Clara adalah seorang gadis yang memiliki beberapa karakter, sehingga membuat nya mudah bergaul dengan siapa saja, meskipun dia berasal dari keluarga yang berada, tak lantas membuat nya memilih siapa saja yang pantas bergaul dengan nya.
Penasaran maka nya baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYU APRIYANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa korbanya
Karna perdebatan yang terjadi antara Anggi dan sang mama, membuat nya sangat kecewa dan sulit untuk percaya, seorang ibu yang dulu nya sangat lembut dan ramah, bahkan memperlakukan seorang asisten rumah tangga layaknya keluarga, sekarang sangat jauh berbeda, pikiran Anggi sangat kacau dan bingung dengan perubahan sikap mama nya, Anggi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tanpa sengaja hampir menabrak seseorang dan membuat dirinya celaka.
Ckiiiiit... Bruuuaak..., Anggi membanting stir mobil ke sembarang arah karna hampir saja menabrak seseorang namun membuatnya menabrak sebuah pohon.
Anggi terkejut dengan apa yang menimpanya, dia segera keluar dari mobil dan menghampiri orang yang hampir saja jadi korban nya.
"apa kamu tidak apa" tanya nya khawatir pada orang itu
"hey nona apa kamu sedang mabuk, kenapa mengemudi jika kamu tidak tau cara mengemudi yang baik" kata pemuda itu yang sedang sibuk memunguti semua peralatan nya yang berserakan di jalan..
"ma.. maaf tapi... (bruuuk) Anggi jatuh pingsan sebelum menyelesaikan ucapan nya, karna ternyata kepalanya terbentur dan terluka parah.
"tapi apa nona (hah kameraku) kamu harus meng__-__ (menoleh ke arah Anggi)___ astaga nona.. nona apa kamu baik" saja, oh yaa ampun aku terlalu sibuk dengan kameraku, apa yang harus aku lakukan, ah ponsel.. ponsel akh mana ponsel ku, oh astaga (melihat ponsel yang sudah tidak utuh karna terlempar dan terinjak mobil Anggi) kenapa harus di saat seperti ini..." bingung pemuda itu..
"mana aku cuma naik angkot lagi, nah!! sekarang malah tidak ada angkot yang lewat, astaga ya Tuhan pikir pikir Abi cepat berpikir, ah mobil nya biar aku periksa mobil nya... "gumam Abi
ya pemuda yang hampir di tabrak adalah Abi..
Abi pun pergi memeriksa kendaraan gadis itu dan untung saja masih bisa menyala dan bisa di kendarai, Abi juga mencoba mencari ponsel gadis itu namun tidak menemukan nya.
Karna dalam keadaan marah Anggi hanya mengambil kunci mobil dan pergi.
"semoga saja bisa sampai ke rumah sakit, ya Tuhan tolong hamba mu ini sekali ini saja hamba tau hamba tidak pernah sholat tapi untuk menyelamatkan gadis ini hamba mohon semoga mobil ini bisa sampai tujuan amiin" doa Abi sambil mengendara dan sesekali melihat keadaan Anggi yang berada di kursi belakang.
sesampainya di rumah sakit, semua mata tertuju pada kendaraan yang di kemudikan Abi ya bemper depan penyok, bisa sampai rumah sakit saja Abi sudah sangat bersyukur dia tak memperdulikan mata para orang orang yang memandang heran padanya, bahkan ada seseorang yang mengabadikan nya melalui ponsel!! Abi tetap mengabaikan nya, dia mengangkat tubuh Anggi masuk ke dalam rumah sakit.
"DOKTER DOKTER..." teriak Abi
Dokter pun bergegas datang dan membawa tubuh Anggi ke IGD.
"silahkan menunggu tuan dan segera urus administrasi nya" kata perawat
"hah ad.. administrasi haih aku bahkan tidak tau siapa namanya, apa yang harus aku lakukan, oh ya Tuhan apa aku telalu banyak dosa sampai engkau memberiku cobaan seperti ini, aku adalah korban tapi sekarang aku yang bertanggung jawab nasib nasib..." gumam Abi
Kantor Angga
Salah seorang pegawai Angga melihat unggahan di internet dan mengenali gadis yang ada di dalam vidio itu dia pun segara berlari untuk menemui sekretaris Angga, Rina.
