NovelToon NovelToon
CENAYANG PALSU

CENAYANG PALSU

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Misteri / Iblis
Popularitas:16.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Damon terbangun dari mimpi buruknya.
Ia seperti mendapatkan ilham.
Ibaratnya, Damon bisa melihat makhluk-makhluk tak kasat mata dalam mimpinya.

Semua terjadi setelah ia tak sengaja menabrak batu nisan kuno di area Sungai Qinghe.

Apakah benar Damon bisa melihat sesuatu?
Mari ikuti kisah Damon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Muchen Si Arwah Kaisar

"SSREEET...!"

Damon tergagap bangun, ia duduk sembari memeluk selimut, mata terbelalak lebar dan nafasnya memburu tidak karuan.

Keringat dingin membasahi keningnya, pundaknya naik turun saat ia menunduk.

"Ternyata aku bermimpi tadi..." gumamnya.

Damon melihat tangannya sedang menggenggam telur batu giok.

"I-ini...!" pekiknya kaget.

Alangkah terkejutnya Damon ketika ia melihat telur batu giok itu.

"Mim-mimpi itu bukan sekedar mimpi biasa, tapi nyata!" ucapnya terkaget-kaget.

Telur batu giok terlepas dari tangan Damon, ia buru-buru beringsut mundur, ketakutan.

"Aku bermimpi bertemu setan Kaisar. Dan ia bicara aneh padaku. Dia bilang " Succubus ". gumamnya tertegun. " Apa itu??? "

Damon semakin gelagapan, bingung bahkan berubah seperti orang linglung.

Ia mengalihkan perhatiannya pada telur batu giok di lantai kontrakannya, wajah membeku seperti es balok.

"Jika telur batu giok ini nyata maka yang ku lihat tadi bukan mimpi. Apakah aku mengigau atau cuma kelelahan? "

Damon menatap tumpukan kertas skripsi miliknya, tugas akhir sebagai syarat kelulusan dari universitas tempat dia mengenyam pendidikan masih tergeletak asal di lantai.

Ia berkedip pelan, wajahnya pucat pasi, bibir gemetar biru.

"Halusinasi ini terjadi sebab aku terlalu memikirkan revisi skripsi ku yang berulang-ulang. Mungkin juga aku tertekan dan bermimpi buruk." ucapnya.

Damon menghela nafas panjang, mendongak ke atas, nafasnya naik pelan, rasa sesak yang ada di dadanya mulai surut hilang. Keringat dingin masih membasahi keningnya, hampir seluruh tubuhnya basah karena banjir keringat.

Ia mengusap wajahnya sembari menarik nafas.

"Sebaiknya besok, aku datangi ahli psikiater dan berkonsultasi dengan nya." ucapnya.

Damon memutuskan kembali tidur, Ia tarik selimut tebalnya tapi kali ini ia berbaring. Lama ia membuka mata, tak berkedip, cuma termenung.

Pikirannya kembali pada mimpi buruk itu lagi, jika ia terpejam lagi, kemungkinan ia akan bermimpi buruk lagi. Bertemu arwah penasaran seorang Kaisar kuno. Dan ia akan bangun seperti orang bodoh.

"Aku tidak ingin bermimpi lagi... tidak ingin... tidak ingin... Jangan bermimpi... Jangan bermimpi buruk... Jangan..."

Sedetik kemudian, Damon terlelap pulas, dengkurannya halus. Dan ia terpejam nyenyak.

"Ting... "

"Ting... "

"Ting... "

Keesokan harinya...

"Kukuruyuk... Kukuruyuk... Petok... Petok... "

Suara ayam berkokok di pagi hari terdengar keras, berirama. Membangunkan seluruh penghuni kontrakan di area Qinghe.

Ayam jago milik tetangga Damon adalah ayam spesial buat pertandingan. Dan hewan itu selalu berkokok keras kapanpun ia mau meski terkadang mengganggu kenyamanan semua penghuni kontrakan namun kehadirannya membantu orang-orang bangun pagi, hal tersulit bagi penduduk Qinghe yang terkenal sibuk. Tak terkecuali Damon.

Damon membuka mata, bias sinar Matahari merambat masuk, menerpa wajahnya yang letih.

