NovelToon NovelToon
Cinta Satu Malam Sang CEO

Cinta Satu Malam Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahkontrak
Popularitas:981.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Putry Jubaidah

Luna gadis remaja yang pintar dan ceria diusianya yang terbilang masih muda dia dihadapkan dengan kenyataan keluarga yang berantakan dan ayahnya sakit parah yang membutuhkan banyak uang untuk penyembuhannya, dia mengorbankan segalanya demi kesembuhan sang ayah, sampai merenggut masa depannya. dia bekerja keras demi bisa menghidupi keluarga dan merawat ayahnya seorang diri sampai pada akhirnya yang ia lakukan merubah hidupnya. keputusan yang ia ambil demi ayahnya mengakibatkan banyak hati yang terluka namun ia tetap berusaha tegar untuk melewati semuanya.

dia terpaksa menjual dirinya demi mendapatkan uang untuk biaya operasa ayahnya semua itu bisa terjadi atas bantuan dokter yang menangani ayahnya.

Namun sampai semua itu terjadi dia tak pernah tau siapa lelaki yang sudah membelinya yang pasti lelaki itu sangat tampan. luna berusaha melupakan yang terjadi malam itu dan memulai kehidupan baru tetapi masalalu itu kembali yah lelaki itu muncul dikehidupannya dan itu membuat tak nyaman hidup luna, kehidupan masalalu luna yang kelam benar benar tak ingin kembali dikehidupan nya yang baru, dia tak ingin jika orang lain tahu dan memgambil harta yang berharga yang selama ini dia rahasiakan dari semua orang dia tak ingin kehilangan harta yang ia miliki untuk kedua kalinya. apakah rahasia dan harta yang ia sembunyikan itu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putry Jubaidah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertanggung Jawab

Waktu menunjukan pukul 05.30 Wib Adit dan teman temannya sudah bangun Rina masih tertdidur karna semalam Rina susah sekali untuk tidur jadi baru pagi ini Rina memejamkan matanya.

Mereka solat kemudian memasak makanan dengan menu seadanya persediaan yang mereka bawa masih cukup banyak sehingga tak begitu kawatir untuk urusan perut.

"Roko bang biar Anget" Ucap Toni menyodorkan roko ke Adit.

"Thank u Ton"

"Mereka belum bangun yah" tanya Riko yang sedari tadi sudah duduk sambil menghisap Roko.

"Capek mungkin karna semalem abis tempur" ucap Toni.

"Hahahaa" Adit tertawa.

"Abang kenapa ketawa?" tanya Toni.

"Abang sebenernya lagi mikir kalau lala sadar dia pasti ngamuk besar"

"Udah lah terima aja kalau dia marah bang, ini juga karna terpaksa demi nyawa dia juga" ucap Toni.

Mereka terus mengobrol dengan menikmati pemandangan dipagi hari dengan secangkir kopi dan roko yang menemani obrolan mereka.

Tak terasa matahari pun sudah muncul dan memberikan kehangatan dipagi hari.

******

Lala perlahan mulai membuka matanya dia melihat sekeliling dan berusaha untuk bangun namun badannya terasa berat seperti ada tangan yang mencekram tubuhnya.

"Billy ngapain kamu disini" Teriak Lala yang terkejut melihat Billy ada disampingnya Lala dengan cepat sekuat tenaga mendorong Billy dan segera duduk sambil memungut bajunya dan segera memakainya.

"Kenapa bisa aku telanjang dan kenapa kamu ada disini" Lala masih terus berteriak.

Billy segera duduk mendekat ke Lala dan mencoba menenangkan Lala.

"La denger dulu penjelasan aku kenapa bisa kaya gini" ucap Billy.

"Menjauh jangan coba deket deket, jahat kamu Bil" tak terasa air mata Lala menetes dia kini sudah memakai bajunya dengan utuh.

"La denger aku La" tangan Billy hendak memegang Lala namun sayang ditepis oleh Lala.

"Kamu jahat Bil" Lala terus menangis dengan merangkulkan kedua tangannya kebadan Lala.

"La kamu semalem hipo La, aku terpaksa lakuin ini"

"Keluar kamu, keluaarrrr dari sini" Lala berteriak dengan sangat keras dan tentu saja suara mereka terdengar oleh teman temannya yang berada diluar.

Billy segera memakai bajunya dan keluar dari tenda dia tau Lala pasti marah jadi dia memilih keluar agar Lala bisa tenang.

"Gimana bil ?" tanya Adit.

"Lala Marah bang" jawab Billy.

