NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 - Laporan yang Membuka Luka

Malam itu, kediaman keluarga Kazuma, rumah besar dengan arsitektur tradisional Jepang bercampur sentuhan modern. Terlihat tenang dari luar namun di dalam tempat itu, ketenangan itu hanyalah ilusi. Di ruang kerja luas yang dipenuhi rak buku, meja kayu hitam besar, dan cahaya lampu temaram, tampak Kazuma dengan menampilkan wajah dingin, tatapannya tajam seperti pedang, seakan mampu menembus siapapun yang berani menatap balik.

Muncul seorang pria berpakaian hitam, ia merupakan salah satu bawahan kepercayaannya, membungkuk hormat di hadapan Kazuma. “Tuan … ini laporan yang Anda minta.”

Kazuma tidak langsung merespons. Ia meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan, lalu mengangkat tangannya, memberi isyarat agar bawahannya melanjutkan.

“Seperti yang sudah diperintahkan, sejak kemarin kami sudah menugaskan dua orang untuk mengawasi Tuan Muda Kenji selama berada di sekolah. Dan menurut hasil pengamatan dari orang yang kami tugaskan dan  kami ingin memberitahu kalau selama ini  … Tuan Muda sering diperlakukan buruk oleh teman-teman sekelasnya, bahkan tadi siang ada insiden , dimana Tuan Muda disiram dengan air kotor. Setelah itu, ada beberapa siswa yang tidak sekelasnya ikut menertawakannya dan tidak ada guru yang turun tangan. Semuanya hanya berpura-pura tidak melihat,dan tampak semua guru-guru disana juga menganggap rendah Tuan Muda,” jelas Pengawal tersebut.

Kazuma terdiam, rahangnya mengeras namun wajahnya tetap tanpa ekspresi. Hanya suara nafasnya terdengar sedikit lebih berat. Lalu ia menatap kembali ke pengawal yang ditugaskan untuk mengawasi Kenji.

“Tapi apakah Kenji melawan mereka?” tanya Kazuma dengan pelan tapi penuh tekanan.

Pengawal tersebut menunduk lebih dalam. “Tidak, Tuan. Tuan Muda Kenji tidak pernah melawan. Beliau hanya diam, dan menahan semuanya.Setelah itu, dua temannya mencoba membantu dan ada seorang siswi yang ikut membela, tapi Tuan Muda tetap terlihat sangat terpuruk.”

Suasana Hening memenuhi ruangan sejenak. Detik jam dinding terdengar lebih jelas, seakan menegaskan lamanya keheningan itu. Kazuma terdiam sambil melihat semua laporan yang diberikan oleh pengawal.

Kazuma menutup mata sesaat, menahan gejolak dalam dirinya. Ia bukan pria yang mudah menunjukkan emosi, tapi kali ini ada bara api yang menyala dalam hatinya ada rasa kesal, kecewa, sekaligus marah.

“Kenji … “ gumamnya lirih,nyaris tak terdengar. “Anak itu bahkan tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya padaku,apakah aku terlalu sibuk sampai pem-bully-an yang terjadi dengan anakku sampai tidak tahu.“

Pengawal mencoba memberanikan diri bicara kembali. “Tuan … apakah kami perlu turun tangan? Satu perintah dari Anda saja, kami bisa memastikan anak-anak itu tidak akan pernah mengganggu Tuan Muda lagi.”

Kazuma membuka matanya, tatapannya tajam, seperti singa yang baru saja terusik. “Tidak, jangan pernah bergerak tanpa perintahku. Jika kalian bertindak sekarang, itu hanya akan membuat Kenji semakin sadar siapa dirinya … sebelum waktunya.”

“Baik Tuan.” pengawal itu memberi hormat.

Setelah itu pengawal tersebut itu mundur beberapa langkah, lalu membungkuk sekali lagi sebelum meninggalkan ruangan. Kini hanya tinggal Kazuma yang tersisa. Dan Kazuma memegang kepalanya yang terasa pusing dengan apa yang terjadi dengan anaknya selama ini.

Kazuma bangun dari kursinya, berjalan pelan menuju jendela besar yang menghadap ke taman belakang. Dari balik kaca, ia bisa melihat cahaya bulan yang temaram, untuk saat ini pikirnya tidak disana pikirannya tertuju pada putranya sendiri.

“Kenji … apa yang sebenarnya yang kau pikirkan? sampai kapan kau terus menutupi-nutupi penderitaan dariku?” tanya Kazuma dengan pelan.

