NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Rania yang kini berada didalam ruangannya kini duduk sambil menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menekan emosinya dan amarahnya yang tengah berkobar karena perbuatan ibu mertuanya itu.

Dia bahkan mengusap wajahnya dengan kasar karena tidak bisa mengendalikan dirinya didepan umum seperti tadi.

"Menyebalkan sekali". Ucapnya pelan.

Setelah merasa suasana hatinya lebih tenang, dia melihat jam tangannya yang ternyata tinggal 5 menit lagi untuk mengadakan operasi untuk pasiennya.

Dia berjalan keruang ganti untuk memakai pakaian khusus diruang operasi nanti. Dia harus menghilangkan pikirannya dari kemelut rumah tangganya untuk saat ini.

Brak..

Ningsih melempar tasnya ke meja dengan gerakan kasar menimbulkan bunyi yang begitu memekakkan telinga.

Adel yang sedang duduk ber selonjoran langsung tersentak dan terkejut mendengar nya.

Dia menatap ibunya dengan tatapan kesal sekaligus penasaran karena melihat wajah ibunya yang baru masuk kedalam rumah tanpa berkata apapun duduk dengan wajah yang muram dan sangat marah.

"Ibu kenapa sih datang-datang ngamuk seperti itu? ".

Sang ibu menatap anaknya dengan nafas yang memburu karena emosinya yang meluap belum lagi tadi dia mendapatkan insiden memalukan karena kekurangan ongkos untuk membayar ongkos taksi yang ternyata sangat mahal jika dia ke rumah sakit tempat Rania bekerja.

"Tidak usah banyak tanya kamu, diam dan biarkan ibu sendirian". Jawabnya dengan kesal.

Adel menaikkan sebelah alisnya kemudian mengkerut kan keningnya karena ibunya berbicara seperti itu.

"Terserah ibu sajalah". Ucapnya membuang muka.

Dia tidak menambah buruk suasana hati ibunya yang sudah kusut seperti itu, nanti dia malah kena semprot lagi seperti tadi.

Terjadi keheningan diantara mereka sampai sang ibu memukul meja dengan keras.

Brak

"Astaga ibu, aku kaget ini, ibu kenapa sih? ". Sungutnya dengan kesal.

Dis memegang dadanya dengan ekspresi muram karena ibunya memukul meja dengan suara yang tidak kira-kira, jantungnya berdebar kencang karena terkejut.

"Ibu sangat marah sama Si Rania sialan itu, tadi dia mempermalukan ibu habis-habisan dirumah sakit bahkan ibu diusir paksa oleh security". Sungutnya sambil memukul bantal di pangkuannya itu.

Mata Adel langsung membesar mendengar perkataan ibunya itu, sekarang kakak iparnya itu sudah terang-terangan melawan mereka bahkan melakukan hal seperti itu kepada ibunya padahal ibunya masih berstatus mertuanya hingga kini karena mereka belum resmi bercerai.

"Ini tidak bisa dibiarkan pikirnya".

"Bu, ini sudah keterlaluan, kita tidak boleh diam saja seperti ini, kita harus melakukan sesuatu agar kak Rania tidka bisa bertindak seenaknya pada kita". Sungutnya ikut marah mendengar itu.

Ningsih menghela nafas kasar, dia memang tidak akan membiarkan hal itu terus menerus tapi jika mereka kembali menyinggung Rania polisi akan mencarinya karena Rania pasti akan melaporkannya apalagi dia punya bukti CCTV dirumah sakit itu.

"Sudahlah, ibu kesal sekali, coba tadi itu bukan rumah sakit ibu sudha hajar perempuan sialan itu, kita tidak bisa melakukannya dilingkungan kerja Rania disana banyak CCTV, kita harus cari tempat lain".

Senyum Adelia mengambang sempurna mendengar rencana ibunya yang sangat briliant itu, dia bahkan lansung memeluk ibunya akrena kesenangan, dia ingin sekali membalas kakak iparnya yang telah mengambil mobilnya dan menghentikan p bayaran kuliahnya sehingga dia kesulitan untuk bisa bersenang-senang seperti dulu karena kakaknya sendiri sangat perhitungan.

"Iya nak, kita harus membalas dia bagaimana pun caranya, ibu tidak akan membiarkan perempuan itu terus menginjak-injak harga diri kita hanya karena dia kaya dan selama ini membiayai hidup kita".

