Cerita ini menceritakan tentang seorang gadis desa yang tidak memiliki pendidikan, bahkan untuk sekedar membaca pun gadis itu tidak bisa.
Tiba-tiba saja dunia nya berubah dalam sekejap mata, ada orang yang mengakui sebagai ibu kandung nya, dan tiba-tiba harus menikah dengan pria yang tidak iya cintai bahkan tidak pernah iya kenali membuat kehidupan menjadi 99 % berubah drastis.
Shofie❤ Alvaro
Shofia❤ Alex
Sloww Update 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nilam nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memulai hidup baru.
H A P P Y R E A D I N G..
🌹🌹🌹🌹🌹
Shofie merasa tubuhnya seperti di lilit sesuatu dan susah di gerakan, ternyata Shofie tadi ketiduran setelah perdebatan nya tadi siang bersama mertua adik ipar dan calon pelakor di rumah tangganya, Shofie membuka matanya dan sudah iya duga jika tangan kekar yang melilit di tubuhnya itu adalah tangan Alvaro suaminya.
Matanya menelaah melihat jendela yang tertutup pertanda jika siang sudah berganti malam." Astaga aku melewatkan makan siang dan makan malam ku. " batin Shofie.
hembusan nafas Alvaro terasa di leher Shofie yang membuat Shofie kegelian, mencoba untuk melepaskan dirinya dari dekapan Alvaro namun sepertinya pria itu malah mempererat pelukan nya yang mana membuat Shofie mendengkus lalu menghela nafas kesal dan pasrah.
" aku sesak!! bangun." Shofie mengoyang-goyangkan tubuhnya, tapi yang di rasakan Alvaro jelas bukan goyangan kecil melainkan gesekan yang membuat nya terangsang.
Masih dengan posisi yang sama seolah engan merubah posisi tidurnya, sebenarnya Alvaro tidak tidur dia hanya pura-pura tertidur.
Lagi-pagi Shofie merasakan tubuhnya bagai tersengat listrik, apalagi sekarang Alvaro yang sedang menciumi pundak nya.
"kamu mau ngapain?." Shofie cemas dan merasa tegang.
Pura-pura budeg dan tak menghiraukan ucapan Shofie dan malah menyibakan rambut panjang Shofie dan menghirup dalam aroma rambut Shofie, dan lagi-lagi Shofie merasa merinding mendapatkan perlakuan yang tidak biasa dari Alvaro.
Alvaro membalikan tubuh Shofie agar menghadap ke arahnya, seketika netra mata keduanya saling menatap dalam diam.
Alvaro memberikan kecupan ke setiap inci wajah istrinya, di mulai dari kening, mata, hidung, berakhir pada bibir Shofie.
"Hempphhh..!!"Shofie ingin bersuara namun bibirnya dengan cepat di bekap oleh bibir Alvaro.
Ciuman mendadak itu membuat Shofie melotot tapi anehnya tubuhnya malah diam dan tangan nya pun seolah tidak berdaya. "Hey tangan bodoh kenapa kamu diam, lawan cepat."batin Shofie mengutuki tangan nya yang tidak bergeming.
"Ciuman nya sangat lembut, astaga otak ku sudah mulai tercemar." Batin Shofie lagi.
Alvaro melepaskan pagutannya, menatap Shofie yang melotot ke arahnya. iya tersenyum lalu mengulangi kembali apa yang telah di lakukan nya pada Shofie tadi, keduanya larut dalam gelora hasrat yang mulai membara meminta lebih.
"Kamu kenapa?." tanya Alvaro yang melihat mata Shofie sembab.
" tidak apa." Jawab Shofie masih malu meski mereka berdua hanya melakukan sebatas ciuman saja.
"Tatap mata aku, kamu kenapa? jangan memendam rasa perih sendiri, kita sudah menikah duka mu adalah duka ku, dan kebahagian mu adalahmkebahagian ku." Alvaro menatap wajah istrinya dalam-dalam.
Shofie terdiam lalu ragu-ragu iya menatap wajah pria yang kini berstatus sebagai suaminya itu, lalu menghela nafasnya berat.
