leyria yg rela harus menerima sebuah perjodohan yg diatur oleh kedua orang tuanya. leyria selalu sabar menerima perlakuan suaminya yg tak lain Arkan, pria yg tidak pernah mencintainya. pernikahan yg diatur untuk mempererat hubungan persahabatan diantara dua keluarga dan mengabulkan permintaan ibu Arkan yg ingin segera memiliki cucu. Arkan yg dingin sedingin es balok, Akankah mencair oleh kelembutan hati istri cantiknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
💞Jangan lupa kasih like dan vote yang banyak biar author rajin update 😚
Arkan tidak ingin banyak orang tau tentang pertemuannya dengan Leni. maka dari itu dia memesan ruangan yang privasi. Dia penasaran apa yang ingin Leni jelaskan kepadanya. lalu ia menunda rapat dikantornya dan bergegas pergi menemui Leni.
Arkan menghubungi Doni menyuruhnya untuk segera mengensel rapat malam ini dan menjadwalkan ulang.
Setelah sampai ditempat yang mereka sepakati. Arkan menuju ke ruangan VIP yang sudah dia pesan. Ternyata Leni belum juga sampai. Arkan tetap menunggunya selama 1 jam hingga akhirnya dia mulai kesal karena merasa dipermainkan oleh mantan kekasihnya itu.
"Saat aku mulai percaya padamu.. kau malah membohongi ku lagi. membuatku menunggu begitu lama" ucap Arkan pada dirinya sendiri.
Arkan mengirimkan pesan singkat pada Leni sebelum dia meninggalkan tempat itu.
"aku pulang. jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi" tulisnya pada pesan yang dikirim pada no. leni
Saat Arkan beranjak dari tempat duduknya, tiba-tiba ponselnya berdering. ternyata yang tertera pada panggilan itu adalah nomer leni.
"Hallo.. " ucap Arkan
" Ya hallo.. maaf pak, saya hanya bisa mengubungi nomer terakhir yang tertera di ponsel ini.. karena saya tidak tau harus menghubungi siapa lagi" ucap orang itu membuat arkan penasaran.
"ada apa pak.. ko ponsel teman saya bisa ada di bapak? apa terjadi sesuatu?" tanya Arkan dengan rasa penasaran.
"gini pak.. tadi teman bapak mengalami kecelakaan lalu lintas, sekarang dia berada dirumah sakit. Dan saya bingung harus mengubungi siapa. jadi pas ada pesan masuk diponsel ini, saya langsung telpon nomer bapak" lelaki itu menjelaskan hal yang telah terjadi pada Leni.
"Apa !? " Arkan kaget mendengar hal buruk menimpa Leni padahal tadi dia sempat kesal menunggunya yang tak kunjung datang.
"di rumah sakit mana pak? tanya Arkan
" Di rumah sakit pelita jaya.. barusan ambulance membawa teman bapak kesana.
"terima kasih banyak pak.. saya tutup dulu telponnya" kata Arkan kemudian mematikan panggilan dan bergegas ke rumah sakit tempat Leni di larikan karena luka di dahinya akibat menghantam setir mobil dan kakinya ikut terluka akibat terjepit saat mobilnya menabrak pohon.
Sesampainya di rumah sakit, Arkan bertemu laki-laki yang menghubunginya.
"ini pak ponselnya mba tadi.." ucap pria itu memberikan ponsel milik Leni kepada arkan.
" dan ini kunci mobil mba nya.. mobil itu mengalami kerusakan pada bagian depan, sekarang sudah dibawa ke bengkel pak" ucap pria itu
"terima kasih banyak pak atas pertolongannya.. " kata Arkan
"iya sama-sama pak.. mbanya sudah masuk ruang rawat. karena bapak selaku temannya sudah datang saya undur diri dulu. oh iya teman bapak di ruangan mawar no.312 ya" ucap pria itu sebelum pamit pergi
"sekali lagi saya berterima kasih atas kebaikan bapak menolong teman saya.. ini ada sedikit rejeki untuk bapak.. buat ongkos pulang" ucap Arkan memberikan beberapa lembar uang pada pria paruh baya itu
"tidak pak.. saya ikhlas menolong.. " ucap pria itu menolak
"ini sebagai tanda terima kasih saya pada anda pak.. tolong diterima." ucap Arkan, dia melakukan hal itu karena melihat penampilan pria paru baya yang lusuh seperti orang yang sedang mengalami kesusahan terlihat dari raut mukanya. walau begitu pria ini dengan baik hati mau menolong orang yang tidak dikenalnya. mungkin dengan memberikan uang bisa sedikit membantunya.
