NovelToon NovelToon
Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Luka Di Penghujung Harapan. (Sukacita Kota Nablus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:335
Nilai: 5
Nama Author: Ummi Adzkia

yaseer, seorang anak yang hidup di negara konflik. keluarga petani zaitun, namun dia bermimpi untuk mengembangkan usaha orangtuanya dewasa kelak. Namun, karena konflik semakin parah, semua usahanya perlahan runtuh. hingga ketika konflik berhenti, yaseer berusaha sekuat tenaga nya beserta keluarga nya untuk membangun kembali. tapi tiba-tiba hantaman rudal dari penjajah meluluh lantakkan bahan utama usahanya. hingga akhirnya menghancurkan usahanya tak bersisa. akan kah yaseer bangkit kembali atau tamat dengan keadaan fustasi berat? yuk kita simak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummi Adzkia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3. Ke Sekolah Baba

Adzan subuh baru saja berkumandang merdu. Baba, Abbas dan Yaseer sudah siap menunaikan sholat shubuh berjamaah di masjid.

Walau sempat terjadi beberapa kali ketegangan, namun kejadian beberapa pekan lalu masih berkesan buruk dalam sebulan ini.

Penembakan oleh penjajah di kebun zaitun secara tiba-tiba, menewaskan satu warga kami yang tengah memeriksa kebun nya.

Ntah apa maksud penjajah itu menembaki warga, padahal warga tidak melakukan perlawanan apapun, hanya menjalani hari dengan berusaha menjaga ketenangan dan kenyamanan.

Jika dikatakan usil, ya Allah.. Ini nyawa manusia, segitu murahnya kah? Jika memang mereka mau membantai kami, apa tujuan mereka, bukankah mereka hanya tamu yang pastinya akan pergi lagi kan, tak akan lah meninggalkan jejak kriminal yang sangat banyak bahkan sampai menghilangkan nyawa warga sipil tak bersalah.

Walau sudah beredar kabar di luar kota pun sudah banyak jatuh korban tak bersalah. Desa kami yang awalnya aman dan tentram kini sudah mulai terusik kelakuan random dari para penjajah. Ya Allah lindungi kami dari buruknya perbuatan makhluq.

" Baba, akan kah desa kita ini aman seperti beberapa tahun lalu?" tanya Abbas ketika dalam perjalanan pulang dari masjid.

" Wallahu a'lam, kita hanya bisa berdoa semoga keadaan ini segera berlalu" jawab baba lirih sambil berfikir keras.

'Di luar kota sana sudah semakin menegangkan. Ya Allah.. Akan kah kami juga mengalami hal yang sama? Lindungi kami ya Rabb' batin baba bergemuruh gelisah.

" Kita harus selalu rabithu nak, kejadian kemarin bisa saja terulang dimanapun. Selama mereka masih berada di sekitar kita". Nasehat baba serius.

"Baba kapan ya mereka pergi dari desa kita?". Tanya Abbas dengan nada khawatir.

Baba hanya menggelengkan kepalanya, tanda tak bisa memberi jawaban pasti.

Abbas hanya menunduk, dan mulai berfikir dan membayangkan bagaimana keadaan desa kedepan.

" oya hari ini baba akan ke sekolah",

" kamu mau ikut?".

" Apa kita hari ini tidak lagi berjualan kunafa ba?".

" Sepertinya situasi pasar juga sudah normal kembali" terang Abbas.

" ya kita hari ini masih berjualan, ummi sudah membuat kunafa sejak sebelum shubuh tadi".

"tapi kamu tidak bisa berlama-lama di pasar seperti sebelumnya. segera pulang jika ingin ikut baba ke sekolah". Saran baba.

" Baik baba, Abbas akan ikut ke sekolah baba. Sudah lama aku tidak masuk ke dalam lingkungan sekolah" jawab nya sumringah.

Ya Abbas, Haniya dan Yaseer sudah lama tidak masuk sekolah, setelah pergerakan penjajah yang makin meresahkan. Aksi protes dari warga hingga aksi nekad para pemuda mengusir penjajah dengan melempari batu dan orasi lainnya.

Walau akhirnya ada banyak dari pemuda itu yang di tangkap dan di penjarakan. Tapi semangat juang mereka untuk mengusir penjajah sangat luar biasa. Gerakan inilah yang di sebut sebagai "Intifadha".

Intifada Pertama (1987–1993) adalah pemberontakan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel di Tepi Barat dan Gaza, yang dipicu oleh frustrasi kolektif dan insiden kecelakaan lalu lintas di Jabalia. Gerakan ini melibatkan demonstrasi massal, aksi pembangkangan sipil, boikot ekonomi, dan pelemparan batu, yang berujung pada Perjanjian Oslo. 

Selama periode ini, dilaporkan lebih dari 1.000 warga Palestina tewas, ribuan lainnya ditangkap, sementara sekitar 50-an warga Israel tewas. 

hasbunallah...

