Cerita ini berawal dari seorang gadis cantik bernama Tari yang sedang melakukan KKN disebuah desa terpencil dipinggir laut. Ia bertemu dengan seorang pemuda yang sedang terjebak di desa itu karena mengalami amnesia.
Mereka pun akhirnya menjalin sebuah hubungan karena merasa saling menyukai, bahkan hubungan mereka sudah melampaui batas sampai Tari bisa hamil anak dari pemuda itu.
Tapi saat pemuda itu ingin mempertanggung jawabkan perbuatannya, ia ditemukan oleh keluarganya yang ternyata adalah pemilik kerajaan bisnis di kota J.
Dan lebih mengejutkan lagi ternyata ia sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah, ia terpaksa meminta kakaknya yang sekaligus pewaris utama perusahaan keluarganya untuk menikahi Tari yang saat ini mengandung anaknya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya??? ikuti terus yah novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enni Chaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersimpuh Diatas Sajadah
Mansion Keluarga Faresta
"Zafran, apa kamu udah bawa Tari periksa kedokter kandungan sayang?" Tanya mama Elisa saat mereka sedang bersantai diruang keluarga.
"Apa perlu ma? Kandungan Tari masih baru," balas Zafran.
"Aku baik-baik saja kog ma, nanti kalau ada keluhan aku akan kedokter sendiri," sela Tari.
"Meskipun masih baru dan tidak ada keluhan yang berarti, kamu sebaiknya bawa Tari periksa ke dokter kandungan supaya dikasi vitamin untuk tumbuh kembang janinnya," nasehat mama Elisa.
"Kalau kamu sedang sibuk, mama bisa menemaninya," tambah mama Elisa.
"Besok aku akan mengantarnya." Mama Elisa tersenyum tipis mendapat jawaban putranya.
Ia sangat tahu kalau Zafran selama ini sangat dingin pada semua wanita yang mendekatinya tapi didekat Tari, mama Elisa bisa merasakan sikap dingin Zafran bisa sedikit mencair.
Tari yang berada didekat Zafran ikut terhenyak dengan ucapan Zafran, ia seolah tidak percaya Zafran bersedia mengantarnya periksa ke dokter.
"Aku naik dulu Ma, pengen istirahat," ucap Zafran sambil berdiri.
"Aku juga ma." Melihat Zafran berdiri, Tari juga ikut berdiri.
"Iya sayang, good night," jawab mama Elisa pada keduanya.
Mereka pun berjalan kearah lift yang akan membawa mereka kelantai dimana kamarnya berada. Zafran langsung menuju meja kerjanya setelah masuk kedalam kamar, sementara Tari memilih duduk disofa sambil sesekali memperhatikan Zafran yang berada disudut kamar.
"Tidurlah, wanita hamil tidak baik terlalu lama terjaga, kamu butuh banyak istirahat." Ucap Zafran melihat Tari masih duduk disofa.
"Tapi aku belum mengantuk mas," jawab Tari membuat Zafran menghela nafas berat.
"Mas, perutku terasa kram" pangggil Tari dengan sedikit meringis. Karena letak sofa dan meja kerja Zafran agak berjauhan, Zafran tidak bisa mendengar jelas ucapan Tari.
"Mas." Zafran baru menengadahkan kepalanya mendengar suara Tari setengah berteriak.
"Kamu kenapa Tar?" Tanyanya sambil berjalan cepat kearah Tari.
"Tadi tiba-tiba perutku kram mas, tapi cuma beberapa detik, sekarang aku merasa agak kembung," balas Tari memegangi perutnya.
"Aku akan telfon dokter sekarang," ucap Zafran terlihat panik.
"Nggak usah mas, ini memang biasa pada usia kemhamilan sekarang. Aku sudah browsing di google, aku hanya butuh minyak kayu putih." Jawab Tari.
"Apa kamu yakin?" Tari hanya mengangguk menjawab pertanyaan Zafran.
"Tolong ambilkan minyak kayu putih dilaci nakas, mas."
"Kamu lebih baik pindah ke tempat tidur saja. Apa kamu tidak bisa jalan?" Tanya Zafran.
"Ambilkan minyak kayu putih saja dulu mas."
Zafran tidak melakukan apa yang disurukan oleh Tari. Ia malah mendekat kearah Tari dan menggendongnya menuju ketempat tidur. Kedua mata Tari membelalak dan mulutnya membulat sempurna karena terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Zafran. Tari merasa jantungnya berhenti berdenyut dan aliran darahnya berhenti memompa. Untuk pertama kalinya ia berada tanpa jarak dengan Zafran. Ia bisa mendengar denyut jantung Zafran yang masih teratur.
"Terbuat dari apa orang ini, apa memang ia sama sekali tidak merasakan getaran berada sedekat ini denganku?" Batin Tari.
"Dimana minyak kayu putihnya?" Tanya Zafran setelah meletakkan Tari pelan-pelan diranjang.
"Dilaci paling bawah mas," jawab Tari sambil mengatur kembali nafasnya yang berhembus kencang.
"Ini."
