NovelToon NovelToon
Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 5
Nama Author: della1

Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.


Yuk baca kelanjutannya...... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meminta Maaf

Pagi ini Cira sudah bangun dan rapi dengan pakaiannya yang terlihat santai yaitu celana jeans panjang dan baju kaos maroon dengan dipadukan jaket jeans sepatu putih jangan lupakan masker,topi dan kaca matanya karena hari ini berita dan wartawan memburunya bahkan rumahnya sudah tak aman jika tidak dijaga oleh pihak ke bodyguard Papanya.

"Kamu yakin mau keluar, lagi rame gini lho" ucap Mamanya saat menyerahkan roti berselimut selai itu kepada Cira.

Cira sudah duduk dimeja makan yang baru diisi oleh Mamanya karena biasanya ia yang paling terakhir datang, kini ia yang pertama duduk kursi meja makan.

"Iya Ma, soalnya ini penting" ucapnya disela kunyahan ya.

"Mana lebih penting sama yang kemarin?" goda Mamanya menaik turunkan alisnya membuat Cira mendengus kesal.

"Yang sekaranglah" ucap santai Cira lalu meneguk susunya.

Saat Cia lagi meneguk susunya Mama nya berbicara membuatnya tersedak gegara mendengar ucapan Mamanya.

"Kapan kamu mau adain acara pertunangan sama Rey" ucap Mamanya menuangkan susu untuk cucu.

Belum sempat Cira menjawab sudah diseruduk oleh seseorang."Lagi berantem dia Ma" ucap seseorang dari arah tangga membuat Cira mendengus kesal.

"Kakak tau apa emangnya!" ucap Cia menantang.

"Lho,kamu berantem sama Rey?" Nah kan Mamanya mulai kepo.

"Gimana mau berantem ngomong aja belum" ucap Cira lalu bangkit dari meja makannya.

"Oma, Tante Cira pasti mau ketemu anaknya" celetuk anak kecil yang duduk disampingnya, membuat semua memandangnya.

"Kalian biasa aja dong liat Iki. Udah tau kok Iki ganteng"ucapnya percaya diri membuat mereka semua tertawa.

"Kamu anak siapa sih, PD banget" ucap Mamanya Iki yang baru datang menggendong adik Iki.

"Anak monyet" celetuk Cira langsung mendapatkan toyoran dari Mamanya sendiri. Sedangkan mereka tertawa.

"Kalau aku monyet, tante apa dong?" ucapnya "Anjing" ucapnya lagi membuat Cira kesal.

"Iki bahasa mu!" ucap Nuri, Mamanya Iki, yang memperingati anaknya.

"Anak kamu siapa Ra?" tanya Papanya yang sudah duduk di kursinya.

"Pa, kita akan dapat cucu lagi" ucap Mamanya mendekati suaminya.

Cira hanya bisa menahan kekesalannya didalam hati, ia tau keluarganya sedang menggodanya dan membuatnya kesal. Lalu ia bangkit tanpa pamit pada mereka semua.

"Titip salam sama mantu Papa ya Ra" ucap Papanya. "Mama juga titip salam buat cucu Mama" ucap Mamanya menimpali ucapan Papa.

Semua orang tertawa bersama bahkan Riska yang masih kecil dan tak tau apa-apa ikut tertawa melihat mereka semua tertawa. Kalau Riski jangan ditanya ia mah makan dengan hikmat tanpa perduli.

Cira lupa kalau rumahnya sedang banyak wartawan dan ia malah lewat jalan depan sehingga banyak wartawan yang menyetopnya dan bertanya perihal kejadian kemarin.

"Ini orang nyari duit gini amat, nggak takut sakit apa." ucap Cira saat melihat para wartawan yang berdesak-desakan dari balik kaca mobilnya. Ia memilih memakai supir karena ia sudah tidak aman karena pengumuman kemarin bahwa ia anak dari Pak Bos Nugraha.

Cira yang kasian pun segera menelpon seseorang untuk memberikan pernyataan tentang masalah kemarin dan memberikan kompensasi terhadap para wartawan yang menunggu dirumahnya.

Tanpa dirasa Cia sudah sampai disebuah perusahaan yang besar dengan lebel Bank ADT. Cia masuk lewat pintu direksi dan jajarannya agar tidak terganggu.

Karena Cia sudah konfirmasi ke asistennya Rey yaitu Chan jadi dia langsung masuk keruangan yang ditunjukan oleh resepsionis.

Cia berpakaian serba tertutup seperti memakai masker dan kaca mata nya agar tidak diketahui oleh karyawan disini, bisa gawat kalau ia ketahuan.

Setelah menunggu beberapa menit pintu terbuka dibarengin dengan suara cempreng dari bocah yang menggemaskan dan disayanginya itu.

Namun panggilan dari bocah itu lah membuat hati Cira tertusuk belati tajam. Ingin rasanya ia menangis namun ia pendam.

Bocah itu turun dari gendongan Rey lalu memeluk Cira erat namun itu hanya sekejap setelahnya ia sudah melepaskannya dan duduk di sofa yang bersebrangan dengannya.

