NovelToon NovelToon
Menyamar Demi Cinta Tulus

Menyamar Demi Cinta Tulus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Tara Yulina

Cilla Anaya Salsabila,
putri tunggal pemilik perusahaan besar dan pewaris saham kampus barunya. Semua orang mengaguminya—kecuali dirinya sendiri, karena ia tak pernah tahu siapa yang benar-benar tulus.

Saat pindah ke kampus baru, Cilla memilih menyamar menjadi gadis culun. Tanpa kemewahan, tanpa nama besar, hanya dirinya apa adanya.

Ia ingin satu hal:
menemukan cinta yang memilih hatinya… bukan hartanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tara Yulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hari pertama

Keesokan paginya, Cilla terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat pelan, meregangkan tubuhnya sebelum beranjak menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari pertamanya di kampus baru—hari pertama untuk memulai hidup yang benar-benar baru.

Cilla sengaja tidak keramas agar rambutnya lebih mudah dikepang. Dengan hati-hati, ia menganyam rambutnya sendiri menjadi dua kepang sederhana. Ia lalu mengenakan kacamata besar yang terlihat norak, serta pakaian sederhana yang jauh dari kesan glamor. Melihat pantulan dirinya di cermin, Cilla tersenyum puas.

Ia menyukai penyamaran ini.

Cilla berharap, di tempat baru ini, ia bisa menemukan cinta sejati—seseorang yang menyukainya bukan karena harta, melainkan karena dirinya yang apa adanya.

Sebelum berangkat, Cilla memastikan semua berkas kepindahannya telah siap.

“Semua beres. Sekarang aku berangkat,” gumamnya pelan.

Tak jauh dari rumah, Cilla berjalan menyusuri jalan kecil hingga bertemu seorang tukang ojek yang sedang mangkal.

“Bang, ojek,” panggil Cilla.

“Iya, neng. Ke mana?” tanya abang ojek.

“Kampus UNJ.”

“Siap.”

Cilla pun melaju menuju Universitas Negeri Jakarta. Kampus itu berdiri megah, menyimpan satu rahasia besar—ketua yayasannya adalah ayah Cilla sendiri. Namun, dengan penyamarannya, Cilla berharap tak seorang pun menyadari siapa dirinya sebenarnya.

Hari ini, segalanya dimulai.

Saat Cilla melangkahkan kaki ke dalam area kampus, puluhan pasang mata langsung tertuju padanya. Pakaian sederhana yang terlihat norak, ditambah rambutnya yang dikepang dua, membuatnya tampak berbeda—terlalu berbeda di antara mahasiswa lain yang tampil modis.

Tawa-tawa kecil terdengar. Bisik-bisik menyusul.

Cilla menunduk, menahan perasaan yang mulai menggerogoti hatinya.

Ternyata jadi orang jelek itu gampang banget dihina. Giliran cantik dan kaya, dipuji habis-habisan, batinnya.

Sabar, Cilla.

Ia menarik napas dalam-dalam, lalu memberanikan diri bertanya kepada seorang mahasiswi berambut terurai, wajahnya cantik namun sorot matanya terkesan sinis. Perempuan itu adalah Sindi Kartika Bella—mahasiswi sombong yang dikenal suka jahil dan diam-diam mengagumi satu cowok primadona kampus.

“Maaf, mbak. Saya mau tanya?” ujar Cilla sopan.

“Tanya apa?” balas Sindi ketus.

“Ruang dosen di mana, ya?”

“Di lantai empat,” jawab Sindi singkat, lalu memalingkan wajahnya.

“Makasih, mbak,” ucap Cilla pelan sambil menunduk, sebelum melangkah pergi mengikuti arahan itu.

Cilla menaiki lift. Namun, begitu pintu lift terbuka, jantungnya langsung berdebar kencang.

Di dalam lift, berdiri tiga pria dengan aura yang mencuri perhatian.

Yang pertama adalah Zayn Arya Laksana—primadona kampus. Banyak yang menyukainya, tapi tak satu pun benar-benar ia lirik. Zayn menyukai keheningan, membenci keramaian, dan hidup dalam dunianya sendiri.

Di sampingnya ada Yoga Al Fatih, sama tampannya, dikenal bijak dan agamis. Ia sering mengingatkan Zayn dan teman-temannya untuk beribadah.