****

Suasana yang terbiasa sibuk di manapun. Aktivitas pagi dimulai, semua beraksi cekatan sesuai porsinya.

"Ummi aku berangkat, assalamualaikum...." pamit Abbas pada ummi nya. Ia membaca kunafa ke pasar pagi ini. Masih terlalu pagi, tapi inilah waktu tepat menjajakan makanan hangat dan gurih untuk melengkapi menu sarapan.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah.. Fiiamaanillah ma'a salaamah ya habiibi.. " doa ummi. Abbas mengangguk meng Amini.

" Ummi, kata baba, hari ini baba mau kesekolah, boleh ga Haniya dan Yaseer ikut? ". Tanya Haniya hati-hati.

" Kenapa ingin ikut baba? Apakah sudah aman?" tanya ummi agak khawatir.

" Kata baba, boleh kok mi. Biar kami ini ada jalan-jalan sedikit. Lagipula sekolah baba tidak sejauh sekolah kami dulu" pinta Haniya mencoba nego.

" lalu Abia?"

" Abia lebih suka di rumah ummi, sekarang aja dia tidur lagi setelah sholat shubuh" jelas Haniya

" hmmm.... Baiklah. Berhati-hatilah kalian ya. Jangan buat repot baba. Lihat dan perhatikan disana. Jika kalian suka, barangkali bisa pindah kesekolah baba". putus ummi.

" iya ummi.. " dengan senyum lebar Haniya mengangguk.

" ya sudah, setelah ini bersiaplah. Supaya tidak bentrok dengan Abang dan Yaseer.

" Abang masih ke pasar mi?" tanya nya heran.

" iya. Hanya sebentar. Begitu habis, langsung pulang. "

" Yaseer juga sebentar lagi pulang". Terang ummi, Haniya mengangguk saja.

****

"Baba, kalo kami pindah ke sekolah ini bisa ga?" tanya Haniya.

"lalu sekolah lama kalian?"

" Jauh baba, trus jalan nya juga di tutup. sampai kapan kami libur sekolah....." keluh Haniya manyun

" Ya nanti baba usahakan ya, padahal tadinya kalian yang ingin sekolah di sana, sekarang malah ingin di sini.. "

" Yaa.. Kemrn kan kami ga enak, masa di ajar sama ayah sendiri... " Yaseer yang menjawab.

" Lalu sekarang, bisa dong di ajar sama baba sendiri?"

" Yaaa.... Mau gimana lagi. Kami juga takut kalo sekolah sendiri, kalo di sini kan bisa pulang pergi bareng baba. Insyaallah kami lebih aman.." kata Yaseer lagi.

" Abang, mau sekolah sini juga?" tanya baba

" hmm .. " jawab Abbas sambil mengangguk tegas.

" baiklah.. Nanti baba akan memindahkan kalian ke sekolah ini. Semoga kalian bisa tetap bersekolah hingga selesai. Apalagi Abang hanya tinggal 3tahun kurang. Harus lebih fokus lagi mengejar yang tertinggal" peringat baba serius.

" Assik... Alhamdulillah kita bisa sekolah lagi. Setahun lagi juga Abia akan ikut kita sekolah di sini. Waah ... Anak anak baba ngumpul semua disini." kata Yaseer sumringah.

" Iya insyaallah. Semoga aja kedepannya kita bisa bersekolah dengan aman dan nyaman". Harap Haniya.

Mereka semua mengaminkan harapan Haniya,

Mereka ber3 berjalan-jalan mengelilingi sekolah baba nya. Babanya sedang rapat di kantor. Sebenarnya sekolah hari ini libur. Makanya hanya ada mereka ber3 yang berkeliaran bebas. Mereka membaca tulisan-tulisan di dinding kelas, melihat-lihat hasil karya siswa lainnya. Sepertinya sekolah ini sangat damai. Banyak prestasi yang sudah di raih oleh siswa tahap menengah seusia Abbas.

" Kalo aku sekolah disini, bisa punya teman banyak ga ya, nilai yang bagus, buku dan seragam yang bagus.. " pikir Haniya,

ia menyadari kalau dirinya sangat sulit bergaul dengan sesama nya. Itulah sebabnya dia sering berada dirumah. Bermain pun hanya di sekolah Abia yang ramai anak-anak kecil yang lucu-lucu dengan tingkah polah mereka yang random.

****

Setelah puas berkeliling, dan baba juga selesai rapat, kami pun bergegas pulang. Supaya bisa sholat dhuhur berjamaah di masjid.

" Ya ust Ali, .... " panggil guru teman baba.

" Na'am ya ustadz?... " langkah baba berhenti dan berbalik badan menghadap teman nya.

" Ini putra dan putri ustadz?" tanya nya sambil melihat ke arah Abbas, Yasser dan Haniya.

