NovelToon NovelToon
Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Dari Sampah Jadi Dewa: Sistem Daur Ulang Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Bara Pratama hanyalah seorang pemulung yang dihina dan dibuang oleh kekasihnya demi pria kaya. Namun, nasibnya berbalik total saat darah dari luka pukulannya tanpa sengaja mengaktifkan sebuah tungku berkarat yang terhubung dengan Sistem Daur Ulang Multiverse. Melalui sistem ini, Bara bisa memproses rongsokan tidak berharga menjadi pil kultivasi, material langka, dan barang pusaka bernilai tinggi dari dimensi Sekte Harmoni. Berbekal kekuatan dan kekayaan baru yang terus mengalir dari tumpukan sampah, Bara siap menghancurkan kesombongan orang-orang yang dulu menginjaknya dan memulai hidup baru sebagai sosok yang tidak bisa diremehkan oleh siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Ting!

Suara notifikasi dari ponsel pintar terbaru milik Bara berbunyi dengan sangat nyaring memecah keheningan.

Bara yang sedang berbaring santai di sofa apartemen mewahnya perlahan membuka mata dan mengambil ponsel tersebut.

Satu minggu telah berlalu sejak penandatanganan kontrak kerja sama dengan Nadhira di gedung perusahaannya.

Bara memutuskan untuk langsung pindah dari rumah kontrakan kumuhnya dan menyewa sebuah apartemen elit di pusat kota.

Layar ponselnya kini menampilkan sebuah pesan singkat dari pihak bank yang membuat Bara tersenyum sangat lebar.

Dana masuk sebesar lima belas miliar rupiah baru saja ditransfer ke dalam rekening pribadinya pagi ini.

Kring! Kring!

Belum sempat Bara menutup layar ponselnya, panggilan telepon dari Nadhira langsung masuk menyusul notifikasi tersebut.

Bara menggeser tombol hijau di layar dan langsung menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"Halo Nadhira, aku baru saja melihat notifikasi transfer dari perusahaanmu masuk ke rekeningku," sapa Bara dengan nada santai.

"Bara! Apa kamu sudah melihat berita bisnis hari ini?" teriak Nadhira dari seberang telepon dengan suara yang luar biasa heboh.

Bara menjauhkan sedikit ponselnya dari telinga karena suara Nadhira benar-benar melengking saking gembiranya.

"Aku baru saja bangun tidur Nona, memangnya ada berita heboh apa pagi ini?" tanya Bara pura-pura tidak tahu.

"Produk krim wajah baru kita benar-benar meledak parah di pasaran hanya dalam waktu tiga hari sejak peluncuran perdana!" jawab Nadhira tanpa henti.

"Semua stok di toko fisik maupun penjualan online habis terjual tidak tersisa sedikit pun dalam hitungan jam."

"Banyak artis dan selebriti internet yang memberikan ulasan gratis karena krim itu benar-benar menghilangkan jerawat mereka semalaman."

"Lalu bagaimana dengan reaksi dari keluarga Aristha?" potong Bara mengarahkan pembicaraan ke tujuan utama mereka.

Terdengar suara tawa kemenangan yang sangat puas dari mulut Nadhira di ujung telepon.

"Itu dia bagian paling menyenangkannya Bara, saham anak perusahaan kosmetik mereka langsung anjlok drastis pagi ini."

"Banyak pelanggan setia mereka yang beralih ke produk kita karena harganya lebih murah tapi khasiatnya ratusan kali lipat lebih bagus."

"Aku dengar dari orang dalamku kalau Aris kemarin sampai mengamuk dan menghancurkan seisi ruang kerjanya karena frustrasi."

Bara tersenyum miring mendengar kabar penderitaan musuhnya itu.

"Itu baru permulaan Nadhira, mereka pasti tidak akan tinggal diam melihat sumber uang mereka kita rebut begitu saja," ucap Bara memperingatkan.

"Kamu harus mulai menyewa tenaga keamanan profesional untuk menjaga pabrik dan juga apartemen pribadimu mulai hari ini."

"Aku tahu tabiat Aris dengan sangat baik, pria brengsek itu pasti akan menggunakan cara kotor jika dia sudah merasa terdesak."

