NovelToon NovelToon
Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Pengasuh Yang Dibenci Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

Keira Azzalea datang ke Jakarta hanya demi satu hal: melunasi utang keluarga.

Menjadi pengasuh Mika di kediaman mewah keluarga Mahardika terasa bagai angin segar selain gajinya besar, tempatnya juga nyaman.

Masalahnya, rumah itu juga dihuni oleh Ian Xavier Mahardika.

Ian, putra sulung Nathaniel yang dingin dan skeptis, terang-terangan membenci Keira.

Bagi Ian, Keira hanyalah wanita parasit pemburu harta yang memanfaatkan kebaikan ayahnya. Hinaan pedas dan tatapan sinis jadi makanan Keira sehari-hari.

Namun, tinggal di bawah satu atap membuat benturan tak terelakkan.

Seiring berjalannya waktu, benci yang membakar perlahan berubah menjadi perhatian yang membingungkan.

Akankah permusuhan mereka luluh, atau justru tumbuh menjadi obsesi yang berbahaya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 : Tuduhan Natasha

Pagi itu, sinar matahari mulai menyinari kaca-kaca tinggi kediaman Mahardika.

Aroma nasi goreng buatan Bik Yani sudah menyebar sampai ke lantai dua. Namun, suasana pagi yang tadinya tenang mendadak kacau gara-gara teriakan seorang perempuan.

"IAAN! ARLOJI KAMU HILANG!"

Keira yang sedang membetulkan tali sepatu Mika di atas sofa langsung menoleh. Bik Yani bahkan sampai hampir menjatuhkan piring yang sedang dipegangnya.

Natasha menuruni tangga dengan langkah cepat. Gaun tidurnya berkibar, sementara wajahnya menunjukkan kepanikan yang dibuat-buat. Padahal, riasan tipis di matanya sudah terlihat rapi sejak pagi.

"Ian! Jam tangan Rolex limited edition kamu yang warna rose gold itu gak ada di meja rias kamar tamu!" serunya begitu melihat Ian keluar dari ruang kerja.

Ian berjalan santai dengan kemeja yang sudah rapi. Lengan bajunya tergulung sampai siku. Berbeda dengan Natasha, pria itu sama sekali tidak terlihat panik.

Justru, ada ketenangan mencurigakan di wajahnya.

Sejak semalam, Ian sebenarnya sudah menduga Natasha akan membuat masalah. Dia tahu perempuan itu sedang berusaha mencari cara untuk menyingkirkan Keira dari rumahnya.

Jadi, ketika mendengar arlojinya dikabarkan hilang, Ian sama sekali tidak terkejut.

Dia sengaja membiarkan permainan itu berjalan. Dia ingin tahu sejauh mana Natasha akan bertindak dan bagaimana Keira menghadapi tuduhan tersebut.

"Hilang?" tanya Ian datar.

Ia menyandarkan punggung ke pilar sambil melipat kedua tangan di dada.

"Kamu yakin?"

"Yakin banget, Ian! Semalam kan aku pinjam jam kamu buat foto, terus aku taruh di meja rias. Pas bangun pagi ini, mejanya udah kosong!"

Natasha tiba-tiba menunjuk Keira yang masih berlutut di dekat Mika.

"Pasti dia yang mengambilnya!"

JEDAG!

Suasana ruang tengah langsung hening.

Keira mengedipkan mata dua kali, kemudian menunjuk dadanya sendiri dengan ibu jari.

"Saya? Mengambil jam tangan Mas Ian?" Keira memasang wajah polos. "Mbak Gorden, kalau halusinasi pagi-pagi jangan kebangetan deh. Saya dari subuh udah di dapur bantu Bik Yani ngupas bawang!"

"Gak usah banyak alasan!" bentak Natasha sambil menghampirinya. "Kamu kan yang semalam kelayapan ke dapur jam sebelas malam?! Kamu pasti sengaja lewat kamar tamu, terus menyelusup masuk pas aku lagi tidur!"

Keira bangkit berdiri dan melipat kedua tangannya di dada.

"Mbak, kamar tamu Mbak itu pintunya dikunci dari dalam. Dikira saya punya ilmu tembus tembok apa?" balasnya tajam. "Lagian, jam tangan rose gold begitu kalau saya jual di pasar juga paling dikira hadiah dari Chiki!"

Bik Yani yang berdiri dekat meja makan langsung menutup mulutnya dengan lap piring. Bahunya bergetar menahan tawa.

Sementara itu, Ian yang menyaksikan adu mulut mereka hanya bisa merapatkan bibir. Sudut mulutnya berkedut, berusaha menahan tawa.

Cewek ini benar-benar gak ada matinya kalau membalas omongan, batinnya geli.

"Ian! Kamu dengar sendiri, kan?!" Natasha semakin histeris. Ia mencengkeram lengan Ian dengan wajah memelas. "Dia maling, tapi kelakuannya malah ngelawan! Biar adil, kita geledah kamar dia sekarang juga! Pasti jam kamu disembunyikan di dalam kamarnya!"

Keira menyipitkan mata. Dadanya mulai panas.

