NovelToon NovelToon
Mafia Dan Gadis Desa

Mafia Dan Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Aquilaliza

Glenca Lysandra, seorang gadis yang terkenal di desanya sebagai penakluk hutan yang tak seorang pun berani memasukinya. Dia lah satu-satunya gadis yang berhasil keluar masuk hutan dalam keadaan selamat, berbeda dengan beberapa orang desa lainnya.

Namun, apa jadinya ketika dia bertemu seorang pemimpin mafia, Ethan Frederick Denaro, di sebuah villa kosong yang terkenal angker di dalam hutan yang ia jelajahi. Pertemuan tak sengaja yang membawanya menyaksikan kekejaman dan transaksi gelap seorang Ethan, juga menjadi awal hidup rumit nya.

Ethan tidak pernah membiarkan saksi mata transaksi terlarang nya hidup. Tapi, Glenca adalah pengecualian. Membawanya ke Mansion dan dijadikan mainan, cukup menghibur dirinya yang penuh dengan keseriusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suami?

Ethan melangkah tenang keluar dari kamar Adeline. Pintu kamar gadis itu juga ia tutup dengan pelan—tidak ingin Adeline terbangun dari tidurnya.

Sejak selesai bertengkar dengan Glenca siang tadi, Adeline terus mengurung dirinya di dalam kamar. Untuk keluar makan malam bersama Ethan dan Martin pun dia enggan.

Julie dan sorang pelayan bergantian memanggilnya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Martin pun juga ikut berusaha, bahkan menjanjikan bebagai hal padanya, namun yang ia dapat hanya usiran halus dari Adeline.

Martin jadi bingung. Ia juga merasa ada yang sedikit berbeda dari adik bungsunya itu. Dan pada akhirnya, Ethan lah yang turun tangan. Dia membawakan makanan, mendengarkan aduan Adeline tentang kejadian siang tadi, dan menemani Nona muda klan Denaro itu hingga terlelap.

Langkah Ethan tenang menjauh dari kamar Adeline. Namun, bukan lift atau tangga yang ia tuju. Tatapan tajamnya hanya berpusat pada pintu kamar Glenca.

Tok... Tok...

Ethan mengetuk dan tak menunggu lama, Glenca membuka pintunya.

"Tu—"

Tidak sempat berbicara, Ethan sudah lebih dulu mendorong masuk tubuh Glenca, kemudian menutup pintu dengan sebelah tangannya. Lalu sebelah tangannya lagi justru bertengger di leher Glenca, mencengkram nya cukup erat hingga gadis itu merasa sulit untuk bernafas.

"Glenca...." Suaranya setengah berbisik tepat di telinga Glenca. Membuat gadis itu memejamkan matanya sambil terus berusaha melepas cengkraman Ethan.

"Apa kau tahu? Tindakanmu pada Adeline sangat berani?"

"Lep—hmmpp...."

Tidak ada kesempatan untuk Glenca berbicara. Ethan dengan rakus melumat bibir gadis itu. Sebelah tangannya bergerak menahan tengkuk Glenca, memperdalam ciumannya.

Glenca berusaha memberontak, namun usahanya sia-sia. Ethan malah menggiring nya ke arah ranjang, lalu mendorongnya hingga jatuh telentang di atas kasur.

Tangan kekarnya kembali mencengkram leher Glenca. Wajahnya mendekat, mengikis jarak antara mereka.

"Hukuman apa yang harus ku berikan padamu? Hm?" Hidung mancung Ethan bergerak pelan menyentuh pipi Glenca, perlahan turun hingga ke leher jenjang gadis itu. Senyum miring tercetak jelas di bibir Ethan.

Aroma tubuh Glenca sangat memabukkan, sungguh membuatnya gila.

"ETHAN BRENGSEK! LEPASKAN AKU!!"

"Huh! Tidak akan!"

Setelah itu, Ethan menggila. Ia menyesap leher Glenca, memberi beberapa tanda disana. Kemudian ia kembali mencium bibir gadis itu, jauh lebih rakus dari sebelumnya.

Glenca yang berada di bawahnya berusaha untuk lepas. Air mata yang mengalir tak membuatnya lemah. Ia terus berusaha, meski akhirnya ia kalah. Kekuatannya tak sebanding dengan Ethan.

"Aku membencimu!" Suaranya parau, namun ada ketegasan disana.