Dan yang terakhir, Alex Pratama—pria kalem di luar, namun licik di dalam. Hampir semua perempuan pernah ia dekati. Buaya darat, begitulah julukannya.

Cilla terpaku saat pandangannya bertemu dengan Zayn.

Ia mengenali pria itu.

Ingatan sebelumnya berlalu kini terlintas di benaknya saat itu dunia mengujinya dengan cinta yang sangat pahit—saat dirinya terluka, hancur, dan Zayn hadir sebagai tempatnya bersandar, meski hanya sementara.

Ada dorongan kuat untuk menyapa. Namun Cilla segera sadar—ia sedang menyamar. Tak mungkin Zayn mengenalinya.

Cilla memilih diam, berdiri tepat di depan Zayn.

Tiba-tiba, Alex menarik lengan Cilla kasar. Namun Zayn langsung menahannya.

“Jangan diganggu,” ujar Zayn tegas.

“Tapi, Zay. Dia nggak sopan berdiri di depan lo,” balas Alex ketus. Yoga hanya diam memperhatikan.

Zayn tak menjawab. Cilla tetap berdiri dengan kepala tertunduk.

Tak lama, lift berhenti di lantai empat—lantai yang sama untuk mereka semua.

Saat pintu lift terbuka, Cilla hendak melangkah lebih dulu. Namun Alex menarik bajunya, berniat mendorongnya agar tak mendahului Zayn. Tubuh Cilla oleng, hampir terjatuh.

Untungnya, Zayn sigap menangkapnya.

Mata mereka bertemu.

Zayn… gue masih ingat lo, batin Cilla.

Kenapa matanya familiar? batin Zayn.

“Zayn, ayo,” panggil Alex tidak sabar.

Zayn perlahan melepaskan pegangan tangannya dari tubuh Cilla. Ia melangkah pergi bersama teman-temannya.

Dari kejauhan, Cilla berkata pelan,

“Makasih.”

Hatinya terasa hangat. Ia yakin, Zayn tetap pria baik—meski dikelilingi teman-teman yang terlalu jahat.

Cilla lalu mencari-cari ruang dosen. Kebingungan mulai menguasainya.

Tak lama, ia melihat seorang office boy dan segera bertanya,

“Pak, maaf, mau tanya. Ruang dosen di mana, ya?”

“Atuh neng, ruang dosen téh di bawah, lantai satu,” jawab office boy itu santai.

“Hah?” Cilla terkejut.

Berarti gue dibohongi dong? Jahat banget sih. Baru hari pertama aja udah dikibulin, batinnya kesal.

Sabar, Cilla… sabar.

Dengan langkah lelah, Cilla kembali menghadap lift dan menekan tombol turun.

Hari pertamanya di kampus baru benar-benar dimulai dengan luka kecil.

Cilla segera turun menuju lantai satu dan melangkah masuk ke ruang dosen. Jantungnya berdegup pelan saat ia menyerahkan berkas-berkas kepindahannya kepada seorang dosen pria yang duduk di balik meja.

“Ini, Pak,” ucap Cilla sopan.

Dosen itu menerima berkas tersebut dan membacanya dengan saksama.

Cilla Anaya Salsabila.

Raka mengernyit pelan. Nama yang indah. Cantik. Sangat berkelas. Namun, ia kembali menatap Cilla dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Namanya bagus, tapi penampilannya kok begini? batin Raka.

Ah, sudahlah. Bukan urusanku.

Raka adalah dosen muda yang dikenal tegas dan berwibawa. Ia juga—tanpa Cilla ketahui—adalah pria yang diam-diam ingin dijodohkan dengannya oleh ayah Cilla. Namun, rencana itu kandas sebelum sempat dimulai, karena Cilla keburu pergi dari rumah.

Tiba-tiba—

Tring!

Ponsel Raka bergetar. Sebuah pesan masuk ke grup dosen. Nama pengirimnya membuat alis Raka terangkat.

Pak Wijaya.

Ia membuka pesan itu. Sebuah foto muncul di layar—foto seorang gadis cantik dengan penampilan elegan dan senyum lembut.

Cilla yang berdiri di hadapannya tanpa sengaja melirik layar ponsel itu.

