Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
. Bab 20 Penjara Hati Sang Ceo
Setelah puas melihat Nayla melukis Kevin langsung balik menuju kamar untuk mandi, karena ia mulai kegerahan karena belum menyegarkan wajah ataupun badannya sendiri.
Nayla sudah menyelesaikan lukisannya, ia pun beranjak dari balkon menuju ke dalam kamar, merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memandangi langit-langit.
“Aneh, sangat membingungkan, kenapa aku harus terlibat dengan makhluk seperti Kevin dan bahkan akan terjerat dengan status pernikahan. Rasanya seperti mimpi, oh semoga saja ini adalah awal dari kebahagiaan ku, meskipun dimulai dengan cara yang salah,” batin Nayla.
Lalu tak lama kantuk datang ia pun tertidur dengan lelap.
Kevin baru saja selesai mandi dan berpakaian, ia keluar kamar dan menuju ke tempat makan. Terlihat kedua orang tuanya sudah terduduk manis di sana, lantas ia pun langsung bergabung.
Kevin duduk disebelah mamanya, ia meminum air yang ada di meja sampai tandas. Mamah yang melihatnya langsung menanyakan tentang Nayla, karena sedari sore tadi setelah pulang dari boutique dan restauran Nayla belum menampakkan batang hidungnya.
“Vin...” panggil mamah.
“Iya...” sahut Kevin.
“Nayla dimana sayang? tumben sekali mamah gak ngelihat dia?” tanya mamah.
“Dikamar, mungkin..” ucap kevin dan dijawab Buk Linda dengan gelengan kepala.
“Bik..” panggilnya.
“Iya, buk ada apa?” sahut bibik bertanya.
“Bik, pamggilin Nayla ya dikamarnya, suruh turun makan malam bersama,” perintah buk Linda.
“Iya, buk” sahut bibik yang langsung berjalan menuju lantai atas dan memanggil Nayla.
Sedangkan pak Bagas hanya menyimak obrolan istri dengan anaknya itu, ia masih sibuk dengan koran yang dibacanya. Meskipun sedang duduk bersama di meja makan, Bagas tetap saja fokus membaca, dan sesekali menyahut yang menurutnya penting.
Buk Linda pun tak kalah sibuk ia yang tadi memerintah pembantunya memanggil Nayla untuk makan bersama, sedang menyiapkan hidangan dan menaruh lauk pauk di atas piring makan untuk anak, suami dan calon mantunya itu.
Kevin hanya melirik mamahnya yang sibuk meletakan makanan ke piring, padahal bisa saja ia mengambil sendiri dan memasukkan itu ke dalam piring makannya, namun karena mamahnya yang sudah terbiasa melakukan itu, jadi dia membiarkan saja.
Tak lama Nayla turun dengan bibik, ia langsung menghampiri Kevin dan orang tuanya di meja makan.
“Duduk, sayang” perintah buk Linda.
Nayla pun langsung duduk di samping Kevin. Mereka semua pun memakan makanan yang sudah disediakan.
Selesai makan, mereka memiliki duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang perihal persiapan pernikahan yang sebentar lagi akan terlaksana.
“Persiapan pernikahan, sudah sejauh mana vin?” tanya papah.
“Hampir selesai Pah, tinggal observasi pelaminan dan juga masalah hidangan makanan saja yang masih dalam proses,” jelas Kevin.
“Bagus itu, mamah udah gak sabar lagi melihat kalian menikah” sahut mamah.
“Iya, papah juga mah, udah gak sabar mau gendong cucu” tukas papah.
“Nah, bener, mamah juga gak sabar mau dipanggil nenek sama cucu kita nanti” ucap mamah jumawa.
Nayla yang mendengar perbincangan Kevin dengan orang tuanya hanya tersenyum kikuk, ia bingung harus berbicara apa? pasalnya persiapan pernikahan hampir 💯 % Kevin dan keluarganya yang mempersiapkannya.
Lama berselang pembicaraan pun semakin banyak, dari yang semula membahas tentang pernikahan sampai ujung-ujungnya masalah bisnis. Yang dominan dibahas Kevin dan ayahnya. Sedangkan buk Linda dan Nayla hanya menyimak dan sesekali fokus mereka teralihkan dengan tayangan di televisi.
Tak terasa hari semakin larut dan sudah menunjukkan pukul 11 malah, mereka semua berhamburan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat ke alam mimpi.
Pagi menjelang siang, suasana kediaman Kevin nampak riuh dengan beberapa pembantu yang bolak balik berkeliaran menyiapkan makan pagi dan juga membersihkan area rumah.
Mang Jajang sibuk mencuci mobil, bibik sibuk memasak dan pembantu yang lainnya sibuk dengan kegiatan masing-masing, begitu pula dengan tuan rumah yang masih bersiap dikamar mereka.
Kevin turun bersamaan dengan Nayla menuju lantai bawah, disana sudah terlihat kedua orang tuanya yang duduk manis sambil minum teh dan kopinya.
Mereka sedang menikmati suasana pagi buta dengan menyantap minuman hangat dan roti panggang yang tersedia di atas meja, sebelum akhirnya melanjutkan makan pagi dengan hidangan makanan berat.
Lantas Kevin dan Nayla langsung bergabung dan ikut makan dan bersenda gurau bersama sebelum melanjutkan aktivitasnya untuk bekerja.
Bersambung....
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax