NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 20

Suasana malam di toko terasa hangat. Hubungan Layla dan Bennedict semakin dekat. Persahabatan mereka perlahan berubah menjadi perasaan yang lebih dalam, meski keduanya masih sama-sama menyembunyikannya.

Layla yang masih dibayangi trauma masa lalu memilih memendam perasaannya. Sementara Bennedict ingin melindungi dan membebaskannya dari Zhao Lee, tetapi ia sadar Layla belum siap membuka hati. Ia tak ingin memaksakan kehendaknya, karena baginya cinta tidak boleh lahir dari paksaan.

"Ah, aku hampir lupa." Bennedict mengeluarkan sebuah minuman kaleng dari kantong plastik. "Tadi ada pelanggan yang memberikannya. Katanya sebagai ucapan terima kasih."

Mata Layla langsung berbinar.

"Wah... bukannya ini produk yang baru rilis? Susah banget nyarinya."

"Iya, ya?" Bennedict tersenyum. "Berarti aku lagi beruntung."

"Mau berbagi enggak?" goda Layla.

Bennedict menggeleng sambil menunjukkan label pada kaleng itu.

"Enggak bisa. Ini mengandung alkohol. Aku takut kamu malah sakit lagi."

"Oh iya juga..."

Layla langsung teringat kejadian saat tak sengaja meminum minuman beralkohol di rumah Riri.

"Demi menghargai pemberinya, aku habiskan saja."

Bennedict membuka kaleng itu lalu meneguk isinya hingga tandas.

Layla hanya bisa menatap iri.

"Aku juga pengin coba..."

Namun beberapa saat kemudian, ekspresi Bennedict berubah.

Ia memegang kepalanya.

"Ben?"

Napas Bennedict mulai memburu. Pandangannya menjadi kosong seolah sulit mengenali keadaan di sekelilingnya.

"Layla..."

Suaranya terdengar lirih dan tidak jelas.

Layla langsung menghampirinya.

"Ben, kamu enggak apa-apa?"

Ia menyentuh dahi Bennedict.

Tubuh pria itu terasa sangat panas.

"Aku panggil ambulans!"

Layla buru-buru mengambil ponselnya.

Namun Bennedict tiba-tiba meraih lengannya.

Tatapannya tampak asing.

Seolah orang yang berdiri di hadapan Layla bukan lagi Bennedict yang dikenalnya.

"Ben... sadar! Ini aku!"

Tak ada jawaban.

Bennedict kehilangan kendali. Ia bergerak tidak terarah, menjatuhkan rak-rak di sekitarnya. Barang-barang berhamburan memenuhi lantai toko.

Layla mundur beberapa langkah.

"Ben! Tolong sadar!"

Bukannya berhenti, Bennedict justru semakin sulit dikendalikan.

Layla mencoba menjauh, tetapi ruangan yang sempit membuatnya tak memiliki banyak ruang untuk menghindar.

"Tolong! Ada orang! Tolong!"

Suara Layla menggema memecah kesunyian malam.

Di seberang jalan, sebuah mobil hitam yang sejak tadi terparkir perlahan membuka pintunya.

Zhao Lee turun.

Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.

"Akhirnya."

Ia berjalan cepat menuju toko, diikuti empat pengawal.

Begitu memasuki ruangan, Zhao Lee berpura-pura terkejut melihat kondisi yang kacau.

"Layla!"

Tubuh Layla gemetar di sudut ruangan. Beberapa luka akibat benturan tampak di lengan dan bahunya.

Tanpa membuang waktu, Zhao Lee bersama para pengawalnya berusaha melumpuhkan Bennedict yang masih kehilangan kendali.

Perlawanan Bennedict berlangsung sengit hingga akhirnya mereka berhasil mengamankannya.

Ruangan kembali sunyi.

Hanya terdengar isak tangis Layla.

Zhao Lee mendekatinya perlahan.

"Layla..."

Mendengar suara itu, Layla justru menjerit ketakutan.

"Jangan...!"

"Sayang... ini aku."

Nada suara Zhao Lee berubah begitu lembut.

"Kamu sudah aman."

Layla membuka matanya perlahan.

Entah karena syok atau ketakutan, ia spontan memeluk Zhao Lee erat-erat.

Senyum tipis kembali muncul di wajah pria itu.

Ia membalas pelukan Layla dengan lembut sambil mengusap punggungnya.

"Sudah selesai."

Layla menangis semakin keras.

Seluruh tubuhnya gemetar.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa seseorang melindunginya.

Padahal, orang yang sedang memeluknya adalah dalang dari semua kekacauan malam itu.

"Kita ke rumah sakit."

Layla hanya mampu mengangguk pelan.

Zhao Lee menggendong Layla menuju mobil.

Di balik wajahnya yang penuh kepedulian, tersimpan kepuasan yang tak terlihat oleh siapa pun.

"Lihatlah, Layla..." batinnya.

"Pada akhirnya, orang yang paling kau percaya pun hilang darimu."

"Sekarang... kau hanya punya aku."

*************

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!