Ardi yang kini baru pulang kerja dan hendak kelaur dari ruangan nnya untuk pulang kerumah langsung ditatap sinis oleh kawan-kawan kantornya karena insiden tadi.

Dia sengaja tidak berkata apapun apalagi melihat teman-teman nya, dia sangat malu karena insiden yang tidak mengenakan menjadi bahan gosip seluruh kantor

"Aduh Ardi tidak usah banyak tingkah deh, kamu itu cuma bekal orang dalam saja tingkah mu lagaknya sebagai bos besar". Ejek salah satu dari mereka.

Mereka memang sengaja menghadang Ardi untuk membuat perhitungan atas sikap sombongnya itu, walau dia sangat royal pada mereka selama ini tetap saja kesombongan Ardi membuat mereka semua menyimpan dendam.

"Benar tuh, numpang nama istri saja belagunya minta ampun bahkan sering menghina kami ternyata cuma lelaki tidak modal nama istri tapi tak bisa apa-apa, malu tuh sama kesombongannya".

Mereka semua menatap jijik dan rendah kearahnya, dia yang biasanya angkuh kini hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat karena telah dihina satu kantor seperti ini, biasanya dia yang selalu melakukannya tapi sejak insiden siang tadi, wibawa dan kesombongan yang dia pamerkan hancur berantakan.

Aedi berjalan lurus menerobos kerumunan teman-teman kantornya tanpa peduli akan cemoohan mereka, dia harus menyelamatkan harga dirinya yang sudah hancur berantakan

"Eits, mau kemana kamu Ardi, kita harus berurusan terlebih dahulu, kami mau menuntut balas padamu atas kesombongan yang selama ini kamu berikan kepada kami".

Mereka kembali mencegat Ardi karena lelaki itu berusaha kabur dari mereka padahal urusan mereka belum selesai.

"Saya tidak kabur, dan saya bukan numpang sama istri, saya bekerja sendiri tanpa bantuan istri saya jadi jangan sembarangan kalian". Jawabnya dengan ketus.

Dia kembali melangkah karena tidak mau berurusan dengan mereka tapi lagi-lagi mereka menghadang dirinya seakan ingin mengeroyok dirinya.

"Kelihatannya kamu ini betul-betul tidak punya malu yah!!, kamu ini hanya bermodal numpang istrimu agar bisa diterima disini karena istrimu kawannya istri bos tapi tingkahmu seakan kamu pemilik perusahaan menyebalkan, bahkan kamu terang-terangan menghina kami selama ini". Bentak salah satu dari mereka.

Dia adalah salah satu korban Ardi yang selama ini dibentak, direndahkan dan dihina olehnya, kini mereka sudah tahu semuanya jadi mereka sengaja melakukan ini untuk menuntut balas padanya.

"Kalian ini mau apa sih, sejak tadi saya diam saja dan tidak mau pusing urusan kalian, kemarin kalian menghina saya di restoran saat makan karena katanya saya tidak punya uang, nyatanya saya membayarnya dengan cepat jadi jangan cari masalah lagi sama saya". Bentaknya dengan penuh emosi.

Sejak tadi dia menahan emosinya mati-matian untuk tidak meladeni mereka tapi mereka terus saja mencari gara-gara dengannya, dia tidak bisa tinggal diam lagi.

"Ala, tidak usah sok Ardi kami mendengar semua perkataan ibu Tania tadi padamu bahkan melihat bagaimana beliau tidak menghargai kamu sama sekali jadi kamu harus bertanggungjawab karena selama ini meremehkan kami".

Pemuda bernama Rio itu mendorong kasar Ardi hingga doa terhuyung kebelakang menabrak tembok yang ada dibelakangnya.

"Kamu harus diberi pelajaran, dasar manusia sombong dan tidak tahu diri".

1
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
Ayudya
persiapkan diri kalian tuk jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah manusia ga tau diri semua.bagus Rania ambil dan jangan beri kesempatan pada manusia yg seperti mereka🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah benalu banget si keluarga Ardi mana mau. pisik lagi
Ayudya
nah ini yg aku suka peran wanitanya tegas dan badas🥰🥰🥰🥰
Soraya
dh mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!