NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pak Dosen

Jerat Cinta Pak Dosen

Status: tamat
Genre:Dosen / Nikahmuda / Duda / Romansa / Tamat
Popularitas:480.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: AYi

Shaila gadis cantik berusia 18 tahun, baru saja menjalani aktivitasnya sebagai seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Jogjakarta. Hari-harinya selama di bangku kuliah selalu dibuat kesal oleh salah satu dosen di kelasnya.

Arshaka, 23 tahun, dosen muda yang tampan dengan status duda beranak satu, merasa tertarik pada mahasiswanya. Dia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian si mahasiswa. Mulai dari memberikan tugas yang berlebih hingga perhatian yang tidak wajar.

Akankah Arshaka bisa mendapatkan Shaila dengan mudah? Ikuti ceritanya hanya di Jerat Cinta Pak Dosen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Shaila berangkat kuliah sendiri menggunakan mobil pemberian sang ayah, usai mengantar anak sambungnya sekolah. Setengah jam perjalanan sampailah dia di area parkir fakultas ekonomi kampusnya. Saat keluar dari mobil, kedua teman dekatnya sudah berdiri tak jauh dari area parkir sedang menunggu dia.

"Lo sendirian? Suami mana?" cerca Rosa begitu Shaila menghampiri.

"Suami lagi sidang, do'ain lulus dengan nilai memuaskan biar cepat wisuda," sahut Shaila dengan tenang.

"Kirain ketemuan sama mantan, secara mantan cinta pertama gitu loh!"

"Usah jadi kompor, Ros! Entar meledak lo," seru Adiba mengingatkan agar jangan terlalu julit jadi orang.

"Mau ketemuan mau check in di hotel berdua, gue santai aja. Selagi dia belum merawani gue!" jawab Shaila dengan wajah tetap santai.

"Nggak takut ditinggalin lo?" tanya Adiba penasaran.

"Nggak, selagi kami pisah gue masih perawan."

Selagi tidak dirugikan, Shaila tetap tenang tidak terlalu memikirkan. Bukan tidak peduli, hanya saja dia tidak ingin mencari penyakit untuk dirinya sendiri. Gadis itu hanya ingin menjaga hati agar pikiran tetap waras.

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah hari ini yang hanya satu. Rencananya setelah selesai jam kuliah, Shaila ingin mengunjungi sang ayah di rumah sakit. Gadis itu sudah merindukan cinta pertamanya itu dua bulan tidak bertemu.

Shaila mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Anak pasangan Nathan dan Dewi itu memutuskan singgah untuk membeli cake kesukaan sang ayah sebagai buah tangan. Tak lupa dia juga membeli cake kesukaannya sendiri.

"Daddy!" panggil Shaila seraya membuka pintu ruangan sang ayah dengan wajah cerianya.

Tanpa dia tahu, di dalam ruangan sang ayah ada ibunya juga sang kakak yang baru sampai tadi pagi. Shaila bisa menguasai rasa terkejutnya dengan cepat. Gadis itu kembali memasang wajah cerianya.

"Ingat juga kamu sama orang tua! Masalah apalagi yang kamu buat sehingga membawamu ke sini menemui kami?" tuduh Mommy Dewi dengan sinis.

Baru juga sampai sudah disambut tatapan tidak suka dari wanita yang telah melahirkannya itu. Berbeda dengan sang ayah dan kakaknya, mereka langsung mendekati Shaila dan langsung memeluk.

"Daddy, Shaila kangen," ungkap gadis kecilnya pak dokter.

"Sama kakak nggak kangen?" tanya Shania Azzahra pada sang adik.

"Pasti!"

Mereka bertiga kembali berpelukan untuk melepaskan rindu. Dewi berdecih melihat anak-anak dan suaminya saling berpelukan. Walau hanya sebentar mereka berpelukan, wanita paruh baya itu tetap tidak suka melihat kedekatan sang suami dengan si bungsu.

Shaila menyerahkan paper bag yang berisi cake kesukaan sang ayah pada ayahnya. Namun, laki-laki berusia lebih setengah abad itu malah menyuruh Shaila untuk memotong dan mengambilkan untuknya. Gadis kecil itu pun menurut saja.

Shaila meletakkan piring berisi cake itu di atas meja. Nathan dan Shania langsung mencomot cake itu, sedangkan Dewi memilih meninggalkan ruangan itu. Dalam hati kecil Shaila merasa kecewa, tetapi dia menutupinya dengan senyum ceria seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kakak kapan datang? Kenapa tidak kasih kabar pada Shaila?" tanya Shaila beruntun pada sang kakak dengan suara manjanya.

"Baru aja! Tadi dari bandara langsung ke sini karena di rumah cuma ada bibi. Kalau di sini bisa sekalian lihat bagaimana Mommy bekerja," jawab Shania.

Shaila mengangguk mendengar penjelasan dari sang kakak. Mereka melanjutkan obrolan seputar kegiatan mereka selama tidak bertemu. Gadis itu memilih menjadi pendengar saja, membiarkan ayah dan kakaknya bercerita.

Satu jam telah berlalu, tetapi sang ibu tidak kembali lagi bersama mereka. Shaila yang tahu diri akhirnya memilih pamit pulang. Dengan menjadikan Azka sebagai alasan pamit.

Selama perjalanan pulang, Shaila masih teringat dengan kejadian di rumah sakit tadi. Sang ayah sebagai pengelola sekaligus pemilik rumah sakit pasti sangat sibuk sehingga tidak bisa mengunjunginya. Berbeda dengan sang ibu yang seorang dokter umum dan tidak membuka praktek di luar rumah sakit, pasti lebih memiliki waktu luang.

"Kenapa kalian tidak ada yang menanyakan kabarku? Apa sebegitu tidak berartinya aku di mata kalian?"