Dituduh mengincar uang saja sudah cukup menyakitkan. Sekarang, dia malah dituduh mencuri?

Keira menoleh ke arah Ian, menunggu pria itu mengatakan sesuatu.

Namun, Ian hanya diam dengan ekspresi sulit ditebak. Tatapannya tertuju pada Keira, seolah sedang menguji bagaimana gadis itu menghadapi situasi ini.

Keira merasa kecewa.

Oh, jadi Si Beruang Galak ini masih curiga sama gua? Dia kira gua beneran maling?

"Oke! Kalau mau geledah, geledah aja!" tantang Keira. Matanya berkilat marah. "Mari ke kamar saya sekarang! Tapi kalau gak ada, Mbak Gorden harus bersihin kamar mandi ART pakai sikat gigi!"

"Siapa takut?!" sahut Natasha penuh kemenangan.

Dalam hati, Natasha justru sedang bersorak. Semalam, saat Keira tertidur di sofa ruang tengah, dia sendiri yang menyelipkan jam tangan itu ke dalam lipatan baju di lemari gadis tersebut.

Rencananya berjalan sempurna.

Namun, ketika Natasha hendak melangkah menuju koridor kamar belakang, sebuah suara tiba-tiba memotongnya.

"GAK BOLEH!"

Semua orang menoleh.

Mika melompat turun dari sofa dan berlari ke depan Keira. Anak berusia tiga setengah tahun itu merentangkan kedua tangan mungilnya, seolah sedang melindungi pengasuh kesayangannya.

Matanya menatap Natasha dengan kesal.

"Tante Nakal gak boleh tuduh Mbak Keira!" teriaknya. Pipinya sampai memerah. "Mbak Keira bukan maling! Mbak Keira itu orang baik! Tante yang nakal! Muka Tante kayak nenek sihir di kartun!"

Pfttt!

Pak Nathaniel yang baru turun dari tangga sampai tersedak ludahnya sendiri. Ia buru-buru memegang pegangan tangga, berusaha menahan tawa melihat putrinya membela Keira dengan begitu berani.

Natasha melotot.

"Mika! Kamu kok ngomongnya gitu sama Tante?! Tante kan mau ngebantu Mas Ian!"

"Gak mau! Tante jahat!"

Belum sempat Natasha membalas, Mika meraih bola plastik dari atas sofa, lalu melemparkannya.

BUK!

Bola itu tepat mengenai jidat Natasha.

"Aww!"

Natasha terlonjak mundur sambil memegangi dahinya yang mulai kemerahan.

Belum selesai sampai di situ, Bik Yani yang sejak tadi mengamati akhirnya ikut maju. Ia bahkan membawa sodet kayu besar di tangannya.

Wajahnya yang biasanya ramah kini terlihat serius.

"Maaf ya, Mbak Natasha," katanya mantap. "Meskipun Mbak Keira ini baru kerja di sini beberapa minggu, saya tahu dia ini anak jujur. Tiap hari dia bersih-bersih. Uang receh seratus perak milik Pak Nathaniel yang kegeletak di meja aja diserahin ke saya. Nggak mungkin Mbak Keira ngambil jam tangan."

Bik Yani mengangkat sedikit sodet di tangannya.

"Kalau mau geledah kamar Mbak Keira, geledah kamar saya sekalian!"

Pak Ujang, sopir pribadi keluarga yang baru masuk sambil membawa kunci mobil, ikut bersuara dari dekat pintu depan.

"Iya, Mbak. Mbak Keira kemarin nemu dompet saya jatuh di garasi, langsung dikembalikan utuh kok. Nggak ada yang hilang."

Keira terdiam.

Ia menatap Mika, Bik Yani, dan Pak Ujang secara bergantian. Matanya mulai berkaca-kaca karena terharu.

Dadanya terasa hangat.

Di rumah ini, di tengah kota Jakarta yang masih terasa asing baginya, ternyata ada orang-orang yang begitu tulus membela dan mempercayainya.

Sementara itu, Natasha justru semakin panik. Wajahnya memerah karena malu melihat semua orang berdiri di pihak Keira.

"Ian! Kamu lihat, kan?! Semua pelayan di rumah kamu udah dihipnotis sama cewek ini!" serunya frustrasi. "Kamu harus bertindak, Ian!"

1
Ael
Ian Ian😄
Ael
udah salting gengsi an lagi
Ael
Ian gampang salting yaa🤣
Ael
😄😄😄
Skyline Scribe
semangat Keira 💪
Fazira
baru aja ketemu Ian, kok kata-katanya kaya gitu 😄
Ael
👍👍
Inaa LA Aeylul Nazha
bagus tapi tidak ada kelanjutanya
Skyline Scribe: Makasih Kak bintang limanya 🤗🤗
novel ini update setiap hari 1 bab yaa, tunggu besok buat kelanjutannya 😄
total 1 replies
Inaa LA Aeylul Nazha
mana untuk kelanjutannya
Ael
semangat kak 💪💪
Ael
uang lima puluh ribu jaman sekarang keliatan dikit yaa
Fazira
Karya baru lagi 😍😍😍
semangat Kak 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!