Kehidupan Ringgo yang selalu dibully tiba-tiba berubah saat ia tak sengaja bertemu dengan seorang gadis cantik yang ternyata seorang siluman.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rongpuluh
"Tolong Ningrum Mas!" seru Slamet
"Apa yang terjadi dengan Ningrum?" jawab Ringgo balik bertanya
Slamet kemudian menceritakan apa yang dialami Ningrum dan kondisinya saat ini. Ringgo benar-benar shock mendengarnya.
"Dimana dia?"
"Ruang Kamboja nomor 33," jawab Slamet
Ia kemudian mengajak pemuda itu ke bangsal perawatan Ningrum.
Ringgo begitu terkejut saat melihat kondisi Ningrum di kamarnya.
"Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukannya, hingga para begundal itu berusaha membunuhnya," ucap Slamet mengepalkan tangannya
"Memangnya siluman juga bisa terluka?" ucap Ringgo tak percaya melihatnya
"Semua ini terjadi karena mustika sakti miliknya ada padamu," jawab Slamet membuat Ringgo terkejut
Sama seperti Ningrum, Slamet juga memberitahunya jika Ning akan menjadi lemah seperti manusia pada umumnya karena benda pusakanya itu berpindah ke tubuh orang lain.
Ringgo tertegun memandangi Ningrum yang terbaring di ranjangnya. Ia merasa bersalah karena membuat Ningrum menjadi seperti itu. Kalau tidak menolongnya waktu itu mungkin Ningrum tidak akan seperti ini. Ia menggenggam tangan Ningrum seraya berdoa untuk keselamatan gadis itu.
"Ya Tuhan berikanlah kesembuhan kepada Ningrum, sembuhkan dia dan angkat penyakitnya!" ucapnya sungguh-sungguh
Benar saja tak lama setelah ia berucap seperti itu, Ningrum pun langsung membuka matanya.
"Awww!" pekik Ningrum kesakitan saat ia hendak bangun
"Jangan banyak gerak dulu, kamu masih sakit!" seru Slamet berusaha memperingatkan Ningrum untuk tidak bangun lebih dulu
"Untuk sementara tinggalah di sini dan tolong bantu Ningrum untuk memulihkan kondisinya," tukas Slamet kemudian meninggalkan mereka
Melihat Ningrum terbangun Ringgo pun melepaskan tangannya namun, Ningrum kembali menariknya dan kali ini ia menempelkan telapak tangannya di dadanya.
"Aku harap lukaku bisa segera sembuh agar aku bisa membalas dendam kepada para begundal itu!" ucap Ningrum
Sepanjang hari Ningrum tampak memegangi mustikanya yang ada di tubuh Ringgo membuat pemuda itu merasa risih. Namun Ningrum tak peduli dengan apapun baginya saat ini yang terpenting adalah menempel kepada Ringgo seperti Lem. Keduanya tampak seperti sepasang kekasih hingga semua orang tampak iri melihat kemesraan mereka tidak terkecuali dengan Denis. Pemuda itu bahkan mengurungkan niatnya untuk menjenguk Ningrum saat melihat wanita itu sedang berpegangan tangan dengannya.
Namun Slamet menjelaskan kepada Denis jika saat ini yang diperlukan Ningrum adalah Ringgo. Tentu saja ucapan Slamet semakin membuatnya kesal.
"Memangnya apa istimewanya dia!" gerutu Denis
Ia tak habis pikir kenapa Ningrum bisa menyukai cowok cupi seperti Ringgo.
Bagaimanapun ia tidak sudi jika dikalahkan oleh Ringgo. Meskipun ia dan Ningrum tak memiliki hubungan spesial, namun tetap saja ia tak suka jika melihat Ningrum bersama dengan pria lain terutama Ringgo.
"Bagaimana keadaan mu sekarang apa jauh lebih baik?" tanya Ringgo
"Jantung ku masih sakit, harusnya aku baik-baik saja jika mustika itu ada dalam tubuhku, tapi sekarang mustika itu ada di tubuhmu. Jadi apa kau bisa menempelkan dadamu diatas luka ku?" tanya Ningrum
"What?" Ringgo seketika melotot mendengar permintaan Ningrum
"Jangan gila deh, apa kata orang-orang jika aku melakukan itu!" jawab Ringgo dengan wajah memerah
"Persetan dengan omongan orang, yang terpenting adalah aku harus cepat sembuh!" seru Ningrum kemudian menarik pemuda itu. Ringgo berusaha menolaknya, hingga keduanya saling tarik-menarik.
Melihat Ringgo yang tak mau menuruti keinginannya, Ningrum langsung menarik Ringgo dengan keras hingga membuat pemuda itu langsung memeluknya. Dalam waktu bersamaan Denis masuk ke ruangan itu dan tak sengaja melihat keduanya tengah berpelukan.
Tak mau mengganggu Ringgo dan Ningrum Denis pun mengurungkan niatnya.