"Baru datang Ra?" ucap Rey lalu duduk di samping Cia, Sarah pun mengikuti duduk disamping Cia.

Cira hanya mengangguk, lalu menatap Rey dan Sarah bergantian dengan wajah penuh bingung.

"Ada apa?"ucap Rey dingin. Sarah hanya diam saja memandang sosok didepannya dengan penuh penasaran karena wajahnya tertutup masker dan kaca mata hitam.

"Gue-maksudnya saya mau minta maaf ke Cia" ucap Cira memandang Cia penuh pengharapan.

"Owh,,iya. Kenalin ini Sarah Mommy nya Cia" ucap Rey membuat Cira terkejut namun mampu ia sembunyikan dengan apik didalam hatinya.

Sakit hati kan lo sekarang batin Rey memandang Cira meremehkan.

Cira memandang Sarah dari atas sampai bawah dan ia berusaha mengingat siapa Sarah ini karena ia merasa pernah bertemu sebelumnya.

Alah.....keliatan banget lo bohongnya batin Cira saat mengingat siapa Sarah ini. Oke aku ikuti permainanmu Rey batin Cira.

"Owh.... Cira"balasnya memperkenalkan diri dengan tersenyum dibalik maskernya. Sarah terus bertanya-tanya didalam hati dan pikirannya siapa Cira? Ia merasa tidak asing dengan suara ini.

Cira belum juga melepaskan maskernya dan kacamatanya ia akan menunggu waktu yang pas buat membukanya nanti.

"Cia sini duduk"perintah Cira agar Cia duduk disampingnya dan membuatnya leluasa meminta maaf.

"Cia mau disini aja tante" ucap Cia membuat Cira sedih dan memilih menghela nafas berat.

Maaf Mommy, sebenarnya Cia pengen dipeluk dan dicium Mommy tapi ini semua rencana Daddy batin Cia saat melihat raut wajah Cira yang sedih

Rey merangkul Sarah seolah mereka adalah pasangan yang romantis, bahkan Cia menyenderkan kepalanya kepada Sarah. Terlihat jelas seperti sebuah keluarga.

Bang*sat awas lo Rey, gue ulek juga lo batin Cira saat melihat Rey dengan berani merangkul Sarah. Namun Cia tahan didalam hatinya untuk mengikuti permainan Rey.

Cira yang melihat itu pun berdehem menetralkan perasaannya, lalu membuka kacamata dan maskernya. Seketika Sarah terkejut dan langsung berdiri memberikan hormat dengan membungkukkan badannya. Membuat Cia dan Rey terkejut akan aksi Sarah. Cira yang melihat itupun hanya tersenyum penuh arti.

"Maafkan saya Bu," ucap Sarah sambil terus hormat membungkukkan badannya. "Saya disuruh oleh Bapak Rey,Bu"ucap Sarah membuat Rey kesal akan ucapan Sarah.

"Saya izin keluar Bu"ucap Sarah membuat Rey mengusap kasar wajahnya karena menggerutu akibat kebodohan dirinya dan Sarah.

Melihat Sarah yang hendak keluar membuat Cira segera menahannya "Kamu diem disini saya rindu sama kamu" ucap Cira membuat Rey penasaran.

"Baik Bu" ucap Sarah lalu kembali duduk tapi tidak disamping Rey melainkan disamping Cira. Melihat hal tersebut membuat Rey bertanya-tanya, apakah mereka kenal?.

Setelah kepergian Sarah Cira memandang mereka berdua Cia dan Rey bergantian dengan tatapan tajam dan bersiap membunuh.

Cia yang melihat Mommynya Cira marah segera menghampiri lalu memeluknya erat "Cia minta maaf ya, gara-gara Cia Mommy jadi sedih" ucapnya.

Cira yang mendengarnya pun terenyuh lalu ikut memeluk Cia "Mommy juga minta maaf kemarin Mommy sebenarnya tidak marah ke Cia, tapi supaya Cia nanti nggak kena beling"ucapnya lalu mengecup pipi Cia.

Sarah yang melihat itu pun terharu, dan ia baru ingat "Ibu udah nikah ya sama pak Rey?" ucap Sarah membuat Rey dan Cira saling pandang kemudian menatap Sarah.

"Nggak" ucap mereka berbarengan, membuat Sarah terkejut dan Cia hanya tertawa saja melihat kekonyolan Daddy dan Mommynya.

"Saya kira Bapak sama Ibu udah nikah dan Cia ini anak ibu bapak" ucap Sarah.

Flashback

Seorang gadis duduk didepan komputer dengan terus-terusan menghela nafas berat dan panjang. Ia lelah bekerja sebagai sekretaris bos yang dingin.

Kring... Kring....

Suara dering telepon membuatnya ingin melemparkan telepon itu supaya tak berdering lagi, dengan berat hati ia mengangkat telepon itu siapa lagi kalau bukan bosnya.

"Belikan saya es krim rasa vanila"ucapnya terdengar dingin. Membuat ia mengumpati bahkan mengutuk bosnya. Namun, itu hanya batas ia lampiaskan dalam hati.

