Mengisahkan seorang pemuda tampan yg sering dihina sama keluarga sendiri. Hingga suatu hari memutuskan untuk kabur dari rumah karena sudah capek dengan hinaan dari keluarganya, dan mendapatkan sistem yg akan merubah nasibnya.
Bagaiman kisah nya setelah mendapatkan sistem?
Ikuti Kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KenzieAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Orang Terkaya Indonesia dan Pertemuan Kembali dengan Keluarga
Pagi hari.
Zurich masih diselimuti kabut tipis ketika jet pribadi Star Dragon International bersiap lepas landas.
Setelah kemenangan mutlak di Global Capital Challenge, Alviano tidak tinggal lebih lama.
Karena di Indonesia, sebuah gelombang yang jauh lebih besar sudah mulai terbentuk.
Nama **Alviano Revende Xafier** mendominasi seluruh media ekonomi dunia.
Namun yang paling heboh adalah laporan kekayaan terbaru yang bocor ke publik.
━━━━━━━━━━━━━━━
Estimasi Kekayaan:
Rp4.473 Triliun
Sumber Utama:
• Nova Genesis Corporation • Star Dragon International • Nebula Capital • Global Quantum Industries • Berbagai aset teknologi dan investasi
━━━━━━━━━━━━━━━
Angka itu langsung mengguncang Indonesia.
Bukan karena kaya.
Melainkan karena terlalu kaya.
Bahkan banyak konglomerat lama belum tentu menyentuh seperempat dari jumlah tersebut.
Dan untuk pertama kalinya.
Media internasional mulai menyebut Alviano sebagai:
Orang Terkaya Indonesia
***
Jakarta.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Ratusan wartawan telah menunggu sejak pagi.
Ketika jet pribadi mendarat, suasana langsung meledak.
Pintu terbuka.
Alviano turun dengan langkah tenang.
Kilatan kamera menyambar tanpa henti.
"Tuan Alviano! Benarkah kekayaan Anda mencapai Rp4.473 triliun?"
"Apakah Anda sekarang orang terkaya di Indonesia?"
"Apa langkah berikutnya?"
"Apakah Anda akan masuk daftar orang terkaya dunia?"
Namun Alviano hanya berhenti sejenak.
Lalu berkata singkat:
"Saya masih bekerja."
Satu kalimat itu langsung menjadi headline utama di berbagai media.
***
Beberapa jam kemudian.
Di kantor pusat Star Dragon International Indonesia.
Seluruh direktur sudah menunggu.
Begitu Alviano masuk, mereka semua berdiri.
Bukan karena aturan perusahaan.
Melainkan karena rasa hormat.
Larissa menyerahkan laporan terbaru.
"Selamat, Pak."
"Kita resmi menjadi grup bisnis swasta terbesar di Indonesia."
Alviano membuka dokumen.
Di halaman pertama terdapat satu angka besar.
Rp4.473.000.000.000.000
Empat kuadriliun empat ratus tujuh puluh tiga triliun rupiah.
Ia menghela napas pelan.
Dulu ia diusir dari rumah karena dianggap beban keluarga.
Sekarang kekayaannya melampaui hampir semua konglomerat yang pernah meremehkannya.
***
Namun sebelum rapat dimulai, Mata Dewa Analisis Lv.4 aktif otomatis.
━━━━━━━━━━━━━━━
Deteksi Hubungan Emosional
Subjek
Status
Aurelia Wijaya
Ketertarikan: 78% · Kepercayaan: 88% · Status: Perasaan Hampir Terkonfirmasi
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tersenyum tipis.
Tampaknya hubungan mereka berkembang lebih cepat daripada yang ia sadari.
***
Sore hari.
Sebuah pesan pribadi masuk ke ponselnya.
━━━━━━━━━━━━━━━
Aurelia Wijaya
"Selamat datang kembali, Orang Terkaya Indonesia."
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano tertawa kecil.
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano
"Kedengarannya terlalu berlebihan."
━━━━━━━━━━━━━━━
━━━━━━━━━━━━━━━
Aurelia
"Media yang menulisnya, bukan aku."
"Tapi aku akui..."
"Aku juga terkejut."
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano mengetik balasan singkat.
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano
"Makan malam besok?"
━━━━━━━━━━━━━━━
Beberapa detik tidak ada jawaban.
Lalu notifikasi muncul.
━━━━━━━━━━━━━━━
Aurelia
"Baik."
━━━━━━━━━━━━━━━
Mata Dewa Analisis langsung berkedip lagi.
━━━━━━━━━━━━━━━
Subjek
Status
Aurelia Wijaya
Ketertarikan: 82%
━━━━━━━━━━━━━━━
Alviano hampir menggeleng geli.
