Takut diceraikan suaminya karena dikira mandul, membuat Kesia nekat memakai jasa Gigolo untuk membuatnya hamil.
Bukanya membawa kebahagiaan kehamilan Kesia justru menggali kuburannya sendiri.
Keluarga Purwadinata yang sudah mengetahui jika putranya mandul akhirnya tahu jika Kesia hamil dengan lelaki lain.
Mengetahui keluarga suami akan membunuhnya membuat Kesia melarikan diri dari kediaman konglomerat itu untuk menyelamatkan bayi dan juga nyawanya.
Akankah Kesia berhasil menyelamatkan dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
"Kalau begitu lakukan apa yang ku perintahkan!" hardik Leon
*Buughhh!!
Seorang anak buah Leon tiba-tiba menghantam Russell menggunakan kursi hingga pria itu jatuh tersungkur ke lantai.
"Ayah??"
Tiba-tiba Kanaka menangis tersedu-sedu saat melihat ayahnya jatuh bersimbah darah.
"Jangan sakiti ayahku!" serunya begitu pilu
Saat Russell mencoba berdiri kembali anak buah Leon melepaskan tinjunya membuat lelaki itu kembali terhempas ke lantai.
"Ayah bangun dan hajar mereka," ucap Kanaka terisak menatapnya
Melihat wajah gusar putranya membuat Russell berusaha bangun.
"Beginilah akibatnya kalau kau mencoba melawan Leon. Kau pikir kau bisa melawanku sekarang, jangan mimpi!"
Dalam keadaan setengah sadar Russel mencoba mengamati jumlah anak buah Leon.
Ia kemudian menekan ponselnya untuk memberikan signal kepada Ridan.
Ridan yang langsung menerima panggilan masuk dari Russel sebanyak dua kali segera mengumpulkan semua anggota geng yang tengah berlatih.
"Jumlah mereka ada sekitar seratus orang, semuanya memegang senjata. Sedangkan jumlah kita hanya dua puluh lima orang jadi satu orang harus menghadapi empat orang bersenjata. Apa kalian siap!" seru Ridan
"Siap!"
"Lokasi mereka ada di markas lama, Black meminta kita segera kesana karena keadaan sudah genting, jadi ayo kita bersiap-siap!"
Ridan segera memakai pakaian kebesarannya dan membawa senjata yang sudah dipersiapkannya.
Ia juga mempersenjatai teman-temannya dengan senjata yang sudah di rancang sendiri olehnya.
"Apa ini senjata terbaru kita?" tanya Liam
"Benar, ini bukan belati biasa karena dilengkapi dengan racun yang akan membunuh lawan lebih cepat. Belati ini juga bisa digunakan sebagai baton yang bisa menyerang musuh dari jarak yang lumayan jauh,"
"Wah keren," Setelah membagikan senjata itu Ridan kemudian segera naik keatas motornya saat mereka akan meninggalkan markas tiba-tiba puluhan anggota Geng Kapak Maut menghadang mereka.
"Sial, rupanya mereka mencoba menjegal kita!" Ridan langsung melesatkan motornya dan menabraki Mereka satu persatu. Ia juga mengeluarkan pistolnya menembaki mereka hingga satu persatu dari mereka tumbang.
Mengetahui jumlah lawan tak sebanding dengan jumlah anak buahnya membuat Ridan harus berjuang mati-matian menghadapi mereka.
Ia memborbardir mereka dengan basoka di tangannya.
Melihat Ridan yang mulai menggila membuat anggota geng kapak maut lari kocar-kacir meninggalkan markas Scorpio.
Ridan segera menghitung jumlah anggota geng yang tersisa.
"Hanya tersisa sepuluh orang, apa kalian yakin akan melawan geng Kapak maut?" tanya Ridan
"Tentu saja, lebih baik kita mati berperang daripada hidup sebagai pecundang!" sahut Liam
"Benar, kami siap berperang!" seru yang lainnya
"Baiklah kalau begitu, karena kita kalah jumlah maka aku harus melengkapi kalian dengan senjata untuk melindungi kalian," Ridan kemudian membuka sebuah peti dan memberikan sebuah basoka kepada semua Anggota geng
"Gunakan sebaik-baiknya untuk melindungi kalian, karena aku tidak bisa melindungi kalian di sana,"
Ridan segera melesatkan sepeda motornya menuju ke markas besar Geng Kapak maut
Sementara itu, melihat Russell tak kunjung sadar membuat Leon menyiram pemuda itu untuk membangunnya.
Russell langsung membuka matanya setelah terkena guyuran air.
"Sepertinya kau sedang bermimpi bercinta dengan tante-tante makanya kau tidurmu begitu pulas Russel," ucap Leon
"Apa kau yakin tidak memiliki anak buah lagi, kasian sekali jika aku hanya melampiaskan kemarahanku kepada mu. Padahal aku berniat untuk membalas dendam kepada semua anggota Scorpio, tapi sayangnya mereka memilih menjadi Pecundang dan menghilang,"
"Sekarang bagaimana, apa kau akan mengantar paket itu atau aku akan memasukan harimau itu ke dalam kandang anakmu?" tanya Leon
"Bunuh aku saja," jawab Russell
"Kau terlalu berharga Black, daripada membunuh mu, lebih baik aku menjual mu. Dengan begitu aku akan mendapatkan banyak uang darimu. Apalagi aku tahu kalau tarif mu sangat fantastis hanya untuk satu kali ngamar!" ucap Leon terkekeh
"Kalau begitu masukan saja harimau itu bersama ku!" seru Kanaka
"Are you sure?" tanya Leon begitu terkejut mendengar ucapan anak itu.
