Laura seorang wanita yang tumbuh di panti asuhan membuat dirinya menjadi seorang wanita yang sangat membutuhkan karih sayang seseorang, Laura begitu mencintai Gian suaminya hingga dia rela menjadi seorang yang bodoh mempertahankan pernikahan dengan orang yang mengkhianati dirinya di sisi lain baik Ibu dan Saudara Gian yang sesuaki hati pada nya membuat Laura merasa lelah dengan pernikahannya hingga satu saat ketika dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi sekertaris seoang Gerald Graham ternyata pria itu menaruh hati padanya
"Pak Bapak tidak serius ka, bapak tahu saya sudah menikah".Laura mundur hingga tubuhnya menabrak tembok
"Aku tidak peduli Laura suamimu dan keluarganya tidak menginginkan mu tapi aku menignginkan mu lebih dari apapun yang ku ingin kan!!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon natural, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bos Yang Perhatian
Hampir dua bulan berlalu dari kejadian saat Laura dan Gian bertengkar, Laura lebih banyak mendiamkan suaminya walaupun Gian bersikap sedikit manis padanya namu Laura tahu arti kebohongan di balik sifat itu
Pria itu sudah menipunya berkali-kali nyatanya Laura sering memergoki Gian tanpa sepengetahuan pria itu sedang melakukan video call mesra dengan Salsa
Dan ketika Laura bertanya tentang itu Gian akan lebih sering berbuat manis padanya tanp maaf sedikit pun tentunya hal itu membuat Laura sangatlah jenuh, namun dia tetap Laura yang sama di rumah itu selalu perhatian dan merawat keluarga itu
“Kau sudah memasak sepagi ini?”.Gian turun ke bawah jam masih menunjukkan pukul setengah enam pagi tapi wanita itu sudah menyediakan sarapan bersama dengan asisten rumah tangga yang sudah Laura pekerjakan di rumah itu “Apa kau buru-buru?”
Laura mempekerjakan seorang asisten tapi untuk urusan memasak wanita itu masih harus tetap turun tangan karena Gian sendiri tidaksuka masakan orang lain selain istrinya
“hmmm, bos ku mengatakan jika ada pertemuan di luar kota hari ini”. Laura menjawab tanpa melirik suaminya “Kemungkinan aku tidak akan pulang hari ini”
“Tidak pulang?”. Gian menatapistrinya seksama dari atas ke bawah wanita itu nampak makin cantik saja hingga Gian nampak berpikir jika harus menyuruh Laura pergi sendirian . “Kau hanya berdua dengan bos mu?”
“Tidak ada beberapa karyawan lain”. Laura melepaskan celemek yang dia pakai lalau membersihkan tangan nya wanita itu tidak berinteraksi banyak dengan Gian karena Laura sendang buru-buru
Wanita itu berjalan menuju kamar untuk membersihkan dirinya sendiri dan mempersiapkan kebutuhannya karena dia juga akan bekerja hari itu
Setelah selesai membersihkan diri Laura langsung menuju meja rias dengan beberapa alat make up di sana, kuli Laura yang dulunya kusam sekarang berubah menjadi lebih mulus dan putih hingga Laura tidak memakai fondation
Rambutnya juga sudah kembali seperti dulu karena erwan yang dia berikan gaji yang di berikan oleh Gerald lebih besar dari pada yang dia duga tapi pria itu juga memberikan syarat untuk Laura merubah enamplannya dan wanita itu melakukannya dengan baik
“Sayang….”. Gian memeluk istrinya dari belakang menghirup aroma tubuh Laura ‘kau sangat cantik….”