"mbak Rina ada yang ingin aku tanyakan" panggil Susi
"iya Sus ada apa kok kamu panik gitu" tanya Rina
"mbak coba lihat vidio ini dulu bukan nya ini nona Anggi" memperlihatkan vidio
"ASTAGA ini memang dia dan mobil itu, berikan ponsel mu aku harus memberitahu Presdir" mengambil ponsel Susi dan pergi ke ruangan Angga..
Braak.. Karna panik Rina masuk tanpa mengetuk dan membuka pintu dengan kasar.
"Rina apa kamu sudah bosan bekerja di sini hah" kata Angga
"Presdir maafkan saya tapi ada hal penting yang harus anda lihat Presdir" kata Rina
"awas saja kalau ini tidak penting" kata Angga
Rina memberikan ponsel Susi dan mperlihat kan vidio tersebut.
Angga sangat panik melihat adiknya yang sedang di gendong seorang pria dalam keadaan pingsan.
segera Angga menghubungi asisten nya Dodi
"Dodi siap kan mobil sekarang kita ke rumah sakit" perintah Angga
"baik bos" jawab Dodi
Merekapun pergi menuju ke rumah sakit yang telah di ketahui lokasi nya melalui vidio yang di unggah tadi.
*****
Clara telah selesai membuat kopi di pentri dan segera ke ruangan Angga untuk mengantarkan kopi.
Namun dia tak menemukan siapa pun di ruangan Angga, dia pun mencoba menunggu sejenak.
apa dia mau mengerjai ku lagi "batin Clara"
"sudah selama ini apa dia sedang keluar" gumam Clara
Clara akhirnya memutuskan membawa kopi itu kembali karna sudah dingin dan tak sengaja berpapasan dengan Rina..
"eh mbak Rina, pagi mbak" sapa Clara
"pagi Clara, Presdir tidak ada dia ke rumah sakit" kata Rina
"apa!! siapa yang sakit, apa bos baik baik saja, tapi kayak nya tadi sehat kok" tanya Clara heran
"itu kayaknya Adik Presdir kecelakaan" kata Rina
"oh ya, kalau begitu biar kopi nya aku minum saja sayang Crimer nya hehe" kata Clara
"terserah kamu sana balik kerja" kata Rina
Clara kembali lagi ke pantri dan meminum kopi buatannya sendiri yang tadi nya pesanan bos nya.
apa dia baik baik saja, semoga adik nya juga baik baik saja ' batin Clara"
*****
Angga dan Dodi kini tiba di rumah sakit dan menemukan pemudah yang di lihat nya di vidio.
"kamu!! apa yang terjadi kenapa adik saya bisa mengalami kecelakaan hah" bentak Angga dengan menarik kerah baju Abi
"kamu jangan macam macam sama adikku, aku bisa menuntut mu" bentak nya lagi
"bos.. bos sabar bos kita belum tau kebenaran nya, bos harus tenang" kata Dodi
astaga cobaan apa lagi ini, ya Tuhan apakah dosaku memang sangat besar, aku ini kan korban, teriak batin Abi
Angga melepaskan genggaman tangan nya dari kerah baju Abi.
untung nya Dokter keluar...
"apa kerabat nya suda datang" tanya dokter.
