NovelToon NovelToon
Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Dewa Primordial Yang Mahakuasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Cthulhu / Dunia Lain / Action / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:165
Nilai: 5
Nama Author: DaoisttjmlCe

Q adalah makhluk hidup. Q adalah esensi alam semesta.

Dengan semakin berkembangnya tenaga uap dan mesin, siapa yang bisa mendekati sosok Master Q? Terselubung dalam kabut dan kegelapan, siapa atau apa kejahatan yang mengintai dan berbisik di telinga kita?

Terbangun dengan serangkaian kebingungan dan misteri, Bagas Pratama mendapati dirinya bereinkarnasi ke tubuh seorang remaja bernama Rostav Zertu di dunia yang dipenuhi oleh lautan dan dikuasai oleh mesin uap, bajak laut, meriam, serta Ramuan, Q, dan Anomali.

Ikuti kisah Rostav Zertu dalam menghadapi bahaya dan misteri yang mengincarnya, saat terlibat dengan organisasi-organisasi rahasia yang ada di dunia.

Ini adalah kisah dari "Kapten Mawar Hitam".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DaoisttjmlCe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 - Q Gelembung Surat, Q Sumpah Segel Teratai

Kita kembali ke beberapa waktu yang lalu!

Rostav tengah duduk santai di kursinya sambil membaca buku untuk menambah wawasan tentang makhluk-makhluk yang ada di dunia ini. Dia menghabiskan cukup banyak waktu untuk membaca, dan dia juga sudah mengingat beberapa informasi makhluk lagi secara lengkap, sama seperti saat dia mengingat informasi tentang ikan bersisik emas. Tapi, pada waktu itu, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan yang cukup keras dari luar, bahkan sampai terdengar di kamarnya, seolah-olah tak ada pembatas yang menghalangi suara itu.

"Itu... suara perempuan! Apa dia sudah bangun?" Rostav awalnya tersentak kaget dengan suara teriakan itu, mengira ada hantu di kapalnya. Tapi beberapa saat kemudian dia akhirnya mengingat bahwa dia mengunci seoranh perempuan di salah satu kamar... tunggu, kenapa kata-kata itu seperti mengatakan bahwa Rostav telah menculik seorang perempuan?

Lupakan!

Dia menutup bukunya dan meletakkannya di meja, berdiri dengan gagah dari kursinya dia pergi menunu kamar tempat dia mengunci perempuan itu, yang dia sendiri tidak tahu apakah dia memiliki niat jahat atau tidak.

Dia tidak langsung membukanya, melainkan lebih memilih untuk mendekatkan telinganya ke pintu, menguping.

"Di... mana... aku...? Agh!"

'Kau sedang berada di kapalku, nona. Dan sepertinya kau tampak kesakitan, apa yang sebenarnya terjadi padamu?' Rostav kini terlihat seperti seorang penguntit yang ingin mencari tahu kehidupan orang yang dia kagumi.

"Ini... siapa yang menyiapkannya? Bukankah seharusnya aku berhasil kabur dari bajak laut itu, hanya saja saat sedang kabur aku dihadapkan oleh badai besar, dan terhantam sebuah tsunami. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Lalu, dimana aku?"

'Dia sedang kabur dari bajak laut, tapi sialnya dia malah terhantam tsunami? Apa dia seorang tahanan atau budak? Aku pernah melihat hal seperti ini di film-film. Di dalam cerita fantasi, kemungkinan besar ada perbudakan,' Rostav hanya menebak kasar, dan dia semakin mengeratkan telinganya ke pintu, berusaha mendengar dengan lebih jelas.

"Aku belum terbiasa berjalan dengan kaki manusia."

'Ya, kau putri duyung, kau pasti lebih terbiasa hidup di lautan dari pada daratan,' Rostav mengangguk, memahami hal itu.

"Gaun ini sangat indah. Siapa pun yang memilihkan gaun ini, dia punya mata yang bagus."

'Hehe, terima kasih, nona. Aku tersanjung mendengar pujianmu. Walaupun sebenarnya aku hanya mengambil yang paling mencolok,' Rostav tertawa dalam hati dengan pujian itu.

"Dimana aku saat ini?

"Itu pertanyaan paling utama untuk saat ini. Melihat kamar seperti ini, apakah aku berada di sebuah kapal?"

'Ya, tebakanmu benar, nona, kau berada di sebuah kapal dengan hanya satu penghuni... uh, dua penghuni sekarang,' Rostav mengoreksi kata-katanya dalam hati.