Ia bergumam pelan, sambil mengusap kepala nya yang terasa pening.

"Ya, Tuhan... Lelah sekali..." gumamnya.

Damon melirik ke arah jam weker di atas meja, terdiam sejenak lalu berpikir serius.

"Oh, ya, aku mau ke psikiater hari ini. Semoga saja ada titik terang." kata Damon.

Damon menyibakkan selimut tebalnya, tergesa-gesa melangkah ke toilet, mandi pagi karena Ia akan pergi.

Suara air mengguyur basah rambutnya, membuat kepala Damon agak terasa ringan, tubuhnya segar sehabis diguyur air.

Di geleng-gelengkannya kepalanya yang terasa ringan. Lalu tertunduk diam.

"Srrrr... Srrr... Srrr..."

Air keran ke luar deras membasahi lantai kamar mandinya, uap hangatnya membuat nyaman Damon.

"Kenapa kau tidak berendam saja? Telur giok itu dapat mengabulkan semua permintaan mu, Damon."

Suara seseorang terdengar berbicara dengannya, tak jauh dari ia berdiri saat ini. Dan Damon mengenal suara itu.

Damon menoleh ke arah suara itu.

Muchen terlihat bersandar pada dinding toilet, menggantung dengan kepala menghadap ke bawah.

Dua belas Liu gioknya menjuntai ringan, bergoyang-goyang pelan dari mahkota emasnya.

Damon menatap tajam, dingin ke arah Muchen di atasnya.

"Setan terkutuk! Berani sekali kau mengintipku mandi!"

"DUAK!"

Gayung terlempar ke arah Muchen, jatuh tepat di wajahnya yang berwibawa.

"Setan kurang ajar!!! Pergi dari sini!!!"

Teriakan Damon keras, terdengar marah.

Muchen terpaksa kabur, ia menghilang dari pandangan Damon.

Tampak Damon masih bersungut-sungut kesal, wajahnya merah padam lantaran marah. Uap air mandi menyelimuti tubuh Damon, menutupi setengah badannya.

"Ada juga Setan berlaku tidak sopan padahal ia Kaisar. Seharusnya Ia jaga kehormatan nya di depan orang lain." rutuknya kesal.

Damon lekas-lekas menyudahi kegiatan mandinya, Ia matikan air serta bergegas mengambil handuk kering lalu membalutkan handuk itu di tubuhnya.

"Tenang, Damon. Ini cuma halusinasi. Hanya khayalan mu semata. Setan itu tidak ada dan tidak pernah nyata."

Damon meyakinkan dirinya sendiri, menenangkan dirinya untuk tidak terpengaruh terhadap kejadian barusan.

Ia menyeka rambutnya yang basah dengan handuk lainnya.

"Sret... Sret... Sret..."

Damon bergegas ke luar toilet yang berfungsi ganda sebagai kamar mandi. Sebab kontrakan di kawasan Qinghe tergolong mahal sehingga ruangan terbagi sempit.

Pemilik kontrakan berhemat pengeluaran besar dan membangun ruang-ruang di kontrakan dengan ukuran tertentu sebab lahan terbatas serta bernilai tinggi.

Damon melangkah cepat, Ia segera berganti pakaian.

Hari ini, Ia putuskan pergi ke psikiater buat konsultasi. Damon merasa pikiran nya agak terganggu lantaran tekanan skripsi yang tidak selesai-selesai. Dan Ia mulai berpikir serius akan kesehatan mentalnya.

Damon mengaitkan kancing kemejanya satu persatu, pandangannya tertuju pada cermin di depannya. Bersiap-siap pergi ke psikiater serta meminta izin tidak masuk kerja di Cafe hari ini.

Muncul Muchen di dekat cermin, Ia berdiri bersandar sambil melipat tangan.

"Apa kau sudah pikirkan ucapanku semalam?" tanyanya.

Damon melirik sekilas, lalu tersentak kaget. Ia berteriak sembari melangkah mundur serta menatap Muchen.

"Yaw...!"

"Kau tidak usah bersikap berlebihan seperti itu, kau sudah tahu bahwa aku ini arwah. Bersikaplah sewajarnya saja." ucap Muchen sembari melirik ke Damon yang terjungkal jatuh.