"Kamu tenang saja Bara, aku sudah menggandakan jumlah penjaga di semua fasilitas perusahaanku sejak kemarin sore," jawab Nadhira dengan nada yakin.

"Aku tidak akan membiarkan si berengsek Aris itu menyentuh produk berharga kita ini seujung kuku pun."

"Baguslah kalau begitu, hubungi aku langsung kalau terjadi sesuatu yang mencurigakan di sekitarmu," pesan Bara sebelum akhirnya mengakhiri panggilan telepon tersebut.

Bara meletakkan ponselnya di atas meja kaca dan bangkit berdiri dari sofa empuknya.

Uang belasan miliar di rekeningnya sekarang adalah bukti nyata bahwa rencananya berjalan dengan sangat mulus.

Tapi peringatan yang dia berikan pada Nadhira tadi bukanlah sekadar omong kosong belaka.

Aris pasti sedang merencanakan balas dendam yang sangat kejam untuk menghabisi nyawanya.

Teknik Langkah Bayangan memang bisa membuatnya menghindari serangan, tapi Bara sadar kalau dia masih memiliki tubuh manusia biasa yang bisa terluka jika terkena peluru nyasar.

Bara berjalan menuju sudut ruangan apartemennya tempat tungku logam ajaibnya disimpan dengan aman.

"Waktu pendinginan tungku sudah selesai sejak subuh tadi, aku harus mencari item pertahanan hari ini," gumam Bara pada dirinya sendiri.

Bara membuka sebuah tas plastik hitam besar yang dia bawa dari tempat loak beberapa hari yang lalu sebelum pindah.

Di dalam tas itu ada sebuah rompi anti peluru bekas milik petugas keamanan bank yang kondisinya sudah sangat rusak.

Bagian dada rompi itu sudah sobek parah dan pelat besinya juga sudah banyak yang berkarat karena dibuang ke tempat sampah.

"Semoga benda rongsokan ini bisa ditukar dengan sesuatu yang berguna untuk melindungi nyawaku," ucap Bara penuh harap.

Bara mengangkat rompi berat itu dan langsung memasukkannya ke dalam lubang tungku yang memancarkan cahaya biru.

Slup!

Rompi rusak itu langsung tertelan habis tanpa sisa ke dalam pusaran dimensi tungku tersebut.

[Mendeteksi material masuk ke dalam sistem.]

[Material: Pakaian pelindung primitif yang terbuat dari serat sintetis dan lempengan besi berkualitas sangat rendah.]

[Memulai proses sinkronisasi saluran dengan Stasiun Daur Ulang Multiverse di Sekte Harmoni.]

[Mencari barang buangan atau residu dari Sekte Harmoni yang memiliki karakteristik pertahanan yang setara.]

[Proses pertukaran antar dimensi sedang berlangsung... 10 persen... 50 persen... 100 persen.]

[Pertukaran berhasil dilakukan tanpa hambatan.]

Cahaya biru di dalam tungku berputar semakin cepat hingga memuntahkan sebuah benda berwarna putih ke udara.

Bara langsung menadahkan tangannya dan menangkap benda yang terasa sangat ringan dan lembut tersebut.

Benda itu ternyata adalah sebuah kaus dalam berwarna putih polos yang terbuat dari bahan kain yang sangat tipis dan sejuk di kulit.

[Selamat, Tuan berhasil mendaur ulang material pelindung untuk pertama kalinya.]

[Sistem mendeteksi bahwa rompi rusak tersebut telah ditukar dengan pakaian pelindung bekas milik murid inti Sekte Harmoni.]

[Mendapatkan: Kaos Dalam Sutra Ulat Es Tingkat Dasar.]

Bara mengerutkan keningnya menatap kaus tipis di tangannya ini dengan pandangan ragu.

"Pakaian pelindung bekas? Tungku ini benar-benar suka memberiku barang buangan yang aneh-aneh," keluh Bara sambil membolak-balik kaus tersebut.

"Sistem, apa benda setipis kertas ini benar-benar bisa melindungiku dari senjata tajam atau peluru mematikan di dunia nyata?"

[Menjawab Tuan.]

