Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.
pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?
cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
“Kok lo dari arah sana sih, Run?.“Tanya Rio salah satu mekanik di dealer dan saat ini Aruna bersama Rio, Ranti dan Beni sedang malan bersama. Mereka makan di belakang dengan menu telur balado yang Aruna bawa.
Nafsu makan Aruna pun seketika menguap setelah mendengar pertanyaan yang di layangkan oleh Rio. Walau begitu, Runa tetap memasang senyum tipisnya dan seolah baik-baik saja.
Semua penghuni dealer tidak ada yang tahu kalau Aruna telah menikah dan ya, mengingat pernikahannya sementara dan bukan pernikahan yang di landasi oleh rasa cinta, Aruna merasa kalau dirinya sangat tidak wajib untuk menceritakannya juga.
“Iya, semalam gue nginep di rumah kerabat mama.“Ujar Aruna berbohong, tak punya pilihan lain, walau hati Aruna terasa begitu tertekan.
Rio tersenyum tipis sambil mengangguk pelan”Oh ya? Kalau gitu, nanti pulangnya bisa bareng sama gue, Run. Kebetulan kan kita searah juga.“
Runa mengangguk seraya tersenyum meringis.
Sementara itu Ranti dan Beni daling lirik dan saling berbicara lewat mata mereka__sudah menjadi rahasia umum kalau Rio itu sangat menyukai Aruna dan mengejar-ngejar Aruna, ya. Walaupun Atuna sampai detik ini masih biasa-biasa saja dan tak ada respon sama sekali. Tapi Rio itu gigih lho, dia bahkan dengan lapang dadang menerima tatkla Aruna menganggapnya hanya sebagai teman saja.
Kadang sebagai teman, Ranti merasa kasihan pada Rio, tapi ya. Mau bagaimana lagi, toh Aruna pun sadar kalau Rio mengejarnya, akan tetapi memang Aruna tidak memiliki perasaan pada pria itu dan hanya menganggapnya sebagai teman. Katanya sih begitu.
“Btw, enak banget lho telur baladonya Run. Emang lo paling best dej.“Sahut Beni sambil memberikan satu jempolnya pada Aruna dan Aruna balas tersenyum lebar sambil memgangguk.
“Makasih dan maaf. Soalnya telurnya bukan di masak dadakan, tapi kemarin.“
Beni menggeleng”Gak papa Run, meski di masak kemarin, rasanya benar-benar enak pokoknya. Ngalahin menu yang di warteg depan tahu, Run.“
Suasana hati Aruna membaik seketika. Yang tadinya mood anjlok karena Arka selaku sang suami yang sengaja Aruna memasak telur balado untuknya dan sama sekali tidak sentuh, namun saat Aruna membawanya ke dealer, semua yang makan memuji masakan Aruna. Wow, Aruna benar-benar merasa terharu sekali.
“Bener Run, gue setuju. Masakan lo emang paling juara deh.“Timpal Rio sambil tersenyum lebar dan mats yang memancarkan penuh kekaguman serta penuh cinta.
“Lain kali buka PO aja deh, Run. Gue selaku anak kost, pengen deh bisa makan masakan lo tiap hari.“Sahut Ranti yang di angguki semangat oleh Rio dan Beni.
Runa tertawa”Hahaha... Tapi kayaknya gak bisa, soalnya kalau masak-masak besar butuh waktu, gue kan kerja.“
“Eh iya ya?.“
“Gak papa kalau gitu, tapi sesekali kita boleh pesen kan sama lo Run, gak usah masak banyak cukup tiga porsi untuk kita-kita aja kok.“
“Iya-iya.“
*****
Aruna adalah lulusan universitas swasta dengan jurusan komputer akuntansi dengan gelar D3 yang ia dapatkan. Aruna tak pipih-pilih pekerjaan waktu itu, dan kebetulan kampus tempatnya menimba ilmu pun ikut membantu menyalurkan mahasiswa dan mahasiswinya bekerja, dan salah satunya Aruna. Saat Aruna di tawari untuk beketja di dealer yang ada di kota yang sama dengan gaji yang bisa di bilang cukup rendah apabila di bandingkan yang bekerja di luar kota, Aruna mengambilnya. Karena Aruna merasa ia tak sanggup dan merasa malu bila harus mengandalkan uang mamanya untuk membiayai hidupnya sehari-hari.