"Apakah aku tertangkap lagi? Tidak, sepertinya tidak, kalau aku ditangkap lagi oleh para bajak laut itu, aku saat ini pasti masih berada di dalam gua terkutuk itu. Tapi saat ini, aku berada di sebuah kamar. Siapa yang menangkapku? Apa mereka ingin menjadikanku sebagai budak?

"Ayah pernah mengatakan bahwa Ras Athu harus selalu berhati-hati dengan manusia. Manusia itu makhluk yang serakah, egois, kejam, dan tanpa ampun. Mereka rela melalukan segala hal untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kita, para Ras Athu, terutama perempuan akan dijadikan sebagai budak. Ayah, maafkan aku karena tidak mendengar kata-katamu, Cia menyesal."

'Hm, sepertinya dia memiliki masa lalu yang cukup berat. Dan sayangnya, kata-katanya yang harus berhati-hati dengan manusia, aku bisa menyetujuinya. Bahkan manusia harus berhati-hati dengan manusia lainnya. Dan dia berkata Ras Athu, apa putri duyung di dunia ini dikenal sebagai Ras Athu? Dia juga mengatakan "Cia", apakah itu namanya? Dan, dia menangis. Apa aku salah mengira dia orang jahat?' Rostav seolah-olah merasakan kesedihan yang dialami oleh Cia, dia akhirnya berhenti menguping dan memberinya waktu selama beberapa menit untuk menenangkan diri.

Setelah sepuluh menit berlalu dan Rostav tidak mendengar suara tangisan Cia, dia akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintunya.

Di dalam, Cia yang baru saja menangis menarik ingusnya dan mengusap air matanya yang masih mengalir, sebelum akhirnya dikejutkan oleh suara ketukan pintu.

"Siapa?" Cia berteriak dari dalam, dia membenamkan tubuhnya, tampak seperti kaki seribu yang melingkarkan tubuhnya.

Rostav sendiri merasa bingung harus menjawab apa, jadi, dia akhirnya berdehem dan membuat suaranya menjadi lebih berat, menjadi lebih berwibawa.

"Oh, kau sudah sadar," tubuhnya merinding, merasa geli dengan suaranya sendiri yang menurutnya terdengar ingin sok keren.

"S-siapa... kau...?" suara Cia bergetar, terdengar ketakutan, seolah-olah baru saja melihat hantu.

"Aku adalah Kapten kapal ini. Kau bisa memanggilku Rostav Zertu," jawab Rostav dengan nada suara yang sama.

Di dalam, Cia tampak merenung, mencoba mencari tahu di ingatannya tentang Rostav Zertu. Tapi dia tidak menemukannya, 'kenapa aku begitu asing dengan namanya? Rasanya aneh sekali. Dia mengaku sebagai Kapten kapal, dan melihat caranya berbicara serta sikapnya yang penuh wibawa tapi licin, aku semakin yakin dia pasti seorang bajak laut. Jika benar demikian, seharusnya sudah ada hadiah buruan yang ditetapkan untuk kepalanya. Di dunia ini, setiap nama Kapten bajak laut yang memiliki reputasi, bahkan yang baru muncul sekalipun, pasti informasinya tersebar luas lewat koran-koran dari daratan.

'Meskipun aku lebih sering menghabiskan waktuku di dalam laut, bukan berarti aku buta informasi. Saudaraku selalu dengan setia mengirimkan koran-koran terbaru dari daratan kepadaku. Dia tahu betul kebiasaanku yang haus akan berita, terutama yang berkaitan dengan dunia manusia.

'Dengan menggunakan kemampuan Q Gelembung Surat Tingkat 2, koran-koran itu selalu berhasil sampai ke tanganku dalam kondisi yang benar-benar aman, terbungkus rapi di dalam gelembung udara yang melindunginya dari kelembaban, terjangan ombak, dan tekanan air.

'Isinya pun hampir tidak pernah jauh-jauh dari informasi tentang bajak laut, mulai dari profil kapten baru, pertempuran terbaru, hingga daftar hadiah buruan yang terus diperbarui. Berkat itulah, meski aku adalah Ras Athu, aku tetap bisa dibilang cukup banyak mengetahui seluk-beluk kehidupan di daratan, terutama tentang siapa saja yang sedang menjadi buah bibir di kalangan Pemburu Hadiah.'

Q Gelembung Surat adalah Q Tingkat 2. Kemampuan utamanya adalah untuk mengirim surat, melindungi surat dan mengirimkan surat kepada keluarga yang memiliki hubungan darah. Pelindung itu dapat bertahan dari tekanan air, api bersuhu maksimal 200°.

Cia awalnya merasa ragu, menganggap seseorang dengan nama Rostav Zertu berbohong tentang statusnya sebagai Kapten kapal, tapi dia tidak memiliki cukup bukti. 'Jika dia Kapten bajak laut, maka hidupku berada dalam bahaya.'