[Kaus Dalam Sutra Ulat Es dirajut menggunakan jaring ulat es langka yang hidup di puncak gunung es Sekte Harmoni.]

[Meskipun ukurannya sangat tipis dan ringan, serat kain ini mampu menahan tebasan pedang tajam dan meredam benturan fisik dengan sangat sempurna.]

[Untuk standar senjata api primitif di dimensi Tuan, kaus ini seratus persen kebal terhadap tembakan peluru kaliber besar sekalipun.]

Mendengar jaminan mutlak dari sistem, keraguan di wajah Bara seketika langsung menghilang tanpa bekas.

Bara buru-buru melepaskan kaos santainya dan langsung memakai kaos sutra putih itu ke tubuhnya.

Ukurannya ternyata bisa menyesuaikan diri dengan sangat pas mengikuti bentuk otot tubuh Bara yang padat.

Rasanya sangat dingin dan nyaman, seolah-olah dia tidak sedang memakai baju pelapis apa pun di tubuhnya.

Untuk menguji kekuatannya, Bara pergi ke dapur dan mengambil sebuah pisau daging yang paling tajam.

Dia menarik nafas panjang lalu mengiriskan mata pisau itu dengan tenaga penuh ke arah perutnya sendiri yang terbalut kaus tersebut.

Sret!

Suara gesekan benda tajam terdengar cukup nyaring, tapi mata pisau itu sama sekali tidak bisa menembus serat kain putih tersebut.

Bara bahkan tidak merasakan sakit atau tekanan yang berarti pada kulit perutnya sama sekali.

"Hahaha, ini benar-benar gila, aku sekarang praktis menjadi manusia kebal senjata tajam dan senjata api!" tawa Bara pecah memenuhi ruang dapurnya.

Dengan Teknik Langkah Bayangan untuk menghindar dan Kaos Sutra Ulat Es sebagai pelindung mutlak, Bara tidak perlu takut lagi menghadapi pasukan pembunuh bayaran sekalipun.

Bara kembali memakai jaket kulitnya untuk menutupi kaos sutra tersebut dan bersiap-siap untuk pergi keluar.

Dia berniat mengunjungi sebuah kedai kopi elit di pusat kota untuk bersantai sambil menikmati kekayaannya.

Sementara itu, di sebuah kelab malam mewah yang masih tutup di ujung kota, Aris sedang duduk dengan wajah yang luar biasa menyeramkan.

Pria sombong itu sedang memegang segelas minuman keras dan menatap tajam ke arah lima orang pria berwajah beringas di depannya.

Kelima pria itu adalah kelompok preman tingkat tinggi yang sering menerima pekerjaan kotor dari para konglomerat.

"Jadi kalian belum berhasil menemukan lokasi tempat tinggal si brengsek bernama Bara itu?" tanya Aris dengan nada mengancam.

Pemimpin kelompok preman itu maju selangkah dan menundukkan kepalanya sedikit.

"Maafkan kami Tuan Aris, target rupanya sudah pindah dari rumah kontrakan lamanya di daerah kumuh itu."

"Warga sekitar bilang dia membawa mobil sport hitam mahal dan tidak pernah kembali lagi sejak beberapa hari yang lalu."

Mendengar laporan itu, Aris langsung membanting gelas kacanya ke lantai hingga hancur berkeping-keping.

Prang!

"Cari dia sampai dapat kalian semua bodoh!" teriak Aris dengan urat leher yang menonjol keluar.

"Aku tidak peduli mau dia pindah ke ujung dunia sekalipun, kalian harus menemukan posisi apartemennya sekarang juga!"

"Gara-gara pria gembel itu dan Nadhira sialan, perusahaan keluargaku sekarang sedang mengalami kerugian puluhan miliar setiap harinya!"

Pemimpin preman itu menelan ludah dan segera mengangguk patuh menerima amukan bos mereka.

"Baik Tuan, kami sudah menyebar orang di setiap tempat nongkrong dan dealer mobil mewah untuk melacak pelat nomor mobil sport hitam miliknya."

"Dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, saya jamin kami sudah mendapatkan alamat lengkapnya untuk Anda."

Aris mengusap wajahnya dengan kasar dan tersenyum sangat sadis layaknya seorang psikopat.