"Baik Pak" ucapnya. Lalu pergi meninggalkan sejenak perkejaan ya.

Cira sudah membawa es krim vanila dan bersiap untuk memberikan ke bos nya. Saat hendak membuka pintu Cira mendengar suara anak kecil menangis, ia berusaha mencari ke segala arah namun tak ditemukan sehingga ia mencoba mencarinya didalam ruangan bosnya.

Ternyata suara itu berhasil dari ruangan Bosnya. Tapi dimana bosnya itu berada dan mengapa ada suara tangis anak kecil.

Cira terus mencari arah suara tangis anak tersebut hingga terdengarlah lebih jelas pada sebuah pintu yang berwarna senada dengan warna tembok. Cira dengan berani membukanya lalu melihat ada kecil di atas ranjang sedang menangis.

Anak kecil itu saat mendengar pintu terbuka langsung melihatnya dan membuat matanya berbinar senang.

"Mommy!!!" ucap anak kecil itu dengan menjulurkan tangannya minta digendong.

"Mommy Cia kangen...hiks"ucapnya dengan suara khas anak berusia 3 tahun.

Cira yang mendengar itu pun langsung kelimpungan mencari sosok yang anak kecil itu sebut Mommy yang ternyata hanya ada dirinya sendiri.

"Kamu kenapa?"tanya Cira pada anak itu dan menghampirinya.

Cia langsung memeluk Cira saat berada didekatnya. Hal itu membuat Cira terkejut. "Mommy Cia takut" ucapnya di pelukan Cira.

"Aku bukan Mommynya" ucap Cira membuat Cia menggelengkan kepalanya tidak setuju.

"Kata Daddy nanti Mommy akan kesini jadi Mommy adalah Mommynya Cia" ucap Cia menjelaskan dengan suara cadelnya membuat Cira terhipnotis ditambah wajahnya yang imut dan menggemaskan dengan pipi dan hidung yang memerah karena menangis.

"Eh,,,, Daddy? siapa?" tanya Cira namun suara pintu terbuka menghentikannya karena suara dari Cia memanggil seseorang.

"Daddy!!!!" ucap Cia dengan senang "Mommy Dad" ucap Cia memeluk Cira.

Rey yang mendengarnya langsung terkejut bahkan susu yang ia bawa terjatuh. Bagaimana tidak yang Cia panggil Mommy adalah sekretaris culun yang selalu membuatnya kesal.

Aduh nak jangan ngadi-ngadi atuh, pilihan Mommy yang bagusan dikit kek jangan kayak model orang-orangan sawah atuh batin Rey memandang Cira.

Cira yang melihat itu pun segera bangkit dari duduknya lalu memberikan salam dan meninggalkan mereka.

"Cia kalau mau Mommy pilih-pilih kek, itu culun banget"protes Rey pada Cia saat mereka sudah berdua didalam ruangan tersebut.

Cia tak perduli akan hal itu ia hanya menikmati es krimnya dan sangat disayangkan susu yang ia sukai harus termakan oleh lantai. Semoga lantainya berkembang dan bertumbuh supaya cepet besar kayak Cia batin Cia.

Rey kembali bekerja setelah tidak mendapatkan tanggapan dari Cia, Hari ini pekerjaannya menumpuk padahal ia ingin bermain seperti anak-anak diusianya tapi inilah tanggung jawabnya sebagai anak dari penerus perusahaan Papanya.

Cira langsung duduk di kursi meja kerjanya dengan menetralkan detak jantungnya. Dasar anak kecil mulutnya asal aja panggil Mommy bikin gue malu aja gerutu Cira.

Ia berusaha menetralkan detak jantungnya dengan melihat foto idolanya, dan membuatnya kembali netral.

Kejadian beberapa jam lalu sudah terlupakan karena Cira dan Rey sama-sama sibuk dan lagian Cia juga sudah tertidur jadi tidak ada yang membuat mereka canggung atau terganggu.

...+Jangan lupa like, koment,vote yobrosis💕+...

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Alejandra
Emang nggak kedap suara kamarnya, biasanya kamar orang kaya kan gitu...
Irmanita Awanda
CIA itu umur brp sih kok gak dicritain di awal smpek skrg
Mal²_03
ga terlalu suka sama karakter Omanya, karna terlalu ikut campur dan egois mau menang sendiri, mana rencana ga ada yg masuk akal pula😒
Dyah Oktina
kurang ... nya... thor.... tempatnya ... gitu
Dyah Oktina
ish... ngerjain banget nih c author..... ruang kosong panjang... bet dah 😆
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🤭🤭
susi 2020
🔥🔥🔥😄😄😄
susi 2020
🥰🥰🥰🥰
susi 2020
🙄🙄😍
susi 2020
🤫🤫🤫🤫😘😘😘
susi 2020
🙄🙄😍🥰
susi 2020
😍😍😍😍🥰🥰
susi 2020
🙄🙄🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘🤫
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🙄
susi 2020
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
susi 2020
😂😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!