"Certainly, tapi kau harus janji padaku akan melepaskan ayahku jika kau sudah memasukan Harimau itu ke dalam kandangku," jawab Kanaka
"Of course baby, wah luar biasa. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Seorang harimau pasti akan melahirkan harimau juga tidak mungkin kucing bukan. Aku bangga padamu nak, kau sudah membuat pamanmu ini bangga karena kau sudah membuktikan jika kau memang benar-benar darah daging seorang black Scorpion," tutur Leon mengusap kepala anak itu
"Jangan lakukan itu, tolong jangan sentuh putraku!" pekik Russell berusaha menghentikan kegilaan Leon yang berusaha menyingkirkan putranya.
"Percayalah padaku ayah, pergi dan selamat kan dirimu. Jaga ibuku karena dia begitu mencintai mu," ucap Kanaka membuat Russel langsung menitikkan air matanya
Ia tak mengira jika anak itu akan mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan ayahnya.
Kanaka memberikan permintaan kepada Leon sebelum lelaki itu mengeksekusinya.
Ia meminta pria itu melepaskan Russell agar ia tak sedih melihat putra semata wayangnya mati di hadapannya.
Leon setuju dan langsung menyuruh anak buahnya menyeret Russell keluar dari markasnya.
"Tidak!!"
"Jangan sakiti putraku, aku tidak akan membiarkan kalian hidup tenang jika sesuatu terjadi padanya!" seru Russell berusaha memberikan peringatan kepada mereka
Namun Leon hanya mengangkat bahu sambil menutup pintu bar nya.
Ia kemudian membuka gembok yang mengunci sang Harimau. Ia kemudian membuka kandang harimau itu dan mengarahkannya ke kandang Kanaka di kurung.
Kanaka yang genius langsung mengeluarkan uang koin dalam sakunya dan melemparkannya kearah Leon.
Harimau itu langsung menyeringai dan menatap lekat kearah Leon.
Leon yang ketakutan langsung mengarahkan senjatanya kearah sang harimau membuat harimau itu langsung melompat menyerangnya.
Harimau itu semakin beringas saat anak buah Leon berusaha menembakinya untuk menyelamatkan Leon yang sudah diterkamnya.
Lelaki itu menjerit kesakitan saat binatang itu mengoyak tubuhnya dengan taringnya yang tajam .
Ia juga menyerang anak buah Leon yang menebakinya.
Melihat sang raja hutan mengamuk membuat anak buah Leon berlari meninggalkan tempat itu untuk menyelamatkan diri.
Russell yang masih berada di tempat itu langsung bergegas masuk untuk menyelamatkan putranya.
Ia begitu terkejut saat melihat Kanaka berhasil menjinakkan sang Harimau. Dan membawanya masuk kembali ke kandangnya.
Lelaki itu langsung memeluk erat buah hatinya, "syukurlah kau selamat, kau tahu ayah sangat ketakutan saat kau memilih untuk mengorbankan nyawa mu demi menyelamatkan ayah, rasanya ayah menjadi orang yang paling lemah dan menyedihkan di dunia ini. Jangan ulangi lagi karena ayah tak bisa hidup tanpamu!" seru Russell
"Aku sengaja melakukannya bukan untuk menyelamatkan ayah, tapi aku ingin menyelamatkan Harimau itu kasian ia kesakitan karena kakinya terkena paku," jawab Russell
"Astoge, jadi kamu php in ayah," jawab Russell
"Tidak juga aku pikir aku bisa menyelamatkan kalian berdua jika aku memilih pilihan itu," jawab Kanaka
"Bagaimana kau bisa menjinakkan Harimau itu?" tanya Russel
"Saat di Amerika, ibu bekerja sebagai tukang bersih-bersih kebun binatang. Dan aku selalu bermain dengan para pawang binatang buas dan mereka selalu mengajari aku bagaimana cara menjinakkan hewan buas," jawab Kanaka
"Masih kecil saja kau selalu membuatku deg degan Naka, bagaimana jika kamu besar nanti?" tanya Russell
"Aku akan mengejutkan ayah dengan menjadi gig*lo!" jawab Kanaka membuat Russel seketika tertawa mendengarnya
"Dasar anak nakal!"
Tidak lama Ridan datang bersama teman-temannya.
"Dimana mereka?" tanya Ridan
"Semuanya sudah mati," sahut Russell menunjuk kearah Leon
"Wah sadis sekali siapa yang melakukannya?" tanya Ridan
Russel langsung menunjuk kearah Kanaka.
"Dia...yang benar saja, bagaimana dia bisa membantai geng kapak dengan begitu bengis?"
"Dia menggunakan kekuatan sahabatnya," jawab Russell menunjuk kearah harimau. yang ada dalam kandang.
"Keren, kau benar-benar seorang Black Scorpion sejati!" seru Ridan
"Paman, jaket kalian bagus boleh aku memakinya?" tanya Kanaka
"Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa menolak keinginan dari The next leader Black Scorpion," sahut Ridan segera melepaskan jacketnya
Para anggota geng lainnya juga melepas jacketnya dan memberikannya kepada Kanaka. Anak itu kemudian memasukkan semua jaket- jaket itu keatas paket yang akan dikirim oleh Leon.
Tidak lama polisi datang bersama Kesia.
Wanita itu langsung berlari menghampiri Kanaka dan memeluknya.
"Apa kamu terluka?" tanyanya sambil terisak
Kanaka langsung menggelengkan kepalanya
"Bukan aku yang terluka ibu, tapi ayah. Dia yang sudah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku," jawab Kanaka
Laila yang hendak memarahi Russell segera mengurungkan niatnya saat melihat wajah Russell yang babak belur.