"Udah biarin dulu dia tenang, panggil Rina Ton dia kan perempuan siapa tau dengan penjelasan Rina Lala bisa terima"

"Iya bang"

"Kamu sabar aja Bil"

"Aku gak papa bang" Billy tersenyum.

"Ngopi dulu bro biar gak panik" Riko

menyodorkan segelas kopi kepada Billy.

Toni pun menuju tenda utnuk memanggil Rina dan tak berselang lama arina dan Toni keluar dari tenda.

"Kenapa bang ?" tanya Rina

"Lala udah sadar Rin"

"Alhamdulilah syukur kalau dia udah sadar"

"Iya tapi dia keliatannya marah banget" ucap Riko.

"Coba kamu kedalem tenangin Lala dan sebisa mungkin jelasin dengan lembut apa yang sebenarnya terjadi"

"Iya bang"

Rina segera masuk ke tenda, Rina melihat Lala yang sedang meringkuk sambil menangis dia langsung memeluk Lala yang sedang menangis.

"La. Alhamdulilah kamu udah sadar" Rina memeluk Lala dengan erat cukup lama mereka saling berpelukan dan saling diam.

"Emang aku kenapa Rin, kenapa Billy bisa sama aku"

"Kita terpaksa ngambil tindakan itu La"

"Jelasin apa sebenernya yang terjadi Rin"

"Semalem kamu hipo parah La, kita udah lakuin berbagai cara yang kita bisa La tapi sampe dua jam lebih gak ada perubahan"

"Tapi kenapa harus kaya gini Rin"

"Kita terpaksa La kita juga gak pengen kaya gini, semalem kamu benar benar parah mungkin kalau Billy nggak ambil tindakan ini kamu bisa aja tewas La"

Lala terdiam mendengar penjelasan Rina dia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam, perlahan Lala ingat semalam saat dia habis menyelesaikan solat ia merasa sangat sangat dingin, tubuhnya tiba tiba saja kaku tak bisa digerakan dan tak lama dia tak sadar lagi apa yang terjadi dia merasa dirinya terbang dan berada di dimensi lain.

"Jangan marah sama kita ya La, terpaksa La kita kaya gtuh kita gak mau kehilangan kamu La" Rina menggenggam kedua tangan Rina.

Lala hanya terdiam tak bersuara dia seperti memikirkan sesuatu.

"Aku mau segera turun"

"Kamu yakin La, kamu udah kuat"

"Aku pengen cepet pulang Rin"

"Ya udah aku kasih tau yang lain dulu, kamu gak papa disini sendirian ?"

"Iya"

Rina segera keluar.

"Gimana Rin Lala marah ?" Tanya Riko saat melihat Rina keluar dari tenda.

"Pastilah"

"Terus ?"

"Dia bilang pengen turun sekarang juga bang"

"Ya udah kita siap siap ikutin aja maunya dia sekarang"

"Kalian belum makan Lala juga belum sebaiknya kalian makan dulu biar kita yang beres beres" ucap Riko.

"Iya bang aku bawa makanannya ke dalem sama Lala bang"

Rina membawa makanan dan masuk ke tenda Lala.

"Ingat yah saat nanti Lala keluar kita gak usah tanya, kita bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa"

"asiap bang" jawab Toni

"Kamu makan dulu Bil biar kita yang beres beres"

Billy hanya mengangguk langsung menyantap makanan yang ada dihadapannya kebetulan dia juga sudah lapar.

Setelah 10 menit Rina didalam dia pun keluar.

"Kenapa Rin?" tanya Adit.

"Lala gak mau makan bang udah Rina bujuk tapi gak mau juga"

Mendengar ucapan rina tanpa berbasa basi Billy beranjak dari duduknya dan masuk ke tenda Lala.

"Loh Bil kenapa dia malah masuk kesitu" ucap Rina.

"Udah biarin, kita kasih kesempatan Billy, mereka udah dewasa pasti bisa menyelesaikan masalahnya"

"Oke deh, ya udah aku juga beres beres dulu bang"

"Ngapain kamu masuk kesini?" tanya Lala yang cukup kaget melihat Bily masuk ketendanya.

Tanpa bicara Billy langsung mengambil makanan dan menyuapkannya ke Lala.

"Makan"

"Gak"

"Aku bilang makan"

"Gak mau aku gak laper"

"Buka Mulutnya"

"Nggak, aku bilang gak ya nggak"

"Kamu gak mau kan aku ngelakuin hal semalem sama kamu lagi disini"

Lala hanya terdiam mendengar ucapan Billy.