Ada rasa bersalah yang menghantam, meskipun ia enggan mengakuinya, ia menyadari bahwa selama ini ia selalu sibuk dengan kerjaan baik perusahaan maupun dunia mafianya, apalagi sejak kejadian beberapa tahun yang lalu,membuat Kenji menjadi sangat tertutup dengan dirinya dan membuatnya menjadi kepribadian yang cukup berbeda.

Tangan mengepal. ”Selama ini Anakku dipermalukan dan aku hanya bisa duduk diam di sini? Ini sudah sangat kelewatan.”

Kazuma kembali ke mejanya, lalu ia menekan bel kecil. Tidak lama datang seorang pelayan masuk dengan hormat. Kazuma pun menatapnya dengan datar.

“Malam Tuan, ada apa memanggil saya ? “ tanya Pelayan tersebut.

“Panggil Kenji, suruh dia untuk menemui saya di ruang kerja saya. Sekarang,” jawab Kazuma.

Pelayan menganggukan kepala, lalu keluar dari ruang kerja Kazuma. Dan ia segera pergi untuk memanggil Kenji di kamarnya.

Di lantai atas, Kenji baru saja selesai mengganti pakaiannya setelah makan malam. Ia merasa sedikit lega bisa beristirahat, meski tubuhnya masih pegal akibat kejadian di sekolah. Saat hendak bersiap untuk tidur, tiba-tiba seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya, Kenji pun membuka pintu.

“Ada apa?” Tanya Kenji.

“Malam Tuan Muda, maaf sebelumnya Papa Anda memanggil, Beliau menunggu di ruang kerjanya.” Pelayan tersebut memberi hormat.

Kenji terkejut.” Papa … memanggilku? Malam - malam begini?” Hatinya langsung berdebar.

Setiap kali Papanya memanggilnya secara pribadi pasti ada sesuatu, dan pasti ada hal yang tidak baik. Kenji terdiam sejenak sambil memikirkan apa yang akan dibicarakan oleh papanya nanti.

“Baik, sebentar lagi saya turun,” jawab Kenji meski suara sedikit bergetar.

Kenji menatap bayangannya di cermin. Wajahnya pucat, kacamata bulat tebalnya sedikit miring. Ia membenarkannya, menarik nafas dalam-dalam, lalu segera keluar dari kamar. Langkah kakinya terdengar berat menyusuri, koridor panjang menuju ruang kerja papanya.

Sesampainya di depan pintu kayu besar, ia sempat ragu untuk mengetuk. Namun pelayan yang tadi mengantarnya sudah memberi isyarat untuk Kenji segera masuk. Dengan tangan gemetar Kenji akhirnya mengetuk pelan, lalu membuka pintu. Kazuma sudah menunggu di balik meja Kerjanya, dengan tatapannya menembus, penuh wibawa.

“Kenji,” panggilnya singkat.

“I-iya Pa.” Kenji menunduk, berjalan pelan ke depan meja, lalu berhenti beberapa langkah dari kursi Kazuma.

Kazuma memperhatikan sejenak, dari ujung kepala hingga kaki. Luka di tangan anaknya itu tidak luput dari matanya. Helaan napasnya tipis terdengar, tapi suaranya tetap datar.

“Duduklah, ada yang kita perlu bicarakan.” kata Kazuma dengan datar.

Kenji menelan ludah. Jantungnya berdetak kencang, rasa cemas menyelimutinya. Ia duduk perlahan di kursi yang berhadapan dengan papanya.

Ruangan itu tiba-tiba terasa sesak. Suasana hening begitu mencekam, hanya terdengar detak jarum jam dan gesekan kertas di meja.

Kenji menggenggam tangan di pangkuan, mencoba menenangkan diri. Ia tahu pembicaraan malam ini bukanlah hal sepele.

Kedua hanya diam satu sama lain. Hingga Kazuma menyandarkan tubuhnya ke kursi, dan masih menatap putranya dengan sorotan tajam.

“Papa sudah lama diam, Kenji. Tapi papa ingin malam ini untuk kau jujur ke papa.” Kazuma menatap ke arah Kenji yang sedang menunduk.

Mendengar perkataan papanya membuat Kenji langsung menegang. Hatinya semakin berdebar dan kacau.

“Apakah papanya … sudah tahu?” pikirnya panik.

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!