Air mata Shaila mengucur deras, dadanya pun terasa sesak karena menahan sakit tak berdarah. Dia yang anak bungsu tetapi dia juga yang terbuang. Saat belum menikah, sang ayah begitu menyayanginya, kini menanyakan kabar pun tidak.

Shaila menghentikan mobilnya di tepi jalan yang bebas parkir. Dia tumpahkan semua air mata sebelum pulang ke rumah suami gagaknya. Setelah puas menangis, gadis itu mengusap wajahnya menggunakan tisu basah.

Saat akan menjalankan mobilnya, matanya tidak sengaja menangkap siluet sang suami turun dari mobil. Shaila pun kembali mematikan mesin dan turun dari mobil. Dengan berjalan cepat, gadis itu memasuki kafe yang tadi dimasuki oleh suaminya.

Ternyata dugaannya benar, sang suami sedang menemui seorang wanita. Tampak laki-laki itu memegang tangan si wanita, mengusapnya lembut. Tidak hanya itu saja, kini tangan satunya menyelipkan rambut si wanita ke belakang telinga.

Dada Shaila rasanya seperti dir3m4s-r3m4s. Walaupun belum ada rasa cinta, tak seharusnya mengkhianati janji suci di hadapan orang banyak juga di hadapan Tuhan. Tak sedikit pun terlintas dalam benaknya untuk mendua, jika seperti lebih baik diakhiri saja.

Saat ingin lebih mendekat lagi untuk melihat wajah si wanita, gawainya berbunyi. Terpaksa dia harus mengangkat panggilan dari anak angkatnya itu. Sang anak memintanya untuk segera pulang, mau tidak mau dia langsung pulang.

Selama dalam perjalanan pulang, pikiran Shaila berkecamuk. Dalam hatinya bertanya-tanya dan berprasangka.

"Apakah wanita itu orang yang sama dengan orang yang selama ini menghubunginya? Sudah berapa lama mereka berhubungan? Kenapa aku tidak tahu?"

Pikiran yang kacau membuat Shaila hampir saja menabrak seseorang yang hendak menyeberang jalan. Untung gadis itu bisa menguasai mobilnya sehingga tidak terjadi kecelakaan. Hanya saja, dia harus mendapatkan cacian dari pengguna jalan yang lain.

"Kenapa hari ini aku begitu siyal? Tuhan, kapan aku bisa bahagia tanpa masalah yang begitu banyak datang silih berganti?"

Air mata yang tadinya berhenti mengalir, kini kembal menetes walau tak sederas tadi. Shaila menarik napas dalam kemudian membuangnya perlahan. Gadis itu mengulangi terus apa yang dilakukan sampai dadanya terasa lebih enak dan air mata itu tak menetes lagi.

Tak lama kemudian mobil yang dikendarainya memasuki halaman rumah minimalis tanpa pagar. Gadis itu memarkirkan mobil di carport.

"Bubun!" seru Azka yang sudah menunggu kepulangan ibu sambungnya sejak tadi.

Shaila turun dari mobil, lalu mendatangi sang anak yang sudah dua bulan ini menjadi teman dekat. Azka menggandeng tangan ibu sambung rasa teman memasuki rumah.

"Ini apa, Bun?" tanya Azka sembari membuka paper bag yang dibawa bundanya.

"Cake. Azka mau? Minta tolong Mbak Rina ya, Bubun mau mandi dulu," jawab Shaila sekalian pamit ke kamar.

Usai mandi, ternyata sang suami sudah duduk di ranjang kamar mereka.

"Ayo kita cerai!"

1
lia rahma
extra part dong kak
Tamirah Spd
Shania wanita yang kurang dewasa, selaku seorang kakak seharusnya intropeksi diri. Mantan pacar sdh nikah dgn adiknya,dia jg sdh menikah,kok masih berharap pada adik iparnya untuk menjalin kasih....wes angellllll.
Tamirah Spd
Walau tidak ada rasa cinta dan pernikahan karena situasi darurat izab Kabul Sudah terucap,ya siapa yg gak sakit hati, apa lagi kalau tahu cinta pertamanya adalah kakak nya sendiri..... sakitnya tuh disini.
Tamirah Spd
Mama Nenti tidak sadar membuka aib anaknya sendiri.Tentu saja membuat Shaila berfikir kalau dosen status duda itu nikah nya karena kekasih nya hamil dulu.,!!!
Tamirah Spd
Mama Nenti sama saja membuka aib anaknya sendiri, tentu saja
Tamirah Spd
Nama duda kalau sdh jatuh cinta sudah gak jaga image,apa jatuh cinta nya sama mahasiswa sendiri,ada aja alasan untuk ngerjain biar dekat.
Istifada
Luar biasa
Jҽʅιƚα
👍👍👍
Nurina Ningrum
Luar biasa
Nurina Ningrum
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk mampos kau PELAKOR,Udah liat sendiri.kan gimana Arshaka memperlakukan Shaila,Masih aja berharap.Kok.mau jadi Pelakor adek sendiri,Gila nih Cewek..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa ke dua puteri dokter Nathan di sukai oleh Dosen2 mereka..gak Shaila gan Shania..🤣
Qaisaa Nazarudin
Biasa
Qaisaa Nazarudin
Buruk
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣 Ternyata Dosen pintar tapi Kudet ya..
Qaisaa Nazarudin
Lha masa ya gitu doang langsung di Nikahkan?
Qaisaa Nazarudin
Gen Bapaknya menurun ke anaknya..🤣
Qaisaa Nazarudin
Kasian si anak,Bapaknya malah sibuk ngintilin cewek..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Shaila ini terlalu ceroboh..
Qaisaa Nazarudin
Gila aja,Kalo aku mah jangan harap..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!