Sistem benar-benar tidak tahu kapan harus berhenti menampilkan statistik.
***
Malam hari.
Ketika Alviano hendak menutup hari kerjanya, sekretaris masuk dengan ekspresi ragu.
"Pak."
"Ada tamu."
"Siapa?"
Wanita itu menelan ludah.
"Keluarga Xafier."
Ruangan langsung hening.
Beberapa direktur yang mendengar nama itu saling berpandangan.
Karena semua orang di lingkaran inti perusahaan tahu cerita masa lalu Alviano.
Ayah yang menghina.
Adik yang meremehkan.
Keluarga yang mengusirnya.
Dan kini mereka datang ke kantor orang terkaya Indonesia.
***
Alviano tidak langsung menjawab.
Beberapa detik berlalu.
Lalu ia berkata tenang:
"Biarkan mereka masuk."
Pintu terbuka beberapa menit kemudian.
Armand Xafier masuk lebih dulu.
Rambutnya tampak lebih banyak uban dibanding beberapa bulan lalu.
Di belakangnya ada ibunya, dan Kevin yang terlihat jauh lebih kurus.
Ketika mereka melihat ruangan mewah itu, layar data global, dan puluhan direktur yang berdiri hormat kepada Alviano, ekspresi mereka berubah.
Mereka akhirnya menyadari sesuatu yang selama ini sulit diterima.
Orang yang dulu mereka sebut sampah keluarga...
Kini berada di level yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan.
***
Armand berhenti beberapa meter di depan meja kerja Alviano.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, pria itu tampak kehilangan kata-kata.
Kevin menunduk.
Ibunya menggenggam tasnya dengan gugup.
Suasana terasa berat.
Akhirnya Armand berkata pelan:
"Alviano..."
"Kami datang untuk meminta maaf."
Tidak ada bentakan.
Tidak ada kesombongan.
Hanya penyesalan yang terlambat.
Ruangan tetap sunyi.
Semua orang menunggu reaksi Alviano.
Ia memandang mereka satu per satu.
Mengingat malam hujan ketika ia diusir.
Mengingat hinaan bertahun-tahun.
Mengingat rasa sakit yang dulu begitu dalam.
Namun anehnya.
Saat ini ia tidak merasa marah.
Yang tersisa hanyalah jarak.
Jarak antara masa lalu dan dirinya yang sekarang.
Alviano berdiri perlahan.
Lalu berkata dengan tenang:
"Aku menerima permintaan maaf kalian."
Mata Armand membesar sedikit.
Ibunya hampir menangis lega.
Namun Alviano melanjutkan sebelum mereka sempat berbicara.
"Tapi itu tidak mengubah apa yang sudah terjadi."
"Aku tidak menyimpan dendam."
"Namun aku juga tidak bisa kembali menjadi keluarga seperti dulu."
Kalimat itu terasa lebih menyakitkan daripada kemarahan.
Karena mereka tahu.
Pintu yang pernah mereka tutup sendiri tidak akan pernah benar-benar terbuka lagi.
Kevin akhirnya mengangkat kepala.
Matanya merah.
"Kak..."
"Aku benar-benar minta maaf."
Alviano menatap adiknya beberapa detik.
Lalu mengangguk pelan.
"Jangan ulangi kesalahan yang sama pada orang lain."
Itu saja.
Tidak ada penghinaan balasan.
Tidak ada pamer kekayaan.
Justru ketenangan itu yang membuat keluarga Xafier semakin malu.
Karena mereka sadar.
Orang yang dulu mereka anggap tidak berguna ternyata jauh lebih besar hati daripada mereka.
***
Setelah keluarga Xafier pergi.
Larissa bertanya pelan:
"Apakah Anda menyesal tidak membalas mereka?"
Alviano tersenyum tipis.
"Tidak."
"Balas dendam hanya mengikatku pada masa lalu."
"Aku lebih tertarik membangun masa depan."
Larissa terdiam.
Karena saat itu ia benar-benar memahami mengapa Alviano bisa melesat sejauh ini.
Bukan hanya karena kecerdasan.
Bukan hanya karena keberuntungan.
Tetapi karena ia terus bergerak maju.
Tanpa membiarkan masa lalu menahannya.
***
Malam semakin larut.
Alviano berdiri di depan jendela kantornya.
Jakarta terbentang di bawah sana.
Di layar sistem, satu angka besar menyala terang.
Rp4.473 Triliun
Dan jauh di balik angka itu, progress menuju target berikutnya terus berjalan.
Menjadi orang terkaya di dunia.
19,7% selesai.
Perjalanan masih panjang.
Namun malam ini, satu lingkaran masa lalu akhirnya tertutup.
Dan besok…
Langkah berikutnya menuju puncak dunia akan dimulai.
[Tamat Bab 20]