NovelToon NovelToon
Mencinta Suami Cacat

Mencinta Suami Cacat

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Ibu Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Triyani

Karena kelalaian nya dalam berkendara. Mobil yang dikendarai oleh Alina pun akhirnya mengalami kecelakaan hingga membuat sang kakak yang saat itu akan melahirkan meninggal dunia.

Dan suami dari sang kakak, yang merupakan kakak ipar Alina mengalami kelumpuhan. Beruntung, bayi yang tengah dikandung oleh Alisa masih bisa diselamatkan.

Karena hal itulah, Alina pun akhirnya terpaksa menikah dengan Pras, kakak iparnya sendiri demi mempertanggung jawabkan perbuatan nya. Meski itu tidaklah disengaja.

Lalu, akankah pernikahan mereka berjalan dengan baik ditengah kebencian Pras pada Alina karena sudah menghilangkan nyawa sang istri dan membuatnya lumpuh??

Akankah Pras lulus dan mau memaafkan Alin setelah melihat ketulusan Alina dalam menjaga dan merawat Alesya, putrinya.

yukk simak kisah mereka...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe.
Biar Othor lebih semangat saat menulis,terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part.20

***

"Maaf, saya terlambat,"

Deg...

Suara bariton yang baru saja menyapa itu bak oase ditengah gurun pasir bagi hati Alina. Bahkan, kepalanya langsung mendongak demi meyakinkan jika apa yang dia dengar memanglah suaranya.

Suara orang yang dinanti selama berjam jam keberadaan nya di dalam restoran itu. Alina tidak bisa berkata apa apa, hanya menatap pria yang lagi lagi menganggap nya tidak ada.

Meski begitu, Alina bisa bernafas lega saat pria itu kini sudah hadir untuk menempati kursi yang sedari tadi kosong itu. Pras langsung menempati tempat nya yang sedari tadi kosong.

Dibantu oleh Wahyu, Pras mulai mengganti kursi kosong itu dengan kursi roda yang tengah dia pakai saat ini. Pelayan yang sedari tadi ada di sana, langsung menyajikan menu makanan yang sudah dipesan lebih dulu itu.

Deg...

Pras melirik tidak suka saat netranya menangkap seseorang yang cukup familiar dimata nya namun tidak tahu siapa pemuda itu sebenarnya, kenapa di acara keluarga seperti ini orang asing itu hadir.

Dan begitu terlihat akrab dengan keluarga Alina. Bahkan sang mertua beberapa kali tertawa setelah mendengarkan celotehan nya.

Namun, dengan sekuat tenaga Pras mencoba bersikap tenang seperti biasanya. Dingin dan datar akan sekitarnya, hingga dia pun sampai mengacuhkan Alina yang hari ini tengah merayakan kelulusan nya.

Sampai, salah satu waitress datang menghampiri untuk menyajikan menu makan siang hari ini yang sudah dipesan sebelum nya.

Pras mengangguk ramah sebagai tanda terima kasih pada seorang waitress yang baru saja menyajikan menu makanan yang akan dia santap siang ini.

Alina sendiri hanya sanggup melirik sekilas lalu fokus nya kembali pada si kecil Alesya yang duduk di kursi bayi yang sengaja di siap kan untuk balita itu.

Sementara Pras sendiri, langsung menikmati menu makan siang nya hari ini. Tanpa peduli akan kehadiran Alina yang hari ini adalah tokoh utama dari acara makan siang bersama siang ini.

Namun, beberapa menit kemudian. Perhatian Pras mulai teralihkan pada Alina yang tampak berbincang hangat dengan pria yang kemarin menjadi puncak kemarahan nya pada Alina.

Pria yang membuat Pras tidak bisa mengontrol lagi emosi yang ada didalam dadanya, karena rasa cemburu yang tiba tiba menggelapkan matanya. Hingga membuat Pras kembali melakukan hal yang menyakiti Alina.

Kedua tangan Pras bahkan sampai terkepal di bawah meja demi menekan rasa kesalnya agar tidak meledak saat Alina terlihat tersenyum begitu manis dan cantik pada pemuda yang tidak diketahui oleh Pras, siapa sebenarnya pemuda itu.

*

*

Acara makan siang pun berjalan dengan lancar, meski Pras sempat datang terlambat beberapa menit dari jadwal yang sudah ditentukan, namun akhirnya semua berjalan dengan lancar. Setelah pria yang super sibuk itu menyempatkan diri untuk datang ke acara syukuran sang istri yang baru saja lulus kuliah dan akan menyandang gelar sarjana setelah acara wisuda nanti.

Pras memang sengaja memperlambat kedatangannya agar dia tidak terlalu lama mengikuti acara tersebut. Setelah semuanya selesai, orang orang pun sepakat untuk langsung pulang ke rumah masing masing.

