NovelToon NovelToon
Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Penulis Terjebak; Tolong, Karakter Gue Ngamuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:910
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

"Dewa Penulis... kenapa Kau bikin kami hidup, tapi gak kasih kami arti?" — Lord Valgus, Penyihir Jahat

Gue Leon, dan gue yang bikin dunia ini. Gue yang nulis siapa hidup, siapa mati, siapa kuat, siapa lemah. Tapi gue ngelakuinnya santai banget, asal ketik aja di keyboard. Buat gue, ini cuma cerita hiburan doang.

Sampai akhirnya gue malah terjebak masuk ke dalam cerita itu sendiri.

Ternyata, jadi penulis itu gak enak ya kalau ceritanya sendiri berantakan. Kerajaan megah tapi bentuknya aneh, tokoh-tokohnya punya perasaan sendiri di luar naskah, terus musuh utama malah pengen bunuh gue karena ngerasa hidupnya cuma dipermainkan.

Sekarang gue gak cuma nulis cerita lagi. Gue harus hidup di dalamnya, benerin semua kesalahan gue, dan bikin akhir cerita yang adil buat mereka... sebelum gue dihukum sama karya gue sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22. apakah sebelumnya hanya sebuah mimpi?

Setelah tersadar dari komanya, Leon langsung dipindahkan ke ruang rawat inap dan kondisinya masih terus dipantau ketat oleh dokter. Begitu Bu Ina siuman dan diberi kabar bahwa anaknya telah sadar, ia seketika bergegas menuju kamar rawat Leon.

Dengan langkah terburu-buru, Bu Ina membuka pintu. Karena tergesa-gesa, ia tidak sengaja membukanya terlalu kuat hingga terdengar bunyi bantingan yang keras. Leon dan Pak Indra yang sedang berada di dalam ruangan pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu.

Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Bu Ina mendekati anaknya yang duduk di atas brankar, lalu langsung memeluknya dengan sangat erat.

"Terima kasih, Nak… terima kasih sudah tidak meninggalkan Ibu," ucapnya dengan suara parau. Air matanya mengalir deras membasahi pipi, dan pelukannya semakin dipererat, seolah-olah ia sangat takut jika anaknya akan pergi lagi darinya.

Leon pun langsung membalas pelukan itu dengan tak kalah erat. Sungguh, ia sangat merindukan ibunya. Setelah melepaskan pelukan itu, Bu Ina menatap wajah putranya lekat-lekat, lalu tangannya terulur mengelus rambut Leon yang kini terasa cukup panjang.

Memang, Leon sangat merindukan kedua orang tuanya. Namun di dalam hatinya, rasa bingung masih menyelimuti pikirannya. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ia bisa berada di rumah sakit dan dinyatakan koma selama bertahun-tahun? Bukankah sebelum ia merasa pindah ke dunia ceritanya, ia sedang duduk tenang di kamar kosnya? Lalu mengapa saat ia kembali, ia justru terbangun di tempat ini?

Bu Ina yang sedari tadi menatap wajah putranya segera menyadari perubahan raut wajah Leon yang tampak berbeda.

"Kenapa, Nak? Apa ada yang terasa sakit?" tanya Bu Ina dengan nada cemas.

Leon langsung menggelengkan kepalanya. "Enggak, Bu. Leon cuma bingung aja. Kenapa Leon ada di rumah sakit? Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah tadi Leon cuma ada di kamar kos?" tanyanya dengan wajah yang masih penuh kebingungan.

Alis Bu Ina dan Pak Indra otomatis berkerut mendengar pertanyaan anak tunggalnya itu.

"Kos apa maksudnya, Nak? Jelas-jelas kamu nggak pernah ngekos," sahut Pak Indra, yang langsung dibenarkan oleh istrinya.

"Iya benar, Nak. Kamu itu nggak pernah ngekos. Dan kamu benar-benar nggak ingat sama sekali kenapa bisa sampai di rumah sakit?" tanya Bu Ina, namun Leon hanya menjawab dengan menggeleng pelan.

Bu Ina langsung menoleh ke arah suaminya dengan wajah mulai panik. "Pak... jangan-jangan anak kita hilang ingatan?"

Pak Indra pun ikut khawatir dan segera menekan tombol panggil yang terpasang di sisi brankar. Tak lama kemudian, dokter beserta dua orang suster masuk ke ruangan itu. Pak Indra langsung menjelaskan apa yang baru saja terjadi, dan dokter pun mulai memberikan penjelasannya.

"Begini, Bapak, Ibu. Pasien bernama Leon Arleno ini baru saja terbangun dari masa koma yang berlangsung selama lima tahun. Kemungkinan besar ada sebagian memori di otaknya yang hilang atau terputus, namun ini sifatnya sementara, bukan permanen. Nanti kalau kondisi kesehatannya sudah semakin membaik dan stabil, ingatannya akan muncul kembali dengan sendirinya. Jadi kami mohon, tolong jangan memaksa pasien untuk mengingat sesuatu yang belum ia ingat. Hal itu justru bisa memperparah kondisi amnesianya."

Setelah mendengar penjelasan dokter, kedua orang tua Leon pun menghela napas lega. Namun lain halnya dengan Leon, ia hanya diam sambil termenung. Di dalam ingatannya, berbagai peristiwa mulai berputar kembali.. bermula dari saat ia pertama kali masuk ke dalam dunia cerita yang ia tulis sendiri, hingga momen saat ia bertemu dengan Liora, Zarek, dan Valgus, serta segala masa kebersamaan yang terjalin, terutama dengan Liora. Di dalam benaknya, satu pertanyaan besar muncul...apakah semua ini yang ia alami itu hanyalah sebuah mimpi belaka?

1
Rafi Hafizh
bagus ceritanya 👍
Ananda Anggit
🤭🤭
Ananda Anggit
siap ka, terimakasih saran nya 😁🙏
Sarah
Ya kalau dateng... kalau gak ada yang dateng? Basi dong. /Sweat/
Sarah
Aku juga sudah menduganya. 😂
Sarah
Aduhhh, Leon dipuji mulu tiap bab sama heroine nya ini. 😁
Sarah
Ceritanya lucu banget. 😁
Sarah
Kalau nama awalannya harus huruf kapital yah, “Leon”
Sarah
Ketika catatan penulis yang biasa ada di dalam kurung di tengah-tengah cerita jalan... beneran masuk ke cerita. 😂
Sarah
Bagus, cuma... ini pov orang ketiga (narator) sama pov orang pertama (Leon alias MC) yang konsisten yah. Kalau mau ganti pov tandain dulu. Biar gak bikin bingung. Atau tandain kata kayak “Pikirnya”, “Batinnya”, “Ucapnya dalam hati” untuk nunjukkin apa yang ada di otak Leon.
Ananda Anggit: iya sekali lagi makasih ya kak 😁
total 3 replies
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author 😍
Ananda Anggit
🥳🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!