NovelToon NovelToon
Nayara

Nayara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: andi mutmainna

gak pandai bikin deskripsi, langsung baca aja yah :)
semoga suka, jangan lupa untuk kasih like di setiap chapternya :)

Gavin Nikola Wijaya (17 tahun)
Nayara Samira Abyasa (17 tahun)

ig : a.mtmna

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

•20•

Keesokan harinya Naya dan Gavin pergi ke sekolah seperti biasa. Hari ini Naya ke sekolah menggunakan masker karena di sudut bibirnya masih terlihat jelas bekas luka yang dia dapatkan dari Bara.

"Inget pesen aku Nay, jangan pergi sendirian kalau kemana-mana meskipun rame, kalau perlu hari ini di kelas aja"

"Iyah iyahh" balas Naya acuh tak acuh.

Gavin mencubit pipi Naya gemas, dia hanya sangat khawatir dengan istri kecilnya itu, tapi responnya super cuek membuatnya sedikit frustasi.

°°

Tiba saat jam istirahat, seperti biasa suasana kantin pasti sangat ramai. Naya dan Riana baru saja selesai dengan urusan makannya, mereka berdua beranjak dari duduknya dan ingin pergi ke kelas.

Tapi tiba-tiba saja ada yang mencekal kaki Naya hingga dia langsung tersungkur ke lantai kantin.

"Upss Sorry!! Aku ga sengaja Nay" yang mencekal Naya adalah Sesil.

Byurr..

Tak sampai disitu Sesil dengan sengaja menumpahkan es tehnya ke seragam Naya. Kali ini Sesil sudah tidak peduli jika dia terlihat jahat atau apapun dimata orang lain, karena yang terpenting sekarang adalah membuat harga diri Naya hancur.

Riana yang menyadari baju Naya tembus pandang karena basah langsung berusaha menutupinya dengan memeluk Naya, semua mata tertuju pada pertujukan yang di buat oleh Sesil kali ini, dan tentu saja hal itulah yang dia inginkan.

Tapi sepertinya Sesil melupakan sesuatu, dia tidak menyadari kalau Gavin sudah berjalan ke arahnya. Dan tanpa basa-basi Gavin langsung menyiramkan jus jeruk tepat di pucuk kepala Sesil.

"Sialan!! Siapa yang beran--" ucapan Sesil terputus saat dia berbalik dan mendapati Gavin sudah berdiri di hadapannya dan menatap tajam padanya.

"Apa? Ga suka? Masih mending gue siram jus jeruk, daripada gue siram bensin!" sentak Gavin tak santai.

"Vin.." Sesil berusaha menggenggam tangan Gavin tapi dengan cepat Gavin menepisnya.

"Ga usah sok manis sama gue, inget gue sama lo ga punya hubungan lagi!!"

Semua siswa yang berada di kantin melongo seketika saat mendengar ucapan Gavin barusan. Hubungan The best couple sekolah akhirnya selesai. Banyak yang sedih mendengar hubungan best couple telah berakhir tapi ada juga beberapa dari mereka yang senang bukan kepalang, karena mereka akan memiliki kesempatan lagi untuk merebut hati Gavin, sang pemimpim tim basket SMA Abdi Bangsa.

Gavin beralih pada Naya yang masih duduk di lantai, Naya tidak berani berdiri karena seragamnya saat ini sedang tembus pandang, maklum baju putih kalau kena air habis dah.

Gavin membuka jaket hitamnya dan langsung ia pasangkan ke badan Naya, dan tentu saja sebelum itu Riana memberikan ruang untuk Gavin memasangkan jaketnya.

"Ayoo.." ajak Gavin seraya merentangkan satu tangannya ke Naya.

Naya menatap Gavin keheranan, apa maksud atas ajakan laki-laki di hadapannya ini. Kenapa Gavin melakukan hal seperti ini, apa dia akan membongkar hubungan mereka?! Entahlah.

Naya akhirnya berdiri dengan bantuan Gavin, semua mata masih tertuju pada mereka berdua. Dan bukannya malah menjauh, Gavin malah menarik Naya untuk berdiri di sampingnya membuat semua orang tambah menatap mereka keheranan.

"Kayaknya lo semua harus tau hubungan gue sama Naya, tapi sebelum itu gue peringatin lo semua jangan sempe gangguin Naya barang seujung kukupun! Karna kalau ada yang nyakitin dia berarti dia cari perkara sama gue!!"

"Emang hubungan kalian berdua apaan?" teriak salah satu siswa yang berada di kantin itu.

"GUE SAMA NAYA SEPUPUAN!!"

"Haah?? Boong" Sela Sesil yang langsung berdiri tegak.

"DIEM!!!" sentak Gavin membuat Sesil takut seketika dan langsung menutup bibirnya rapat-rapat.

