"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dasar Aneh!
Tangan Logan membentuk kepalan sempurna. Wajahnya mulai memerah hingga kebelakang telinganya. Urat-urat di tangannya mulai keluar seiring dengan amarah yang membuncah di dadanya. Telinganya sungguh panas mendengar obrolan itu, beraninya mereka, membicarakan istrinya dengan pemikiran yang kotor.
Logan langsung membuka pintu dimana asal suara itu muncul, namun..... Keduanya sudah pergi. Logan mengambil langkah besar keluar toilet pria. Matanya langsung mencari kedua orang yang membicarakan istrinya.
Seperti serigala yang lapar, napas Logan tampak memburu. Dia menjadi pusat perhatian orang-orang yang berjalan didekatnya. Seolah ada yang aneh dengan tatapannya dan menakutkan.
"Kau lihat pria tadi?"
"Oh, yang keluar dari toilet itu?"
"Iya, tatapannya menakutkan sekali. Aku mengagumi ketampanan nya, tapi setelah melihat matanya.... Aku jadi takut."
Athena yang sedang menikmati salad buah nya langsung menegakkan telinga nya. "Pria? Di toilet. Menakutkan?" Athena menggelengkan kepalanya. "Tidak mungkin Logan, apa yang membuat nya begitu." Pikir Athena, dia kembali melanjutkan makannya. Tapi tak lama matanya langsung melihat ke arah toilet yang ramai.
"Ada yang bertengkar!" Sontak, Athena langsung bangkit dari tempat duduknya dan bergegas kesana.
Matanya langsung membesar saat melihat Logan mencengkram kerah baju seorang pria dengan kuat. "Logan! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!"
"Tidak!" Sentak Logan.
"Logan, hentikan!"
"Bukan aku yang bicara. Kau salah orang, aku tidak mengerti." Jelas pria itu berusaha melepaskan diri.
"Bohong! Aku mendengar suara mu!"
"Panggil petugas keamanan!" Sial! Athena tidak bisa membiarkan nya, bisa bahaya nanti. Kalau sampai pihak kepolisian terlibat, bisa-bisa mereka di dideportasi.
"Logan hentikan! Atau aku meninggalkan mu dan kembali pulang!" Ancam Athena, dan ya cengkraman tangan Logan mengendur.
"Ikut aku! Ini salah paham, maaf ya." Athena langsung menarik tangan Logan menjauh dari sana.
"Kau gila? Kau ingin melukai orang lain? Kenapa dengan mu?" Tanya Athena bingung, dia double kesal, salad buah yang lezat itu belum dia habiskan dan mereka mau tidak mau pergi dari restoran itu sebelum pihak keamanan datang.
"Untung saja pria itu tidak mempersulit. Kalau sampai pihak keamanan datang, bagaimana? Kau pikirkan tidak akibatnya?" Tapi Logan hanya diam saja meskipun Athena marah padanya.
"Kau dengar aku tidak? Kenapa diam saja! Bicara!"
"Aku tidak bicara apapun, karena aku benar!"
"Oh, ok.... Memang apa yang terjadi sehingga kau seperti ini? Dia melakukan apa padamu?" Pertanyaan Athena kembali membuat Logan diam.
"Katakan. Katakanlah." Namun bibir Logan tetap tak bicara.
"Kau tidak berbuat aneh-aneh kan?"
Mata Logan yang tadinya berpaling langsung menatap Athena dengan bulatan besar. Sontak, Athena melangkah mundur. "Kau pikir aku tidak normal?"
"Bukan begitu, aku kan hanya tanya. Lagipula, itu di toilet laki-laki. Kau tidak mau bicara, jadi aku berpikir begitu."
"Istriku, mau coba melihat kenormalan ku?"
"Awas! Kau membuatku terhimpit!" Seru Athena mendorong tubuh Logan.
"Kalau kau tidak mau bicara ya sudah. Pokoknya aku mau makan lagi. Karena ulah mu, aku belum kenyang!" Athena mengambil langkah besar secepat mungkin, menjauh dari Logan. Manik Logan langsung tertuju pada goyangan bagian belakang itu seiring dengan langkah kaki nya. Sontak, dia kembali mengingat pembicaraan itu.
"Tidak! Aku tidak akan biarkan pria mesum manapun menatap dirinya! Kali ini dia selamat, awas saja kalau bertemu lagi!" Logan menoleh kebelakang tempat dimana dia ingin memberikan bogem mentah pada pria kurang ajar itu.
