TAHAP REVISI!!!
Viola Larasati Adiwijaya seorang gadis dari keluarga ningrat , tapi entah kenapa dia justru malah memyembunyikan identitas aslinya
memilih menjadi gadis biasa dan mengurusi cafe serta kedai bersama kedua sahabatnya Mona dan juga Cindy
Rayhan Dirgantara terkenal dengan sikap dingin serta cuek , tapi mempunyai masalalu yang cukup kelam hingga membuatnya menjadi lelaki berhati dingin
Akan kah sikap Rayhan berubah ketika keluarga menjodohkan dengan seorang gadis yang baru pertama kali ia temui?
Bagaimana kisah selanjutnya , Mari kita simak di novel ku ini . Pikiran halu ku sepanjang hari akan aku tuangkan di dalam novel ini , apabila ada perkataan yang kurang baik dan tidak nyambung mohon di maaf karna author ini adalah penulis gadungan , hanya untuk mengisi waktu senggang dari pada ngelamun terus ngehayal lebih baik nulis biar gak setreess
Salam sayang dari author Cantik seperti aku ❤ jangan lupa like serta Komen tapi yang positive aja yah , terus kalo berkenan klik Vote 😘
Trimakasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
Selang beberapa menit Cindy keluar dari ruangan yang minimalis, mereka menyebutnya dengan ruangan pribadi
Ruangan tersebut tidak besar dan tidak kecil, ruangan yang minimalis untuk di gunakan menukar pikiran dan juga untuk mengisi laporan bulanan
Cindy berjalan menghampiri Violla, kemudian menepuk pundaknya cukup keras
Violla terlonjak kaget kemudian menoleh"Rapih bener bu, mau kondangan" Ucap Violla menggoda Cindy
"Ck, rapih salah berantakan salah" decak sebal Cindy "Tau ah gue mau jalan sekarang"
"Ya udah sono jalan, si dosen Bambank udah nungguin lho noh" jawab Violla terkikik geli
"Najis" jawab Cindy bergidik ngeri"Gak usah maksain kerja kalo udah ngerasa capek, si Mona bentar lagi juga balik" Lanjut Cindy membuka pintu
"Udah ah sono bawel banget dah kayak nyokap gue aja" jawab Violla
"Gue gak mau kena semprot tante Laras, berabe entar. Gaji kagak dapet yang ada malah ceramahan gratis" lanjut Cindy mencondongkan kepalanya
"Masih aja bisa jawab, udah sono sih si Bambank udah nungguin noh" jawab Violla tertawa
Cindy hanya mencebikkan bibirnya kemudian pergi meninggalkan Cafe
"Dek" salah satu pengunjung cafe melambaikan tangannya
Dengan gesit Viola berjalan mendekati penggunjung cafe tersebut seraya memberikan buku menu yang dia pegang
🐾🐾🐾🐾🐾
Mona keluar dari kelas dengan langkah gontai, banyak sekali materi yang dia dapatkan hari ini membuat otak Mona rasanya ingin keluar saja
Apalagi dosen killer nan genit itu selalu saja memandang ke arah Mona dengan tatapan lapar, membuat Mona merasa tidak betah dan ingin cepat keluar
Ketika Mona sudah membuka pintu Cafe hal pertama yang ia cari adalah Violla, tapi sayang nya mata cantik milik Mona tidak mendapatkan keberadaan Violla
"Dimana Violla" tanya Mona menghampiri Gadis, salah satu karyawan Cafe
"Ada di dalam mba, tadi katanya mau istirahat" jawab Gadis
Mona berjalan melewati para pengunjung Cafe, dan menyapa mereka dengan senyum manisnya
"Hai Mon" Sapa salah satu pengunjung Cafe
Mona menatapnya dengan malas, tapi dia juga tetap memberikan senyum manisnya meskipun terpaksa "OH hai kak Ervan, udah lama" tanya Mona basa-basi
"Lumayan sih, baru balik lho" tanya Ervan
"Seperti yang lho lihat" jawab Mona dengan sinis
"Dih biasa aja kali jawabnya, gak usah sinis gitu juga kali" jawab Ervan melempar kulit kacang
"Woi ini sampah, set dah di pikir gue ini tempat sampah" Ucap Mona menghindar "Mana dua curut yang selalu sama lho kak, tumben banget ganti personil" lanjut Mona kemudian
Seorang lelaki yang duduk di sebelah Ervan, mengkerut kan alisnya mendengar pertanyaan Mona
"Gue gak tahu" jawab Ervan enteng " Ngapa lho nyari mereka, kangen" lanjut Ervan menggoda Mona
"Dih sorry yah, bukan tipe gue mereka mah" jawab Mona kemudian melenggang pergi meninggalkan Ervan
"Untung cantik, kalo gak udah gue beri" gumam Ervan memandang kepergian Mona
Mona berjalan ke arah ruangan yang bersebalahan dengan Meja kasir, membuka nya secara perlahan takut jika Violla sedang tidur
"Hai mami Mona" panggil Violla mendongak kan kepalanya
"Kampret, gue pikir lho molor" jawab Mona berjalan menghampiri Violla "Geseran ngapa"
"Ilah, masih ada sofa yang lain juga" jawab Violla menggerutu tapi tetap menggeser juga
"Capek gue" ucap Mona memejamkan matanya
" Gue juga capek Mon, gila aja banyak banget yang datang nih hari" jawab Violla yang asyik memainkan ponselnya
"Chatan sama siapa lho, cowok yah" tuduh Mona merampas ponsel Violla
"Ilah Mon, enggak. Gue mau belanja online" jawab Violla mencoba merampas ponselnya"Balikin ogeb" teriak Violla
"Awas lho chatan sama cowok, gue kebiri entar" ancam Mona menyerahkan ponsel Violla
"Dih mang cewek bisa di kebiri, sadis bener sih lho" jawab Violla kembali memainkan ponselnya
"Cowoknya yang gue kebiri, lho nya gue laporin ke tante Laras"
"Jahat banget sih lho jadi temen, gak seru ahhh"
"Inget yah Violla sayang lho itu..
"Iya iya udah hafal gue mah, penuh nih otak masalah perjodohan gak di rumah gak di sini sama aja"
"Eh ogeb, gue juga kan di suruh sama tante Laras. Woi lho mau kemana"
"Cari angin"
Wah Dima gak sabaran ya..😂😜