NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Pembantaian di Kabut Darah

​Suara tawa Ye Mang bergema memecah keheningan yang mencekam di antara bebatuan merah itu. Di matanya, Lin Chen dan Su Yue hanyalah dua ekor domba gemuk yang tersesat di kandang serigala.

​"Tumbal?" Ye Mang mendengus sinis mendengar gumaman Lin Chen. "Dasar pelayan gila. Kau pikir karena kau bisa memukul mati anjing-anjing liar barusan, kau bisa melawan kultivator sejati? Serang dia! Cincang tubuhnya, tapi jangan sampai merusak pusakanya!"

​Mendengar perintah itu, kelima murid luar di belakang Ye Mang langsung melesat maju. Pedang dan golok di tangan mereka memancarkan cahaya Qi yang tajam. Angin berdesir keras membelah kabut darah.

​"Lin Chen, awas!" jerit Su Yue. Ia bersiap melemparkan api Qi dari tangannya untuk melindungi asistennya.

​Namun, sebelum Su Yue sempat merapalkan segel tangannya, sosok Lin Chen yang berdiri di depannya tiba-tiba... menghilang.

​Tidak ada fluktuasi Qi. Tidak ada ledakan energi spiritual. Hanya ada suara letupan udara akibat gerakan fisik murni yang menembus batas kecepatan suara.

​BAM!

​Suara benturan daging dan tulang yang sangat brutal meledak di tengah-tengah kelima murid luar itu.

​Salah satu murid yang berlari paling depan tiba-tiba membeku di tempat. Matanya melotot menatap dadanya sendiri. Sebuah tinju yang sekeras baja kosmis telah menembus dada pemuda itu dari depan hingga punggung, menghancurkan jantungnya dalam satu pukulan mulus.

​"Satu," bisik Lin Chen dingin di telinga murid yang sekarat itu.

​Lin Chen menarik tangannya. Darah menyembur keluar, namun sebelum darah itu menyentuh tanah, energi liar dari darah tersebut langsung disedot masuk ke dalam pusaran tak kasat mata di perut Lin Chen.

​"A-Apa?!" Keempat murid lainnya terbelalak ngeri. Kaki mereka langsung lemas. Gerakan macam apa itu? Bahkan kultivator Pembangunan Fondasi pun tidak secepat itu!

​"Mati kau, Monster!" teriak seorang murid yang panik. Ia mengayunkan golok besarnya tepat ke leher Lin Chen.

​Alih-alih menghindar, Lin Chen mengangkat tangan kirinya dan menangkap bilah golok spiritual itu dengan dua jari!

​TRANG!

​Golok yang dialiri Qi itu berhenti seketika, bergetar hebat namun tidak bisa bergerak maju meski hanya satu inci. Murid itu mencoba menarik goloknya, tapi bilah itu terasa seperti tertanam di dalam gunung karang.

​Lin Chen menjentikkan jarinya.

​KRAAAK!

​Golok spiritual kelas fana itu hancur berkeping-keping. Salah satu pecahan bilahnya ditangkap oleh Lin Chen, lalu dengan lambaian tangan yang kasual, ia melemparkan kepingan baja itu ke depan.

​Sring! Sring! Sring!

​Kepingan baja itu melesat lebih cepat dari anak panah, menembus tenggorokan tiga murid yang tersisa dalam satu tarikan napas.

​Tiga tubuh tumbang secara bersamaan. Suara gurgling darah yang keluar dari leher mereka terdengar mengerikan. Hanya dalam waktu kurang dari lima detik, lima kultivator Pengumpulan Qi puncak telah dibantai layaknya memotong sayuran!

​Su Yue yang menonton dari belakang menutup mulutnya dengan kedua tangan, tubuhnya gemetar hebat. Ia adalah seorang alkemis yang terbiasa menyelamatkan nyawa, bukan melihat pembantaian brutal seperti ini.

​Sementara itu, Ye Mang yang tadinya tersenyum sombong, kini wajahnya sepucat kertas. Pedang di tangannya bergetar tanpa henti. Kesombongannya hancur lebur digantikan oleh teror absolut.

​"T-Tidak... Kau... Pusaka apa yang kau pakai?! Ini tidak mungkin! Kau adalah Ye Chen, kau sampah tanpa Dantian!" Ye Mang berteriak histeris, melangkah mundur hingga punggungnya menabrak batu karang merah.

​Lin Chen berjalan pelan mendekati Ye Mang. Setiap langkahnya terasa sangat berat, seolah dewa kematian sedang menghampiri.

​"Kau benar, Dantianku memang sudah hancur. Oleh keluargamu," kata Lin Chen dengan nada sedatar danau beku. "Tapi asal kau tahu, Ye Mang. Sejak awal, aku tidak pernah memandangmu sebagai saingan. Kau hanyalah serangga berisik yang kebetulan lewat di jalanku."