"Aku harus lakukan sesuatu."
Wajah Athena tampak menekuk dengan bibir yang mengerucut. Moodnya benar-benar sedang tidak baik sekarang. Perutnya masih lapar, ditambah dengan tingkah Logan.
"Pesanlah, apapun yang kau mau."
"Tentu saja! Itu harus!" Ujar Athena membuka buku menu dan menutupi wajahnya.
"Ya tuan dan nyonya, mau pesan apa?" Athena langsung menyebutkan menu yang diinginkannya dengan cepat.
"Baiklah, ditunggu ya tuan dan nyonya."
"Iya." Tapi baru saja pelayan itu beberapa langkah, Logan tampak menyusul nya. Kening Athena berkerut.
"Kenapa menghampiri pelayan itu?" Tanya Athena.
"Minum nya belum. Aku haus. Kau juga kan?" Athena baru sadar.
"Ahh, aku tau! Air mineral kan? Aku sudah pesankan. Tidak perlu ucapkan terima kasih." Athena memutar bola matanya dengan malas, ada apa dengan pria di depannya ini.
"Kenapa menatap ku begitu?" Tanya Logan saat Athena menatapnya dengan tatapan memicing.
"Kau tidak sakit kan? Kau jadi aneh setelah dari toilet tadi."
"Aku tidak apa."
"Ini pesanan nya Tuan dan nyonya. Selamat menikmati...."
"Terimakasih." Pelayan undur diri.
"Ini minuman mu. Dan ini minuman ku."
"Kau tidak jatuh cinta padaku kan?" Logan langsung menyemburkan air yang baru saja diminum nya.
"Logan!" Teriak Athena dan langsung mengambil tisu mengeringkan wajahnya.
"Kau terlalu percaya diri ya. Tentu saja tidak, efek lapar justru membuat mu jadi aneh. Makanlah cepat!" Logan kembali bicara dengan nada dingin nya.
"Dasar sinting!" Umpat Athena, Logan tidak peduli. Dia memainkan ponselnya menunggu wanita itu menghabiskan makanan nya.
**************
"Ke bandara." Ujar Logan kepada supir taksi dan taksi langsung melaju cepat.
"Aku kenyang sekali." Ujar Athena bersandar pada kursi penumpang.
"Aku akan tidur di pesawat saja. Mataku jadi mengantuk."
"Barang-barang ku jangan ketinggalan ya!" Athena menunjuk-nunjuk wajah Logan.
"Awas saja!" Peringatnya. Tapi Logan tidak membalas.
"Dasar suami dingin!" Athena menguap kecil dan mencari posisi yang nyaman. Meninggalkan Logan yang sibuk dengan ponselnya.
'Pasti Miranda.' pikir Athena.
'Awas saja nanti. Aku akan berikan pelajaran padanya!' Kelopak mata Athena terasa berat, perut nya terasa penuh. Sedikit demi sedikit matanya masih bisa melihat cahaya dari jendela taksi. Hingga pada akhirnya..... Matanya tertutup.
"Athena?" Panggil Logan. Dia mengguncang kecil bahu istrinya.
"Athena?"
"Dia tidur." Logan memiringkan kepalanya untuk memeriksa istrinya yang tertidur pulas. Setelah melihat pulas nya Athena, Logan menelpon seseorang.
"Bagaimana? Semua nya sudah siap?"
"Sudah tuan."
"Bagus! Sebentar lagi aku sampai." Ujar Logan dan panggilan diakhiri.
"Sudah sampai Tuan." Baru saja Logan turun, beberapa orang tampak menanti kedatangannya.
"Tuan, semuanya sudah siap." Lapornya pada Logan.
"Bawa barang-barang istriku dengan hati-hati!"Titah Logan.
"Baik Tuan, jangan khawatir. Saya akan meletakkan nya bersama koper nyonya." Jelasnya.
"Ya." Dress floral Athena tampak bergoyang tersapu angin. Rambutnya yang tergerai dan tersembunyi didalam dekapan Logan ikut menari-nari.
"Mari Tuan." Logan mengangguk, dengan Athena digendongan nya dia menaiki tangga yang ada didepannya seiring dengan angin yang menghilangkan digantikan dengan tempat duduk yang begitu nyaman.
"Berangkat!"
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🥰 🙏