"Lo semua udah paham kan, jadi kalau kalian cari masalah sama Naya itu sama aja cari masalah sama gue" finish Gavin kemudian menarik Naya pergi dari kantin.

Gavin membawa Naya ke sudut sekolah, dan yang di bawa hanya pasrah saja tanpa memberi perlawanan. Saat ini mereka berdua berdiri saling berhadapan.

"Kalau mau marah, waktu dan tempat di persilahkan"

Mendengar ucapan Gavin, Naya langsung mendongak menatap tajam pada Gavin.

"Kamu kenapa ngomong kayak tadi?!" tanya Naya dengan nada kesal.

"Biar kamu aman!" jawab Gavin super santai.

"Kenapa bohong?!

"Yaa.. biar kamu aman!"

Kali ini Naya tak bisa menerima jawaban super santai dari Gavin, dia langsung mencubit perut gavin sekuat tenaganya.

"Aaakkkgg ampun Nay..."

"Kamu kenapa bohong sih?! Bohong itu dosa tauuu!"

"Emang kamu mau aku akuin sebagai istri?! Kalau mau, yaudah ayo balik ke kantin lagi, mumpung masih sempet!" pernyataan Gavin kali ini sukses membuat Naya kehabisan kata-kata untuk menjawab.

Gavin memang tidak mungkin mengakuinya sebagai istri, tapi biar bagaimanapun Naya tidak ingin suaminya itu membohongi semua orang.

"Ayo pulang!" ajak Gavin seraya mengambil satu tangan Naya dan menggenggamnya.

"Kok pulang? Kan belum bel"

"Baju kamu basah sayang, emang tahan pake baju basah sampe pulang sekolah"

"Ayooo, nanti ngijin ke satpam depan" tambah Gavin lagi.

"Yaudah deh"

"Senyum dulu, mukanya jangan di tekuk gitu" pinta Gavin dan dengan terpaksa Naya menurutinya karena dia sudah kehabisan energi untuk membantah Gavin.

Sebelum ke parkiran Gavin harus mampir ke kelasnya dulu untuk meminjam kunci mobil Bima, karena dia tidak mungkin mengantar Naya pulang naik motornya.

Saat ini Naya merasa canggung karena mendapat tatapan menyelidik dari teman-teman sekelas Gavin, meskipun mereka tidak menatap sinis tapi tetap saja itu membuat Naya terlihat kikuk.

"Ga usah peduliin tatapan orang lain" ucap Gavin seraya merangkul bahu Naya keluar dari kelasnya.

"Vin.. Kayaknya aku kurang nyaman deh di tatap kayak tadi sama temen sekelas kamu" keluh Naya yang berjalan di samping Gavin.

"Bukannya udah biasa yah dapat tatapan dari banyak orang, kan waktu pertama masuk sekolah kamu udah jadi pusat perhatian" balas Gavin datar. Kalau boleh jujur, ketika Naya pertama kali masuk sekolah dan menjadi pusat perhatian sangat membuat Gavin frustasi dan dia ingin sekali menyembunyikan Naya dalam kantongnya agar istrinya itu tidak menjadi pusat perhatian laki-laki lain, tapi apalah daya dia tidak mungkin melakukan itu.

"Hm waktu itu aku juga kurang nyaman tau, dan kali ini malah tambah kurang nyaman. Kayaknya aku ga cocok sekolah disini deh"

"Jangan ngomong gitu" sanggah Gavin.

Naya kembali diam karena melihat mood Gavin sepertinya lagi kurang bagus saat ini. Mungkin karena Naya terus mengeluh sedaritadi.

•••

Masih edisi Crazy up, jangan lupa kasih komen dan like yah hehe :D

Makasih udah mau baca juga :)

1
Lina Aulia Hikmah
bagus bagusss
Lina Aulia Hikmah
penasaran siii
Lina Aulia Hikmah
Bagus bagus ceritanya, kak, aku mampir, jangan lupa mampir dikaryaku "3 serangkai" 🤗
Susanto santo
gregetan
Susanto santo
😍😍
nyg
bagus..sukses sll ditunggu karya selanjutnya😊
Reima Tenisia
keren
Desiana S. Pd
tamatnya ngegantung gak jelas🤦
Salma Alma
lanjut dong kak nayara2
Nia Kurniasih
mantul ceritanya ,lanjut k
Nia Kurniasih
masa puber
Nia Kurniasih
ceritanya menarik ,jadi pengen tahu lebih
Nia Kurniasih
bagus
Nia Kurniasih
lanut
Asrini Zafarani
nyesek
Yayu Rozana
makin seru
Yayu Rozana
makin seru deh
Yayu Rozana
lanjut thor
Yayu Rozana
mantap thor
Fa Rel
salah sndiri lu begok sih jadi kn trima nasib lu aja naya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!