"Apa mas bisa berbalik sebentar? Aku mau mengolesi perutku," ucap Tari pada Zafran yang masih berada didekatnya.
"Aku akan mengambilkanmu air hangat," balasnya lalu berbalik ke meja dekat sofa untuk menghangatkan air dari pemanas air listrik disana.
Setelah airnya sudah hangat, Zafran melirik sekilas kearah Tari, ia melihat Tari sudah mengoleskan minyak kayu putih pada perutnya.
"Ini, minumlah dulu supaya perutmu lebih enakan." Tari mengambil gelas berisi air hangat dari tangan Zafran.
"Makasih mas," balasnya.
"Aku lihat diyoutube ibu hamil biasanya minum susu tapi kenapa kamu belum minum apa-apa?" tanya Zafran duduk diujung tempat tidur.
"Iya mas, aku akan membelinya besok," jawab Tari.
"Sepulang dari dokter besok, aku akan membawamu belanja semua keperluanmu." Ucapan Zafran lagi-lagi membuat Tari terperangah.
Yang ia dengar dari mama Elisa semua kebutuhan pribadinya dilayani oleh pelayan hingga ia bahkan tidak pernah ke swalayan membeli sesuatu.
"Aku bisa sendiri kog mas, nggak usah repot-repot menemani," kata Tari merasa tidak enak.
"Kamu tahu kan aku paling tidak suka dibantah," balas Zafran.
"Baiklah mas."
Tari sebenarnya masih bingung mengartikan perhatian Zafran yang seolah memaksakan, tapi ia sepertinya mulai terbiasa dengan semua itu.
"Sekarang tidurlah kalau kamu sudah merasa agak baikan," ucap Zafran melihat Tari tidak meringis lagi. Tari mengangguk kecil membalas ucapan Zafran.
Zafran kemudian berjalan kearah sofa, ia tidak bisa lagi melanjutkan pekerjaannya karena fikirannya sudah penuh dengan hubungannya bersama Tari.
"Huft...hubungan seperti apa sebenarnya yang sedang aku jalani bersama wanita ini." Guman Zafran sambil menarik nafas berat dan membuangnya kasar.
Lama ia menatap punggung Tari yang sudah tidur membelakanginya. Entah ia sudah terpejam atau tidak, Zafran tidak tahu. Malam semakin larut tapi mata Zafran semakin susah terpejam. Barulah menjelang dini hari matanya mulai lelah akhirnya ia tertidur sambil bersandar disofa.
Tari terbangun menjelang subuh. Saat ia berjalan menuju kamar mandi, langkahnya terhenti didekat sofa tempat Zafran tidur. Ditatapnya lekat-lekat pria yang saat ini sudah berstatus suaminya itu. Ada rasa kasihan yang menyeruak dihati Tari melihat Zafran tidur disofa sambil menengadah keatas memperlihatkan dengan jelas raut wajahnya yang sangat tampan tapi terlihat sendu dan kesepian. Tubuhnya seolah tidak merasakan hawa pendingin ruangan yang sudah hampir membuat badan Tari membeku.
Tari berbalik ketempat tidurnya mengambil selimut dan kembali kedekat Zafran menutup pelan-pelan tubuh Zafran dengan selimut yang baru diambilnya sampai batas leher. Mungkin karena terlalu lelah Zafran bahkan tidak melakukan lergerakan kecil ketika Tari mondar mandir didekatnya. Ia hanya sedikit menggeliat saat Tari menutupinya dengan selimut.
Tari kemudian melanjutkan langkahnya kekamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ia sudah lama tidak bersimpuh dalam waktu panjang diatas sajadahnya. Ia akan langsung berdiri setelah melaksanakan kewajibannya.
"Ya Tuhan, maafkan segala kesalahan yang sudah aku lalukan baik yang aku sengaja maupun tidak. Kalau ini hukuman untukku, aku ikhlas menerimanya tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaikinya lewat rumah tanggaku sekarang. Bantu aku menjadi istri yang baik untuk mas Zafran. Tolong beri kami jalan untuk saling menerima satu sama lain. Hilangkan dalam hatiku perasaan yang tidak pantas untuk laki-laki lain."
Diujung kalimatnya, air mata Tari sudah tidak bisa terbendung lagi. Ia bahkan semakin terisak mengingat semua kesalahan-kesalahannya sampai ia harus berada dirumah ini sekarang meninggalkan kedua orangtuanya.
Zafran membuka matanya pelan-pelan mendengar suara isakan Tari.
"Tari, kamu kenapa?" Tanyanya merasa heran.
"Mas!" Tari bangkit dan langsung menghambur kearah Zafran.
Zafran terkejut dengan sikap Tari tapi ia tidak bisa berkata apa-apa karena Tari sudah terlanjur memeluknya.
❤️ Mommy datang sayang, semoga suka yah dengan alur ceritanya, happpy reading guyz😘🤗
❤️ Kalau dengan hati susah menumbuhkan perasaan maka hadirkan ia dalam difikiranku setiap detik agar saat fikiranku sudah dipenuhi oleh dirinya, hati bisa mengalah dan perlahan rasa itu datang...# Tari❤️