"terima kasih banyak pak.. saya memang memerlukannya untuk biaya berobat istri saya, sebenarnya saya tidak bermaksud mengambil kesempatan ini untuk memeras bapak" kata pria itu sambil menangis.
"iya saya tau maksud bapak.. ambil uang ini dan bawa istri bapak berobat.. " ucap Arkan
"terima kasih banyak pak.. saya pamit dulu" ucap pria itu.
"hati-hati dijalan pak.. " kata Arkan disambut lambaian tangan pria itu sambil tersenyum.
Arkan kemudian segera menemui Leni di ruang rawatnya. Saat masuk, Leni masih tidur tidak sadarkan diri ditempat tidurnya.
"masih saja seceroboh ini.. tidak pernah berubah, sama seperti 8 tahun yang lalu saat pertama kali kita bertemu.. kamu menolongku, hingga melukai dirimu sendiri" ucap Arkan sedih mengingat masa lalunya, dia sangatlah kawatir saat mendengar kabar Leni mengalami kecelakaan. apalagi saat akan menemuinya. semua penghianatan yang Leni berikan seolah lenyap oleh simpatinya.
Arkan duduk di samping ranjang leni menggenggam tangan yang terasa dingin itu..
berharap Leni segera sadar.
🥀
Di sisi lain leyria sudah membersihkan diri serta membereskan rumah. Tadinya dia ingin memasakan sesuatu untuknya dan Arkan. namun takut semua malah sia-sia, pastilah Arkan tidak mau memakan masakannya kalau bukan didepan keluarga mereka.
Apalagi mengingat sekarang sudah jam 10 malam, pastilah Arkan sudah makan malam diluar atau mungkin dikantornya. Tapi apabila suaminya menyuruh membuat makanan dia akan siap.
Leyria terus saja menunggu kedatangan suaminya sambil berbaring di sofa menonton tv, dia beberapa kali mengecek pesan masuk namun tidak ada sama sekali notif pesan dari suaminya itu.
Semua itu membuatnya gelisah, takut ada sesuatu hal buruk menimpa suaminya.
"Apa aku harus menelponnya?" tanya leyria pada dirinya sendiri
"nanti malah mas Arkan marah karena aku mengganggunya.. "
"Tapi aku sangat kawatir"
"Tunggu sampai setengah jam lagi, kalo memang dia masih belum pulang. aku akan langsung menelponnya"
"Apakah mungkin dia pergi mabuk-mabuk seperti kemarin malam? " leyria terus saja berucap sendiri.
Sampai akhirnya menghubungi suaminya
"Tut... Tut... Tut.. " bunyi sambungan ponsel arkan tanda kalo ponsel itu aktif namun tidak diangkat-angkat.
Sampai tiga panggilan tak terjawab masih saja belum direspon. lalu ia menghubungi Doni untuk memastikan keberadaan Arkan.
"Hallo pak Doni.. " ucap leyria
"Hallo bu.. tapi tolong jangan panggil pak, panggil saja nama saya" ucap Doni
"oh.. baiklah. saya cuma ingin tanya... pak arkan masih di kantor? atau sudah jalan pulang ya?"
"pak Arkan sudah dari sore pergi Bu.. katanya sih ada urusan hingga mengundur waktu meeting malam ini. saya juga tidak tau dia pergi kemana" kata Doni
"ya sudah.. terimakasih, maaf ya sudah mengganggu waktumu"
"iya sama-sama.. tidak masalah sudah sepatutnya saya selaku asisten dan sekertaris pak arkan jika ibu ingin menanyakan sesuatu.
Leyria kemudian mematikan panggilannya, dia memutuskan untuk tidur disofa sambil menunggu kedatangan Arkan.
Sedangkan Arkan sendiri malah terus menggenggam tangan wanita lain, menghawatirkan wanita lain dibelakang istrinya.
Tak butuh waktu lama akhirnya Leni sadar..
"Aku dimana? " tanya Leni
"kamu sekarang dirumah sakit." ucap Arkan
"kenapa aku bisa berada disini? bukankah seharusnya kita bertemu ditempat biasa? " tanya Arkan
"kamu mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan menemui ku.. sudah jangan banyak bicara kamu baru sadar.. kembalilah istirahat" ucap Arkan
.
.
.
.
Bersambung. . .
💕💞💕💞💕💞
Ikutin terus ya novel ku. maaf kalo masih banyak typo bertebaran dimana - mana 🙏. maklumin aja ya karena author tergolong anak baru 😆 tapi tenang aja pelan - pelan auhor akan menulis rapi😅 dengan kosa kata yang baik juga. jangan lupa like jempolnya 👍😃
mampir ya author
lahh ini cerita nya nge gantung
gimaana cerita tamat nya