"Bagus, pastikan kalian membawa senjata api lengkap saat menyergapnya nanti."

"Gembel itu ternyata lumayan pintar bela diri, jadi jangan buang waktu melawannya dengan tangan kosong."

"Tembak saja kedua kakinya sampai lumpuh total lalu seret tubuhnya ke hadapanku agar aku bisa memotong lidahnya sendiri."

Dendam kesumat Aris sudah mencapai titik puncaknya setelah dipermalukan dan dihajar sampai muntah di depan Nadhira tempo hari.

Dia tidak akan pernah membiarkan orang miskin seperti Bara menginjak harga dirinya dan menghancurkan bisnis keluarganya begitu saja.

Di sisi lain, Bara yang sedang mengemudikan mobil sportnya di jalan raya tiba-tiba bersin cukup keras.

"Sepertinya ada orang bodoh yang sedang membicarakanku di belakang," gumam Bara sambil mengusap hidungnya dengan santai.

Bara sama sekali tidak tahu kalau pasukan pembunuh bersenjata api sedang dikerahkan untuk memburunya hari ini.

Tapi meskipun dia tahu, Bara juga tidak akan peduli sama sekali karena dia sudah memiliki semua persiapan yang dibutuhkan untuk mengirim mereka ke alam baka.

Permainan kucing-kucingan antara Bara dan Aris kini telah memasuki babak baru yang jauh lebih mematikan dan berbahaya.

1
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
Was pray
pengusaha yg punya produk yg sama jadikan kompetitor bersaing secara sehat dengan kualitas, menang tanpa menjatuhkan lawan, untung tanpa menimbulkan musuh
Was pray
sembuhkan Gideon dan dijadikan anak buah yg setia aja bara dia bisa dijadikan mata mata didunia bawah tanah
kiyoe: heheh tunggu update selanjutnya yaa kak 🤣
total 1 replies
Was pray
emang bisa langsung beroperasi tuh pabrik? kan butuh penyesuaian peralatan dan tenaga ahli? kayak sulap dong ... bim salabim langsung muncul... tuh krim kosmetiknya 🤭🤭🤣
Was pray
betul.... tembak kepala bara dia pasti mati Krn perlindungan kaos oblong yg dipakai hanya melindungi tubuhnya doang
Was pray
ntar Nadhira posisi berubah dari teman jadii pacar, terus dari rekamn bisnis menjadi rekan ranjang nih..... terus Nadhira jad adik iparnya Adit Pratama.... 🤣🤣
Was pray
beli rumah dulu bara, ntar jadi lelucon naik mobil sultan tapi rumah kontrakan... masih mending mobil sewaan tapi rumah idaman
Was pray: biar bisa pamer dan nunjukin ke orang2 Nuh gue kaya.... tapi rumah masih nyewa.... mobil kredit... 🤣🤣
total 5 replies
Was pray
utang nyawa Nadhira pada bara dibayar dengan secangkir kopi, amat sepadan buat bara.... 🤣
Was pray
untung yg kram bukan gigi nya.... 🤣🤣
Was pray
mau main sepakbola dong .. sis....
Was pray
daging panggang mewah. daging pasti daging hewan langka nih ... bisa daging rusa bertanduk gading atau sapi berbulu emas... 🤭🤭
Was pray
yg tadi nya rata seperti kayu sekarang kotak kotak kayak papan catur .... 🤭🤣
Was pray: kwk. ... kwk... kwk.. gak biliard aja... kan lebih menantang.... 🤣🤣
total 4 replies
Was pray
kalau sama dadanya mbak -mbak tebal nih dadanya bara? 🤭🤭
kiyoe: heheh
total 1 replies
Was pray
waduh bahaya nih.... ntar bisa terbang tertiup angin.... dan tersangkut di ranting pohon.... gak bisa turun... kan seringan kapas... 🤭🤭🤭🤣
Was pray
bara ini saudaranya Adit ya Thor? karena sama2 memakai nama pratama
kiyoe: Bara gelap gulita 🤣
total 3 replies
Was pray
moga aja alur cerita per bab nyambung dan sistem gak berubah fungsi kayak sistem peternak dan berkebun berubah arah jadi sistem kultivator
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!