NovelToon NovelToon
Di Balik Tawa Ibu Mertua

Di Balik Tawa Ibu Mertua

Status: tamat
Genre:Cinta Lansia / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Konflik etika / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:440k
Nilai: 5
Nama Author: Uul Dheaven

Arumi tidak menyangka. Jika tawa Ibu mertua nya selama ini, hanya lah untuk menutupi lu-ka yang ada di dalam diri nya. Ibu mertua yang begitu baik, ternyata selama ini hidup tersik-sa di rumah nya. Beliau bukan hanya di sik-sa oleh kakak ipar nya Arumi. Tapi juga Abang ipar nya. Mereka berdua, benar-benar manusia yang tak punya hati.

Sanggup kah Ibu mertua nya Arumi bertahan dengan kelakuan anak dan menantunya? Atau, apakah Arumi bisa membawa Ibu mertuanya pergi dari neraka itu?

Ayo temukan jawaban nya langsung! Baca nya jangan lompat-lompat, ya. Biar author semangat nulis nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uul Dheaven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Pagi-pagi sekali, Romi sudah merapikan rumah dan berbelanja. Ia berjalan kaki untuk berbelanja karena di rumah itu, tidak ada apapun untuk ia pakai.

Padahal, beberapa bulan yang lalu. Abang nya meminta uang untuk membeli sepeda motor. Alasan nya, supaya lebih mudah membawa Ibu mereka ke puskesmas.

"Kau Romi, kan?" Tanya salah satu Wanita paruh baya, yang juga sedang berbelanja.

"Iya, Bu. Saya Romi anak nya Bu Aminah."

"Akhirnya pulang juga kau, Romi. Apa kau tak kasihan pada Ibu mu? Kau bekerja tapi tak pernah mengirimkan uang. Untung ada Abang mu yang rela merawat Ibu mu itu."

"Maaf, dari mana anda tahu jika saya tidak pernah mengirimkan uang? Apa setiap hari anda nongkrong di rumah saya?"

"Nggak perlu nongkrong pun sudah bisa di pastikan."

"Bagaimana kalau apa yang anda katakan itu salah?"

"Ya mana saya tahu. Pokoknya kamu itu jangan jadi anak durhaka."

Salah satu wanita yang mengajak Romi bicara, langsung pergi begitu saja. Untung saja Romi masih bisa menahan rasa kesal nya.

"Tak perlu di dengarkan omongan itu, Nak Romi. Ibu percaya kok, kamu anak yang baik. Malah Ibu tidak percaya sama Abang mu dan Istrinya itu."

"Kenapa Ibu bisa berbicara seperti itu?"

"Ibu tak pernah melihat kakak ipar mu belanja. Padahal kaki Ibu mu susah untuk di pakai berjalan. Bahkan, Abang mu pernah lewat begitu saja dan tidak mau memberi Ibu mu tumpangan.

Dengan barang belanjaan yang sangat banyak. Abang mu hanya berlalu begitu saja. Ibu sedih sekali rasa nya."

Ibu pemilik warung pun menceritakan apa yang ia tahu dan ia lihat selama ini. Romi benar-benar tak sanggup menahan air mata nya.

Ia di rantau bahkan berhemat agar bisa mengirim kan uang untuk Ibu nya. Tapi Abang dan Kakak ipar nya, malah melakukan hal yang buruk.

Romi pun bergegas pulang dan memasak untuk Ibu nya. Setelah semua nya selesai, mereka pun makan bersama.

Romi dan Bu Aminah, sama sekali tidak membahas apapun. Romi pun makan dengan diam.

"Wah, anak Ibu semakin pintar masak ya. Padahal dulu kamu tidak pernah ke dapur." Ucap Bu Aminah sambil tersenyum.

Senyuman Ibu nya membuat Romi malah semakin ingin menangis. Terakhir kali ia melihat sang Ibu, tidak sekurus itu.

Pakaian nya pun, sudah bertahun-tahun tidak di ganti. Romi masih ingat, kapan pakaian itu di beli oleh sang Ibu.

"Bu, apa benar Bang Dika tidak pernah memberi Ibu uang?"

"Romi, Ibu sedang tidak ingin membahas hal ini."

"Baiklah."

Romi pun diam dan segera menyelesaikan makan nya. Ia langsung ke belakang dan merenung di dalam kamar milik sang Ibu.

Tiba-tiba saja, ia mendengar suara yang tak asing di depan sana.

Prang...

Suara piring yang berjatuhan dan teriakan seorang wanita, membuat Romi ingin melihat apa yang terjadi.

"Bagus ya, Bu. Kalau kami tak ada. Ibu malah makan enak. Dari mana semua ini? Apa Ibu mencuri uang kami? Sayang, lihat lah kamar kita. Pasti Ibu mencuri uang kita."

"Bu, apa kenapa Ibu begini? Kenapa Ibu tega mencuri uang kami? Ibu kan tahu jika Dika perlu uang untuk anak dan Istri."

Bu Aminah hanya diam saja. Ia tidak ingin mengatakan apapun. Inilah yang paling ia takuti. Pasti Romi saat ini, mendengar kan apa yang di katakan oleh Anak dan juga mantu nya itu.

Bruk..