Tak terasa pekerjaan sebagai kasir ini pun sudah berjalan tiga tahun dan Aruna sangat enjoy sekali. Terlebih saat menjelang akhir bulan begini, di mana gajian akan berlangsung sebentar lagi.
“Totalnya jadi 70.000 rupiah ibu “Ucap Arina seraya tersenyum lebar pada salah satu konsumen yang tadi membawa sebuah bon yang Aruna ambil dan cap lunas untuk bukti kalau si ibu sudah melakukan transaksi.
“Uangnya 100.000 rupiah, ya bu? Jadi kembaliannya 30.000 rupiah.“Tutur Aruna lagi lembut dan si ibu mengangguk, lalu Aruna memgembalikan salinan jon pink beserta kembalian pada si ibu, setelah si ibu pergi, Aruna pun mulai mengklik di layar komputer pada transaksi yang sudah di input oleh temannya yang bernama Ranti tadi, setelah itu Aruna mulai kembali melalukan pekerjaan lain seraya menunggu konsumen yang lain mendatanginya.
Dealer tempat Aruna bekerja adalah dealer yang cukup kecil, dealer punya perorangan. Sehingga gajinya pun lebih rendah bila di banding dengan dealer milik pemerintah. Tapi tidak apa, Aruna bersyukur sekali masih bsia bekerja, mengingat di luaran sana banyak orang yang kebingungan mencari pekerjaan.
“Run, nitip bentar ya? Gue mau ke kamar mandi dulu, pingin boker..“Tukas Ranti yang tiba-tiba datang ke ruangannya dan Aruna pun segera menghentikan pekerjaannya lalu menoleh pada Ranti, Aruna pun mengiyakan dengan menganggukan kepalanya.
“Makasih.“
“Iya, jangan lama-lama!.“
“Hm..“
Aruna pun segera bangkit berdiri dan menuju ke depan, tempat di mana Ramti biasa berada, yaitu melayani konsumen yang datang dan sebelumnya Aruna pun tak lupa untuk mengunci ruangannya.
****
Arka baru saja pulang dari menengok bengkel miliknya yang cukup lama ia abaikan karena menghilangnya calon istrinya sekaligus kekasihnya dan hari ini Arka pun memutuskan untuk ke sana dan melihat bengkel miliknya itu.
Untungnya Arka punya sahabat Ari yang mana dia bisa di andalkan, dan Aripun senantiasa mengelola bengkel Arka serta memberinya laporan keuangan bengkel itu.
Semuanya cukup baik-baik saja, walau ada satu insiden yang terjadi, di mana salah satu mekaniknya ternyata libur panjang dan tidak konfirmasi pada konsumennya, hingga si konsumen itu datang dan ngamuk-ngamuk lalu meminta ganti rugi, sebab katanya mekanik yang libur itu sudah berjanji akan menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu tiga hari, tapi nyatanya tidak. Dan saat di hubungi mekanik itu bilang kalau dia sakit__tentunya yang salah mekaniknya, sebab dia pun tidak bilang apa-apa pada Ari dan Arka. Tetapi Arka juga tak tega untuk memarahinya dan menuntut tanggung jawab mengingat mekanik itu terbsring di rumah sakit.
Jadinya Arka pun mengambil jalan tengah dan berjanji akan memberi diskon sebesar 15% asal konsumen tersebut sabar, sebab motornya akan di perbaiki oleh Ari dan akhirnya konsumen itu pun menerima.
Arka rugi bandar, tapi tidak apa. Ketimbang konsumen yang tidak lagi percaya dengannya.
Ngomong-ngomong, Arka ingat tentang telur balado yang kemarin di masak Aruna. Telur yang wangi sekali dan sukses membuat perutnya keroncongan setengah mati, akan tetapi Arka tak memakannya sebab gengsi pada wanita itu__tapi hari ini, apalagi mengingat Arka tidak membeli apapun setelah pulang dari bengkel dan Aruna tidak ada, mungkin Atka bisa mencicipinya, setidaknya satu telur pun cukup dan tidak akan ketahuan.
Baiklah..
Arka pun mulai ke dapur dan sebelumnya mengambil satu poci air dingin dari lemari es lalu menuju tudung saji dengan senyum terkembang di bibirnya, namun senyum itu lenyap tatkala kedua ekor matanya menangkap tidak apapun kecuali garam.
Di mana telur balado itu di sembunyikan?
Sialan, gumam Arka seraya menonjok udara.