Astaga… itu foto gue!

Ayah ngirim foto gue ke grup dosen?! batin Cilla panik.

Tangannya dingin. Napasnya tercekat.

Tenang, tenang, Cilla. Lo lagi nyamar. Nggak mungkin ada yang nyadar, ia berusaha menenangkan dirinya sendiri.

Raka kembali meletakkan ponselnya tanpa curiga, lalu menatap Cilla.

“Sudah, ya, berkasnya lengkap,” ucap Raka.

“Baik, Pak,” jawab Cilla cepat.

“Silakan masuk kelas.”

Cilla terdiam sejenak, lalu memberanikan diri berkata,

“Pak… saya belum tahu kelas saya yang mana.”

Raka bangkit dari kursinya.

“Kalau begitu, bareng saya saja.”

Cilla mengangguk pelan.

Langkah mereka berjalan beriringan keluar dari ruang dosen—tanpa tahu bahwa takdir sedang mempertemukan dua rahasia besar dalam satu lorong kampus.

Kebetulan, Raka memang memiliki jadwal mengajar di kelas mahasiswa baru pagi itu. Ia melangkah menuju lift, dan tanpa banyak bicara, Cilla mengikutinya dari belakang.

Suasana di dalam lift terasa hening. Hanya suara mesin yang bergerak naik perlahan.

Raka melirik Cilla sekilas, lalu bertanya,

“Nama kamu Cilla?”

Jantung Cilla berdegup lebih kencang. Namun ia berusaha tetap tenang.

“Nama saya Cici, Pak,” jawabnya pelan.

Raka mengernyit tipis.

“Di berkas tertulis Cilla,” ujarnya meneliti.

“Cici itu nama panggilan saya, Pak,” sahut Cilla cepat, masih menunduk.

Raka mengangguk pelan, lalu kembali menatap ke depan.

Pantesan penampilannya begini… namanya Cici, batin Raka singkat, tanpa banyak curiga.

Lift terus melaju naik, membawa mereka menuju kelas mahasiswa baru—tempat di mana penyamaran Cilla perlahan diuji, dan takdir mulai bermain lebih dekat dari yang ia bayangkan.

Pintu kelas terbuka. Pak Raka melangkah masuk, diiringi oleh seorang mahasiswi perempuan di belakangnya.

Suasana kelas yang semula ramai mendadak hening, lalu berubah jadi penuh bisik-bisik.

Pak Raka berdiri di depan kelas.

“Rekan-rekan mahasiswa, hari ini kelas kita kedatangan mahasiswi baru,” ujarnya tegas.

Beberapa mahasiswa langsung menoleh penasaran. Ada yang berbisik, ada yang saling menyenggol.

“Silakan perkenalkan diri,” lanjut Pak Raka.

Cilla berdiri di samping Pak Raka. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu tersenyum kecil. Tangannya terangkat, melambaikan sapaan.

“H-hai…” ucapnya pelan.

Namun belum sempat ia melanjutkan, suara-suara langsung menyambar.

“Eh, apaan sih?”

“Kok kayak gitu tampilannya?”

“Norak amat…”

Sorakan kecil bercampur tawa mulai terdengar.

Cilla menelan ludah, lalu tetap melanjutkan,

“Nama saya… Cici.”

Kelas mendadak riuh.

“HAH? CICI?”

“Serius?”

“Nama sama penampilan cocok banget!”

Gelak tawa pecah.

“Cici AI wujud nyata, anjir!” teriak seseorang dari bangku belakang.

Tawa makin menggema memenuhi ruangan.

Wajah Cilla memanas. Jantungnya berdegup kencang, tapi ia memaksa berdiri tegak.

Ini cuma awal, batinnya berusaha menenangkan diri.

Gue harus kuat.

Pak Raka berdeham keras.

“Cukup! Hargai teman kalian.”

Kelas perlahan tenang, meski bisik-bisik masih tersisa.

Cilla menunduk sebentar, lalu melangkah menuju bangku kosong dengan langkah pelan.

Hari pertama sebagai Cici…

langsung mengajarinya arti bertahan.

1
falea sezi
lanjut donk
Tara Yulina: terimakasih,aku bakal lanjutin dengan penuh semangat ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!