NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 20: Badai dari Selatan dan Guntur Himalaya

​8 November 700 Masehi — Istana Al-Khulud, Bagdad

​Debu emas di cakrawala Bagdad mulai meredup saat utusan Dinasti Rahmad bersiap untuk kembali ke atap dunia. Setelah berminggu-minggu mempererat tali persaudaraan dalam Aliansi Sabit, misi diplomatik ini telah mencapai puncaknya. Khalifah Abbasiyah berdiri di balkon istana, menatap iring-iringan motor trail dan kendaraan lapis baja yang siap menderu.

​"Wahai Amirul Mukminin," ucap pemimpin utusan Yudi sambil membungkuk hormat. "Tugas kami di sini telah usai. Kami mohon izin untuk kembali ke Lhasa."

​Sebagai tanda perpisahan, utusan itu menyerahkan sebuah peti baja berisi dana sebesar 300 Juta Dirham untuk kas Kekhalifahan. Khalifah tertegun melihat kemurahan hati Yudi. "Sampaikan salamku pada saudaraku Yudi Rahmad. Hartanya adalah berkah, namun persahabatannya adalah kemuliaan."

​Namun, di saat persaudaraan di Barat sedang mekar, sebuah duri tajam mulai menusuk dari arah Selatan.

​10 November 700 Masehi — Lembah Rahasia, Perbatasan Himalaya-India

​Tiga kekuatan besar India—Kekaisaran Pala, Dinasti Rashtrakuta, dan Gurjara-Pratihara—akhirnya mencapai kesepakatan rahasia untuk menghancurkan "Kekaisaran Mesin" di Tibet. Mereka merasa terancam dengan keberadaan Yudi yang dianggap merusak keseimbangan spiritual dan politik di wilayah tersebut.

​Kabar mengenai pergerakan masif ini terdeteksi oleh radar Aegis milik Yudi. Titik-titik merah ribuan jumlahnya muncul di layar hologram, merayap dari dataran rendah India menuju celah-celah gunung Himalaya. Kabar ini juga terkirim secara real-time ke Luoyang dan Bagdad melalui satelit. Di Luoyang, Maharani Wu Lin langsung mengadakan rapat darurat, sementara Yue Qing merasakan amarah sekaligus gairah menunggu balasan kejam dari calon suaminya.

​Yudi di Lhasa tetap tenang. Ia menyesap teh hangat sambil menatap peta taktis. "Jadi, mereka ingin mencoba baja kita dengan kain dan batu?" gumamnya dingin.

​12 November 700 Masehi — Pecahnya Perang Himalaya Pertama

​Fajar menyingsing dengan kabut tebal yang menyelimuti lembah perbatasan. Suara gemuruh langkah kaki terdengar seperti ombak yang hendak menghantam karang. Pasukan Gabungan Tiga Kerajaan India datang dengan kekuatan yang mengerikan:

​200.000 Swordsman: Barisan infanteri berat dengan perisai perunggu.

​80.000 Archer: Pemanah yang siap menghujani langit.

​120.000 Cavalry: Pasukan berkuda Gurjara yang bergerak cepat.

​5.000 Spearman: Unit elit penembus barisan.

​30.000 Pelontar Batu (Slingers): Pasukan yang memutar-mutar batu dengan kain pengumban, siap melepaskan proyektil batu dalam jumlah masif.

​5 Tangga Raksasa: Alat pemanjat dinding yang masing-masing dibawa oleh 2 orang kuat.

​Panglima perang India menghunus pedang emasnya. "Hancurkan penyembah besi itu! Rebut Lhasa!" teriaknya. 435.010 prajurit bersorak, namun mereka tidak tahu bahwa mereka sedang berjalan menuju zona pembantaian.

​"Target terkunci," suara Galuh terdengar melalui interkom. "Tuan, 30.000 pengumban batu mereka sudah masuk dalam radius tembak."