"Jika aku berbicara tentang suatu hal yang menyangkut keluargamu apa kau akan mempercayaiku?." tanya Shofie.
"tentu kau istriku, aku akan mempercayaimu." Jawab Alvaro tanpa ragu.
Shofie kembali menghela nafasnya. " Ibumu membawa gadis, aku rasa ibumu mencoba untuk menyudahi pernikahan kita." Shofie terdiam sejenak.
"meski hubungan kita karna perjodohan yang tidak pernah aku harapkan tapi aku tidak akan membiarkan mereka merusak rumah tangga ku, aku memang belum mencintaimu tapi aku akan berusaha untuk bisa mencintaimu." Ucap Shofie dengan wajah yang penuh kejujuran.
Alvaro terdiam mendengarkan kejujuran dari mulut istrinya, lalu tangan nya mengusap pelan rambut Shofie." Dengarkan aku Shofie, tidak akan ada yang bisa mrmisahkan kita, kau tahu bukan aku mencintaimu jadi aku pastikan tidak akan ada wanita manapun yang bisa menggantikan mu di hatiku." Tutur Alvaro lembut.
"Maaf karna aku belum bisa membalas cintamu." jawab Shofie pelan sambil menunduk malu.
"belum bukan berarti tidak bukan." Alvaro tersenyum lalu." Aku akan membuatmu mencintaiku." Ucap Alvaro seraya tersenyum.
"Caranya?." Tanya Shofie yang memang belum pernah merasakan jatuh cinta ataupun mencintai.
Alvaro menatap Shofie yang langsung di balas dengan tatapan penasaran dari wajah sang istri, "Aku akan melakukan nya dengan sangat pelan, aku janji." Ucap Alvaro sambil tersenyum.
Shofie mengaruk kepalanya yang tidak gatal." Maksud nya apa? apa yang pelan? kenapa harus memakai janji." tutur Shofie tidak mengerti.
Kepolosan Shofie membuat Alvaro terkekeh. "istriku sangat menggemaskan, bahkan masalah memproduksi pengoboran panas pun dia tidak tahu." Alvaro menggelengkan kepala lalu membawa Shofie kedalam dekapan nya.
"Hemphhhh.. ! " Shofie dibuat bungkam kembali dengan serangan mendadak dari suaminya.
"Apa ini saatnya? aku sudah menjaganya sampai pria halal ini mengambil nya, catat lah amal baik ku ini." batin Shofie yang masih sempat-sempat nya membatin.
Alvaro dan Shofie nampak sudah memanas dengan Shofie yang berada di kungkungan Alvaro.
"Kamu siap?." Tanya Alvaro sebelum iya melakukan hal yang lebih panas lagi.
Shofie mengangguk kan kspalanya." Ya aku siap." Jawab Shofie dengan deru nafas yang sudah tidak bisa dibilang normal.
Alvaro memulai aktivitasnya sampai iya mendengar suara desahan kecil yang seperti tertahan." Keluarkan desahan mu sayang, dan panggil aku dengan kata sayang." Ucap Alvaro masih dengan aktivitasnya yang panas.
Shofie menjambak rambut Alvaro tak hanya itu bahkan saat detik-detik awal nya Shofie mencakar pungung Alvaro dengan keras karna merasakan sesuatu benda tumpu yang seperti merobek area sensitifnya.
Alvaro tersenyum saat melihat darah segar yang ada di seprey dengan susah payah iya kembali memasukan adik nya kedalam sangkar nya dan saat puncaknya yang pertama untuk nya Alvaro langsumg mempercepat gerakan nya sampai iya merasakan apa yang selama ini iya bayangkan.
Sedangkan Shofie tidak bisa berkata apa-apa tubuhnya serasa di sengat listrik bahkan Shofie merasakan jika area sensitifnya sekarang sedang merasakan sakit tapi entah kenapa saat Alvaro kembali memasukan adiknya Shofie tidak merasakan sakit melainkan rasa nikmat yang belum pernah iya rasakan sebelum nya.
"Kenapa ini terasa enak? apa ini yang namanya cinta?."
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Slow Upp 😅