Nadia menikahi pria yang tidak pernah mencintainya. Sang suami adalah teman masa kecil nadia. Namun dimas melupakan gadis tersebut. Selama pernikahan mereka, Nadia terus merasakan sakit yang teramat sakit. Melihat sang suami bersama dengan wanita lain. Sang suami masih berhubungan dengan wanita yang masih berstatus kekasih. Dan bahkan mengajak kekasihnya itu untuk datang ke rumah. Setiap hari Nadia harus melihat kemesraan sang suami dengan wanita lain di depan mata sendiri. Nadia hanya bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan demi keutuhan rumah tangganya. Nadia berprinsip menikah sekali seumur hidupnya. Nadia juga tidak ingin berpisah dari Dimas pria yang ia cintai sedari dulu. Dan ia ikhlas menerima rasa perih yang tidak pernah di dapatkan dari keluarganya. Nadia yakin, suatu saat nanti sang suami akan mencintainya juga, walaupun ia tidak terlalu yakin dengan hal tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Matcha Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
"Nadia, nanti gue pulang tengah malem, soalnya gue lembur. Terus mau ketemu sama Jessica, nanti Lo langsung tidur aja," ucap Dimas.
Nadia menganggukkan kepalannya. "Kak, nanti aku izin keluar rumah ya?," ucap Nadia.
"Oke, asalkan sebelum jam 9 malam harus sudah ada di rumah," ucap Dimas.
"Iya kak," ucap Nadia.
Gadis cantik itu memaksakan untuk tersenyum, setelah berpamitan dengan sang istri, Dimas langsung masuk ke dalam mobil dan berangkat ke kantor. Nadia pun masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedikit kesal. Gadis itu duduk di sofa dan menatap layar ponselnya.
"Jessica, Jessica, dan Jessica, Nadia nya kapan?," gumam kesal Nadia.
"Mending aku cari kegiatan yang lain, nanti sore bakal pergi sama kak Darren. Lebih baik aku pergi bersama dengan kak Darren, dari pada di rumah sendirian," gumam Nadia.
Nadia langsung berjalan ke halaman belakang dan membersihkan halaman belakang. Nadia mencari kesibukan untuk mengisi kesehariannya agar tidak bosan.
*******
Sore hari. Nadia sudah memakai pakaian rapi, hari ini ia akan pergi bersama dengan Darren ke sebuah pesta. Darren sudah berada di halaman rumah Dimas. Darren memakai kemeja berwarna hitam dan kaos oblong bewarna putih. Tanpa mereka sadari ternyata pakaian mereka benar benar sangat senada satu sama lain.
"Wih, couple-an nih kita," ucap Darren.
Nadia menatap baju Darren. "Eh iya ya kak, couple-an sehari deh kita. Eh bukan sehari, tapi setengah hari," ucap Nadia sambil tertawa kecil.
Darren pun ikut tertawa kecil. "Sudah izin sama suami?," ucap Darren.
"Udah tadi pagi, sebelum keluar rumah juga sudah izin, tapi enggak di bales. Kita langsung berangkat aja kak," ucap Nadia.
Darren menganggukkan kepalannya. "Silakan masuk tuan putri. Aduh cantik banget, nanti orang orang kira kamu pacar ku lagi," ucap Darren.
Nadia menatap Darren. "Pacar mulu, waktu aku jomblo kakak enggak nembak nembak," ucap Nadia.
Darren mengacak rambut Nadia. "Kalau kakak nembak pun enggak bakal di terima," ucap Darren.
Nadia menatap Darren, dan mencubit pelan tangan Darren. "Aw, sakit sayang," ucap Darren.
"Kak mulutnya," ucap Nadia.
Darren tertawa kecil dan Nadia langsung masuk ke dalam mobil. Mereka pun langsung berangkat ke pesta. Memerlukan waktu selama 2 jam untuk tiba di tempat pesta karena jalanan macet. Mereka pun tiba di tempat pesta.
"Bar," ucap Nadia.
"Bukan, bentuk tempatnya emang kayak bar. Tapi ini bukan bar kok, ayo masuk," ucap Darren.
Nadia hanya mengikuti darren, dan mereka pun masuk ke dalam tempat pesta ulang tahun tersebut. Para tamu undangan adalah teman sekolah Dimas, Jessica, Ardana, Raka dan Darren.
"Bro," ucap salah satu pria tampan dan atensi semua tamu tertuju kepada Darren dan Nadia. Dimas? Pria itu terkejut melihat kedatangan sang istri bersama dengan Darren.
Dimas menatap Nadia, seperti tengah bertanya kenapa sang istri ada di pesta ulang tahun salah satu teman Dimas.
"Idih, cantik banget ayang Lo. Ketemu di mana," ucap teman darren.
"Lazada," ucap asal Darren.
Nadia menatap tajam ke arah Darren, pria itu langsung tertawa pelan. "Udah jangan di pancing, nanti dia bisa ngamuk," ucap Darren kepada temannya.
Darren menggandeng tangan Nadia, dan itu membuat Dimas kesal. Jessica hanya diam sambil menggandeng lengan Dimas. Nadia yang melihat itu pun menjadi cemburu.
Raka dan Ardana hanya diam. Raka langsung mendapatkan ide licik untuk membuat sahabatnya cemburu. Raka pun menghampiri Darren dan Nadia yang sedang mengambil minum.
"Hai nad," ucap Raka.
Nadia menatap Raka. "Hai juga kak," ucap Nadia.
"Makin cantik aja kamu nad," ucap Raka.
Nadia tertawa kecil. "Terima kasih kak," ucap Nadia.