"Kau Setan! Bagaimana aku bisa sewajarnya, kau datang menakut-nakuti ku. Apa salahku padamu???"

Balas Damon dengan menunjuk ke arah Muchen.

"Kau tidak ingat padaku? Kupikir kau mengunjungi nisan ku karena kau peduli padaku. Karena itulah aku datang balas mengunjungi mu."

Muchen menjawab dengan menaikkan alisnya ke atas, sedangkan bahunya terangkat naik.

"Ni-nisan??? Nisan apa???" tanya Damon mengingat-ingat. Lalu ingatannya kembali pada kejadian di makam kramat kemarin malam.

Damon ingat sekarang kalau Ia tak sengaja jatuh di Nisan kuno, ternyata Nisan itu kepunyaan Muchen.

"Jadi kau datang menuntut balas karena aku tak sengaja jatuh di Nisan kramat mu?!" tanya Damon.

"Oh, jadi kau sengaja jatuh agar aku mendatangi mu, begitu." sahut Muchen datar.

"Aku tidak sengaja!!!" teriak Damon.

"Tapi telingaku mendengar kebalikan nya. Dan kau sengaja mengusik ketentraman abadi ku. Aku tebak kau minta petunjuk di makam kramat milikku." sahut Muchen. "Kau ingin mendapatkan pesugihan di Nisan ku, kan."

"Sudah ku bilang Aku tidak sengaja!!!" teriak Damon uring-uringan.

"Oh, baiklah. Aku mengerti. Baiklah. Tidak masalah." kata Muchen.

"Mengerti apa?" tanya Damon.

"Mengerti kalau kau butuh bantuan. Karena itulah kau datang ke area Qinghe, tanpa sengaja jatuh ke makam kramat di sana." sahut Muchen.

"Terserah padamu saja. Aku tidak peduli pada mu, Setan." kata Damon.

"Ding... Dong.. Ding.. Dong..."

Bel kontrakan Damon berbunyi nyaring, memaksa Damon beranjak bangun lalu berjalan ke pintu.

"KREEK..." Pintu terdorong terbuka, saat Damon berdiri di sana.

Seseorang langsung mengulurkan tangan ke arah Damon.

"Tagihan sewa kontrakan. Kau menunggak setahun, Aku datang menagih." terdengar suara wanita berbicara tegas.

"Sret..."

Damon ambil kertas tagihan dari wanita itu, membacanya seksama lalu berkata.

"Ayolah, lady Liu. Sekarang ini, Aku benar-benar tidak punya uang buat bayar tagihan ini. Bisakah kau tunda tagihannya, tolonglah aku, beri aku kesempatan sekali lagi." kata Damon memelas.

"BRAK! " Pintu kontrakan terhempas keras, membuat Damon tersentak kaget. Terlihat Lady Liu berdiri berkacak pinggang.

"Tidak bisa, Damon. Sudah setahun lebih kau menunda tagihan sewa kontrakan disini. Aku sendiri cuma pengawas yang melaporkan setiap pekerjaan ku pada pemilik gedung jika tidak maka aku bisa dipecat, Bos besar. " sahut Lady Liu.

1
Katarina Samuel
gak bisa ngalahin nih 👍
Katarina Samuel
pil obat penyembuh jiwa aja damon aku saranin ke psikiater atau ke pemuka agama disana biar hantunya keusir dari hidupmu
Katarina Samuel
ini paling ditakutin ketemu dewa beneran gak sih
Katarina Samuel
damono damono
Katarina Samuel
dah megap megap kalau aku mimpi kayak gini damon
Katarina Samuel
kasihan juga jadi damon kalau aku sih bisa pindah alam
Katarina Samuel
lebih nyebelin dari kaisar
Katarina Samuel
sulit bayangin tinggal dihunian seseram ini
Katarina Samuel
👍
Katarina Samuel
hantu paling ngeselin
Katarina Samuel
apes dah si damon
Katarina Samuel
🤣🤣🤣 ya aelah damon damon
Katarina Samuel
konyol sih
Katarina Samuel
serem juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!