" Ooh .. Na'am ayuwa shohh ya ustadz ." jawab baba sambil tersenyum.

(oh iya benar sekali ustadz)

" apakah mereka akan bersekolah di sini?" tanya nya lagi

" Na'am, rencana saya akan memindahkan mereka kesini. Semoga lebih baik kedepannya. "Jawab baba

" wah ... Insyaallah makin baik sekolah kita, ditambah murid-murid yang pintar dan cerdas seperti ustadz." puji nya.

" masyaallah.. Alhamdulillah. Insyaallah... " jawab baba dengan senyum sopan nya.

" Thoyyib,.. semoga kalian betah dan berprestasi ya disini. Ustadz Ali ini sangat bijak dalam mengajar. Kalian pasti kagum". Kata nya lagi pada anak-anak ustadz Ali.

" Na'am insyaallah ya ustad!" jawab mereka kompak dengan senyum bangga.

" Syukran lakum ya ustadz" kata baba sambil menepuk pundak temannya.

"kami pamit pulang. Assalamualaikum!".

" ayuwa. Waalaikumussalam warahmatullah, fiiamaanillah ma'a salaamah ".

"aamiin ya Rabb. Syukran".

"'Afwan.."

****

Adzan Dzuhur berkumandang, tepat ketika mereka tiba di masjid. mereka bersegera mengambil wudlu dan ikut sholat berjamaah. Setelahnya baru mereka melanjutkan jalan pulang kerumah

Jarak dari sekolah dari rumah hanya sekitar 10 menit dengan berkendara motor. Namun tidak terasa begitu jauh juga dengan berjalan kaki, karena banyak orang-orang pun yang berjalan kaki. Jalanan terasa ramai, dan tak terasa begitu jauh untuk di lakukan. Hingga....

Brum .. Brum....

Barisan mobil- mobil penjajah melewati kami. Debu beterbangan menutupi pandangan.

" Minggir .. Minggir... !!! Teriak mereka dengan bahasa Ibrani.

Para pejalan kaki pun menepi dengan rasa khawatir dan tegang. Khawatir akan ada lagi korban jiwa. Kami hanya berdoa agar kami diselamatkan hingga sampai kerumah.

Bertemu para penjajah seperti bertemu dgn ibl*s pencabut nyawa. Letupan senjata bisa kapan saja tanpa di duga. Membuat kami harus siap kehilangan kapan pun dimanapun.

1
Ummi Adzkia
aku jadi ikutan nyesek... semangat ya Yaseer ...
Ummi Adzkia
tadinya mau bikin konflik berdarah. tapi ga tega hati ini.. hiks...
Ummi Adzkia
selalu begitu ya. bikin kesepakatan tapi di langgar sendiri.. dari dulu begitu sama kayak bestie nya. mau heran tp udah ada di Al-Qur'an.
Ummi Adzkia
gimana tuh? Abia perutnya nangis, Yaseer rock n roll, Hania keroncongan apa dangdutan....?
Ummi Adzkia
siap 💪💪Allahu Akbar !!!!
Ummi Adzkia
Yaseer ini pemerhati juga. semoga ilmu nya bisa kepake buat masyarakat 👍
Ummi Adzkia
apaan coba. gaje banget lho si zion inih.. /Slight/
Ummi Adzkia
innalillahi... semoga Abia dan Haniya baik-baik saja ya. aamiin.
Ummi Adzkia
mereka hanya di suruh ngungsi ya. bukan suruh pindah. berarti hanya sementara. tapi ga tau juga nnti nya. 🙏
happy reading 💪
Ummi Adzkia
coba ada yang bisa bayangin situasi nya kek gimana? komen yah🙏😄
Ummi Adzkia
nah loh apaan tuh??
Ummi Adzkia
di saya mah hari Jumat. kami mulainya hari Rabu 18 feb.
happy Ied Mubarak
Protocetus
lebaran nanti hari sabtu
Protocetus
salken 💪
Ummi Adzkia: happy reading. semoga suka ya
total 1 replies
Ummi Adzkia
Alhamdulillah. terkadang kepasrahan kita pada Allah bisa mendatangkan. rezeki. happy reading di karya ku ya.

komen baik nya ditunggu ya.
Ummi Adzkia
ketemu malaikat mau apa heh?.. mau minta THR apa mau ketemu baba? Abia ngeri juga minta nya.😄
Ummi Adzkia
itu Haniya iseng juga ya. pasti panik juga itu ummi ...
Ummi Adzkia
kira-kira Abang gimana nasib nya ya?. komen yuk
Ummi Adzkia
beli kurmanya cod ya Abia. ada2 aja ni si Abia.
Ummi Adzkia
gini nih yang bikin makin panik. lagi makan tiba2 dum.. rudal meluncur bebas ke atas rumah2 dan gedung2 tinggi. ga kebayang yg tinggal di sana kek gmn. .. /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!