NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Obsesi

"Nina, kebetulan sekali kita bertemu di sini. Kamu lagi belanja ya?"

Tak disangka-sangka kehadirannya di mall mempertemukannya dengan mantan. Ya.., Bagas juga tengah berada di mall, tepatnya tengah memilih baju di toko yang sama. Nina merutuki dirinya, kenapa sekian jauhnya menghindar masih juga dipertemukan kembali dengan pria brengsek itu.

"Nin, ini aku lagi pilih baju untukmu. Semoga kamu menyukainya."

Bagas menunjukkan sebuah gaun berwarna pink untuknya. Nina tak menggubris apalagi hanya sekedar menolehnya.

"Kamu masih marah sama aku ya?" Senyuman getir tercetak jelas di sudut bibirnya. Ia memang pantas mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari wanita yang pernah singgah di hatinya.

"Aku paham dengan perasaanmu, tapi semua itu sudah terjadi, dan aku rasa semua pria akan melakukan hal yang sama."

Nina menoleh dengan menajamkan matanya. "Tidak semua laki-laki brengsek sepertimu! Mungkin sebagian besar orang menganggap perselingkuhan itu hal sepele, tapi tidak denganku. Bagiku, perselingkuhan adalah bukti Penghianatan yang tak bisa ku ampuni. Perselingkuhan yang kau lakukan itu bukan karena khilaf, tapi memang kau memiliki hobi tukang selingkuh. Sudahlah Bagas! Nggak perlu merayuku, aku sudah tidak tertarik dengan basa-basimu! Sebaiknya simpan saja dustamu untuk wanita selingkuhanmu!"

Rendra yang posisinya agak jauh darinya buru-buru melangkahkan kakinya. Dia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadap adik tirinya, tepatnya orang yang disukainya.

"Ada apa sayang? Apa dia mengganggumu?"

Ucapan sayang yang keluar dari mulut Rendra sontak menjadi tanda tanya besar bagi Bagas. Bagas sempat diperkenankan dengan pemuda itu sebagai kakak laki-lakinya, tapi kenapa harus memanggilnya sayang? Meskipun memiliki hubungan kekeluargaan yang dekat tidak seharusnya memanggilnya dengan sebutan 'sayang'

"Sayang apa maksudnya? Bukankah dia itu kakakmu, Nina?"

"Memangnya kenapa kalau saya memanggilnya sayang? Apa ada yang salah?" Rendra membantah.

Nina hampir dibuat gila. Ia begitu khawatir Rendra bakalan mengungkap rahasianya kepada Bagas. Jika sampai Bagas tahu, pria itu akan berbalik menjelekkannya.

"Ti—tidak Tuan, maksudnya kan Nina ini adik perempuannya anda. Kenapa anda harus memanggilnya sayang? Kalau didengar orang lain kan nggak nyaman," bantahnya.

"Nggak nyaman ditelinga anda belum tentu nggak enak ditelinga orang lain. Anda nggak perlu sewot, lagian hubungan anda dengan adik saya kan sudah berakhir. Lebih baik jauhi adik saya sekarang!"

Bagas jengkel dengan perkataan Rendra. Menurutnya pria itu terlalu ikut campur urusan pribadinya. Mungkin menurut Nina hubungannya telah berakhir, tapi tidak baginya.

"Anda sebaiknya jangan terlalu ikut campur urusan kami, Tuan Rendra! Ini urusan pribadi kami, biar kami selesaikan sendiri."

Rendra menanggapinya dengan senyuman smirk. "Nina keluarga saya. Jika dia punya masalah sebagai kakak tentu akan turun tangan untuk melindunginya. Anda sudah tega menghianati adik saya, itu artinya anda tidak pantas untuknya!"

Suasana semakin memanas. Diantara mereka tidak ada yang mau mengalah. Untuk menghindari perkelahian, Nina turun tangan menengahi perdebatan mereka.

"Kak Rendra, sebaiknya kita pulang sekarang. Nggak ada untungnya ngomong sama orang seperti dia. Lagi pula kita sudah selesai belanja."

Satu alis Rendra terangkat. "Baiklah sayang, kita pulang sekarang!"

Rendra merangkul pinggangnya posesif meninggalkan Bagas yang diam mematung mengamati kepergiannya. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa Nina sedekat itu dengan saudara laki-lakinya. Dilihat dengan mata telanjang sangatlah tidak pantas disebut saudara, tapi bisa dikatakan seperti pasangan kekasih.