Tangan Ethan yang bergerak melepas setiap kancing baju yang Glenca kenakan pun terhenti. Tatapannya lekat menatap Glenca. Gadis itu terlihat jauh lebih menggoda ketika menangis seperti ini. Namun, lagi-lagi Ethan merasa jika belum saatnya menjadikan Glenca miliknya seutuhnya.

"Kau menangis...." Ethan berbisik pelan tepat di depan wajah Glenca.

"Kau tidak ingin disentuh suami mu?"

Glenca langsung memberi tatapan membunuh pada Ethan. Namun, hal itu justru membuat Ethan terkekeh pelan—merasa lucu dengan ekspresi wajah Glenca tersebut.

"Huh! Suami? Kau menganggap diri mu suami?"

"Hm."

Glenca sangat ingin mencabik-cabik wajah Ethan sekarang. Apakah dia benar-benar menganggap dirinya sebagai suami?

"KAU BAJINGAN, ETHAN!!"

"Ya. Tapi tetap saja aku suami mu."

Glenca memejamkan matanya dan semakin menangis. Entah kenapa, ia merasa sangat ingin menangis mendengar jawaban Ethan.

Ya Tuhan, kenapa hidupku jadi seperti ini?

"Apa kau bahagia mendengarnya sampai menangis seperti ini? Hm? " Ethan mengusap pelan air mata Glenca, kemudian mengecupnya.

Glenca menarik nafas. Ia lalu membuka mata dan menatap Ethan. "Bolehkah aku minta sesuatu?"

"Katakan."

"Bunuh aku."

Ethan tersenyum. "Akan ku lakukan. Tapi nanti, setelah aku bosan dengan mu."

"Bajingan!!"

Ethan tertawa. Dan untuk pertama kalinya Glenca melihat Ethan tertawa lepas seperti ini. Ethan terlihat jauh lebih manusiawi.

***

Dua hari berlalu. Sejak kejadian itu, Adeline tidak sekalipun mengusik Glenca lagi. Hari ini, Adeline keluar pagi bersama Lucas dan Martin. Gadis itu terlihat sangat bahagia. Misi kapal pesiar nya akan ia selesaikan hari ini.

"Sudah siap, Nona?" Lucas membuat Adeline tersenyum dengan panggilan "Nona" yang keluar dari bibir nya.

"Kau mendapat pelayanan yang baik dari Anna? Tidak biasanya kau memanggil ku seperti ini."

Lucas terkekeh. "Jangan menuduh ku, Elin," ucap Lucas.

"Lucaaass!! Aku tidak suka nama itu!"

Lucas terkekeh. Martin yang baru saja masuk mobil terlihat kebingungan menatap keduanya.

"Ada apa ini? Aku melewatkan sesuatu?"

"Ya, kau melewatkan sesuatu." Lucas menatap Martin. "Kau tahu? Elin kita—"

"Lucaaass! Aku tidak ingin berbicara denganmu—"

"Baiklah baiklah. Aku tidak akan menggangu mu lagi."

Martin ikut terkekeh. Ia mulai menyalakan mesin mobil dan mengendarainya menjauh dari Mansion.

"Oh ya, aku lupa. Zack menitipkan sesuatu untuk mu." Martin mengeluarkan sebuah gelang dari saku celananya dan juga sebuah lipstik.

"Katanya kau lebih membutuhkan." Ia menyerahkan dua benda itu pada Adeline, yang kemudian langsung diterima oleh gadis itu.

Adeline menarik nafasnya panjang. Dua benda inilah yang ia berikan pada Zack. Dia berharap Zack akan menyimpannya. Tapi, pria itu malah mengembalikan padanya.

"Sepertinya Zack mengkhawatirkan mu. Dia—"

"Dia tidak khawatir, Lucas. Dia hanya tidak ingin menyimpan barang-barang yang ku berikan pada nya."

"Tenang saja. Kau tidak perlu sedih. Aku akan memperingatkannya—"

"Aku bukan anak kecil lagi, Martin. Jangan membohongi ku seperti itu lagi," sahut Adeline. "Sudahlah. Lupakan saja. Aku ingin kita fokus ke pria brengsek itu!"

"Sebenarnya, apa masalahmu dengan Toby itu?" Lucas menatap layar handphone nya yang menyala. Satu pesan masuk dari Mickey.

"Dia yang menjadi penyebab sahabatku mengakhiri hidupnya. Aku tidak akan tenang sebelum penderitaan sahabat ku terbalaskan."

"Oh, gadis yang kau hadiri pemakamannya itu?" Martin menyahut sambil tetap fokus mengemudi.

"Bukannya Ethan sudah mengurusnya?" Timpal Lucas sambil membalas pesan dari Mickey.

