NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Keesokan harinya, perayaan diadakan di taman belakang rumah.

"Selamat ulang tahun, Keyna! Ini hadiah untukmu. Maaf kalau jelek, aku menjahitnya sendiri semalaman," kata Keira pelan, menyodorkan baju yang ia buat dengan penuh kasih sayang.

Keyna menerimanya dengan senyum lebar. "Terima kasih, Vin! Pasti bagus sekali. Selamat ulang tahun juga untukmu, ya!" Ia langsung memeluk Keira erat, lalu sibuk membuka hadiah itu. "Apa isinya?"

"Potong kuenya dulu ya," kata Keira pelan.

Namun saat Keyna menarik tangan Keira untuk ikut memotong kue, Segar justru menarik tangan adiknya sehingga tangan Keira terlepas.

"Potong kue bersama Kakak saja," kata Segar.

"Tapi Kak... kita kan lahir di hari yang sama," protes Keyna.

"Tidak bisa, Dek. Kau potong saja sendiri. Nanti giliranmu," tegas Arya. Kue itu hanya untuk Keyna. Tak ada satu pun yang menyadari bahwa di sana berdiri anak yang juga berulang tahun hari itu.

Keira hanya berdiri diam, menatap mereka dengan tatapan kosong. Di tangannya, sisa kue kecil yang ia siapkan untuk dirinya sendiri terasa begitu berat.

"Jangan membantah, sayang. Ikuti saja kata Kakakmu," sela Bara dengan nada lembut namun tegas. Keyna mengerutkan kening, namun akhirnya berjalan menuju meja kue dan memotongnya.

"Jangan cemberut begitu. Ini semua untuk anak kesayangan Mama," Gina mencium pipi putrinya dengan penuh kasih sayang.

"Tadi malam kan sudah dirayakan, Ma?"

"Itu belum sempat selesai, sayang. Terima saja ya," jawab Gina sambil memeluknya erat.

"Ini hadiah dari Kak Segar dan Kak Arya. Semoga kau suka," kata Segar sambil menyerahkan bungkusan kado. Mereka sengaja memberikan hadiah bersama, sebuah kebiasaan baru yang tak pernah dilakukan sebelumnya.

"Hadiah Papa besok ya," ujar Bara sambil menggendong Keyna masuk ke ruang tamu, membiarkannya membuka satu per satu kado yang bertumpuk di sana.

Di sudut lain, Keira berdiri diam. Ia melihat kebahagiaan itu dari jauh, hanya mampu menatap tanpa suara. Ketika semua orang sibuk dengan Keyna, ia mendekati sisa kue ulang tahun yang sudah hampir habis di meja.

'Selamat ulang tahun untukku,' batinnya pelan. Ia meniup lilin kecil yang tersisa di atas potongan kue itu, lalu memakannya perlahan.

Tubuhnya terasa lemas. Ia berjalan perlahan ke balik meja yang tertutup kain putih berhias bunga-bunga, lalu duduk di sana. Pukul dadanya pelan, berharap rasa sakit di hatinya bisa sedikit berkurang.

"Enak rasanya," gumamnya pelan sambil terus memakan kue itu. Air mata tiba-tiba jatuh ke piringnya. Ia segera menghapusnya dengan punggung tangan, tak ingin ada yang melihat.

"Aku tidak meminta kado. Aku hanya minta satu hal.." ucapkan selamat ulang tahun untukku juga," bisiknya pelan, meletakkan piring kertas di atas rumput. Langit di atasnya mulai mendung, dan tak lama kemudian hujan turun. Keira tidak pergi. Ia justru membiarkan dirinya basah kuyup, membiarkan air hujan menyembunyikan air matanya.

Hujan berhenti beberapa menit kemudian. Keira berjalan pulang dengan tubuh basah kuyup. Matanya tertuju pada hadiah yang ia jahit sendiri untuk Keyna, baju yang ia buat dengan susah payah, tertata rapi di atas meja. Namun saat ia mendekat, ia melihat baju itu tergeletak di lantai, kusut dan basah.

Keira berlutut mengambilnya, meraba setiap bagian dengan lembut. Hatinya terasa perih melihat hasil kerjanya yang rusak. Keyna berdiri tak jauh dari sana, wajahnya penuh rasa bersalah.

"Kau tidak suka?" tanya Keira pelan, suaranya bergetar.

"Bukan begitu..." Keyna menggeleng cepat. "Itu Kak Arya. Dia menumpahkan minuman ke bajumu saat aku membuka kado. Maaf ya, Keira."

Keira menatap baju itu. Cukup dengan sedikit minuman, hasil kerjanya selama berhari-hari menjadi rusak. Padahal tangannya pernah terluka berkali-kali saat menjahitnya.

"Minuman saja bisa membuatnya rusak..." gumamnya pelan.

"Kan bisa dibeli lagi di toko. Jangan berlebihan begitu," ujar Arya yang sedari tadi diam di pojok ruangan, dengan nada meremehkan.

Keira tidak menjawab. Ia berbalik menuju meja, mengambil sebuah buku catatan kecil, lalu berniat pergi ke kamarnya.

"Keira, jangan pergi dulu. Buku yang kau berikan itu belum kubaca sama sekali. Bajunya akan kucuci, maaf ya," kata Keyna menahan langkahnya.

Keira berhenti, lalu menoleh perlahan. "Tidak apa-apa. Sudah rusak juga. Biarkan saja."

"Tapi... sungguh maafkan aku." Keyna mengambil sesuatu dari saku celananya. "Ini... aku lupa memberikannya padamu tadi." Ia menyodorkan sebuah kalung sederhana dengan foto kecil di dalamnya. "Hanya ini yang bisa kuberikan. Maaf ya kalau sederhana."

Keira menatap kalung itu. Ada rasa haru bercampur sedih yang memenuhi dadanya. "Terima kasih," ucapnya pelan, lalu mengambil kalung itu dan berjalan pergi. Ia menahan diri agar tidak menangis di saat kecewa, ternyata tetap ada sedikit kebaikan yang diberikan kepadanya.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!