NovelToon NovelToon
BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

BOUND BY BLOOD, LOCKED BY LOVE

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Aliansi Pernikahan
Popularitas:941
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

Siap, ini deskripsi singkat yang diambil dari naskah yang kamu kirim (lebih sesuai dengan konflik, karakter, dan tensinya):

Dalam sebuah perjanjian yang tak bisa dihindari, Talia harus menerima takdirnya untuk menikah dengan Etnan—pria dingin, penuh kuasa, dan menyimpan banyak sisi yang tak terduga.

Di balik hubungan yang terlihat formal, terselip ketegangan, kecemburuan, dan rahasia yang perlahan terungkap. Kehadiran Sophia yang obsesif, serta perasaan tersembunyi dari orang-orang di sekitar mereka, membuat hubungan itu semakin rumit.

Namun di antara sindiran, sentuhan yang tak diinginkan, dan emosi yang saling ditahan—perlahan tumbuh sesuatu yang lebih dalam dari sekadar kewajiban.

Cinta yang seharusnya tidak ada… justru mulai mengikat mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 : EGO YANG TAK MAU PERGI

"Kau benar. Aku adalah suamimu dalam dokumen itu," bisik Ethan, wajahnya kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Talia, mengembuskan napas hangat beraroma mint yang memabukkan.

"Tapi bagaimana dengan urusan di dalam rumah ini? Kita belum menyelesaikan urusan kita yang sempat terganggu di dapur tadi..."

"Kau sungguh berbahaya Tuan Ethan Taylor."

Pertanyaan Ethan yang menggantung di udara seperti sumbu pendek yang siap meledakkan kembali seluruh gairah yang sempat tertahan. Talia bisa merasakan embusan napas pria itu menerpa permukaan kulit wajahnya, mengirimkan sengatan halus yang melumpuhkan semua logika yang baru saja ia susun di kamar atas.

"Ethan, kita sudah sepakat..." bisik Talia, suaranya bergetar, terdengar lebih seperti sebuah pasrah daripada sebuah penolakan.

"Aku tidak ingat pernah menyepakati apa pun untuk pagi ini, Talia," potong Ethan, suaranya serak dan teramat rendah.

Tanpa memberikan kesempatan bagi Talia untuk membalas, tangan kekar Ethan yang semula bertumpu pada pegangan tangga bergerak cepat. Jemari kokohnya menyusup ke belakang tengkuk Talia, menarik lembut namun penuh penekanan agar wajah gadis itu mendongak sepenuhnya.

Di saat yang sama, Ethan melangkah naik satu anak tangga, mengikis habis jarak di antara mereka hingga dada bidangnya membentur pelan tubuh mungil Talia.

Ethan menunduk dan langsung mengunci bibir Talia dalam sebuah lumatan yang jauh lebih menuntut dari sebelumnya.

'Apalagi yang kau bualkan tentang batas dunia yang berbeda, Ethan? 'batin pria itu merutuki dirinya sendiri.

Namun, rasa manis alami dari bibir Talia yang bebas kosmetik benar-benar telah menjadi candu baru yang meruntuhkan benteng es di dalam dadanya.

Talia tersentak, tangannya yang semula terlipat di dada spontan mencengkeram bahu kokoh Ethan untuk mencari tumpuan. Sensasi hangat, dominan, dan aroma mint yang melekat pada suaminya kembali menguasai seluruh indranya.

Rasa kesal akibat sikap dingin Ethan semalam menguap begitu saja, digantikan oleh luapan damba yang ternyata sama besarnya di dalam dada mereka masing-masing.

Ciuman itu tidak lagi berupa pagutan singkat yang tergesa-gesa. Ethan melumat bibir atas dan bawah Talia bergantian dengan ritme yang lambat namun teramat intens, menghisapnya dalam-dalam seolah sedang menyerap seluruh eksistensi wanita itu ke dalam dirinya. Kecapan demi kecapan sensual terdengar halus memecah kesunyian ruang tengah mansion mewah tersebut.