“Gian lepaskan aku akan berangkat ke kantor sebentar lagi”. jangan menjadikan aku pelampiasan Gian, aku tahu permainan mu
Gian menatap miring istrinya yang semakin cantik itu “Laura… kenapa belakangan ini kau berubah hmm kau lebih tidak memperhatikan aku sekarang”
“Gian aku tidak ingin membahas itu hari ini”. Laura menatap tajam suaminya “Dan jika menurut mu aku berubah sebaiknya kau harus memperbaiki kelakukan mu di belakang ku”
Laura menghindari suaminya dan beranjak mengambil tas dan juga ponselnya di atas nakas Laura berjalan keluar tanpa memperhatikan Gian yang sudah kesal dengannya
Sialan kenapa aku tetap saja terjebak dengan situasi ini seharusnya aku harus membicarakan ini dengan Gian berdua. Laura berguman sedih dalam hatinya dia selalu di bodohi tapi juga tidak ingin membahasnya
Laura berjaan di trotoar jalan yang sudah berjarak lumayan jauh dari rumahnya, wanita itu akan menunggu di halte bus untuk sampai ke kantornya
“laura!”. Suara seorang pria membuyarkan lamunan Laura “Naiklah kebetulan aku melihat mu tadi”
“Pak Gerald, apa yang anda lakukan di sini?”. Laura menata heran pria itu karena Gerald sendiri mengendarai mobilnya biasanya pria itu akan di antarkan oleh salah seoang supir atau yang lainnya
“Ya kebetulan lewat, ayo temani aku sarapan kau juga untuk apa sepagi ini berjalan di sini huh?”. Gerald keluar dari bangku kemudi membukakan pintu untuk sekertarisnya “Ayo ikutlah dengan ku”
“Pak anda tidak perlu saya bisa membukakan pintu sendiri”. Laura merasa tidak nyaman dan juga segan di waktu yang bersamaan
“masuklah aku tidak ingin pintu mobil ku lecek karena ini mobbil mahal”. Gerald berujar dengan angkuh
Sial seharusnya aku tidak perlu merasa terharu tadi buat malu saja . Laura duduk di samping Gerald yang sudah menjalankan mobil ke arah sebuah restoran di tengah kota
“Kau belum makan kan sekalian saja”. Gerald membawa Laura masuk ke dalam restoran mewah itu, Laura sendiri sudah terbiasa ketika Gerald mengajaknya ke restoran seperti itu dan karena itu juga tubuh Laura semakin berisi karena makanan yang dia makan sudah mencukupi untuk tubuhnya yang dulu kurus
“Pak biar saya yang traktir anda kali ini saya mohon”. Laura merasa tidak enak “Gaji saya cukup untuk membayar makanan di sini”. Wanita itu berujar dengan tidak ada keraguan hingga Gerald hanya mengangguk
Mereka berdua terdiam beberapa saat karena Laura yang biasanya memulai obrolan terlihat sedang melamun entah memikirkan apa dan itu dapat di lihat jelas oleh Gerald
“Laura!”. Gerald memanggil Laura tapi wanita itu hanya terdiam hingga pria itu memangil dengan keras dan sedikit meyentuh ujung jari Laura yang menganggur di atas meja “Laura….”
“eh pak…”.Laura dengan cepat menarik tangannya menyadari keberadaan pria itu “Maaf pak saya kurang mendengar bapak maafkan saya…”
“Kenapa kau nampak tidak fokus sejak tadi huh?”. Geral menatap lekat Laura “Apa yang kau pikirkan?”
“Tidak aku hanya memikirkan pekerjaan nanti, karena kita akan ke luar kota untuk pertama kalinya”. Laura berbohong karena bukan itu yang dia yang sedang dia pikirkan sekarang
“Benarkah?”. Gerald seksama “Kau berbohong iyakan kau memikirkan keluarga mu”
Laura tercengang dia tidak menyangka jika Gerald akan sepeka itu padanya “Kau bisa bercerita pada ku”
“Ti… tidak pak maaf aku tidak ingin membahas ini, ini terlalu privasi”. Laura menunduk meminta maaf dia sangat grogi
Gerald menatap mengerti . Dia pasti sangat terkejut aku tidak bisa memaksanya tapi kenapa aku merasa tidak suka
Mereka kembali terdiam hingga beberapa pesanan mereka sudah terhidang di hadapan mereka
“Ini makanlah lebih banyak masasalah mu sangat besar jadi makan mu juga harus banyak seperti ini”. Gerald memberikan sebagian makanan miliknya pada laura
“Pak hentikan ini terlalu banyak…”. Laura tercengang wanita itu juga merasa malu karena pelayan yang memperhatikan mereka sambil tersenyum “Pak…..”
“Hmm”. Gerald menjawab singkat pria itu sudah fokus dengan makanannya sendiri “Ada apa?”
“Ah tidak aku hanya ingin berterimakasih saja, bapak bos yang sangat baik”. Ya walaupun anda sangat mengesalkan
“Ya aku tahu karena itu kau harus bersama ku,maksud ku jika kau lebih nyaman dengan ku kau bisa terus bersama ku”. Gerald menatap ke arah ain menghindari tatapan Laura
“Hmm bapak adalah bos yang baik, saya akan tetap bekerja dengan setia pada bapak”. Laura mengangguk wanita itu tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Gerald
Tapi kenapa End nya aga kurang menceritakan soal bagaimana juga kehidupan Hanzo dan Rose tuhh... mkn dengan anak-anak mereka 👍🤗🤗🤗
cuma modal seksi doang, otak Nol 👎