Bu Aminah tiba-tiba saja terjatuh karena di dorong oleh cucu nya itu. Kaki yang sakit, tidak mampu menahan tubuh nya. Ia jatuh terhuyung ke belakang.

"Rasakan nenek tua! Itu sih akibat nenek mencuri uang Ayah ku."

"Nenek tidak pernah mencuri uang Ayah mu, nak."

"Lalu, dari mana semua makanan enak ini? Bahkan selama ini, nenek kan makan nya cuma nasi basi dan garam."

"Yasudah! Begini saja. Lupakan masalah uang yang Ibu curi. Kali ini Dika maafkan kesalahan Ibu. Asalkan, Ibu tanda tangan surat ini."

"Surat apa?"

"Dika butuh banyak modal usaha. Rumah ini bisa di gadaikan."

"Tidak. Ibu tidak mau tanda tangan."

"Kalau Ibu tak mau tanda tangan. Maka, jangan salah kan kami, kalau Ibu kami masukkan ke dalam penjara."

Mata Aminah membulat sempurna. Ia benar-benar tak menyangka Dika akan Setega itu. Air mata lolos begitu saja dari pelupuk mata nya.

"Jadi, seperti ini perlakuan kalian terhadap Ibu selama ini?" Ucap Romi yang sejak tadi mendengar apa yang dikatakan oleh Abang nya.

Ia sengaja bersembunyi terlebih dahulu untuk mengetahui seperti apa perangai Abang dan juga Kakak ipar nya itu. Bahkan, anak mereka pun sama.

"Romi, sejak kapan kau pulang?"

Bukan nya menjawab, Romi malah membantu sang Ibu untuk duduk kembali di atas kursi. Ia tahu, Ibu nya meringis menahan rasa sakit akibat rematik.

"Kenapa kalian malah menuduh Ibu, hanya karena Ibu makan enak hari ini?"

"Ini, lihat saja pintu kamar kami yang terbuka."

"Aku yang mendobrak nya. Karena aku mengira, kamar itu adalah kamar Ibu."

Mereka berdua terdiam. Baik itu Dika dan juga Ayu, mereka tidak bisa menjawab apapun.

"Om Romi, bagi duit lima puluh ribu. Aku mau top up game ini."

"Duit? Anak sekecil ini udah tahu duit sebanyak itu?"

"Jelas dong. Kata Ayah Doni kan, Om Romi banyak duit."

Romi hanya tertawa saat mendengar kan keponakan nya itu berbicara. Entah seperti apa didikan kedua orang tua nya itu. Romi benar-benar tak habis pikir.

1
dnr
ada ya org kya dika sma ayu
Violet
Mauuuu... pny ibu mertua sprti Ibu Aminah tuh rasanya disayang2 tiap saat 🥰 Benar2 Ibu keluarga cemara. Keluarga no 1 tp itupun balik lg ke pribadi masing2 mau jd pribadi yg lbh baik lg atau makin terjerumus penyakit hati.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🤗
kalea rizuky
bner mertua oon
kalea rizuky
mertua oon ikut anak mu yg baik bodoh amat soal kenangan wong suami mu uda mati apaan ya yg mau di kenang dripada nyesekk
Anonymous
biar ibu mertuanya sadar kl anaknya tdk bisa sipercaya
Budy Firmansyah
hahaa😄😄😄😄😄...baru kali ini baca nivel bisa ketawa lepas......anjay...makanann basi buat ayam
..tololl😄😄
Fitri Zamzam
dari cerita ini kita bisa melihat hukum tabur tuai itu nyata adanya. dan ketika uang dan kekuasaan digunakan dengan bijak dan benar maka semua kebaikan akan tumbuh sekalipun itu dilingkungan orang2 jahat😊
Nur Lela
luar biasa
fitriani
wkwkkwkwwkk berasa udah menang eh tawnya malah zonk🤣🤣🤣
fitriani
gitu lah manusia giliran susah minta bantuan malah marah2
fitriani
untung romi datang tepat waktu
fitriani
hadeh akhirnya si kampret yg terobsesi sama arumi nongol😏😏😏
fitriani
oalah ternyata bapaknya darma beli kucing dalam karung toh🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
dahlah pasti setelah ini emaknya darma tantrum dan terjadinya perang dunia🤣🤣🤣🤣🤣🤣
fitriani
astaga bnr2 kacau balau keluarga si darma ini.... emaknya kebangetan sombong.... si darma gila.... bapaknya cari bini baru saking muaknya sama emaknya darna.... dahlah hancur lebur aja sekalian semuanya kl perlu sebentar lagi emaknya darma juga ikutan gila aja biar makin seru🤭🤭🤭🤭
fitriani
nah kan akhirnya emaknya si darma jadi jandes gara2 kesombongannya itu
fitriani
y Allah ngerinya gara2 pada mau semuanya dgn cara instant jadinya mati dan jadi pembunuh..... ayu yg ingin hidup enak malah mati d tangan darma dan darma yg terobsesi sama laras dan pakai jalan pintas malah jadi pembunuh
fitriani
nah bnr itu kata bapaknya darma sekalian aja tuh cariin juga bwt dy biar adil🤭🤭🤭🤭🤭
fitriani
dan ini adalah awal neraka bwt sinta
fitriani
ngeri bgt sama pelet2 dan hal2 mistis gitu percaya gak percaya tapi nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!