NovelToon NovelToon
Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis Dengan Sapi Wagyu

Dokter Hewan Mencuri Hati CEO Agribisnis Dengan Sapi Wagyu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Saskia Mahendra adalah dokter hewan brilian yang mati kelelahan di laboratorium. Kini ia terbangun sebagai Saskia Utami, 20 tahun, terlilit utang koperasi, dikepung Bibi dan Paman serakah yang siap merampas tanahnya.

Namun, ia membawa sesuatu dari alam kematian: Air Suci. Warisan jiwa yang bisa menyembuhkan ternak dan memicu pertumbuhan ajaib. Setiap tetes bisa mengubah sapi kurus jadi Wagyu bernilai fantastis, tapi setiap tetesnya juga menguras nyawanya sendiri. Harga yang harus ia bayar diam-diam.

Ketika hasil peternakannya menembus standar daging termahal Indonesia, CEO agribisnis raksasa datang membawa kontrak, dan bahaya. Daniel Hardjono. Jenius, arogan, dan terlalu berbahaya untuk dipercaya. Di antara klausul kontrak berdarah dan ciuman yang tak direncanakan, Saskia harus menghadapi ancaman yang lebih ganas dari preman desa, mata-mata korporat internasional yang tahu ada rahasia di kandangnya, dan akan membunuh untuk mendapatkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Satu Sapi

Keheningan malam mendadak pecah oleh keheningan lain yang mengerikan: kipas angin kandang mati total.

Saskia terbangun dengan jantung berdebar kencang. Bukan karena mimpi buruk. Tapi karena suara. Tepatnya, karena tidak adanya suara. Dengung kipas angin yang biasanya menjadi pengantar tidurnya, lenyap. Digantikan oleh keheningan mutlak yang hanya dipecahkan oleh lenguhan gelisah sapi-sapi Wagyu.

"Sial!"

Ia melompat dari tumpukan jeraminya. Tangannya meraba-raba dalam gelap, mencari senter. Dapat. Senter kecil dengan baterai yang hampir habis, cahayanya redup. Tapi cukup untuk melihat.

Termometer di dinding kandang menunjukkan angka tiga puluh enam derajat.

"Tidak mungkin... baru dua puluh menit. Suhunya naik delapan derajat?!"

Senter menyapu ruangan. Kipas angin besar di sudut kandang, yang biasanya berputar tanpa henti, sekarang diam. Tidak ada lampu. Tidak ada listrik.

Listrik mati.

Saskia berlari ke panel listrik di depan kandang. Jarinya membuka kotak sekering dengan tangan gemetar. Semua saklar dalam posisi ON. Tidak ada yang trip. Tidak ada tanda-tanda korsleting.

"Ini bukan gangguan PLN," desisnya. "Seseorang mematikan ini."

Pikirannya langsung melompat ke satu wajah. Wajah yang tersenyum tipis di balik pagar setiap kali ada kemalangan di kandangnya. Tapi ia tidak punya waktu untuk menyelidiki sekarang.

Sapi-sapinya sekarat.

Lima Wagyu Fullblood Australia. Semuanya terjaga, berdiri di kandang masing-masing, gelisah, nafas tersengal. Dara, sapi yang paling anggun, sudah mulai mengeluarkan air liur berlebihan. Matanya berputar-putar. Lidahnya menjulur. Suhu tubuhnya mungkin sudah di atas empat puluh derajat.

"Bertahan! Aku akan perbaiki ini!"

Saskia berlari ke belakang kandang, ke sumber air. Tidak ada pompa listrik. Sumurnya masih manual. Untunglah. Ia menarik ember, mengisi penuh, berlari kembali ke kandang.

"Air dulu. Turunkan suhu badan kalian."

Ia menyiramkan air ke tubuh Dara. Sapi itu tersentak, melenguh keras, tapi tidak melawan. Air dingin membasahi bulu hitamnya, menetes ke lantai. Saskia menyiram lagi. Dan lagi. Ember demi ember.

Tapi itu tidak cukup.

Ia butuh Air Suci.

Saskia menatap CCTV di sudut kandang. Lampu merah kecil itu... mati. Tanpa listrik, tidak ada yang merekam.

Ini kesempatan.

Ia berlari ke pohon besar di belakang kandang, tempat yang tidak terjangkau CCTV. Jatuh berlutut, menutup mata, dan masuk ke ruang spasial.

Langit keemasan. Rumput hijau. Batu besar dengan mata airnya. Semuanya masih sama. Tapi kali ini Saskia tidak punya waktu untuk mengagumi keindahannya.

"Lima sapi. Masing-masing satu tetes. Cukup untuk bertahan sampai pagi."

Ia menciduk air dengan telapak tangannya. Lima tetes terpisah, masing-masing di ujung jemari. Lalu ia kembali ke dunia nyata.

Kepalanya langsung pusing. Tapi ia memaksakan langkahnya kembali ke kandang.