"Sekali lagi selamat ya sayang, Mama sama Papa pulang dulu, ya. Kita bertemu lagi saat kamu wisuda nanti," ucap mama Tari dan mama Widia secara bergantian.

Saat ini semua orang yang tadi hadir di acara makan siang bersama, tengah berkumpul di parkiran. Mereka berpamitan pada di pemilik acara yaitu Alina dan juga Pras.

"Iya Ma, Pa. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk datang dan berkumpul bersama hari ini," jawab Alina sambil memeluk satu persatu orang tua dan mertuanya itu.

Dan lambaian tangan menjadi penutup acara makan siang hari ini. Dan kini yang tersisa hanyalah Pras, Alina, Wahyu dan juga Denis.

Pemuda itu pun pamit undur diri karena merasa tidak nyaman dengan tatapan tajam yang dilayangkan oleh Pras padanya.

"Lin, gue juga pamit ya. Kabari kapan pastinya lo wisuda, gue ingin jadi bagian dari kebahagiaan lo disaat hari itu," ucap Denis sebelum akhirnya benar benar pergi dari hadapan pasutri itu.

Dan sontak, ucapan yang diucapkan oleh Denis kembali membuat hati Pras kembali memanas. Apalagi Alina terlihat masih mendekap erat buket bunga yang diberikan oleh Denis padanya tadi.

Sementara buket bunga yang Pras bawa, masih tergeletak begitu saja di atas jok mobil. Niat hati ingin memberi kejutan pada sang istri dengan datang di hari bahagianya dengan buket bunga indah ditangan nya.

Ternyata gagal sudah karena mood nya yang tiba tiba saja berubah setelah Pras melihat Denis sudah lebih dulu memberikan buket bunga pada istrinya itu.

Sungguh kekanakan bukan? Padahal jika Pras membuang ego nya, Pras bsa saja datang dan memberikam buket bunga itu pada Alina toh Pras wajib melakukan itu karena dia suaminya.

Namun, lagi lagi ego Pras terlalu tinggi hanya untuk melakukan hal kecil itu untuk Alina. Jika begitu, kenapa harus kesal saat Alina menerima buket bunga dari pria lain? sungguh, sangat sulit dimengerti jalan pikiran pria itu.

"Iya, terima kasih ya Den. Hati hati dijalan," jawab Alina saat melepas sang sahabat saat akan pergi lebih dulu dari tempat itu.

"Kalau khawatir kenapa tidak temani dia pulang saja,"

Deg...

Alina dan juga Denis sama sama dibuat kaget saat Pras mengatakan hal se frontal itu. Bagaimana bisa seorang suami menyuruh istrinya pulang bersama dengan pria lain? Sungguh suami yang unik.

"Boleh, dengan senang hati. Ayo Lin, mobil aku di sana," jawab Denis seakan tidak ingin membuang buang waktu untuk kembali mendekati sang pujaan hati setelah melihat respon dari suaminya yang seperti itu, dingin dan datar.

*

***

"Sambil mmenunggu kisah mereka up lagi. Yukk mampir dan bantu dukung karya dari sahabat Author ini."

*Happy Reading...*

***

1
Yulia
bagus👍👍
jen
pasti sedih Alina. duhhh gag kebayang pasti Pras bakal dendam
Nining Chili
👍
min hana
bagus
febry Asd
kata nya kamar nya tembus sama kamar anak nya
z u l a i k h a 🌹
memalukan sekali sikap si mala
fiza
Lumayan
Ryan Jacob
semangat Thor nulisnya
Hazelnutlatteice🪷
Ya ampun kedua besan ini heboh banget liat mantu y tekdung😅😁. Baby Alesya bakal punya dedek “ bayi punya dedek bayi ceritanya kan kak author “ ihiiil😊
Safa Almira
bagus
Healer
jgn2 Aina dan dodo punya suara misteri itu...bkn mama laras tapi mama Alina thor
guntur 1609
rasain kau orlakor
guntur 1609
kapok kau Pras. besarkan saja rasa gengsi mu tu
apajalah
🍁🍂🍂
Deni Supriadi
Luar biasa
Evy
Ada ya anak pembantu yang sungguh tak tau diri banget... ngelunjak...
Wida Ningsih: ada, malah banyak aku temui .
total 1 replies
Fajar Alfiyanshah
Luar biasa
Nani Te'ne
Saya suka ceritanya, lanjut
Oktavia Ratuliu
ooo Alina kau membawa pelakor dalam rumahmu
Oktavia Ratuliu
Dennis kau yang terbaik 🥰🥰 ku suka jawabanmu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!