Talia yang semula hanya menerima pasrah, perlahan mulai membalas lumatan tersebut. Jemarinya bergerak naik dari bahu Ethan, menyusup ke sela-sela rambut hitam legam sang suami, menariknya sedikit untuk memperdalam tautan mereka.

 Respons balik dari Talia seketika menyalakan alarm bahaya di kepala Ethan; tubuh pria itu kian menegang, dan egonya sebagai seorang suami bergemuruh hebat mendapatkan penyerahan yang begitu manis dari sang istri.

Tangan Ethan yang bebas kini melingkar erat di pinggang ramping Talia, mengangkat tubuh gadis itu sedikit hingga Talia terpaksa bertumpu sepenuhnya pada tubuh kekar Ethan.

Detak jantung mereka bertalu liar di dalam rongga dada yang saling berhimpitan, seolah-olah sedang menyuarakan apa yang tidak mampu diucapkan oleh lidah mereka: pernikahan ini mungkin sebuah paksaan sejarah, namun gairah di antara mereka adalah takdir yang tak bisa ditolak.

Ethan mendesak halus belahan bibir Talia, menuntut akses yang lebih dalam. Lidah mereka akhirnya bertemu, saling membelit dan mengecap di bawah kungkungan gairah pagi yang membakar habis sisa-sisa gengsi dan dinding pemisah kamar yang semalam Ethan agungkan.

Ketika pasokan udara di paru-paru mereka kian menipis, Ethan perlahan menarik wajahnya sejarak beberapa sentimeter. Namun, ia tidak melepaskan dekapannya.

Pria itu menyembunyikan wajahnya di lekuk leher Talia yang jenjang, menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya yang memabukkan, sementara napasnya yang memburu terengah-engah menerpa kulit leher Talia yang sensitif.

Talia memejamkan mata erat-erat, meremas kemeja hitam Ethan dengan sisa tenaga yang ia miliki. Seluruh tubuhnya lemas, jantungnya berdegup begitu kencang hingga kepalanya terasa pening. Aroma mint dan kehangatan Ethan seolah telah mengunci mati seluruh sistem pertahanan dirinya.

"Ini benar-benar gila," bisik Ethan, suaranya sangat serak, terdengar frustrasi di dekat telinga Talia.

Tubuh pria itu telah bereaksi terlampau jauh terhadap Talia. Ketegangan yang semalam ia sembunyikan mati-matian di kamar bawah kini mencuat tanpa bisa ditutupi lagi.

Ada gejolak egois di dalam hatinya yang ingin membawa Talia kembali ke dalam kamar saat ini juga dan mengklaimnya sepenuhnya sebagai seorang istri.

Talia yang merasakan perubahan atmosfer itu perlahan membuka mata, menatap puncak kepala Ethan yang masih bersandar di lehernya. Sudut hatinya yang paling dalam berbisik bahwa ia menginginkan sentuhan ini lagi dan lagi, namun akal sehatnya yang tersisa mengingatkannya pada topeng dingin Ethan yang bisa kembali kapan saja.

Dengan perlahan, Talia mendorong pelan dada bidang Ethan.

"Ethan... hentikan. Kita bisa melangkah terlalu jauh."

Ethan bergeming sesaat sebelum akhirnya menegakkan tubuhnya kembali. Sorot mata kelam pria itu tampak menggelap penuh kabut gairah yang belum tuntas, menatap lekat bibir Talia yang kini jauh lebih memerah dan basah akibat ulahnya.

Ia memundurkan tubuhnya satu langkah ke anak tangga bawah, mencoba menetralkan gemuruh hebat di dadanya dan mengunci rapat kembali topeng angkuhnya sebelum egonya runtuh sepenuhnya di hadapan sang istri.

1
Amila FM,IG:amilaeditslife
seruuu, recommended kalau yang suka cerita pasangan powerful
Amila FM,IG:amilaeditslife
tolong itu si Ethan jgn plin plan, nggak usah kebanyakan ngeles dan sandiwara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!