NovelToon NovelToon
LovLio (Bucin Posesif)

LovLio (Bucin Posesif)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cintamanis / CEO / Teen School/College / Idola sekolah
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Hanswii

menceritakan pemuda tampan minim ekspresi, tapi sialnya wajahnya begitu tampan bak dewa Yunani, ditambah diusianya yang masih begitu muda dia sudah menjadi CEO diperusahaan keluarganya sendiri membuatnya begitu didambakan kaum hawa di sekitarnya, tapi sayangnya pesonanya tak mampu membuat seorang gadis pindahan dari Jerman yang bahkan tak meliriknya sedikitpun.

"minggir",
"kenapa harus gue yang minggir",
"cowok ribet",
"menarik".

akankah gadis bar bar nan galak itu akan membuka hatinya untuk sang CEO muda, ataukah malah pada akhirnya si gadis yang akan dibuat bucin dengan si CEO muda itu?

yuk ikuti kisah cinta mereka berdua,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanswii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

"bagaimana?",

"tidak apa apa tuan, hanya kekurangan cairan karena terlalu banyak muntah, setelah diinfus pasti membaik", ucap seorang dokter yang sudah dipanggil axelio ke apartemennya.

keadaan Chiara nyatanya semakin parah saat sampai di apartemen, dia menangis karena perutnya yang terasa begitu sakit dan panas, hingga akhirnya Chiara muntah muntah, lemas dan berakhir pingsan, axelio yang panik tanpa pikir panjang langsung menghubungi dokter pribadi keluarganya.

Ponsel Chiara berdering, ada panggilan video call dari "mommy", axelio dibuat bingung sendiri, antara mau angkat atau mengabaikan saja, hingga panggilan pertama berakhir, axelio menghembuskan nafas lega, tapi ternyata sepertinya mommynya Chiara merasakan Kalau anaknya sedang sakit, hingga beliau tak pantang menyerah menghubungi Chiara, pikir axelio.

"hai anak bandel kenapa....., wah wah wah, malaikat dari mana ini kenapa tampan sekali", pekik mommy selena heboh saat menatap ke arah layar ponselnya dan terpampanglah wajah tampan axelio yang tersenyum kaku,

"hai Tante, saya temannya Chiara", sapa axelio,

"wah, temannya chia ternyata, ganteng sekali", mommy selena masih saja heboh, hingga seorang lelaki paruh baya mengambil alih ponsel sang istri,

"siapa kamu dan dimana anak saya, kenapa ponselnya bisa ada sama kamu, bukannya saat ini jamnya pulang sekolah?", tanya bertubi tubi lelaki berparas tegas itu,

"saya temannya chia om, dan sekarang chia sedang tidur....",

"hah, apa tidur, kenapa dia bisa dia tidur dan kenapa malah kamu bisa bersamanya?", daddy-nya Chiara terus melontarkan pertanyaan bertubi tubi,

"tadi disekolah Chiara kebanyakan makan sambal om jadi perutnya sakit berkabut muntah muntah dan pingsan,jadi saya bawa ke apartemen saya dia dehidrasi dan sekarang sedang diinfus, dan disini bukan hanya ada saya, tapi ada dokter dan perawat yang menjaga Chiara, saya axelio zergan Wesley, opa Jeremy, Oma Veni dan kak cello menitipkan Chiara pada saya om, kerena sekarang dirumah opa Jeremy tidak ada siapa siapa, jadi saya bawa chia ke apartemen saya", jelas axelio panjang lebar, seraya dia mengarahkan kamera ponselnya pada Chiara yang terbaring diatas ranjang, dokter dan seorang perawat, dia Tidak mau dipandang jelek,

"apa, diinfus?", pekik heboh mommy Selena lagi,

"haduh haduh, nanti kalau dia sadar usahakan kamu disampingnya dan jangan biarkan dia melihat tangannya yang diinfus ya ganteng, dia pasti akan mengisi heboh karena dia phobia jarum", jelas mommy Selena membuat Axelio kaget, tenyata gadis bar bar itu punya banyak phobia juga, pikirnya.

"i..iya Tante", jawab axelio gugup,

"siapa margamu tadi, Wesley?", tanya Daddy Gilbert,

"iya om, om bisa bertanya pada kak cello, opa Jeremy atau Oma Veni kalau om masih belum bisa percaya Dengan penjelasan saya", ucap axelio Dengan raut seriusnya,

"baiklah kalau begitu saya akan menghubungi orang tua saya, dan untuk sekarang saya minta tolong jaga anak saya dulu", ucap Daddy Gilbert,

"pasti om".

Panggilan berakhir, axelio langsung menghampiri Chiara yang masih terbaring tak sadarkan diri, dia harus berada disisi gadis itu jangan sampai Chiara tantrum gara gara melihat infus ditangannya.

perlahan mata cantik itu terbuka, axelio sigap memegang pipi chiara agar tidak menoleh., dia mengkode sang dokter dan perawat untuk juga sigap kalau kalau Chiara menarik tangannya.