"Permisi boleh bukakan pintu untuk ku?" tanya seorang dokter
"Tentu," jawab Denis buru-buru membuka pintu ruangan itu.
"Oh, kalian belum bisa melakukanya sekarang karena luka pasien akan semakin berbahaya," serunya begitu terkejut saat melihat Ningrum dan Ringgo yang masih berpelukan
Ringgo buru-buru melepaskan pelukannya dan segera menjauh.
"Tenang saja dokter, justru semuanya akan membaik setelah ini," jawab Ningrum kemudian bangun dari ranjangnya. Ia melepaskan semua selang infusnya membuat semua orang khawatir.
"Apa yang kamu lakukan Ning?" ucap Ringgo begitu khawatir
Wanita itu membuka kancing piyamanya menghampiri sang dokter.
"Dasar cegil ( cewek gila )!" pekik Denis berusaha menahannya
"Sekarang lukaku sudah sembuh, jadi aku boleh pulang kan?" ucap Ningrum menunjukkan lukanya yang sudah menghilang kepada dokter.
Tentu saja semua pria dibuat melongo olehnya. Slamet buru-buru menutup mata Denis yang tak berkedip menatap majikannya itu.
"Astaga Nyai, mbok yo eling. Ojo gawe bocil cenat-cenut ngene toh, bahaya!" seru Pria itu kemudian memakaikan jasnya kepada Ningrum
Sang dokter hanya mengangguk dan membiarkan Ningrum pergi bersama asistennya.
"Sekarang saatnya kita cari preman-preman itu dan memberinya pelajaran," ucap Ningrum dengan wajah kesal
"Ngasih pelajaran pakai apa Nyai sedangkan anda sekarang tidak punya kekuatan lagi. Jangan sampai anda mati untuk kedua kalinya!" gerutu Slamet
Ningrum menghentikan langkahnya. Perempuan itu memutar bola matanya sambil memainkan rambutnya.
"Benar juga, kalau begitu aku harus membawa Ringgo, dengan begitu semua masalah selesai!" ucapnya kemudian membalikkan badannya
Baru saja ia akan menghampiri Ringgo tiba-tiba Wisnu langsung mengajak Ringgo pergi.
"Tunggu, Ringgo!" seru Ningrum kemudian berlari mengejarnya
Namun Ningrum hampir saja jatuh pingsan saat ia merasakan dadanya kembali nyeri. Beruntung ada Denis yang langsung menangkapnya.
"Apa secinta itu lo sama si cupu sampai lo gak peduliin kesehatan lo!" ucap Denis dengan nada kesal
"Bukan urusan lo!" jawab Ningrum kemudian meninggalkan Denis dan kembali mengejar Ringgo.
Namun kali ini ia menghentikan langkahnya saat melihat piyamanya berubah warna.
"Darah???" Seketika netra Ningrum melotot melihat darah mengucur di tubuhnya.
Denis yang benar-benar kesal dengan kelakuan Ningrum bergegas meninggalkan perempuan itu. Namun ia tak tega saat melihat Ningrum meringis kesakitan sambil memegangi lukanya.
"Sial, kenapa gue gak bisa mengacuhkannya!" Denis segera berlari menghampiri Ningrum dan menggendongnya.
Ia membawa gadis itu menuju ruang UGD, namun entah kenapa saat dibawa ke sana lukanya tiba-tiba menghilang.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" ucap Denis dengan wajah bingung
"Turunkan aku!" seru Ningrum
Denis menurunkan gadis itu, dan Ningrum bergegas pergi meninggalkan ruang UGD.
"Apa memang semua cewek mengincar cowok kaya, makanya tak peduli apapun mereka akan terus mengejarnya. Hanya demi hidup nyaman dan terjamin, ternyata lo sama saja!" seru Denis
Seketika Ningrum berbalik dan menghampiri Denis. Dengan tatapan mematikan wanita itu langsung menarik kerah baju Denis.
"Kalau Lo gak tahu masalahnya lebih baik diam daripada ku jahit mulut lo ini dengan jarum neraka. Asal lo tahu kalau masalah kekayaan gue lebih kaya daripada Ringgo," jawab Ningrum kemudian melepaskan pria itu
Ia kemudian menghampiri Slamet yang sudah menunggunya di depan lobby. Denis tertegun saat melihat Slamet membawa mobil Lamborghini untuk menjemput Ningrum.
pantesan ningrum tahan hidup 200th
ada hiburannya🤣
pak wisnu jadiin istri si nayra
tak jamin hidup pak wisnu jdi berwarna🤩
yg penting nyai seneng 😜
saling mencintai tapi tak bisa saling memiliki 🥺🥺🥺
berarti kemungkinan besar Nayra masih hidup donk
karena kamu baru aja membunuh Ringgo di depan mata Ningrum pula
yang ada malah kamu sendiri yang bakalan meninggal noooooh
gak bisa kebayang gimana paniknya Dion saat tahu mobil yang sedang di kendarainya bisa melayang di udara