"Belum. Aku yang minta Ethan membiarkannya bersenang-senang dulu. Dan aku sendiri yang akan menghancurkannya."

"Memang darah Denaro tidak bisa diragukan."

Adeline terkekeh mendengar ucapan Lucas. Dia cukup terhibur dengan keberadaan kedua kakak angkatnya ini.

"Mickey sudah mengurus semuanya. Dia sudah menunggu kita di titik A."

"Mickey ikut?" Adeline tidak tahu jika saudara angkat nya itu akan ikut.

"Tidak. Hanya membantu mengurus beberapa keperluan kita." Adeline mengangguk.

Sementara itu, Ethan dan Zack juga meninggalkan Mansion menuju ke perusahaan, lalu ke markas besar Dark Wolf.

Kedua pria yang lebih sering diam itu tak jarang berbicara di dalam mobil. Ada beberapa hal yang mereka bahas terutama masalah perusahaan.

Saat tiba di perusahaan pun mereka disambut banyak karyawan yang merasa sangat beruntung bisa bertemu keduanya. Selama ini Ethan atau siapa pun sangat jarang memantau langsung ke perusahaan.

Usai mengunjungi perusahaan, keduanya langsung ke markas.

"Eth, Zack." Mike tersenyum tipis melihat kedatangan kakak tertua dan kakak keempat nya.

"Bagaimana?"

"Seperti yang kau lihat. Aku sudah semakin baik."

"Baguslah."

"Kau tidak lupa janjimu kan?"

"Hm."

Senyum Mike langsung lebar mendengar jawaban Ethan. Dia lalu menoleh pada Zack yang sejak tadi terus menatapnya.

"Zack?"

"Kau bisa mengambilnya saat kembali ke Mansion nanti."

Mike langsung kesenangan mendengarnya. Dia memeluk Ethan dan Zack bersamaan, membuat kedua orang itu tersenyum tipis dan balas memeluknya.

1
Mia Camelia
ethan makin posesif ini sih🤭
glecha sabar yaa,mansion menunggu mu😂😂😂
Siti Zaid
Lagi dan lagi Ethan memaksakan glenca utk selalu ikuti semua kemahuan nya...
Siti Zaid
Terima kasih author sudah update lg...ditunggu terus lanjutan ceritanya..🤭
Qital Karimah
nungguin Ethan ngumumin glenca istri ya di mansion ..rajin up thor
Mia Camelia
duh bikin kaget aja nih ethan, udah muncul aja di rmh glencha🤣🤣🤣
pasti kangen banget tuh sama glencha🥰
Siti Zaid
Dari awal glenca melarikan diri..Ethan sudah tahu dan dia sengaja membiarkan glenca dan akhirnya dengan mudah dia menemukan glenca...🤭
Tevina Anggita
kapannn ethann menyesal thorrr spoilerr pliss
Mia Camelia
kurang banyak thor chapteer nya🤣🤣🤣
katty masih aja sombong, padahal ethan udh cuek🤔
duh glencha udh ada yg deketiin aja nih, klo ethan tau pasti ambyar🤣🤣🤣
Siti Zaid
kesian kan glenca jika harus bertemu lagi dgn Ethan..kembali ke mansion Ethan..maka glenca pasti menderita lg😢
Qital Karimah
rajin up ka
ms. S
lagi.. lagi
Tevina Anggita: kasiii cluee nanti ada bagian Ethan menyesal ngakk thorrr🤭🤭🤭
total 1 replies
Siti Zaid
Terima kasih sudah update episode baru..walau kelamaan update kakak tunggu dgn sabar
Aquilaliza: Makasih Kak😊🙏
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya thour update lagi🥳🥳🥳🥳aku kangen banget sama romansa ethan n glecha🥰🥰
semangat thor, aku selalu menanti chapter selanjut nya😄😄😄😄
Aquilaliza: Makasih Kak
total 1 replies
Indra Wati
apakah udah tamat smpai di sini
Siti Zaid
Author..kenapa lama tak update cerita terbaru...semoga author selalu dipermudahkan segala urusan😊👍
Qital Karimah
author up lagii
Mrs. Kan
Lanjut thor
Mia Camelia
ayooo eth, tangkep lagi glecha nya😔
Tevina Anggita: kapan upp nya kakk
total 1 replies
@Biru791
ayo dong upp
Mia Camelia
mendingan glencha di tangkap lagi deh🤣🤣🤣ethan nya udh ngliat nih🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!