"A-a-apa kau, seorang bajak laut?" Cia ingin memastikannya.

'Bajak laut? Itu terdengar cukup keren, lagipula, hanya itu identitas yang bisa kupikirkan sekarang,' Rostav mengangguk dan menjawab, "ya."

"Lalu, dimana aku?" Cia menelan salivanya dalam-dalam, merasa ketakutan. Dia tidak tahu apakah Rostav adalah bajak laut asli atau tidak, tapi dia sendiri sudah ketakutan. Dia memiliki masa lalu yang buruk dengan bajak laut.

Rostav, dari balik pintu menaikkan sebelah alisnya, dan menjawab, "tentu saja kau berada di kapalku."

"Tidak, bukan itu. Maksudku, kapal ini berada di wilayah mana?" alasan utamanya menanyakannya adalah agar dia bisa merencanakan rute pelarian, dia cukup hafal dengan lautan. Tapi, setelah mendengar jawaban Rostav, semuanya runtuh seketika. Pundaknya lemas, tubuhnya lemas, dia merasa ingin pingsan.

"Wilayah, ya? Hm, kapal ini sedang berlayar di Laut Mayat," Rostav mengatakannya dengan jujur, lagipula untuk alasan apa dia berbohong?

"APA?" Cia berteriak di dalam. Suaranya begitu keras hingga memaksa Rostav menutup kedua telinganya. 'Kenapa dia berteriak?'

"Aku ingin menanyakan satu hal, apa kau sedang bercanda?" suaranya terdengar gemetar penuh ketakutan, dia mendekati pintu dengan langkah gontai. Dia ingin mendengar jawaban langsung dari Rostav.

"Untuk apa aku berbohong? Kau bisa melihatnya sendiri jika kau tidak percaya. Apa aku perlu membuka pintunya?" Rostav menawarkan diri. Dia sendiri merasa bingung kenapa suara Cia terdengar sangat panik ketika dia mengatakan "Laut Mayat".

Cia awalnya merasa ragu, tapi Laut Mayat adalah sesuatu yang luar biasa. Bukan dalam arti yang baik, tapi dalam arti yang buruk. 'Aku tidak tahu apakah dia berniat buruk padaku atau tidak. Tapi Laut Mayat... bagi bajak laut, ada peraturan tak tertulis tentang Laut Mayat: jangan pernah pergi ke Laut Mayat, jangan pernah berpikir untuk pergi ke sana, jangan pernah menyebutkan namanya.'

"Apa kau tidak akan berniat jahat padaku?" Cia tampak khawatir, dia sangat ingin membuktikan perkataan Rostav, tapi nyawanya juga tidak kalah penting.

"Aku bisa menanyakan hal yang sama," Rostav menjawab dengan santai.

Merasa bahwa orang ini adalah orang yang berhati-hati kepada orang asing, Cia akhirnya memberikan informasi yang cukup mengejutkan Rostav. "Namaku Agaricia Palmata, usia tujuh belas tahun, berasal dari Ras Athu. Aku hanya seorang Master Q Tingkat 1 Tahap Awal, aku tidak memiliki Q bertipe serangan. Apa kau kini bisa mempercayaiku? Aku bisa menggunakan Q Sumpah Segel Teratai untuk membuktikan bahwa aku tidak berbohong."

Mendengar hal itu kepala Rostav dipenuhi oleh pertanyaan, 'Master Q Tingkat 1 Tahap Awal? Q bertipe serangan? Q Sumpah Segel Teratai? Apa maksud dari semua istilah itu? Aku sungguh-sungguh tidak memahaminya. Haruskah aku menanyakannya?'

"Oh, kau juga seorang Master Q? Jelaskan tentang Q itu," Rostav akhirnya mencoba bertanya dengan hati-hati.

'Juga? Dia juga Master Q?' Cia bergumam dalam hati, lalu akhirnya dia menghela napas dan menjelaskan tentang Q-nya, "Q Sumpah Segel Teratai adalah Q Tingkat 1. Memiliki kemampuan untuk menghubungkan dua orang, dua orang yang saling terhubung itu tidak akan bisa berbohong satu sama lain. Konsekuensi jika melanggar, maka lidah akan otomatis terpotong. Hanya mampu bertahan lima menit."

1
anggita
klo bisa novelnya dipromosikan Thor, biar dikenal pembaca NT.
anggita: ga pa" ijin promo aja. ditempat kami bebas. banyak kok teman" author yg promo dsini.
total 2 replies
anggita
ikut dukung like👍 iklan☝aja, moga novelnya lancar👌.
Blueria: semangat gann🔥
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!