"Jangan kaya anak kecil kamu bilang pengen cepet pulang, perut kamu kosong dari semalam belum makan, kalau mau cepat pulang makan yang banyak"

"Aku gak laper"

"Jangan sampai nanti diperjalanan kamu seperti semalam dan kalau terjadi seperti itu lagi aku bakalan ngelakuin hal yang sama. apa kamu sebenernya seneng kalau aku ngelakuin itu lagi sama kamu?"

Lala melototkan kedua matanya kebilly dia merasa kesal karna Billy malah berkata seperti itu.

Tanpa berkata apapun Lala akhirnya mengambil dan memakan makanan yang sudah disediakan.

Tak butuh waktu lama Lala menghabiskan makannya kemudian Billy membantu Lala membereskan barang barangnya tak berselang lama Lala dan Billy keluar tenda.

"Kalian juga udah siap semuanya" Tanya Adit pada Lala dan Billy yang baru saja keluar.

Lala hanya diam tanpa menjawab dan tanpa ekspresi.

"Udah bang" jawab Billy.

"Ya udah biar abang beresin tenda Lala kalian istirahat aja dulu"

Mereka kemudian duduk disembarnag tempat, Lala duduk dekat dengan Rina.

"Ton bantu abang membereskan tenda Lala"

"Siap bang"

Suasannya sangat canggung tak ada obrolan diantara mereka semua teman teman Lala berusaha terlihat tidak terjadi apapun dan Lala juga berusaha harus tetap berpikir positif karna dia tidak mau kalau sampai terjadi hal hal aneh lagi pada dirinya.

Tak butuh waktu lama tenda Lala sudah tersusun rapih.

"Baiklah saya sebagai leader dalam perjalanan kali ini, sebelumnya kita berdoa dulu semoga perjalanan pulang kita selamat dan bisa sampai rumah dengan selamat, berdoa mulai"

"Posisi kita masih sama seperti Awal, dan usahakan untuk berjalan dengan jarak maksimal 3 meter"

"Siap bang"

"Jangan sampai ada yang terpisah kita semua harus saling membabantu dan mengingatkan"

"Baik bang"

Mereka kemudian melanjutkan perjalan turun langkah demi langkah mulai mereka jajaki.

1
Patima Rentua
lanjut
Winda Sitinjak
alasan billy satu malam dgn lala apa ya thor...
pena_sf:)
jijik banget ih Thor kamu jahat
pena_sf:)
si Bily sama kayak emaknya mulut nya gak bisa di jaga seenaknya ngeluarin kata kata gila emang
pena_sf:)
sakit tau dapet kenyataan kayak Adam gitu, menurutku cinta itu gak menyakiti kalo bersama Lala Adam malah kebayang masa lalu nya ya berarti dia gak bisa menerima Lala sepenuhnya
Ray
kurang ajar bgd tuh si billy
Kartina Gani
up
Kartina Gani
lanjut
Andi Ulfah
lanjut donk Thor
Masdalipa Siregar
pasti pria yg merebut mahkota nya./mr.b
Niti Hirawani Jayaningsih
waah keburu lupa daah
Niti Hirawani Jayaningsih
mana nih, kok lama sih ya , gantung sih..., bagaimana keadaan Billy ... biar gak lupaa...
Niti Hirawani Jayaningsih
tdk terdugaaaaa
Niti Hirawani Jayaningsih
dr awal ko plin-plan sih Lala...
Permata Trimurtin
lanjut donk thor
Arista Putri Evi
kok gak ada kelanjutanya
berlian merpati
lanjut Thor
berlian merpati
jangan jangan yg ngejebak Luna dan yg nyuruh dr danise itu paman dan bibinya si luna yg juga ngefitnah si Adam bilang Adam kalo dia yg udah sebarin berita kalo si luna itu pelacur karena kan paman dan bibinya nggak suka sama keluarga laluna Larasati dan buat ibudan bapak nya cerai juga si paman dan bibinya jangan jangan yg buat celaka bapaknya Luna juga ulah paman dab bibinya jadi curiga
Arzil Azy
up donk 10 episode sekaligus thor. tanggung nanget deh ceritanya.
Arzil Azy
lanjut thor sebelum aku move on dg judul yg lain. kok lama g d lanjut apa lala pingsan hamil lagi? mau lanjut gak nih. kalau ya tak tunggu
Arzil Azy: lanjut thor sebelum aku move on dg judul yg lain. kok lama g d lanjut apa lala pingsan hamil lagi? mau lanjut gak nih. kalau ya tak tunggu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!