"saya dok sya kakak nya, bagaiman keadaan adik saya" tanya Angga
"dia baik baik saja, dan luka tidak terlalu parah, dia hanya syok dan sepertinya belum srapan makanya dia pingsan" jelas dokter kepada Angga
"huft untung lah, kalau begitu terima kasih dokter" kata Angga
"yaa itu sudah kewajiban saya" kata Dokter
"huuft" Abi tarik nafas lega
"emm maaf apa hubungan anda dengan nona" tanya Dodi pada Abi
"hey Dodo apa yang katakan kenapa kamu sangat formal padanya" kata Angga
"tapi bos dia kan bisa jadi yang menolong Anggi dan satu lagi bos nama saya Dodi" bisik Dodi
"KAMU__-__
"huft hah huft hah, Angga mencoba tenang," okey sekarang aku yang tanya, kenapa adik ku bisa mengalami kecelakaan" tanya Angga pada Abi
"ah it.. itu anu sa saya juga kurang tau tu.. tuan" kata Abi terbatas karna takut jika dirinya salah ucap maka leher nya bisa di cekik lagi pikir nya
"kamu ini kenapa" tanya Angga bingung melihat Abi yang bicara terbata
"bos... dia lagi takut bos tadi kan bos udah trik tarik lehernya bos" bisik Dodi
"aku cuma narik baju nya tadi bukan lehernya Dodo" kata Angga
"tapi sama saja bos" bisik Dodi lagi
"kamu kenapa bisik bisik sih" heran si Angga sama si Dodi
hadeh punya bos tidak peka banget sih" batin Dodi"
"ekhem.. nama kamu siapa" tanya Angga lagi
"A..Abi nama ku Abi"
"kamu tak usah takut tadi kan aku panik, jadi jelaskan kejadian nya sekarang"
"ah iya, tadi sya sedang mengambil beberapa foto, di jalan dekat hutan SS, dan tiba tiba mobil adik anda datang melaju sangat kencang di jalan, dan untung saja saat melihatku dia membanting stir nya ke arah kiri tapi dia menabrak pohon itu sebabnya saya membawa nya, ke sini tuan" malas Abi
"okey kalu begitu terima kasih karna sudah membawa nya ke sini, Dodi berikan dia konpensasi, aku akan masuk melihat Anggi dulu" kata Angga dan mata nya tertuju pada ponsel dan kamera yang tergantung di ransel Abi
"baik bos"jawab Dodi
Dodi pun mengajak Abi ke mobil,
"Abi ikuti saya" kata Dodi
****** aku mau di bawa kemana lagi tapi bukan nya tadi sudah aku jelaskan bahwa aku hampir saja jadi korban ya" batin Abi
"tidak perlu takut bos memintaku untuk memberi mu sesuatu sebagai tanda terima kasih dari nya karna sudah menyelamatkan kan adik nya" kata Dodi santai
hah selamet selamet kirain aku mau di penggal" batin Abi
"ini cek kosong isilah berapa nominal yang kamu mau" kata Dodi dengan menyerahkan cek kosong ke Abi
astaga kaya bener yaa' batin Abi lagi
"Abi kok bengong" kata Dodi
"ah.. itu saya iklas kak Dodo" kata Abi
jleeb...jantung Dodi terasa sakit selama ini hanya Angga yang memanggil nya Dodo, sekarang tamba satu lagi
apa aku hrus ganti nama ya batin Dodi
"hey namaku Dodi bukan Dodo" kata Dodi ketus
"heng... tapi tadi bos mu memanggil Dodi" kata Abi
"haaiis itu kalau dia lagi marah atau panik," kata Dodi
"hah kok bisa..."
"ya bisa lah dia kan bos nya, eh kenapa jadi ngobrol, ini cepat isi nominal nya dan terimakasih" kata Dodi
"tunggu tapi sungguh saya iklas menolong nona itu, lagi pula saya kan baik baik saja"
tapi kamera dan ponsel ku hancur hiks.., jangan sedih Abi ini semua takdir batin Abi
"haih kamu tau tidak aku bisa terkena maslah karna ini" kata Dodi
"tidak sunggu saya iklas daya pamit dulu" kata Abi dan berlalu pergi
gimana ini bisa bisa beneran di ganti Dodo namaku sama si bos" batin Dodi
"DODI" suara teriakan memanggil Dodi
"ah Tuan Nyonya, anda sudah datang" sapa Dodi
"bagaimana keadaan Anggi" tanya Saras panik
"sudah lebih baik nyonya" kata Dodi
"syukurlah" lirih Saras
"hemm... oh ya Dodi siapa pemuda tadi" tanya Agung
"oh itu tuan dia yang membawa Anggi ke rumah sakit ini" kata Dodi
"oh ya kita harus mengucapkan terima kasih pa" kata Saras
"iya iya ma, Dodi apa dia meminta sesutu" tanya Agung
"saya memberikan cek kosong tuan tapi di menolak nya, saya juga sudah membujuknya tuan tapi masih saja di tolak" kata Dodi
"pemuda yang baik" kata Agung
******
ruang rawat Anggi
Agung dan Saras memasuki ruang rawat Anggi.