Dimas yang melihat sang istri tengah tertawa bersama pria lain membuatnya kesal. Dimas menahan amarahnya, karena ia tidak ingin menghancurkan acara teman masa sekolahnya. Saat bersama dengan Jessica, Dimas terus mantap Nadia Yanng tengah tertawa bersama Raka, darren dan para tamu lainnya.
"Sayang, kamu kenapa sih? Dari tadi enggak fokus sama aku. Aku capek tau bicara dari tadi tapi enggak di pedulikan," ucap Jessica.
Dimas langsung sadar dan menatap sang kekasih. "Ah, maaf. Tadi aku lagi mikirin pekerjaan yang belum selesai," ucap Dimas.
Jessica memutar kedua bola matanya dengan malas. "Aish, ayolah ini pesta teman kita. Pekerjaan di kesampingkan dulu," ucap Jessica.
"Iya sayang, maaf," ucap Dimas.
*******
Jam menunjukkan pukul delapan malam, Dimas menatap sang istri yang tengah menatap jam tangan. Nadia menarik narik ujung kemeja Darren, dan ia pun menatap Darren.
"Kak aku mau pulang, ini sudah jam delapan," ucap Nadia.
Darren menatap Nadia. "Acaranya selesai jam 12 malam loh. Enggak enak sama yang lainnya kalau kita pulang sekarang, kita baru 2 jam di sini," ucap Darren.
"Tapi Aku janji sama kak Dimas, untuk pulang sebelum jam 9 malam," ucap Nadia.
Darren menatap Nadia. "Dimas aja ada di sini, jadi enggak papa. Nanti kalau dia marah, gue bakal gebukin dia. Lo aman bersama gue," ucap Darren.
Gadis itu hanya bisa menghela nafas dengan pelan dan menganggukkan kepalanya dengan pasrah. Ia juga tidak enak dengan teman darren.
"Yaudah, aku mau ke toilet dulu ya kak," ucap Nadia.
Darren menganggukkan kepalanya. "Toiletnya ada di sebelah kiri ya," ucap Darren.
Nadia menganggukkan kepalanya dan langsung berjalan ke arah toilet. Dimas yang melihat sang istri berjalan ke arah toilet langsung menyusul istrinya. Jessica? Gadis itu sedang asyik berbicara dan minum alkohol bersama dengan para teman temannya.
******
Di depan toilet. Dimas langsung menahan tangan Nadia, membuat gadis itu terkejut.
"Ngapain di sini? Kenapa pergi sama Darren? Kalian pacaran?," ucap Dimas.
Nadia menatap Dimas. "Enggak kok, aku sama kak Darren hanya teman. Aku juga sudah izin sama kakak, tapi Kakak enggak bales pesan aku. Ternyata kakak ada di sini juga bersama dengan pacar kakak. Udah dulu ya kak, aku mau ke toilet," ucap Nadia.
Dimas mengunci pergerakan Nadia. "Enggak! Gue udah bilang sama lo, jangan deket deket sama Darren," ucap Dimas.
"Kak, aku sama kak Darren hanya temenan. Enggak lebih, jadi jangan pernah menyuruhku untuk menjauh dari kak Darren. Ingat, kakak sendiri yang bilang tidak akan mencampuri urusan masing masing kan?, jadi kakak jangan kayak gini dong, aku bosen di rumah terus kak. Siapa suruh fokus sama Jessica aja, padahal ada istri di rumah. Tapi masih juga ngurusin wanita lain. Dasar semua laki laki sama saja, sama sama brengsek!," ucap ketus Nadia.
Dimas terkejut mendengar ucapan dari Nadia, baru kali ini sang istri berkata kasar kepadanya. Nadia pun mendorong Dimas dan setelah itu ia masuk ke dalam toilet. Saat sudah berada di dalam Nadia langsung memuntahkan isi perutnya. Kepalanya terasa sangat sakit karena ia minum 3 gelas alkohol.
Setelah perutnya lega, Nadia keluar dari dalam toilet dan di sana Dimas masih setia menunggu nadia. Nadia memasang wajah datar dan memilih langsung pergi, mengabaikan keberadaan sang suami. Dimas sekarang paham, sang istri tengah mabuk berat. Dimas langsung menyusul sang istri yang tengah berjalan sempoyongan.
Tanpa sengaja Nadia menabrak dada seorang pria. Nadia langsung membungkukkan.
"Maaf tuan, saya tidak sengaja," ucap Nadia.
Setelah mengucapkan maaf, Nadia langsung berjalan menjauhi pria tersebut. Nadia pun menghampiri Darren, Dimas pun masih mengejar istrinya dari belakang, namun tangan Dimas di tahan oleh pria yang di tabrak Nadia.
"Siapanya darren?," ucap Razan. Ya pria yang tidak sengaja di tabrak Nadia adalah Razan.
"Ah, buka siapa siapa, Lo kapan datangnya Zan?," ucap Dimas.
"Baru aja," ucap Razan.
Razan menatap gadis yang menabraknya tadi, dan ia merasa tidak asing dengan postur tubuh gadis tersebut.
"Kita ke sana yuk," ucap Razan.
Razan langsung menghampiri Darren dan Dimas pun mengikutinya dari belakang. Setelah itu Razan berdiri di hadapan Darren. Nadia? Gadis itu terus saja menundukkan kepalannya.
"Siapa ren?," ucap Razan.
Darren menatap Razan. "Temen gue," ucap Darren.
"nad kenalin ini temen gue" ucap Darren kepada Nadia.
Nadia langsung membenarkan rambutnya dan menatap Razan. Razan terkejut melihat wajah gadis yang ada di hadapannya, gadis ini lah yang ia cari selama ini.
"Nadia?," ucap Razan.
"Iya saya Nadia, kok kamu tau nama saya?," ucap Nadia bingung.