​Guntur di Lembah Sunyi

​Tanpa ada peringatan, kesunyian gunung pecah. 7 Unit MLRS Dinasti Rahmad melepaskan muatannya. Roket-roket melesat membentuk garis api di langit, jatuh tepat di tengah-tengah kerumunan pasukan pengumban batu dan kavaleri.

​BOOM! BOOM! BOOM!

​Ledakan masif merobek barisan India. Pasukan pengumban yang hanya mengenakan pelindung kain dan kulit hancur berkeping-keping. Batu-batu yang mereka siapkan justru menjadi serpihan mematikan akibat ledakan roket Yudi. Kuda-kuda kavaleri panik, mengamuk dan menginjak-injak infanteri mereka sendiri.

​Belum sempat mereka bernapas, raungan mesin jet terdengar dari langit. 4 Unit Helikopter Tempur Jet milik Yudi muncul dari balik awan. Senapan mesin Gatling di moncong helikopter mulai berputar, menyemburkan ribuan peluru kaliber besar.

​Prajurit pedang India mencoba mengangkat perisai perunggu mereka, namun peluru modern menembus perisai itu seolah-olah terbuat dari kertas. Darah membasahi salju Himalaya. Para pengumban batu yang tersisa mencoba melemparkan batu mereka ke arah helikopter, namun batu-batu itu jatuh jauh sebelum mencapai sasaran, sementara mereka sendiri disapu oleh rudal udara-ke-darat.

​Ketakutan di Luoyang dan Bagdad

​Di Luoyang, laporan layar monitor membuat para menteri Zhou pucat pasi. Mereka melihat ribuan orang mati dalam hitungan detik tanpa sempat melihat wajah musuh mereka. Zhou Long merasa mual; ia baru menyadari bahwa kemarahan Yudi adalah maut yang tak terelakkan.

​Yue Qing mengepalkan tangannya, matanya yang merah delima berkaca-kaca penuh gairah. "Habisi mereka semua, Yudi... Tunjukkan pada dunia siapa pemilik langit yang sebenarnya," bisiknya kejam.

​Sementara itu di Bagdad, utusan Yudi tersenyum tipis saat mendengar laporan melalui radio. "India telah membangunkan naga yang seharusnya mereka biarkan tidur," ucap sang pemimpin utusan.

​Kembali ke medan tempur, pasukan India terjepit. Jumlah mereka yang besar justru menjadi kutukan di lembah yang sempit. Mereka berdesakan dalam kepanikan, menjadi sasaran empuk bagi teknologi pemusnah massal Yudi.

​"Galuh," ucap Yudi dingin. "Kirimkan kavaleri bermotor untuk membersihkan sisanya. Aku ingin lembah ini bersih sebelum waktu salat Zuhur tiba."

​HUBUNGAN & KONDISI KARAKTER

​Yudi (17 Thn): Tak goyah. Ia memandang 400 ribu nyawa musuh hanya sebagai angka dalam simulasi taktisnya.

​Yue Qing (16 Thn): Semakin terobsesi dengan kekuatan destruktif Yudi. Ia merasa hanya pria sehebat ini yang layak memiliki dirinya (G-cup).

​Maharani Wu Lin (36 Thn): Merasa lega sekaligus ngeri. Ia menyadari bahwa Aliansi Bulan-Matahari adalah satu-satunya alasan kenapa Luoyang tidak mengalami nasib yang sama dengan pasukan India ini.

​Panglima India: Mengalami guncangan mental setelah melihat 30.000 pengumban batunya lenyap dalam sekejap mata.

​STATISTIK PERANG (12 NOVEMBER)

​Pasukan India: 435.010 (Tersisa ± 320.000, moral hancur total).

​Dinasti Rahmad: 0 Korban Jiwa. 7 MLRS, 4 Helikopter Jet, dan Kavaleri Bermotor sedang melakukan penetrasi.

​Status Sekutu: Abbasiyah (Siaga Aliansi Sabit), Zhou (Menonton dengan ngeri).

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!