrak nanti dijadikan abu saja,Nak Ikal
sunaryati jarum
Buat Diah lupa niatnya untuk pisah darimu.Buat Diah terikat kuat di dalam hatinya hanya kamu.
Lia siti marlia
pandangan tentang suami mulai berubah entar entar mulai ada benih beni cinta dong diah😍😍😍😍
Suren
gercep Haikal..jgn biar kan Diah sampai minta cerai. buat dia hanyut dlm keromantisan yg kamu buat..good jobb👍
Lia siti marlia
sedikit sedikit yah ikal menggoda perasaan ardiah terus dikit dikit kecup kening entar kecup yang lainnn🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Jaya Fandi
ya ampuunn biang kerok ,,
Lia siti marlia
kalau orang kaya beneran sayang nya sayang bangetttttt cintanya cinta bangettttt gak kaya OKB 🤣🤣🤣
Lia siti marlia
hais siapa lagi tub yang manggil jangan jangan c ferdi lagi🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!