Satu per satu, ia teteskan Air Suci ke lidah sapi-sapinya. Dara. Sapi kedua. Sapi ketiga. Sapi keempat.

Sapi kelima...

Di mana sapi kelima?

Senter menyapu kandang. Dara. Sapi kedua. Ketiga. Keempat. Di sudut paling belakang, sapi kelima, yang paling kecil, yang baru tiba seminggu lalu, yang paling sulit beradaptasi...

Terbaring.

"TIDAK!"

Saskia berlari, tersandung jerami, jatuh, bangkit lagi. Tangannya menyentuh tubuh sapi itu.

Masih hangat.

Tapi tidak ada nafas. Tidak ada detak jantung. Matanya terbuka, tapi pupilnya sudah melebar dan tidak bereaksi terhadap cahaya senter.

"Bangun! KAU HARUS BANGUN!"

Ia meneteskan Air Suci langsung ke lidah sapi itu. Satu tetes. Dua tetes. Tiga tetes. Air keemasan itu jatuh ke lidah yang sudah mulai membiru. Tidak ada reaksi. Tidak ada keajaiban.

Sapi itu sudah mati.

Mungkin mati lima menit sebelum Saskia kembali dari ruang spasial. Mungkin mati saat Saskia sedang menciduk air untuk teman-temannya. Mungkin mati sendirian di sudut gelap, tanpa ada yang menemani.

Saskia berlutut di samping tubuh sapi itu. Tangannya masih memegang kepala sapi yang sudah mulai kaku. Air Suci masih menetes dari jemarinya, bercampur dengan air mata yang baru sekarang ia sadari mengalir di pipinya.

"Aku terlambat," bisiknya. "Aku terlambat lima menit."

Seratus lima puluh juta rupiah. Itu harga sapi ini. Tapi bukan uang yang membuat Saskia tidak bisa bernafas. Bukan uang yang membuat dadanya terasa diremuk.

Tapi fakta bahwa ia kalah.

Ia sudah memberikan Air Suci. Ia sudah membangun sistem pendingin. Ia sudah begadang tiga hari. Tapi tetap saja, seekor sapi mati di kandangnya. Mati karena seseorang mematikan listrik. Mati karena ia tidak cukup cepat.

Saskia tidak menangis. Tidak berteriak. Tidak menghancurkan apapun. Ia hanya duduk di samping bangkai sapi itu, meletakkan tangannya di tubuh yang masih hangat, dan diam.

Di luar, di balik pagar, Paman Harto berdiri dengan senyum tipis. Tangannya masih memegang tangkai potong yang ia gunakan untuk mematikan aliran listrik dari tiang dekat jalan. Ia tidak masuk. Hanya menonton dari jauh. Lalu berbalik dan berjalan pulang ke rumahnya, langkah kakinya ringan seperti orang yang baru saja menyelesaikan tugas dengan sempurna.

Di Jakarta, di apartemen mewahnya, Daniel Hardjono terbangun oleh bunyi notifikasi di ponselnya.

Pukul empat pagi. Email dari sistem pemantauan kandang. Subject: ALERT: KANDANG MB3 - POWER FAILURE - ASSET LOSS DETECTED.

Daniel membuka email itu. Matanya membaca laporan otomatis. Lampu mati pukul 01.42. Suhu naik ke tiga puluh delapan derajat dalam waktu tiga puluh menit. Satu ekor Wagyu Fullblood, nomor registrasi WF-007, tidak terdeteksi pergerakannya sejak pukul 02.15.

WF-007. Sapi yang paling kecil. Yang paling muda. Yang paling rentan.

Daniel menutup matanya. Jemarinya mencengkeram ponsel begitu keras sampai buku-buku jarinya memutih. Lalu ia membuka matanya lagi, dan ekspresinya sudah berubah. Tidak ada lagi kebingungan seperti tadi malam. Tidak ada lagi sesuatu yang aneh di dadanya.

Hanya dingin. Hanya bisnis.

Ia menekan tombol panggilan cepat.

"Budi."

"Pak Daniel? Ini jam empat pagi. Ada apa?"

"Siapkan surat peringatan pertama untuk Saskia Utami. Dan..."

Daniel berhenti sejenak. Matanya menatap layar ponsel yang masih menampilkan email dari sistem pemantauan. Satu sapi mati. Seratus lima puluh juta hilang. Tapi ada sesuatu yang lebih penting dari itu. Sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan dengan logika, tapi mendorongnya untuk melakukan hal yang sudah ia rencanakan sejak awal.

"...aktifkan klausul inspeksi mendadak halaman empat puluh tujuh."

1
4revenge
aku suka bagian ini
Lini Krisnawati
bagus
gina altira
Suka nie sama Saskia tegassss
gina altira
semangat SASKIA
gina altira
jadi Dilema ya Saskia,
sukensri hardiati
baru mulai buka mata dah banyak banget masalah saskia yg harus diurus....smangatttt....
gina altira
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!