Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
" Susah Move on"
Di salah satu universitas yang terkenal di london Lucia, leon dan Tom datang bersama karena lucia ingin mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di sana.
" Nona Lucia.. Silahkan ikut denganku.. "
Ucap seorang Dosen wanita muda yang menghampiri mereka bertiga.
"Maaf Tapi aku mau bertanya bagaimana anda bisa mengetahui namaku padahalkan aku baru masuk ke sini belum lama"
Ujar Lucia heran kenapa dosen wanita itu mengetahui nama dan juga mengajaknya.
"Perkenalkan aku Bella mungkin kau tidak mengenalku , karena sudah lama kita tidak bertemu sayang.. "
Ujarnya tersenyum manis ke arah Lucia.
Lucia dan kedua pria yang bersamanya mengikuti Kemana Bella membawanya kini.
Dengan langkah yang sedikit terburu-buru hampir saja Lucia terjatuh karena tersandung sesuatu di bawa kakinya.
"Kak.. Leon.. Kakiku kram.. Sakit sekali"
Ucap Lucia kesakitan karena kakinya tiba-tiba kram.
Tom dan Leon menoleh ke arah lucia yang terjatuh.
" Kakimu kenapa Luc.. ?"
Tanya Leon panik.
"Aku kram,, tidak bisa berjalan "
Ujar lucia menringis kesakitan.
"Loen kamu bawa saudaramu ke klinik untuk mendapatkan pertolongan dan Kau Tom ikut denganku kau saya yang mengurus pendaftaran Lucia."
Dosen yang bernama Bella tersebut memberikan saran untuk ketiganya.
Lucia segera di bawa oleh leon ke klinik terdekat sedangkan Tom kini berada di ruang Dosen untuk mengurus segala berkas perpindahan Lucia ke kampusnya.
"Tom.. Sepertinya kau menyukai Lucia"
Tanya dosen kepadanya..
" Mana mungkin Lucia itu sepupuku kami sudah seperti saudara aku hanya menyukainya sebagai saudara, lagi pula Lucia gadis yang akan susah move on dari orang yang di sukainya"
Ujar Tom tajam ke arah dosen muda tersebut.
" aku semakin curiga dengan ucapanmu yang tidak menyakinkan itu.. Jelas sekali bukan lucia yang susah Move on tapi kamu Bodoh.. "
Kata Bella meledek Tom yang tampangya sudah seperti orang menahan amarahnya.
"Terserah apa katamu.. Ini semuanya sudah lengkap jadi saya permisi"
Tom menyerahkan sebuah map coklat yang di dalamnya berkas-berkas pendaftaran Lucia, ia meninggalkan ruangan itu lalu menyusul Leon dan Lucia di klinik.
***
Di Klinik Lucia sudah merasa lebih baik kram di kakinya hanya sementara, Leon yang begitu khawatir dengannya sudah merasa sedikit lega bagaimanapun mereka adalah saudara kembar jadi wajar Mereka mempunyai ikatan batin yang kuat.
"Leon... Ayo kita pergi dari sini aku sudah sembuh"
Ucap Lucia karena merasa bosan berada di klinik yang berbau obat-obatan.
"Kau ini.. Tunggu sebentar dulu kata dokter kau harus istirahat di sini untuk beberapa jam ke depan, jangan banyak ngaco" loen masih mengkhawatirkan Adiknya .
"Ummm.. Aku bosan di sini, aku juga tidak suka bau seperti ini lagipula kakiku sudah sembuh"
Ujar Lucia memandang Loen yang berdiri membelakanginya.
"Luc.. Aku sebagai kakakmu sangat mengkhawatirkan dirimu, aku tau kau ini sedang berusaha agar berpura-pura Kuat, kau tidak akan pernah bisa membohongiku"
Leon berbalik dan menatap ke arah Lucia yang ternyata sudah berdiri di depannya dan memeluknya dengan erat.
Lucia sudah tidak bisa menahan air matanya agar tidak menetes hanya leon yang tau betul segala perasaannya selama ini yang di pendamnya... Rasa cinta yang sudah lama di rasakan untuk Abraham kembali menyeruak keluar ia menunggu selama Lima tahun agar Abraham juga membalas perasaannya namun sayang kenyataan pahit harus di rasakan olehnya.
"Luc.. Kedepannya kakakmu ini akan selalu bersamamu sepanjang waktu jika di butuhkan jangan memendam rasa sakit sendirian, masih banyak di luar sana yang akan mencintaimu dengan Tulus , lupakan Abraham biarkan dia bahagia dengan pilihannya sendiri sayang"
Ujar Leon membalas pelukan Lucia, kemeja yang di kenakan sudah basa dengan air mata Lucia.
" Kakak.. "
Lirih Lucia mendongkrak menatap wajah Loen yang memeluknya dan mengelus rambut panjangnya.
Krek
Tom tiba-tiba masuk ke dalam ruangan mengganggu ke bersamaan dari kedua saudara kembar tersebut, lucia menatap ke arahnya dan berlari memeluknya juga.
"Kenapa menangis Luc.. Apa leon yang membuatmu seperti ini"
Tom menatap ke arah Loen dengan tatapan ke penuh kemarahan.
"Bukan.. Loen aku hanya merasa sedih saja, bagaimana dengan pendaftaranku kakak Tom berkas-berkas nya sudah lengkapkan"
"Sudah.. Ayo kita kembali papamu tadi menelepon menyuruh agar kita segera pulang"
Ujar Tom ke arah Leon dan Lucia secara bergantian, ia terlebih dahulu menarik tangan Lucia tidak memperdulikan Loen yang mengomel tidak jelas di belakangnya.
"Tom kata Dokter lucia harus istirahat agar kakinya sembuh total, nanti dia kram lagi"
Loen terus mengomel sambil mengikuti langkah dari Tom yang terus menarik Lucia keluar dari Klinik.
"Aku sudah sembuh kakak.. Ayo kita pulang saja papa nanti marah karena kelamaan menunggu kedatangan kita"
Ucap Lucia memberikan pengertian untuk Leon yang begitu protektif dengan kondisinya.
"Kalian ini sungguh menyebalkan"
Ujar Loen kesal dengan kedua orang yang tidak memperdulikan ocehannya.
Mereka kembali ke Rumah karena David sudah menunggu kedatangannya, di dalam Mobil Lucia terus menatap Loen dan Tom secara bergantian sambil memberikan senyuman manis agar kecanggungan di antara mereka hilang.
.
.
.
.
Tbc...!!!