​"J-Jangan mendekat!" Ye Mang menjerit panik. Ia mengerahkan seluruh sisa Qi di dalam tubuhnya, membentuk pusaran angin hijau yang tajam di ujung pedangnya. Tebasan Badai Pemecah Angin! Ini adalah jurus pamungkasnya.

​Ia menebas ke arah kepala Lin Chen dengan sekuat tenaga.

​Lin Chen tidak repot-repot menghindar. Ia membiarkan pedang itu menghantam bahunya.

​Ting!

​Suara nyaring bergema. Pedang Ye Mang memantul kembali, meninggalkan tangan pemuda itu mati rasa dan berdarah. Jangankan menembus daging Lin Chen, merobek pakaian pelayannya yang tipis saja pedang itu gagal! Fisik Lin Chen di tahap Siklus Surga Besar benar-benar setara dengan tubuh iblis prasejarah.

​Ye Mang jatuh terduduk. Ia benar-benar putus asa. "Kakak... Kakak Sepupu! Tolong ampuni aku! Kita sedarah! Aku salah, aku buta, tolong lepaskan aku!" ratap Ye Mang sambil bersujud di tanah yang lengket oleh darah teman-temannya.

​"Sedarah?" Lin Chen tersenyum tipis. "Di saat klan mengambil Akar Rohku, apakah kalian ingat tentang darah? Di ranah ini tidak ada hukum sekte, Ye Mang. Kau sendiri yang mengatakannya."

​Lin Chen mencengkeram ubun-ubun Ye Mang dengan satu tangan dan mengangkat tubuh pemuda itu layaknya mengangkat boneka jerami.

​Diam-diam, Lin Chen merentangkan Jaring Bintangnya. Energi Qi yang tersisa di tubuh Ye Mang, beserta esensi darahnya, langsung ditarik paksa dan disedot ke dalam pusaran di perut Lin Chen.

​Mata Ye Mang melotot. Tubuhnya mengering dengan kecepatan mengerikan. Ia ingin menjerit, namun pita suaranya telah lumpuh. Dalam beberapa detik, tubuh Ye Mang berubah menjadi debu dan pakaiannya jatuh ke tanah.

​BUM!

​Pusaran di Dantian Lin Chen berputar gila-gilaan. Menyerap esensi dari lima kultivator dan puluhan serigala buas telah memadatkan energi kosmis di pusarnya. Kini, pusaran itu telah berubah menjadi sebutir bola kecil seukuran mutiara yang memancarkan cahaya perak kelam.

​Embrio Inti Bintang telah terbentuk!

​Lin Chen menghembuskan napas panjang. Kekuatan di dalam tubuhnya kini terasa bisa disalurkan keluar. Ia tidak lagi hanya mengandalkan otot, tapi ia kini bisa memancarkan ledakan energi kosmis dari jarak jauh!

​Di belakangnya, Su Yue jatuh terduduk. Wajah cantiknya memucat ngeri.

​"Lin Chen... kau... kau membunuh mereka semua. Jika sekte tahu..." suara Su Yue bergetar.

​Lin Chen berbalik. Ia berjalan menghampiri Su Yue, lalu mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu berdiri. Tatapannya tidak lagi brutal, melainkan kembali tenang seperti asisten yang patuh.

​"Tetua Kehormatan Su," ucap Lin Chen lembut namun tegas. "Ini adalah Benua Langit Azure. Jika kau hanya berdiri diam menyeduh pil di dalam paviliun, kau tidak akan pernah mengerti kejamnya dunia luar. Mereka berniat memperkosamu dan membunuh kita berdua. Kebaikan hati pada musuh adalah racun yang lebih mematikan dari Kabut Darah di tempat ini."

​Su Yue menatap mata Lin Chen. Gadis itu menelan ludah. Ia tahu Lin Chen benar. Jika posisi mereka dibalik, Ye Mang tidak akan pernah mengampuni mereka. Perlahan, Su Yue menerima uluran tangan Lin Chen dan berdiri.

​"Kau... kau benar," gumam Su Yue, mencoba menstabilkan mentalnya. "T-Terima kasih, Lin Chen. Sekali lagi, kau menyelamatkanku."

​"Tugasku adalah melindungimu," Lin Chen tersenyum tipis. "Sekarang, mari kita lanjutkan perjalanan. Di mana posisi Rumput Jiwa Darah itu?"

​Su Yue membuka petanya yang sedikit gemetar. "Di... di pusat ranah ini. Ada sebuah lembah yang disebut Lembah Tulang Menangis. Tempat itu dijaga oleh Binatang Roh tingkat Inti Emas. Tapi yang paling aku khawatirkan adalah... Ye Feng."

​Mendengar nama itu, senyum di bibir Lin Chen semakin lebar, namun matanya memancarkan hawa dingin yang membuat kabut di sekitarnya membeku sesaat.

​"Ye Feng," bisik Lin Chen seolah mencicipi nama itu di lidahnya. "Bagus. Aku kebetulan sedang mencari bahan bakar tingkat tinggi untuk mematangkan Inti Bintangku. Ayo pergi."

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!