NovelToon NovelToon
Bawang Merah Yang Terluka

Bawang Merah Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Antagonis / Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mami Al

Celina Andreas dijuluki sebagai bawang merah begitu tergila-gila dengan seorang pria sehingga berbagai cara ia lakukan buat menaklukkan hati sang pria incarannya. Meskipun pria itu mencintai adik tirinya.

Berhasilkah Celina menjadi istrinya atau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mami Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 3

Elma menemui Celina yang sedang berada ruangan gym, dia mengajak Celina untuk nonton konser bersama.

"Aku tidak tertarik nonton konser bersamamu!" ketus Celina tanpa menatap, fokus dengan mengangkat barbel kecil menggunakan salah satu tangan kanannya.

"Ayolah, Kak. Jarang sekali penyanyi kesukaanku konser di negara ini!" bujuk Elma.

"Pergi saja sendiri, aku tak punya waktu menontonnya!" Celina sekilas menoleh.

"Hmm..ya sudahlah kalau begitu!" Elma berjalan keluar dari ruangan.

Celina menatap cermin dihadapannya, "Pintar sekali dia mengambil perhatian papa!" gumamnya.

Sejam berolahraga, Celina segera membersihkan diri. Sebelum ke kantor, dia akan menyempatkan waktu menemui Azka. Kedatangannya tanpa membawa apa-apa. Ia tetap terus berjuang demi mengejar cintanya Azka. Pria yang telah membuatnya jatuh hati sejak pertama kali bertemu.

Sesampainya, Celina dicegat sekretarisnya Azka. "Maaf, Nona. Anda dilarang masuk!"

Celina menaikkan salah satu alisnya.

"Ini perintah, Nona!" kata Ria tampak ragu-ragu.

"Aku ini calon istrinya bos kamu!" Celina dengan bangganya sedangkan acara lamaran saja belum dilakukan.

"Tapi, Tuan Azka memberikan perintah. Saya tidak mau dipecat jika melanggarnya!" kata Ria yang serba salah.

"Tenang saja, jika kamu dipecat pergilah melamar ke kantor milik keluargaku. Aku akan menjadikanmu sekretaris pribadiku!" Celina memberikan tawaran.

Ria tampak berpikir.

Mendapatkan celah, Celina dengan cepat menerobos masuk. Ia membuka pintu secara kasar, Ria yang gagal hanya bisa menghela napas pasrah.

"Kau!!" Azka mengeraskan rahangnya karena melihat Celina kembali datang ke kantornya.

"Jangan marahi sekretarismu, di sini aku yang salah!" kata Celina berjalan mendekat.

"Apa kau tidak punya malu, setiap hari ke kantorku, Nona Celina?" singgung Azka.

Celina menggelengkan kepalanya pelan.

"Di mana harga dirimu sebagai putri dari Hendra Nata yang terkenal itu?" sindir Azka lagi.

"Aku memang tidak mempunyai harga diri lagi," ucap Celina tersenyum.

"Hentikan kegilaan ini, Celina!!" Azka begitu kesal.

"Aku tidak akan berhenti sebelum kau menikah denganku!" kata Celina tersenyum meledek.

Azka menarik napas lalu dihembuskannya.

"Aku akan memberikan semuanya, Azka. Membantumu melunasi utang-utang keluargamu!" Celina menjanjikan bantuan.

"Aku tidak perlu bantuanmu, aku mampu melunasi semuanya!" Azka menegaskan ucapannya.

"Benarkah?" Celina tersenyum seringai.

"Jangan sampai aku berbuat kasar kepadamu!" Azka mengancam dengan meninggikan suaranya.

Celina tertawa getir, ia tak takut dengan ancaman Azka.

"Lakukanlah jika itu membuatmu lega!" kata Celina tersenyum.

Azka merasa harga dirinya hancur lantas mendekati Celina yang masih berdiri. Ia memegang kuat tangan kanan Celina sehingga terdengar lirih suara ringisan kesakitan dari bibir wanita itu.

Azka menarik tangan Celina, "Keluar dari sini sekarang juga!!"

Celina menahan tarikan Azka sekuatnya lalu menghempaskannya. "Aku bisa keluar sendiri!!"

"Jangan pernah datang kemari, karena aku tidak pernah mencintaimu!!" Azka tak peduli sakit hatinya Celina.

"Suatu hari nanti kau juga akan mencintaiku!" Celina penuh yakin.

"Jangan harap!!" Azka terlihat sangat kesal.

Celina hendak menyentuh wajah Azka namun pria itu segera menepis tangannya dengan kasar. "Kau tetap harus menjadi milikku!!" lagi-lagi Celina memberikan senyuman yang membuat Azka ketakutan.

Celina kemudian meninggalkan ruangan, hatinya terasa sakit mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut Azka. Tetapi, ia tahan karena selama ini dirinya juga tak ada harganya. Mendapatkan Azka mungkin adalah pencapaian luar biasa baginya.

Azka meremas rambutnya dan berteriak, "Lama-lama aku bisa gila jika dia terus mengejarku!!"

***

Satu minggu berlalu...

Konser penyanyi favorit Elma segera berlangsung beberapa jam lagi, wanita telah bersiap dengan beberapa keperluannya. Ana begitu sibuk membantu menyiapkannya.

"Kak Na tidak ikut Kak Elma nonton konser?" tanya Axel yang duduk di sebelah Celina sembari menikmati cemilan potongan buah mangga dan pepaya.

"Aku tidak suka keramaian!" jawab Celina. Ya, dia memang lebih baik mengunjungi tempat-tempat seperti pantai dan pegunungan di hari biasa.

"Padahal, aku juga mau ikut tapi Mama tidak mengizinkan ku katanya akan merepotkan Kak Elma," kata Axel.

"Mama kamu 'kan memang begitu. Giliran aku mau pergi ke rumah temanku saja, kamu 'kan selalu disuruhnya untuk mengikutiku!" sindir Celina melirik ibu sambungnya. Sebab, Celina pernah hendak jalan-jalan dengan beberapa temannya menghadiri acara ulang tahun adik salah satu temannya di sebuah restoran. Axel yang mendengar kata-kata ulang tahun jadi tertarik, dia merengek mau ikut tetapi Celina melarangnya karena temannya yang lain tak membawa adiknya ataupun keponakannya. Namun, Hendra dan Ana malah tetap membujuk Celina agar sudi membawa Axel. Mau tak mau, Celina akhirnya bersedia adiknya itu ikut dengannya.

"Ini 'kan tempat konser, banyak yang hadir. Acaranya juga malam, takutnya Axel terpisah dari Elma di sana!" Ana memberikan alasan.

"Apa salahnya membawa penjaga dan pengasuhnya Axel?" celetuk Celina.

Ana terdiam.

"Ini konser orang dewasa, Axel masih anak-anak tidak mungkin aku mengajaknya!" jelas Elma biar Celina tak salah paham.

"Elma benar, Na. Konser itu bukan buat anak-anak seusia Axel," sahut Hendra.

"Memang benar juga, tapi acara pertandingan sepakbola kenapa kau tidak mau Axel ikut menontonnya?" Celina mengarahkan pandangannya kepada Elma, ia kembali mengungkit kejadian beberapa bulan lalu. Axel yang penasaran ingin menonton langsung acara sepakbola di lapangan besar dilarang Elma untuk ikut. Padahal, pengasuh dan penjaga keamanan siap buat mengawasi Axel.

Elma pun jadi tak berkutik.

"Kak Elma malu kalau mengajakku ke mana-mana, Kak!" kata Axel.

"Bukan malu, cuma dia malas kamu jadi beban. Dia mau bebas!" sindir Celina melirik saudara tirinya itu.

Ana yang sadar suasana semakin panas, lantas berkata, "Elma berangkatlah, nanti kamu tak mendapatkan bus!"

"Kenapa tidak diantar sopir saja?" tanya Hendra.

"Lebih baik naik bus menghindari macet, Pa. Nanti aku bisa jalan kaki menuju tempat konsernya," jawab Elma kemudian meraih tangan Hendra dan mengecupnya.

"Ya, kamu hati-hati, ya!" kata Hendra.

"Aku berangkat, ya!" Elma kemudian berlalu.

"Elma memang anak yang baik, dia selalu sederhana. Meskipun aku menawarkan kehidupan yang mewah kepadanya," puji Hendra mengagumi anak sambungnya yang tak banyak meminta dan menuntut.

"Dia sadar kalau harta yang dimilikinya bukan milik orang tua kandungnya!" celetuk Celina sembari beranjak dari tempat duduknya.

Hendra dan Ana lantas menoleh ke arah Celina.

"Semoga saja kesederhanaannya itu bukan topeng buat menutupi kebusukannya!" sindir Celina kemudian berlalu.

Hendra hendak marah, namun Ana mencegahnya dengan mengelus lengan suaminya.

"Semakin hari sikapnya keterlaluan!" kesal Hendra.

"Sabar, Mas. Pelan-pelan Celina juga bakal sadar kalau sikapnya salah!" kata Ana dengan lembut.

"Aku yang terlalu memanjakannya dengan kemewahan!" ucap Hendra seperti menyesal.

"Makanya, jangan berikan dia jabatan tinggi di perusahaan!" kata Ana.

"Bukan aku yang memberikannya tapi Mas Dino yang menyuruhnya padahal Celina belum sanggup berada di posisi itu!"

1
army julianto
aku binci ceritanya MC perempuannya idih najis bnget
army julianto
Thor jangan biarkan azka dg Celina bersatu plisss ceraikan mereka, aku paling tidak suka cerita kek gini TPI unjuknya tidak bisa cerai dan akan saling cinta, idih najis mkan cerita kaya bgini 🙏🙏🙏
falea sezi
kapan cerai nya
falea sezi
kn licik bngt si Elma buruan cerai aja biar. aja mlih Elma yg sok. polos cocok. aska sampah ma. Elma. sampah
falea sezi
bodoh kau celina
falea sezi
jangan ngemis celina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!