"Ini benar-benar gila! Aku harus menyelidikinya."

***

Keluar dari mall, Nina kembali mengomel dengan melepaskan tangan Rendra yang masih bertengger di pinggangnya. Ia takut ada orang salah paham dengan hubungannya. Semua orang tahu hubungannya dengan Rendra sebagai saudara, tapi Rendra memperlakukannya layaknya seorang kekasih.

"Kak Rendra, kurasa sikapmu sangatlah berlebihan. Tidak seharusnya kamu ikut campur urusan pribadiku. Panggil-panggil sayang pula!"

Dengan suara beratnya Rendra menjawab. "Kenapa? Kamu nggak suka aku panggil sayang?"

"Ya menurut aku itu berlebihan. Orang pasti akan mengira kalau kita ini pasangan kekasih," bantah Nina.

"Tepatnya lagi pasangan suami istri," sahut Rendra dengan terkekeh.

Sungguh pria itu membuatnya tak waras. Setiap ucapannya selalu membuatnya panas dingin tak nyaman. Entah dengan cara apa ia bisa menghindarinya, setiap ingin menghindar yang ada malah ada hal-hal yang mengejutkannya.

"Sudahlah, ngapain masih mikirin cowok macam itu, nggak ada baiknya! Lebih baik mikirin yang udah jelas-jelas ada di sisimu!"

"Maksudnya kamu?" tanya Nina dengan mendongak menatap wajahnya.

"Ya siapa lagi kalau bukan aku! Masa Dion?"

Nina memutar bola matanya.  Kenapa harus melibatkan Dion? Dion masih terlalu kecil dan tidak tahu urusan orang dewasa.

"Jujur aku paling benci pada orang yang kolot. Sudah diputuskan tapi masih juga ngejar-ngejar kayak orang nggak laku aja. Dia pikir pantas bersanding denganmu?"

"Pantas enggaknya kamu nggak berhak terlalu ikut campur," bantah Nina jengkel.

Rendra menajamkan matanya hingga membuat Nina tak berkutik. Pria itu menatapnya dingin, terlihat begitu marah.

"Kenapa kamu membelanya? Atau kamu masih cinta sama dia?"

Nina berdecak. "Ck, apaan sih! Nggak jelas banget."

"Aku paling benci sama orang yang nggak bisa menghargaiku. Aku belain kamu tapi kamu malah menyalahkanku. Nggak tahu terimakasih!"

Nina dibuat serba salah. Ia tidak memiliki niatan untuk membela Bagas, ia hanya tindak ingin terjadi pertengkaran di tempat umum. Tidak semua orang tahu permasalahannya, dan tidak harus semua orang mengetahui masalahnya.

"Kamu salah paham sama aku. Aku nggak ada niatan buat belain dia. Aku hanya tidak ingin kalian bertengkar di tempat umum gara-gara aku. Aku malu dilihat banyak orang."

Tak ingin rencananya gagal untuk mengajaknya ke pesta ia putuskan untuk mengalah. " Yaudah oke aku minta maaf. Aku harap ini terakhir kalinya kamu bertemu dengan cowok brengsek itu."

"Memangnya aku berniat bertemu dengannya? Aku bahkan tidak tahu dia ada di mall dan di toko yang sama. Kok kamu jadi overthinking gitu sih?"

Rendra menunjukkan sifat aslinya. Di situ Nina yakin Rendra memiliki sifat pencemburu, buktinya saja pria itu marah saat ia bertemu dengan mantan kekasihnya.

"Siapa juga yang overthinking?! Aku hanya tidak suka kamu dipermainkan oleh pria nggak waras kayak dia," bantahnya dengan muka ditekuk. "Kamu itu terlalu berharga untuk disakiti. Aku nggak rela milikku dipermainkan oleh orang lain."

Kening Nina berkerut. 'miliknya?' dia menganggapku sebagai miliknya? Semakin gila ini cowok? Gimana aku bisa memberinya pengertian?'

Nina menarik nafas dalam-dalam. Ia bingung, jika Rendra tidak bisa merubah sikapnya, cepat atau lambat pasti orang tuanya bakalan curiga. Entah apa jadinya jika sampai ayah dan ibunya tahu sebenarnya Rendra sudah terpikat olehnya. Ia sendiri juga tidak begitu tahu kalau pria itu diam-diam terobsesi olehnya.

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!