"lov, gimana masih sakit?", tanya lembut axelio, dokter dan perawat dibuat meleyot mendengar suara lembut CEO muda itu.

"sedikit", jawab chiara seraya hendak mengangkat tangan untuk mengucek mata tapi Dengan sigap tangannya ditahan sang dokter, Chiara kaget,

"lov, jangan lihat tangan kamu ya", ucap axelio menahan kepala Chiara agar tidak menoleh.

"tangan aku kenapa Lio, kok ditahan gini?", tanya heran chiara,

"kamu dehidrasi dan butuh cairan jadi kamu diinfus, tapi cuma Sampai cairan infusnya habis", jelas axelio lembut, Chiara menduselkan kepalanya ke dada bidang axelio dan axelio menerima Dengan senang hati, si dokter dan perawat malah jadi salah tingkah sendiri melihat aksi Kedua remaja tanggung itu,

"masih lama gak, aku takut?", cicit Chiara,

"tinggal sedikit kok, paling gak sampai setengah jam, iya kan dok?",

"iya Nona chia, kalau Nona takut tidak usah dilihat", kata sang dokter, Chiara mengangguk patuh.

"kamu haus?", tanya axelio yang diangguki Chiara, axelio mengambilkan air di nakas samping ranjang, perlakuan manis axelio pada Chiara sungguh membuat iri si dokter dan perawat yang memang masih muda itu.

hingga cairan infus habis, dokter melepas jarum infus ditangan Chiara Dengan sangat hati hati, sambil meminta Chiara yang masih setia menduselkan kepalanya di dada axelio untuk menarik nafas dan menghembuskannya pelan.

"sudah selesai tuan Axel dan Nona chiara, ini obat yang harus Nona Chiara minum, kalau keadaan Nona Chiara masih Tidak ada perubahan harap segera di bawa ke rumah sakit ya tuan Axel", jelas sang dokter,

"iya, terima kasih dokter", axelio mengantarkan dokter sampai pintu dan diruang tengah ternyata sudah ada Mike yang datang membawakan bubur pesanan sang tuan muda.

"terima kasih Mike, kau bisa kembali", ucap axelio,

"baik tuan, saya permisi", Mike meninggalkan apartemen axelio.

"lov, makan dulu ya, setalah itu minum obat", kata axelio membawa buntu yanh tadi belikan Mike,

"lio, aku gak Suka bubur, lembek ,bikin tambah mual", kata chiara menutup mulut Dengan kedua tangannya,

"kalau nasi tim mau?", tanya axelio,

"tapi jangan terlalu lembek", jawab Chiara lemas.

axelio terpaksa kembali menghubungi mike untuk meminta dibelikan nasi tim, karena axelio tidak mungkin meninggalkan Chiara sendirian, dan tak butuh lama Mike sudah kembali dengan membawa nasi tim pesanan axelio.

"sekarang makan ya", ucapan alxelio menyuapkan nasi tim kemulut Chiara dan diterima Chiara dengan baik, suap demi suap sambil sesekali Chiara minta minum.

"udah Lio, aku kenyang",

"oke, sekarang minum obat ya", axelio menyerahkan obat yang tadi di berikan dokter dan juga segelas air minum, Chiara menurut.

"lio aku mau ganti baju, gerah pakai seragam gini",

"kamu mau pake baju aku dulu, nanti aku suruh Mike belikan kamu baju dan perlengkapan yang lain", Chiara mengangguk dan axelio mengambilkan kaos miliknya dan juga celana training miliknya yang ukurannya paling kecil, itu miliknya saat dia masih SMP.

"lio,,, ini kebesaran", keluh Chiara, axelio tertawa melihat badan Chiara yang terlihat lucu tenggelam di kaos dan celana training nya.

"gak usah celananya ya, aku pakai celana pendek kok dalaman rok sekolah tadi", kata chiara, axelio mengangguk, pasti Tidak nyaman pakai baju serba kebesaran seperti itu.

Chiara keluar dari walk in closet, axelio menelan ludah kasar melihat penampilan Chiara saat ini, dirinya sungguh dibuat gusar dengan ulah gadis itu, bagaimana tidak, Chiara memakai kaos axelio yang kebesaran dan bawahnya di hanya memakai celana pendek yang hanya sampai diatas paha bahkan tertutup kaos yang Chiara pakai.

"gadis nakal ini mau menggoda atau mengakui ku", gumam axelio, beruntung chiara tidak mendekat kearah axelio yang duduk di sofa, dia kembali rebahan diatas kasur sambil memainkan ponsel, kaki jenjangnya di tekuk ke atas, terlihat begitu sexy, jantung axelio sudah berdisco Ria saat ini.

1
Mutiara Nisak
ya allah.....aq bacanya sambil mesam mesem dewe,jd ke inget masa abu2.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!