"astga putri mama kenapa kamu bisa ceroboh begini sayang" lirih Saras sambil mengusap pucuk kepala Anggi
"ma dia baik baik saja, bentar lagi siuman kok" kata Angga
Dodi pun masuk ke ruangan itu,
dan lalu Anggi pun siuman.
"ma, pa, kak Angga, ish aw" ringis Anggi yang mencoba bangun dari tidurnya
"sayang pelan pelan kamu baring saja dulu" kata Saras
"kamu kenapa seperti nya memikirkan sesuatu" tanya Agung ke Anggi
"itu pah aku hampir nabrak orang pa, apa dia baik baik saja" tanya Anggi cemas
"dia baik, sangat baik malah" kata Angga
"oh ya!! Dodi gimana" tanya Angga
"anu bos itu__-__
"anu anu!! anu apa Dodo"
"astaga bos Dodi bos Dodi"
"mulut siapa"
"mulut bos"
"terus gimana urusan yang aku suruh kamu urus sudah beres"
"belum bos"
"APA"
"anu bos itu dia menolak menerima cek"
"cek apa sih kak" tanya Anggi
"ituloh sayang pemuda yang menolongmu dia menolak cek yang kakak kamu kasih" kata Saras
"apa kamu mengenal pria itu" tanya Agung
"tidak lah pa,"
"ya sudah!! Dodi kamu belikan Kamera dan ponsel keluaran terbaru dan kirim ke rumah nya" kata Angga
"kok begitu bos, bos peramal ya" kata Dodi
"peramal kepala mu!!! huh tadi aku liat kamera sama ponsel yang sudah tidak jelas bentuk nya tergantung di ransel nya, kayak nya itu korban kecelakaan"
"hah kakak bisa aja, yang ada aku kali kak yang jadi korban"
"kamu tu tersangka, kalau saja kamu tidak banting stir bisa jadi pria tadi sudah jadi almarhum gara gara kamu"
"bener kata kakak kamu, lagi pula kenapa kamu membawa mobil ngebut di jalan Anggi" tanya Agung
"maaf pa Anggi minta maaf, anggi sebel saja sama mama"
"Anggi maafin mama ya sayang, kalau mama sudah nhebentak bentak kamu" peluk mama
"iya ma, maafin Anggi juga"
"ekhem bos kita kirim kemana kamera sama ponsel nya bos kita kan tidak tau alamatnya" kata Dodi
"Dodi apa kamu sudah makan"
"belum bos"
"hah pantas saja"
"memang nya apa hubungan nya pekerjaan Dodi dengan makan Angga" tanya Agung
"ada pa, Dodi berubah jadi lola kalau lagi laper pa"
"hah lola apa" tanya Saras
" itu ma loading lama" kata Angga
"ha ha kak Dodi kebiasaan ya" kata Anggi
"kamu cari makan sana, terus cari alamat Abi,"perintah Angga
"ah siap Bos"
Dodi segera pergi untuk mengisi kampung tengah nya
"Dodi.. Dodi" gumam Saras
""Angga kamu jangan terlalu keras dengan nya, dia kan sahabat kamu dari kecil, dan papa juga sudah menganggap nya anak" kata Agung
"iya pa' Angga sudah menganggap nya kayak adik angga sendiri pa, hanya saja lucu saja kalau ngerjain dia pa" kata Angga
"kamu tuh ya,sudah dewasa masih saja kayak anak kecil" kata Saras
aku senang kalau mama kayak gini terus, tidak egois lagi batin Anggi
***baru up ya soalnya jaringan di sambar hujan😂😂😂
jangan lupa ya like vote rate bintang 5 juga komen nya hehe***
aku padamu thor
salam "Dady danzel."